Mengejutkan !!! Pesilat Thailand Komentari Dominasi Indonesia dan Tudingan Malaysia !!
Ilyas Sadara berhasil menyumbang medali perak Asian Games 2018 bagi Thailand. Turun di cabang olahraga (cabor) pencak silat nomor seni tunggal putra, beliau harus mengakui keunggulan wakil Indonesia, Sugianto yang meraih medali emas dalam pertarungan di Padepokan Pencak Silat TMII, Rabu (29/8).
Mengomentari dominasi Indonesia di cabor pencak silat dan tudingan miring tim Malaysia terkait wasit yang berat sebelah. Secara garis besar dia mengakui level Indonesia memang berada setingkat di atas negara lain.
"Indonesia sedikit lebih anggun dari kami. Bukan mengakui, tapi silat berasal dari indonesia, budaya orisinil Indonesia sehingga semenjak kecil mereka berguru pencak silat. Tapi sekarang di venue pertandingan itu juga yang menentukan mental," ujar pesilat berwajah rupawan ini usai pertandingan.
Sementara terkait tudingan Malaysia yang menilai wasit memihak tuan rumah, Ilyas tak membantahnya terutama di nomor tarung. Menurutnya, juri sering tidak adil dikala memberikan poin.
"Kalau untuk fighting harus lebih fair jurinya mana yang poin mana yang gak poin. Ini tidak.anggun untuk pencak silat," ungkapnya menilai kinerja juri.
Walau hanya meraih medali perak, Ilyas cukup puas dengan raihannya tersebut. Pesilat 15 tahun itu bahkan mengakui belakang layar kesuksesannya yaitu karena sempat ditangani oleh pelatih asal Indonesia.
"Dapat perak Alhamdulillah. Saya latihan dengan pelatih indonesia 8 bulan dan itu anggun karena ada waktu banyak latihan," ujar Ilyas.
Tidak hanya itu, paras Ilyas yang cukup rupawan menciptakan dirinya menarik perhatian para penonton. Para volunteer dan pembawa bendera pun tak ketinggalan mengajaknya berswafoto.
Uniknya, Ilyas cukup lancar berbicara menggunakan bahasa melayu sehingga banyak orang menyangka beliau bukan asli orang Thailand. Namun hal itu dibantah olehnya yang menegaskan beliau warga orisinil Thailand.[]
sumber : ucnews.com
Detiksport INFO
Sabtu, 29 Maret 2025
Selasa, 25 Maret 2025
Wenger Dedah Impikan Ronaldo Sertai Arsenal
Wenger dedah impikan Ronaldo sertai Arsenal
15 Mei 2018
BINTANG sensasi Cristiano Ronaldo sebelum ini mengakui hampir menjadi pemain Arsenal sebelum menyertai Manchester United dari Sporting Lisbon dengan nilai £12.2 (RM65.3 juta) pada 2003.
Pemain antarabangsa Portugal itu menjadi salah seorang pemain terbaik dunia dibawah kendalian Sir Alex Ferguson dan memenangi lapan trofi utama sepanjang enam animo di Old Trafford.
Malahan, pengendali Arsenal, Arsene Wenger percaya kerjaya Ronaldo akan gemilang dan bersinar jikalau beliau menyertai kelab itu suatu dikala dahulu.
Menerusi satu sesi soal jawab bersama peminat Arsenal, Wenger ditanya mengenai pemain yang diimpikannya untuk bermain dalam kelab itu.
"Saya hampir sahaja membawa masuk Ronaldo ke Arsenal dan bila dia benar-benar berlaku, dia pastinya mengubah sejarah kelab bola sepak Arsenal.
"Kisah dengan Ronaldo itu sangat hampir menjadi kasatmata," ungkapnya.
Wenger turut mendedahkan cubaannya untuk mengambil Lionel Messi dan Gerard Pique pada 2003 sewaktu Cesc Fabregas keluar dari sekolah tinggi Arsenal.
"Begitu juga Messi, kami semua berminat untuk mengambilnya sebagai pemain di kelab ini.
"Fabregas ada bertanya kepada Messi dan Pique untuk menyertai Arsenal namun beliau tidak menjadi kenyataan," ujar Wenger lagi.-SkySports
sumber : mstar.com
15 Mei 2018
BINTANG sensasi Cristiano Ronaldo sebelum ini mengakui hampir menjadi pemain Arsenal sebelum menyertai Manchester United dari Sporting Lisbon dengan nilai £12.2 (RM65.3 juta) pada 2003.
Pemain antarabangsa Portugal itu menjadi salah seorang pemain terbaik dunia dibawah kendalian Sir Alex Ferguson dan memenangi lapan trofi utama sepanjang enam animo di Old Trafford.
Malahan, pengendali Arsenal, Arsene Wenger percaya kerjaya Ronaldo akan gemilang dan bersinar jikalau beliau menyertai kelab itu suatu dikala dahulu.
Menerusi satu sesi soal jawab bersama peminat Arsenal, Wenger ditanya mengenai pemain yang diimpikannya untuk bermain dalam kelab itu.
"Saya hampir sahaja membawa masuk Ronaldo ke Arsenal dan bila dia benar-benar berlaku, dia pastinya mengubah sejarah kelab bola sepak Arsenal.
"Kisah dengan Ronaldo itu sangat hampir menjadi kasatmata," ungkapnya.
Wenger turut mendedahkan cubaannya untuk mengambil Lionel Messi dan Gerard Pique pada 2003 sewaktu Cesc Fabregas keluar dari sekolah tinggi Arsenal.
"Begitu juga Messi, kami semua berminat untuk mengambilnya sebagai pemain di kelab ini.
"Fabregas ada bertanya kepada Messi dan Pique untuk menyertai Arsenal namun beliau tidak menjadi kenyataan," ujar Wenger lagi.-SkySports
sumber : mstar.com
Minggu, 09 Maret 2025
Tanpa Ronaldo, Madrid Tetaplah Alien Di Mata Totti
Tanpa Ronaldo, Madrid Tetaplah Alien di Mata Totti
Banyak yang meyakini kekuatan Real Madrid sekarang tinggal setengah setelah ditinggal sang bintang, Cristiano Ronaldo. Tetapi bagi legenda AS Roma,Francesco Totti, klub raksasa Spanyol tersebut masih tetap pantas menyandang predikat 'Alien'.
Seperti yang diketahui, Ronaldo menetapkan untuk pergi dari Santiago Bernabeu guna bergabung dengan Juventus di bulan Juli kemudian. Padahal beberapa waktu sebelumnya, dia membawa Los Merengues kembali merengkuh gelar Liga Champions.
Kontribusi pemain asal Portugal itu diyakini sangat krusial, sampai membuat banyak orang yakin kekuatan Real Madrid saat ini sudah menurun. Tentu saja itu menjadi hal yang baik untuk Roma yang berada dalam grup yang sama dengan mereka di Liga Champions.
Masih Tetap Berstatus Alien
Walaupun begitu, Totti tetap memiliki pandangan yang tinggi terhadap skuat asuhan Julen Lopetegui tersebut. Meskipun tanpa Ronaldo, laki-laki berumur 41 tahun itu tetap menganggap Real Madrid sebagai alien.
"Kami akan melihat mirip apa Real tanpa Ronaldo, tetapi kami masih berbicara tentan alien di sini," ujar Totti kepada Sky Sport Italia beberapa waktu kemudian.
"Mereka mendapatkan banyak pemain dan masih tetap menjadi Real Madrid. Sebuah tim kompetitif yang patut dihormati setiap waktunya," lanjutnya.
Pasang Target Lebih Tinggi
Pada ekspresi dominan kemarin, Giallorossi berhasil mencuri perhatian dengan membuat 'comeback' fantastis kala bertemu Barcelona dan mencapai babak semifinal. Totti mengungkapkan bahwa target klub ketika ini yaitu meraih torehan yang lebih baik.
"Bila target kami adalah lebih baik dari animo lalu, itu artinya terus melaju sampai tamat di Madrid. Kami pastinya akan mencoba untuk melaju sejauh mungkin," tambahnya.
"Ekspektasi sangat tinggi, skuat kami pun kuat. Kelompok ini sudah bersatu dan pelatih menargetkan pencapaian tinggi. Kami akan coba berbicara banya di Eropa dan Serie A," tutupnya.
Terlepas dari adanya Real Madrid, Giallorossi mampu dibilang menerima grup yang relatif lebih mudah dari klub-klub Serie A lainnya. Selain Madrid, Edin Dzeko dkk juga tergabung dalam satu grup dengan CSKA Moscow dan Viktoria Plzen.
sumber : bola.net
Banyak yang meyakini kekuatan Real Madrid sekarang tinggal setengah setelah ditinggal sang bintang, Cristiano Ronaldo. Tetapi bagi legenda AS Roma,Francesco Totti, klub raksasa Spanyol tersebut masih tetap pantas menyandang predikat 'Alien'.
Seperti yang diketahui, Ronaldo menetapkan untuk pergi dari Santiago Bernabeu guna bergabung dengan Juventus di bulan Juli kemudian. Padahal beberapa waktu sebelumnya, dia membawa Los Merengues kembali merengkuh gelar Liga Champions.
Kontribusi pemain asal Portugal itu diyakini sangat krusial, sampai membuat banyak orang yakin kekuatan Real Madrid saat ini sudah menurun. Tentu saja itu menjadi hal yang baik untuk Roma yang berada dalam grup yang sama dengan mereka di Liga Champions.
Masih Tetap Berstatus Alien
Walaupun begitu, Totti tetap memiliki pandangan yang tinggi terhadap skuat asuhan Julen Lopetegui tersebut. Meskipun tanpa Ronaldo, laki-laki berumur 41 tahun itu tetap menganggap Real Madrid sebagai alien.
"Kami akan melihat mirip apa Real tanpa Ronaldo, tetapi kami masih berbicara tentan alien di sini," ujar Totti kepada Sky Sport Italia beberapa waktu kemudian.
"Mereka mendapatkan banyak pemain dan masih tetap menjadi Real Madrid. Sebuah tim kompetitif yang patut dihormati setiap waktunya," lanjutnya.
Pasang Target Lebih Tinggi
Pada ekspresi dominan kemarin, Giallorossi berhasil mencuri perhatian dengan membuat 'comeback' fantastis kala bertemu Barcelona dan mencapai babak semifinal. Totti mengungkapkan bahwa target klub ketika ini yaitu meraih torehan yang lebih baik.
"Bila target kami adalah lebih baik dari animo lalu, itu artinya terus melaju sampai tamat di Madrid. Kami pastinya akan mencoba untuk melaju sejauh mungkin," tambahnya.
"Ekspektasi sangat tinggi, skuat kami pun kuat. Kelompok ini sudah bersatu dan pelatih menargetkan pencapaian tinggi. Kami akan coba berbicara banya di Eropa dan Serie A," tutupnya.
Terlepas dari adanya Real Madrid, Giallorossi mampu dibilang menerima grup yang relatif lebih mudah dari klub-klub Serie A lainnya. Selain Madrid, Edin Dzeko dkk juga tergabung dalam satu grup dengan CSKA Moscow dan Viktoria Plzen.
sumber : bola.net
Senin, 17 Februari 2025
Panasnya Persaingan Timnas U-22 Indonesia, Nadeo Singgung Pencoretan Kiper Muda Psm Makassar
Panasnya Persaingan Timnas U-22 Indonesia, Nadeo Singgung Pencoretan Kiper Muda PSM Makassar
Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, menyinggung pencoretan kiper PSM Makassar, Hilman Syah, dari program pembinaan camp timnas U-22 Indonesia.
Nadeo Argawinata akhirnya memenuhi panggilan timnas U-22 Indonesia.
Kiper Borneo FC itu telah bergabung dengan pelatihan camp timnas U-22 Indonesia di Lapangan ABC Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).
Pemain berusia 21 tahun itu diminta untuk menggantikan posisi Hilman Syah yang telah terdegradasi dari TC pekan pertama.
"Intinya aku bukan untuk menggantikan Hilman, karena coach Indra Sjafri kemarin juga sudah bilang memilih yang terbaik dari yang terbaik, bukan berarti yang kemarin jelek," tutur Nadeo dikutip dari laman resmi PSSI.
Hilman harus dicoret dari timnas U-22 Indonesia lantaran sempat mengalami cedera.
Sebagai pengganti kiper muda PSM Makassar tersebut, Nadeo merasa bersyukur mampu bergabung dengan timnas U-22 Indonesia di bawah isyarat Indra Sjafri.
"Seperti pemain yang lain, pasti aku bersyukur (bisa bergabung dengan timnas U-22 Indonesia)," ungkapnya menambahkan.
Kiper muda jebolan Persik Kediri U-21 itu akan bersaing dengan formasi kiper muda di Liga 1 2018 mirip Awan Setho Raharjo, Satria Tama, dan Muhammad Riyandi.
Bicara postur, Nadeo layak diperhitungkan menjadi tameng gawang Garuda Muda.
Kiper asal Kediri itu memiliki tinggi tubuh 187 cm, jauh lebih unggul dari ketiga nama tersebut.
Awan Setho menjadi kiper terpendek timnas U-22 Indonesia dengan postur 175 cm.
Nantinya, beberapa dari mereka akan menjadi kekuatan dari timnas U-22 Indonesia di ajang Piala AFF U-22 2019.
sumber : www.bolasport.com
Minggu, 16 Februari 2025
Bungkam Kamboja, Timnas Indonesia Melaju Ke Semifinal Piala Aff U-22
Bungkam Kamboja, Timnas Indonesia Melaju ke Semifinal Piala AFF U-22
Timnas Indonesia U-22 berhasil berhasil melaju ke babak semifinal Piala AFF U-22 usai menang atas Kamboja dalam sabung terakhir Grup B Piala AFF U-22, di Olympic Stadium, Phnom Penh, Jumat (22/2/2019).
Indonesia menang dengan skor 2-0 atas Kamboja. Dua gol diborong semua oleh Marinus Wanewar.
Diawal tubruk justru Kamboja lebih dulu menekan sisi lini pertahanan Indonesia. Menit ke-5 peluang pertama didapat oleh pemain Kamboja melalui tendangan bebas.
Beruntung, kiper Awan Seto masih sigap mengamankan bola dengan tangkapan yang dia lakukan.
Sektor lini tengah Indonesia diawal-awal adu belum mampu mengontrol permainan. Lutfi Kamal yang dipercaya sebagai jenderal lapangan tengah juga belum bisa memberikan umpan matang ke lini depan yang diisi Marinus Wanewar dan Osvaldo Haay.
Hingga akibatnya Indonesia mampu memafaatkan peluang yang didapat pada menit ke-18 melalui pergerakan Witan Sulaeman dari sisi sayap.
Witan yang melihat celah di kotak penalti, bisa memperlihatkan umpan anggun ke arah Marinus. Hal ini pun tidak disia-siakan oleh Marinus dengan menjebol gawang Kamboja. Indonesia unggul 1-0.
Unggul satu gol, tak menciptakan skuat Indra Sjafri mengendurkan serangan. Dimenit ke-28, peluang emas didapat oleh Osvaldo Haay.
Sukses melewati perlawanan dari bek Kamboja di kotak penalti, Osvaldo mencoba menembakkan bola ke gawang Kamboja. Sayang, bola masih mengenai kaki dari pemain Kamboja dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Menit ke-33, peluang didapat oleh Kamboja melalui striker mereka, Sieng Chantea. Memanfaatkan umpan matang dari rekannya, Chantea langsung menyundul bola tepat mengarah ke gawang Indonesia. Namun, peluang tersebut berhasil dipatahkan oleh Iwan Setho yang bisa menangkap bola dengan sangat baik.
Hingga simpulan babak pertama usai, skor 1-0 pun berakhir untuk keunggulan sementara Indonesia atas Kamboja.
Baru satu menit babak kedua berjalan, peluang eksklusif diciptakan oleh Osvaldo Haay. Menerima umpan matang dari rekannya ke kotak penalti, Osvaldo yang bangkit kosong eksklusif menyambar bola melalui sundulannya. Sayang, sundulan dari Osvaldo masih menyamping dari gawang Kamboja.
Peluang juga didapat oleh Gian Zola pada menit ke-59 di kotak penalti, sehabis mendapat umpan dari Osvaldo. Sayang, kesempatan emas tersebut gagal dimanfaatkan oleh Zola sehabis tendangannya mampu digagalkan kiper Kamboja, Soksela, melalui tepisannya.
Beberapa kali peluang terbuka bagi Osvaldo Haay di lini pertahanan gawang Kamboja. Namun, selalu saja bola tak mampu dikuasai oleh Osvaldo sehingga peluang emas tersebut terbuang sia-sia.
Permainan mengendur dari kesebelasan Kamboja di babak kedua ini. Hanya beberapa tembakan tak membahayakan yang mampu dilepaskan oleh para pemain Kamboja.
Menit ke-77 Witan ditarik keluar lapangan usai mengalami duduk perkara di kakinya. Ia pun digantikan oleh Fredyan Sugianto.
Indonesia berhasil menambah pundi-pundi golnya pada menit ke-82 melalui Marinus. Sontekan kaki kiri Marinus sukses menjebol gawang dari Kamboja. Indonesia unggul 2-0.
Tak ada lagi peluang yang tercipta sampai menjelang final babak kedua. Hingga akhirya skor 1-0 pun berhasil dipertahankan oleh timnas Indonesia atas Kamboja.
Kemenangan ini membuat Indonesia berhak melaju ke babak semifinal Piala AFF U-22 menemani Kamboja, yang menjadi juara Grup B.
Susunan Pemain:
Indonesia: Awan Setho; Firza Andika, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho, Bagas Adi, Nurhidayat, Asnawi; Sani Rizki Fauzi, Muhammad Luthfi, Gian Zola; Witan Sulaeman, Marinus Wanewar, Osvaldo Haay
Kamboja: Keo Soksela; Seut Baraing, Cheng Meng, Ouk Sovann, Chong Bunnath, Sin Sophanat; Om Chanpolin, Teath Kim Heng, Tes Sambath; Sieng Chantea
sumber : bolalob.com
Kamis, 06 Februari 2025
3 Pemain Timnas Yang Tak Layak Jadi Starter! No 1 Riko Simanjuntak, No 2 Kalian Pasti Tahu
3 Pemain Timnas yang Tak Layak Jadi Starter! No 1 Riko Simanjuntak, No 2 Kalian Pasti Tahu
AFF Suzuki Cup - Timnas Indonesia telah dipersiapkan untuk berhadapan dengan juara bertahan edisi 2016 kemarin, Thailand di Rajamangala Stadium dalam sebuah berkelahi yang bertajuk Matchday 3 AFF Suzuki cup 2018.
Kemenangan yakni misi utama skuad Garuda, jikalau benar-benar ingin menjaga asa lolos ke semifinal, mengingat Timnas Indonesia gres meraih 3 point dari 2 penampilannya.
Maka dari itu, susunan pemain yang diturunkan sebagai starter yakni kunci pertama kesuksesan sebuah Tim. Kemudian, siapa super-sub yang akan masuk di babak kedua, ialah kunci kedua kesuksesan sebuah Tim.
Dan dari dua pertandingan yang sudah dijalani sebelumnya, sudah teridentifikasi bahwa terdapat 3 pemain yang tidak layak bermain sebagai starter. So, siapakah ke-3 pemain tersebut?
1. Riko Simanjuntak
Seperti yang saya jelaskan diatas, kesuksesan kedua sebuah Tim ialah siapa pemain yang bakal menjadi super-sub di babak kedua. Dan Riko Simanjuntak, tidak layak masuk sebagai starter alasannya ia jauh lebih efektif jikalau diturunkan sebagai pembeda di pertengahan babak kedua.
Lahir di Pematang Siantar pada 26 Januari 1992, nama Riko Simanjuntak bersinar sejak pertama bergabung dengan Persija Jakarta di awal animo 2017. Dari total 33 penampilan sang pemain bersama Persija di semua Liga 1 dan AFC Cup, Riko sukses mencetak 3 gol dan mengirimkan 17 assists seperti yang dikutip dari transfermarkt.com (17/11/2018).
2. Gavin Kwan Adsit
Nah, untuk pemain yang berada pada daftar nomor kedua ini yaitu pemain Barito Putera, Gavin Kwan Adsit. Kalian tentu sudah tahu jika penampilan Gavin Kwan ketika Indonesia berjumpa Timor Leste 13 November 2018 kemarin amat sangat jelek.
Memiliki kesempatan sebagai starter menggantikan Putu Gede Juni Antara yang terkena kartu merah, Gavin gagal menampilkan performa terbaik dan sering kali gagal menunjukkan umpan akurat.
3. Rizky Pora
Kemudian nama yang terakhir tidak lain yakni Rizky Pora. Memiliki kesempatan sebagai starter dikala hadapi Singapura di matchday perdana 9 November 2018 kemarin, penampilan Rizky Pora jauh dibawah keinginan.
Ya, sisi kiri pertahanan Indonesia selalu dicecar oleh Singapura dan dari sinilah awal terciptanya gol Singapura yang dicetak oleh Hariss Harun pada menit ke-37'. Ketidakmampuan Rizky dalam menjaga lini pertahanan membuat keinginan Indonesia meraih 3 point di sabung perdana pupus.
Okelah guys, publik sepakbola Indonesia hanya berharap semoga semoga Bima Sakti benar-benar membawa Stefano Lilipaly cs meraih gelar Juara Piala AFF 2018. Karena saat gagal sebagai pemain, Bima Sakti bakal meraih sukses sebagai Pelatih.
sumber : ucnews.com
AFF Suzuki Cup - Timnas Indonesia telah dipersiapkan untuk berhadapan dengan juara bertahan edisi 2016 kemarin, Thailand di Rajamangala Stadium dalam sebuah berkelahi yang bertajuk Matchday 3 AFF Suzuki cup 2018.
Kemenangan yakni misi utama skuad Garuda, jikalau benar-benar ingin menjaga asa lolos ke semifinal, mengingat Timnas Indonesia gres meraih 3 point dari 2 penampilannya.
Maka dari itu, susunan pemain yang diturunkan sebagai starter yakni kunci pertama kesuksesan sebuah Tim. Kemudian, siapa super-sub yang akan masuk di babak kedua, ialah kunci kedua kesuksesan sebuah Tim.
Dan dari dua pertandingan yang sudah dijalani sebelumnya, sudah teridentifikasi bahwa terdapat 3 pemain yang tidak layak bermain sebagai starter. So, siapakah ke-3 pemain tersebut?
1. Riko Simanjuntak
Seperti yang saya jelaskan diatas, kesuksesan kedua sebuah Tim ialah siapa pemain yang bakal menjadi super-sub di babak kedua. Dan Riko Simanjuntak, tidak layak masuk sebagai starter alasannya ia jauh lebih efektif jikalau diturunkan sebagai pembeda di pertengahan babak kedua.
Lahir di Pematang Siantar pada 26 Januari 1992, nama Riko Simanjuntak bersinar sejak pertama bergabung dengan Persija Jakarta di awal animo 2017. Dari total 33 penampilan sang pemain bersama Persija di semua Liga 1 dan AFC Cup, Riko sukses mencetak 3 gol dan mengirimkan 17 assists seperti yang dikutip dari transfermarkt.com (17/11/2018).
2. Gavin Kwan Adsit
Nah, untuk pemain yang berada pada daftar nomor kedua ini yaitu pemain Barito Putera, Gavin Kwan Adsit. Kalian tentu sudah tahu jika penampilan Gavin Kwan ketika Indonesia berjumpa Timor Leste 13 November 2018 kemarin amat sangat jelek.
Memiliki kesempatan sebagai starter menggantikan Putu Gede Juni Antara yang terkena kartu merah, Gavin gagal menampilkan performa terbaik dan sering kali gagal menunjukkan umpan akurat.
3. Rizky Pora
Kemudian nama yang terakhir tidak lain yakni Rizky Pora. Memiliki kesempatan sebagai starter dikala hadapi Singapura di matchday perdana 9 November 2018 kemarin, penampilan Rizky Pora jauh dibawah keinginan.
Ya, sisi kiri pertahanan Indonesia selalu dicecar oleh Singapura dan dari sinilah awal terciptanya gol Singapura yang dicetak oleh Hariss Harun pada menit ke-37'. Ketidakmampuan Rizky dalam menjaga lini pertahanan membuat keinginan Indonesia meraih 3 point di sabung perdana pupus.
Okelah guys, publik sepakbola Indonesia hanya berharap semoga semoga Bima Sakti benar-benar membawa Stefano Lilipaly cs meraih gelar Juara Piala AFF 2018. Karena saat gagal sebagai pemain, Bima Sakti bakal meraih sukses sebagai Pelatih.
sumber : ucnews.com
Rabu, 05 Februari 2025
Heboh !!! Jepang Sudah Dikalahkan !! Tinggal Sikat Iran, Timnas U-16 Auto Lolos Piala Dunia
Heboh !!! Jepang Sudah DiKalahkan !! Tinggal Sikat Iran, Timnas U-16 Auto Lolos Piala Dunia
Tim nasional indonesia U-16 bersiap untuk memenuhi sasaran Mencapai putaran piala dunia U-17 tahun depan yang di laksanakan Di peru.
Sekarang Tim Asuhan Fachry Husaini Sedang Mempersiapkan diri menjelang gelaran piala asia U-16 dan menjalani Training camp di malaysia. Mereka disana melaksanakan Sejumlah Pertandingan uji coba semoga mampu hasil yang memuaskan di piala asia dan melenggang ke putaran simpulan Piala dunia.
Modal bagus tim garuda ingusan adalah Saat mengalahkan tim besar asia, Jepang. dalam turnamen Jenesys cup 2018 di negara Sinji kagawa tinggal tersebut. Mereka mengalahkan jepang dengan skor tipis satu gol tanpa balas.
Dan pada piala asia nanti, jika timnas indonesia U-16 mampu mengalahkan Iran mampu dipastikan Indonesia dapat masuk piala dunia ini alasannya adalah Iran Adalah Tim kuat asia, bila rendy juliansyah mampu kalahkan iran bukan tidak mungkin Tim besar lainnya mampu mereka kalahkan.
Dikutip Tribunnews.com Laga ini tayang secara live di MNC Tv pukul 15:30 WIB. Kemudian Indonesia akan meladeni Vietnam Tiga hari berikutnya 24 September di Stadion Nasional Bukit Jalil pukul 19:45 WIB.
Terakhir Indonesia akan meladeni India pada 27 September pukul 19:45 WIB di Stadion UM Arena.
sumber : ucnnews.com
Tim nasional indonesia U-16 bersiap untuk memenuhi sasaran Mencapai putaran piala dunia U-17 tahun depan yang di laksanakan Di peru.
Sekarang Tim Asuhan Fachry Husaini Sedang Mempersiapkan diri menjelang gelaran piala asia U-16 dan menjalani Training camp di malaysia. Mereka disana melaksanakan Sejumlah Pertandingan uji coba semoga mampu hasil yang memuaskan di piala asia dan melenggang ke putaran simpulan Piala dunia.
Modal bagus tim garuda ingusan adalah Saat mengalahkan tim besar asia, Jepang. dalam turnamen Jenesys cup 2018 di negara Sinji kagawa tinggal tersebut. Mereka mengalahkan jepang dengan skor tipis satu gol tanpa balas.
Dan pada piala asia nanti, jika timnas indonesia U-16 mampu mengalahkan Iran mampu dipastikan Indonesia dapat masuk piala dunia ini alasannya adalah Iran Adalah Tim kuat asia, bila rendy juliansyah mampu kalahkan iran bukan tidak mungkin Tim besar lainnya mampu mereka kalahkan.
Dikutip Tribunnews.com Laga ini tayang secara live di MNC Tv pukul 15:30 WIB. Kemudian Indonesia akan meladeni Vietnam Tiga hari berikutnya 24 September di Stadion Nasional Bukit Jalil pukul 19:45 WIB.
Terakhir Indonesia akan meladeni India pada 27 September pukul 19:45 WIB di Stadion UM Arena.
sumber : ucnnews.com
Senin, 27 Januari 2025
Mengenang Pesan Luis Milla Sebelum Pergi Dari Timnas! Sadarlah Kau Bima,Lebih Baik Mundur!
Mengenang Pesan Luis Milla Sebelum Pergi Dari Timnas! Sadarlah Kau Bima,Lebih Baik Mundur!
Pasca Kekalahan Indonesia atas Thailand dengan skor 4:2, peluang Timnas Indonesia nampaknya untuk sekedar lolos Grup B hampir tidak mungkin. Bahkan kalau Indonesia menang besar pun atas Filipina belum tentu mampu meloloskan Indonesia ke babak semifinal.
Indonesia harus berdoa dan berharap banyak dengan Thailand agar bisa mengalahkan Singapura dan Filipina dipertandingan selanjutnya, jikalau Filipina bermain seri saja atau bahkan menang lawan Thailand selesai lah peluang Indonesia di AFF 2018.
Dengan kata lain peluang Indonesia untuk lolos grup tidak hanya kerja keras pemain untuk mengalahkan Filipina di pertandingan terakhir 25 November mendatang, namun harus banyak berdoa dan berharap banyak pada Thailand untuk mampu mengalahkan Singapura dan Filipina. Sekali lagi peluang Indonesia hanya mampu di peroleh kalau Thailand bisa mengalahkan Singapura dan Thailand hanya itu saja.
Berikut klasemen sementara AFF 2018 Grup A dan B, miris lihat peluang Indonesia hampir tidak mungkin lolos!
Kita lupakan sejenak bicara peluang timnas, di sisu lain andai saja pelatih Bima Sakti mau menyimak baik-baik pesan Luis Milla ini pasti takkan mau Bima jadi pelatih.
Berikut cuitan Luis Milla sebelum pergi meninggalkan Timnas Indonesia
Permainan Timnas saat bermain di Asian Games kemudian, tidak nampak lagi di AFF 2018 kali ini. Padahal bahan skuat sebagian besar masih diisi oleh pemain yang menjadi andalan Luis Milla di Asian Games U23 Kesimpulannya, memang inilah resiko yang harus di terima Bima Sakti sebagai instruktur.
"Filosofi aku (Memanfaatkan) transisi. Itu paling penting di sepakbola modern. Di Asian Games itulah kelebihan kita. Begitu hilang bola kita harus merebut lagi dalam waktu lima detik,sepuluh detik" ujar bima seperti di kutip Goal.com
Bravo Timnas Indonesia!
Sumber:Goal.com
Pasca Kekalahan Indonesia atas Thailand dengan skor 4:2, peluang Timnas Indonesia nampaknya untuk sekedar lolos Grup B hampir tidak mungkin. Bahkan kalau Indonesia menang besar pun atas Filipina belum tentu mampu meloloskan Indonesia ke babak semifinal.
Indonesia harus berdoa dan berharap banyak dengan Thailand agar bisa mengalahkan Singapura dan Filipina dipertandingan selanjutnya, jikalau Filipina bermain seri saja atau bahkan menang lawan Thailand selesai lah peluang Indonesia di AFF 2018.
Dengan kata lain peluang Indonesia untuk lolos grup tidak hanya kerja keras pemain untuk mengalahkan Filipina di pertandingan terakhir 25 November mendatang, namun harus banyak berdoa dan berharap banyak pada Thailand untuk mampu mengalahkan Singapura dan Filipina. Sekali lagi peluang Indonesia hanya mampu di peroleh kalau Thailand bisa mengalahkan Singapura dan Thailand hanya itu saja.
Berikut klasemen sementara AFF 2018 Grup A dan B, miris lihat peluang Indonesia hampir tidak mungkin lolos!
Kita lupakan sejenak bicara peluang timnas, di sisu lain andai saja pelatih Bima Sakti mau menyimak baik-baik pesan Luis Milla ini pasti takkan mau Bima jadi pelatih.
Berikut cuitan Luis Milla sebelum pergi meninggalkan Timnas Indonesia
Permainan Timnas saat bermain di Asian Games kemudian, tidak nampak lagi di AFF 2018 kali ini. Padahal bahan skuat sebagian besar masih diisi oleh pemain yang menjadi andalan Luis Milla di Asian Games U23 Kesimpulannya, memang inilah resiko yang harus di terima Bima Sakti sebagai instruktur.
"Filosofi aku (Memanfaatkan) transisi. Itu paling penting di sepakbola modern. Di Asian Games itulah kelebihan kita. Begitu hilang bola kita harus merebut lagi dalam waktu lima detik,sepuluh detik" ujar bima seperti di kutip Goal.com
Bravo Timnas Indonesia!
Sumber:Goal.com
Senin, 20 Januari 2025
Ngeri !! Suporter Nyanyi Lagu Bagimu Negeri, Instruktur Mauritius Malah Bilang Gini , Sehabis Kalah !!
Ngeri !! Suporter Nyanyi Lagu Bagimu Negeri, Pelatih Mauritius Malah bilang gini,setelah kalah !!
Pertandingan uji coba antara Indonesia melawan Mauritius sudah berakhir dengan kemenangan tipis untuk Indonesia melalui gol yang dicetak Evan Dimas pada menit ke-90.
Namun, ada kesan yang tidak terlupakan bagi pelatih Mauritius selain hasil pertandingan. Kesan tersebut terjadi disaat ribuan suporter Indonesia menyanyikan lagu Bagimu Negeri seusai pertandingan. Melihat hal tersebut, pelatih Mauritius mengaku sangat suka dengan situasi dan mungkin tidak akan melupakannya.
“Saya juga sangat senang dengan suasana di sini, alasannya di simpulan pertandingan seluruh penonton Indonesia bernyanyi gotong royong,” ujar Francisco Filho dalam konfrensi pers usai pertandingan.
Selain lagu Bagimu Negeri, para suporter juga menyanyikan lagu nasional lain mirip Indonesia Pusaka.
Sumber: tribunnews.com
Pertandingan uji coba antara Indonesia melawan Mauritius sudah berakhir dengan kemenangan tipis untuk Indonesia melalui gol yang dicetak Evan Dimas pada menit ke-90.
Namun, ada kesan yang tidak terlupakan bagi pelatih Mauritius selain hasil pertandingan. Kesan tersebut terjadi disaat ribuan suporter Indonesia menyanyikan lagu Bagimu Negeri seusai pertandingan. Melihat hal tersebut, pelatih Mauritius mengaku sangat suka dengan situasi dan mungkin tidak akan melupakannya.
“Saya juga sangat senang dengan suasana di sini, alasannya di simpulan pertandingan seluruh penonton Indonesia bernyanyi gotong royong,” ujar Francisco Filho dalam konfrensi pers usai pertandingan.
Selain lagu Bagimu Negeri, para suporter juga menyanyikan lagu nasional lain mirip Indonesia Pusaka.
Sumber: tribunnews.com
Minggu, 19 Januari 2025
Timnas U-22 Indonesia Melangkah Ke Akhir Piala Aff U-22 Usai Bungkam Vietnam
Timnas U-22 Indonesia Melangkah ke Final Piala AFF U-22 Usai Bungkam Vietnam
SUPERBALL.ID - Timnas U-22 Indonesia menang tipis 1-0 atas Vietnam dalam semifinal Piala AFF U-22 2019 di Stadion Olympic, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (24/2/2019) sore.
Gol tunggal dari Timnas U-22 Indonesia sukses dicetak oleh M Luthfi Kamal Baharsyah.
Dengan hasil itu Indonesia berhak melaju ke partai akhir Piala AFF U-22 2019 pada Selasa (26/2/2019) mendatang.
Di partai selesai, Indonesia akan melawan pemenang antara tuan rumah Kamboja dan Thailand yang bermain pada Minggu (24/2/2019) malam ini.
Pada babak pertama, Indonesia kesulitan untuk menembus pertahanan Vietnam yang dihuni oleh lima bek sekaligus.
Bahkan Marinus Wanewar tak bisa berkutik dengan penjagaan ketat barisan belakang Vietnam.
Indonesia justru tertekan dan Vietnam memperoleh kesempatan pada menit ke-19 lewat tandukan dari Tran Duc Nam.
Pada menit ke-23, Vietnam kembali membahayakan barisan belakang Indonesia lewat sundulan Tran Duc Nam yang masih bisa diamankan Awan Setho.
Timnas U-22 Indonesia mulai menemukan irama permainan pada menit ke-35.
Pada menit ke-37, Osvaldo Haay melaksanakan tendangan keras dari luar kotak penalti, sayang masih mampu digagalkan kiper Vietnam.
Seusai jeda, Indonesia mulai bangun dan Marinus Wanewar hampir menjebol gawang Vietnam pada menit ke-48 memanfaatkan umpan dari Witan.
Pada menit ke-63 barisan belakang Indonesia melakukan blunder, untung saja tendangan keras dari Tran Duc Nam masih mampu ditangkap Awan Setho.
Pada menit ke-70 Indonesia akhirnya sukses menjebol gawang Vietnam lewat tendangan bebas yang dilakukan oleh Luthfi Kamal.
Unggul 1-0 membuat skuat Garuda Muda semakin termotivasi untuk menambah gol.
Namun mekasuki menit ke-80, Indonesia bertahan total alasannya adalah digempur oleh Vietnam yang mencoba membalas keadaan.
Sampai wasit meniupkan peluit final babak kedua, skor kemenangan 1-0 untuk Garuda Muda tetap bertahan.
Susunan Pemain:
Timnas U-22 Indonesia (4-3-3): Awan Setho; Asnawi Mangkualam Bahar, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho (C), Firza Andika; M Luthfi Kamal Baharsyah, Sani Rizki Fauzi, Gian Zola Nasrullah; Osvaldo Haay, Marinus Wanewar, Witan Sulaeman
Pelatih: Indra Sjafri
Timnas U-22 Vietnam (5-4-1): Phan Van Bieu; Nguyen Van Dat, Nguyen Hoang Duy, Nguyen Hung Thien Duc, Dung Quang Nho, Nguyen Van Hanh; Tran Thanh Son (C), Nguyen Huu Thang, Phan Thanh Hau, Le Van Xuan; Tran Duc Nam
Pelatih: Nguyen Quoc Tuan
sumber : superball.bolasport.com
Langganan:
Postingan (Atom)