Tampilkan postingan dengan label Liga Champion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Champion. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Maret 2019

Highlight Barcelona Vs Bayern Munich Semifinal Champion 23/04/2013

Bolarius – Disadur dari Bola.net - Luar biasa! itulah yang ditampilkan Bayern Munich dikala menghadapi Barcelona di depan publik mereka sendiri. Memainkan sepakbola menyerang, The Bavarians berhasil mencukur habis raksasa Spanyol dengan skor telak 4-0.


Dalam berkelahi first leg semifinal liga Champions di Allianz Arena dini hari tadi (24/4) gol Bayern dicetak oleh Thomas Müller. Baru pada babak keduaMario Gomez yang hanya menyentuh bola 9 kali dan belum pernah mengancam gawang Barca sebelumnya berhasil menjiplak keunggulan tuan rumah.


Arjen Robben tak mau ketinggalan, pemain asal Belanda tersebut mencatatkan namanya di papan skor setelah menambah keunggulan The Bavarians. Tidak berhenti di situ, lagi-lagi Muller mencetak gol keduanya di menit ke 82 dan memastikan kemenangan Bayern dengan skor cukup telak 4-0.


Sama-sama mengusung target menang, pertandingan babak pertama berlangsung cukup terbuka. Kedua tim menampilkan sepakbola menyerang.


Barcelona yang kembali diperkuat Lionel Messi bermain lebih damai daripada Bayern. Namun, tuan rumah justru mampu menggetarkan gawang Barca melalui Muller di menit ke 25. Crossing dari Arjen Robben disambut sundulan Dante yang lalu berhasil diteruskan oleh Muller.


Unggul satu gol membuat Bayern semakin percaya diri. Baru dua menit dari gol Muller, mereka kembali mengancam. Namun bola terobosan bisa dibaca bek Barca.


Memasuki menit-menit rawan di penghujung babak pertama, Barca mencoba terus menekan pertahanan tuan rumah. Namun hingga turun minum tidak ada lagi gol tercipta.
Kepercayaan diri tuan rumah semakin menjadi saat babak kedua gres berjalan empat menit. Berawal dari corner kick, Muller menyambut datangnya bola dengan tandukan. Bola meluncur menuju Gomez yang bangun bebas. Tanpa kontrol, striker jangkung tersebut menceploskan bola ke gawang Victor Valdes.


Unggul dua gol tidak membuat anak latih Jupp Heynckes puas. Hasilnya, Robben menambah keunggulan timnya menjadi 3-0 di menit ke 73.


Memainkan Messi semenjak menit pertama tidak memberikan arti apa-apa bagi Blaugrana. Serangan-serangan yang dibangun anak didik Tito Vilanova masih belum mampu memperkecil kedudukan.


Alih-alih mencetak gol, bencana alam justru kembali hadir di pihak Barca. Pada menit ke 82 Muller kembali mengoyak gawang Blaugrana dan menciptakan timnya semakin tak terbendung dengan keunggulan empat gol.


Ketika tubruk memasuki menit-menit akhir waktu normal, pasukan Barca mulai frustasi. Protes kepada wasit sering dilancarkan. Di pihak lain, Bayern semakin menikmati pertandingan dengan lebih banyak memainkanball possession. Sampai pertandingan usai skor tidak berubah dan kemenangan 4-0 menjadi milik Bayern.


Dengan hasil ini Bayern telah menapakkan satu kakinya di partai puncak tamat Liga Champions. Sedangkan bagi Barcelona, butuh perjuangan ekstra keras di laga second leg nanti kalau ingin lolos ke Wembley.


Starting Line Up Kedua Tim:
Bayern Munich (4-2-3-1): Neuer; Lahm, Boateng, Dante, Alaba; Martinez, Schweinsteiger; Robben, Muller (Claudio Pizarro 83'), Ribery (Shaqiri 89'); Gomez (Luiz Gustavo Dias 71').


Barcelona (4-3-3): Valdes; Alves, Bartra, Pique, Alba; Xavi, Busquets, Iniesta; Pedro (Villa 83'), Messi, Alexis. (bola/gag)

Highlight Pertandingan

Sumber

Minggu, 13 Januari 2019

Hasil Drawing Semi Final Liga Champion 2013

 negara yang mempunyai kebudayaan sepakbola yang kental  Hasil Drawing Semi final Liga Champion 2013
Bolarius - Akhirnya yang dinantikan-tunggu tiba juga. Drawing Semi tamat Liga Champion 2013 sudah dilaksanakan. Kita tinggal menyaksikan duel antara 4 tim dengan 2 negara yang memiliki kebudayaan sepakbola yang kental (Spanyol dan Jerman). Mari disimak bersama teman.

Berikut ialah hasil drawing semifinal Champions 2013.
Semifinal 1.
Bayern Munich vs Barcelona FC. Barca dan Bayern bertemu di semifinal Liga Champions empat demam isu lalu dan terus melaju untuk meraih juara. Bayern mengalahkan Barca di Camp Nou pada animo 1998/99 namun kalah secara dramatis dari Manchester United dalam tamat di venue yang sama.

Semifinal 2.
Borussia Dortmund vs Real Madrid. Dortmund dan Madrid sudah cukup mengenal di Liga Champions. Musim ini keduanya bertarung di fase grup, dengan Dortmund unggul dengan hasil satu kemenangan dan satu hasil imbang lawan Madrid. Namun Madrid unggul pada tahun 1998 di fase semifinal melawan Dortmund.

Bagaimana menurut sobat? Adilkah hasil drawing kali ini oleh UEFA?

Minggu, 16 September 2018

Catatan Menarik Usai Kekalahan Barcelona Di Leg 1

Bolarius - Barcelona kalah telak dari Bayern Munchen 0-4 pada leg 1 Semifinal Liga Champion di Allianz Arena, rabu (24/4) dini hari WIB. Usai tabrak tersebut ada beberapa catatan menarik yang berhasil dirangkum.

* Rekor Barcelona pada berkelahi kompetisi Eropa yang dimainkan di Jerman yakni sembilan kali menang, 10 kali seri, dan kalah lima kali. Terakhir kali Barcelona kalah di Jerman ialah 11 tahun silam. Semenjak itu Blaugrana memenangi lima pertandingan dan tiga kali bermain imbang. Kini berarti menjadi kekalahan pertama Blaugrana dalam 11 tahun.

* Barcelona tidak pernah menang atas Bayern Munchen dikala bermain tandang. Rekor yang tercipta kini ialah dua kali imbang dan dua kali kalah.

* Thomas Muller sebelumnya belum pernah bertemu dengan Barcelona di kompetisi resmi. Kini sekalinya dimainkan dia dapat mencetak dua gol.

* Delapan kali Arjen Robben menghadapi Barcelona. Kini tercatat dua gol yang dibukukannya ke gawang Blaugrana. Ia sebelumnya mencetak gol ketika masih membela Real Madrid.

* Mario Gomez sebelumnya sudah pernah menghadapi Barcelona ketika masih membela Stuttgart di ajang Liga Champion. Golnya ke gawang Blaugrana merupakan yang pertama diciptakan.

* 17 kali Barcelona bertemu klub dari Jerman di babak knockout. Blaugrana berhasil lolos ke babak selanjutnya sebanyak 13 kali. Dengan kemenangan Munchen 4-0 maka kemungkinan Blaugrana semakin tipis untuk lolos.

Sumber: uefa.com, Soccerway, dan Worldfootball.

Sumber

Minggu, 27 Mei 2018

Muller Tak Ingin Gagal Lagi Di Simpulan Liga Champion

Bomber Bayern Muenchen, Thomar Mueller, berharap skuadnya bisa menang atas Borussia Dortmund pada selesai Liga Champions, Sabtu (25/5/2013). Ia mengaku tidak ingin kembali gagal untuk ketiga kalinya meski sudah mencapai final.

Mueller sempat merasakan dua kali menjadi runner-up dikala Bayern diempaskan Inter Milan pada 2010 dan Chelsea ekspresi dominan kemudian di partai tamat Liga Champions. Kali ini, Muller berharap Bayern benar-benar mampu mengangkat trofi tersebut di Wembley.

"Bagi aku eksklusif, sudah waktunya aku menang. Jika Anda kalah tiga kali, Anda akan dicap sebagai pecundang," ujar Mueller.

Musim ini, penampilan Mueller di Liga Champions cukup baik. Penyerang berusia 23 tahun tersebut sukses mengemas total delapan gol dan dua assist sampai babak selesai.

"Aku tidak bisa mengeluh ekspresi dominan ini dan saya berharap untuk tetap menjalankan tugasku. Fakta bahwa aku mempunyai tujuan (di Liga Champions) adalah bukan sesuatu yang gres," kata Mueller.

Sumber: http://www.bolanews.com/liga/liga-champion/read/41213-Muller-Tak-Ingin-Gagal-Lagi-di-Final-Liga-Champion

Kamis, 15 Maret 2018

Ribery Ungkap Dua Kunci Kemenangan Bayern Munchen

Bolarius - Bayern Munchen berhasil mengalahkan Barcelona 4-0 pada leg 1 Semifinal Liga Champion di Allianz Arena, Rabu (24/4) dini hari WIB. Gelandang FC Hollywood, Franck Ribery, mengungkapkan kunci kemenangan timnya yakni bermain sebagai tim dan striker yang dapat mencetak gol.

"Untuk mendapatkan hasil seperti ini kami harus bermain lebih banyak sebagai tim. Terlepas dari hal itu kami mempunyai striker yang mampu mencetak gol," ujar Franck Ribery seperti dilansir UEFA.

"Kami sangat bahagia. Masih ada pertandingan lain yang harus dimainkan tetapi saya pikir kami bermain baik malam ini," kata Ribery.

Gol tuan rumah, Bayern Munchen, dicetak Thomas Muller pada menit ke-25 dan 82. Dua gol lagi diciptakan Mario Gomez (49') dan Arjen Robben (73').

Leg 2 Semifinal Liga Champion akan berlangsung pada Kamis (2/5) dini hari WIB di Camp Nou. Dengan kekalahan 0-4 ini maka pada leg 2 Blaugrana mau tidak mau harus menang 5-0 atas FC Hollywood kalau ingin langsung lolos ke final tanpa ada babak aksesori waktu dan berkelahi penalti.

Sumber

Kamis, 08 Maret 2018

Orangutan Dkk Pilih Dortmund Juara Eropa




Setelah Paul si Gurita yang menjadi fenomena pada Piala Dunia 2010, sekarang muncul sejumlah hewan yang memprediksi Borussia Dortmund bakal menjuarai Liga Champions mengalahkan Bayern Muenchen. Beberapa binatang yang bertugas menjadi "peramal" tersebut berasal dari sejumlah kebun hewan di Jerman.

Pada edisi Liga Champions animo kemudian juga terdapat seekor llama bernama Nicholas yang memprediksi pemenang tamat antara Chelsea dan Bayern. Nicholas pun sukses menjadi peramal seperti Paul sebab pilihannya ialah Chelsea berhasil menjadi kampiun di Allianz-Arena.

Untuk perhelatan tahun ini, setidaknya ada tiga jenis hewan dari tiga kebun binatang berbeda di Jerman yang bertugas untuk memprediksi siapa klub terbaik di Eropa. Seperti dilansir Espnfc.com, ketiga hewan tersebut ialah orangutan, tapir, dan berang-berang.

Walter, seekor orangutan di kebun hewan Dortmund, menentukan Dortmund. Walter menentukan pilihannya tersebut sesudah perwakilan surat kabar Ruhr Nachrichten meminta agar petugas kebun binatang, Eddie Laudert, menempatkan seragam Dortmund dan Bayern di dekat Walter.

Walter sempat tertarik untuk mengambil seragam Bayern. Namun, orangutan itu lalu memalingkan pandangannya ke seragam berwarna kuning milik Dortmund, meskipun pada akhirnya Walter gagal menyelipkan seragam tersebut ke tubuhnya seperti yang awalnya direncanakan.

Namun, alasannya berdomisili di Dortmund, pilihan Walter tersebut bisa dituding menjadi bias. Oleh alasannya itu, pihak pemrakarsa lalu berpindah ke kebun binatang lain yang berdomisili di Leipzig dan Aue. Hasilnya pun sama, beberapa binatang menentukan Dortmund sebagai juara.

Di kebun binatang Leipzig, seekor tapir berjulukan Baru dihadapkan pada dua pilihan kohlrabi (lobak Jerman) berwarna kuning-hitam (Dortmund) dan putih-merah (Bayern). Baru pun lalu memilih kohlrabi berwarna kuning-hitam.

Sementara di kebun binatang Aue, dua ekor berang-berang bernama Ferret dan Mormel pun bertindak sama dengan rekan-rekan sebelumnya. Kedua berang-berang itu lebih memilih mengambil masakan kecil yang ditempatkan di sudut yang bertanda lambang Dortmund ketimbang Bayern.

Apakah kali ini ramalan sejumlah hewan tersebut sempurna? Silakan ikuti saja karena apa pun hasilnya, para binatang itu mungkin tidak peduli alasannya untuk tahun ini negaranya dipastikan akan menjadi juara di Eropa.

Hanya gajah berjulukan Nelly yang mendukung Bayern. Gajah yang berdomisili di Serengeti Park, Hodenhagen, ini dikala diberi bola kemudian membawanya ke gawang Dortmund dan memasukkannya.

Sumber

Selasa, 09 Januari 2018

Jelang Bayern Munchen Vs Barcelona : Sergio Busquets Puji Javi Martinez

Gelandang Barcelona, Sergio Busquets, menyatakan bahwa Javi Martinez merupakan pemain paling penting di skema permainan Bayern Munchen. Busquets memuji kemampuan Martinez dalam hal menjelajahi seluruh area lapangan sepak bola.

Barcelona akan menghadapi Bayern Munchen di Semifinal Liga Champion 2012/13. Laga leg 1 akan dihelat di Allianz Arena, Rabu (24/4) dini hari WIB. Sementara leg 2 akan digelar di markas Loz Azulgrana, Camp Nou, pada Kamis (2/5) dini hari WIB.

Jelang laga sarat gengsi itu, Sergio Busquets memuji pemain dari tim lawan, Javi Martinez.

"Javi Martinez mempunyai kondisi fisik yang spektakuler," kata Busquets di situs resmi Blaugrana.

"Dia mampu berada di setiap sisi lapangan dan memenangi perebutan bola dimana-mana. Dia merupakan pemain tim yang paling penting, mirip para rekan setim dan pelatihnya bilang."

"Dia yakni pemain yang sangat diharapkan Munchen untuk melengkapi strategi permainan."

Sumber

Kamis, 28 Desember 2017

Jelang Borussia Dortmund Vs Real Madrid : Marcelo Dan Modric Terancam Bolos Kontra Dortmund

Asisten Pelatih Real Madrid, Aitor Karanka, mengaku khawatir akan cedera yang dialami pemainnya, Luka Modrid dan Marcelo, pada pertandingan melawan Real Betis, di Santiago Bernabeu, Sabtu (20/4). Menurutnya, kedua pemain itu terancam bolos dikala Madrid bertandang ke Signal Iduna Park Selasa (23/4).

Bolarius - Pada berkelahi yang berakhir 3-1 untuk Madrid itu, Marcelo tampil sebagai starter, tetapi pada menit ke-15 digantikan Raphael Varane sebab cedera. Untuk Modric, ia juga tampil sebagai starter. Cedera membuatnya digantikan Pepe pada menit ke-63.

"Cedera yaitu bab terburuk dalam pertandingan. Marcelo mencicipi cedera cukup berat, dan Modric diindikasikan mengalami persoalan di ototnya," jelas Karanka usai laga.

"Saya pikir, kiper Diego Lopez tak mengalami masalah yang serius. Kami akan menciptakan beberapa perubahan secepatnya dan kami akan mengevaluasi kondisi Marcelo. Yang paling penting, kami meraih kemenangan penting. Cristiano Ronaldo dan Mesut Ozil bermain penuh, tanpa dilema," sambung pelatih berusia 39 tahun itu.

Laporan Kompas.com/Tjatur Wiharyo

Sumber

Selasa, 12 Desember 2017

Liga Champion - Preview: Dortmund Vs Real Madrid

Bolarius – Disadur dari Bola.net - Satu lagi bentrokan antara wakil Jerman melawan Spanyol akan tersaji dini hari nanti, Borussia Dortmund vs Real Madridmenjanjikan partai epik.


Kamis (25/4) di Signal Iduna Park, Die Borussen berambisi memberi luka kepada El Real demi maju ke Wembley pada 25 Mei mendatang. Mereka yakin mampu melewati Real sebagaimana di babak fase grup sebelumnya.


Jurgen Klopp bisa lega dan berbahagia alasannya adalah semua pasukan terbaiknya mampu turun malam ini, termasuk Mats Hummels yang pulih di menit-menit terakhir jelang duel ini.


Sven Bender dan Ilkay Gundogan diyakini akan jadi starter di pos jangkar tengah, keduanya akan lebih dikedepankan ketimbang duo Nuri Sahin dan sang kapten Sebastian Kehl.


Jakub Blaszczykowski serta Kevin Grosskreutz akan jadi winger di kedua sisi, mengapit pemain yang dipastikan akan ke Bayern Munich musim depan usai ditebus buy out clausenya senilai 37 juta euro, Mario Goetze.


Sementara di kubu tamu Jose Mourinho punya masalah cedera serta beberapa personil yang menerima skorsing, Arbeloa sudah niscaya bolos alasannya adalah akumulasi kartu kuning.
Marcelo cedera, pun begitu dengan Modric dan Benzema (namun dua ini kondisinya masih 50:50 untuk turun). Kondisi di atas bakal memaksa The Special One menurunkan gugusan alternatif.


Ramos jadi bek kanan, Coentrao jadi bek kiri dan ua bek di jantung pertahanan dihuni oleh duet Varane dan Pepe. Sementara lini depan relatif lebih aman.


Jika tidak ada gangguan dan perubahan, rencananya sabung semifinal Liga Champions leg I antara Borussia Dortmund vs Real Madrid ini akan ditayangkan secara eksklusif oleh stasiun televisi swasta SCTV, Kamis (25/4) pukul 01.45 WIB.


Prakiraan Formasi Kedua Tim:

Borussia Dortmund (4-3-2-1): Weidenfeller; Piszczek, Subotic, Hummels, Schmelzer; Bender, Gundogan; Blaszczykowski, Goetze, Reus; Lewandowski.

Real Madrid (4-2-3-1): Lopez; Ramos, Pepe, Varane, Coentrao; Alonso, Khedira; Maria, Ozil, Ronaldo; Higuain.(bola/lex)

Sumber

Minggu, 05 November 2017

Preview Simpulan Champion 2013 Bayern Munich Vs Dortmund

"Terima kasih karena telah membuat permainan yang kami cintai". Demikian kata-kata yang tertera di salah satu billboard Borussia Dortmund yang ditujukan pada publik Inggris.


Ya, malam nanti salah satu stadion legendaris Inggris, Wembley, akan mengasuh salah satu partai simpulan terakbar ekspresi dominan ini: Bayern Muenchen vs Borussia Dortmund. Sedikit ironis memang. Di saat salah satu asosiasi sepakbola tertua di dunia, FA, merayakan 150 tahun ulang tahunnya, mereka terpaksa hanya jadi host yang baik. Di hadapan publiknya sendiri, Inggris harus mengasuh simpulan untuk dua tim dari salah satu rival terbesarnya, Jerman.


Namun ironi Inggris yang tak mampu berpesta di kandangnya sendiri sepatutnya tidak mengurangi fokus pada Bayern dan Dortmund, kedua tim terbaik di Eropa saat ini. Dengan mengusung teladan bermain yang berbeda, keduanya bisa mematahkan dua raksasa asal Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Bayern menggulung Barcelona dengan aggregat 7-0, sementara Dortmund menghempaskan Real Madrid melalui agregat 4-3. Partai penuh gengsi El Classico pun hasilnya tak tercipta di Wembley dan berganti dengan Der Klassiker.
Bagi Bayern dan Borussia sendiri, Der Klassiker di akhir ini seakan jadi puncak persaingan keduanya yang muncul dalam 3 tahun terakhir. Kebangkitan Dortmund dari problem finansial (ditandai dengan juara Bundesliga dua tahun berturut-turut) kemudian dijawab oleh Bayern di trend ini dengan membuat salah satu tim terbaik di Jerman sepanjang masa. Berbagai rekor kemudian dipecahkan oleh Heynckes dan belum dewasa asuhnya di Bundesliga, mulai dari kebobolan paling sedikit sampai rentetan kemenangan terbanyak.


Sebagai raksasa sepak bola Jerman dan Eropa, tentu Bayern tak ingin panggungnya dicuri terus menerus oleh Borussia, tim yang sekarang populer dan disukai banyak fans lain.
Menilik sejarah pertemuan mereka di tahun-tahun terakhir, bisa dikatakan Dortmund memiliki keunggulan. Dari 9 kali bertemu di tiga tahun terakhir, mereka bisa mengalahkan Bayern 5 kali. Sementara Bayern hanya pernah 2 kali menang atas Robert Lewandowski dan mitra mitra.


Namun, dua kali kemenangan FC Hollywood ini datang dalam 4 pertemuan terakhir (dua lainnya berakhir imbang). Ini mampu diartikan dua hal, yakni Bayern yang mulai mengejar Dortmund dalam kualitas permainan, atau Jupp Heynckes yang mulai hafal dengan strategi Juergen Klopp. Secara taktikal sendiri, ada tiga hal menarik yang mampu diamati dari pertemuan kedua tim ini.


Penguasaan Bola vs Transisi
Meski mampu menguasai Bundesliga dalam tiga tahun terakhir, baik Bayern dan Dortmund melakukannya dengan cara berbeda.
Di bawah isyarat Klopp, Dortmund jadi tim yang sangat berilmu menggunakan momen transisi dari bertahan ke menyerang secara cepat untuk menghabisi lawan. Di awal-awal kebangkitan Borussia di lapangan hijau, mereka memang acap kali bertahan secara dalam kemudian menyerang dengan energi penuh lewat serangan balik. Bahkan, ketika mengalahkan Bayern 2-0 pada Oktober 2010, pertemuan pertama di 3 tahun terakhir, Bayern hingga memiliki penguasaan bola hingga 65%.


Dengan melepaskan ball-possesion, Dportmund lebih memilih untuk menguasai zona. Ini juga diakui oleh Klopp yang memodelkan timnya (salah satunya) dari Arrigo Sacchi dan AC Milan di awal 90-an. Klopp akan mengisi latihan timnya dengan sesi "mengendalikan ruang" dan memposisikan pemainnya untuk mensugesti lawan, meski tanpa bola. Melalui sesi shadow play, Klopp pun mengajarkan timnya untuk memanfaatkan koordinasi dan waktu sebaik mungkin.


"Sebelumnya, kami hanya berlari mengejar lawan hingga capai. Namun, dengan memanfaatkan zona, aku berguru caranya membangun permainan dan tak hanya menghancurkannya," ucap Klopp pada La Gazetta dello Sport mengenai cara bermain Dortmund.


Ini berbeda dengan gaya yang dimanikan oleh Bayern di bawahHeynckes. Secara aktif, Bayern berusaha menguasai dan merebut bola dari kaki lawan. Karena itu tak heran di UCL ini Bayern mempunyai ball possesionsampai 54,2% per game, sementara Borussia hanya 44,9%. Tak jadi keanehan juga kalau Bayern jadi tim yang paling bergairah, dan telah mengoleksi 28 kartu kuning, dan BVB hanya menerima 13.


Kedua pemain sayap, Franck Ribery dan Arjen Robben, yang semula populer egois dan tak pernah membantu pertahanan, pun sekarang aktif turun-naik dan membantu David Alaba dan Philipp Lahm dalam menahan gempuran dari sayap lawan.


Sebagaimana Barcelona yang memakai penguasaan bola sebagai salah satu cara bertahan, Bayern pun mempunyai prinsip yang sama. Dengan menguasai ball-possesion, Bayern merebut kesempatan lawannya untuk menyerang. Ini terbukti dengan Bayern yang hanya memperlihatkan lawannya rata-rata 9,2 kali percobaan ke arah gawang dalam satu pertandingan, tertinggi diantara tim-tim lainnya yang bermain sampai minimal perempat tamat.


4-2-3-1
Mengandalkan gaya bermain yang berbeda, baik Bayern dan Dortmund sama-sama memakai gugusan 4-2-3-1 saat bermain. Ini bahu-membahu mencerminkan tren yang sedang melanda Bundesliga dalam 5 tahun terakhir.


Hingga 2008, tim-tim Jerman acapkali menggunakan formasi 4-4-2 ala Jerman yang mengandalkan serangan melalui sayap. Namun, pada 2011, telah ada lebih dari 10 tim yang lebih memilih gugusan 4-2-3-1. Tren ini pun diikuti dengan kencenderungan untuk memposisikan dua pemain tengah yang sama baiknya dalam bertahan maupun mengalirkan bola, ketimbang memasangkan satu hard-defensive midfielder dan satu playmaker.


Merebaknya tren ini sedikit banyak dipengaruhi oleh tiga instruktur: Klopp, Joachim Loew, dan Lous Van Gaal ketika menangani Die Roten.


Kala itu, Klopp sempat mengubah tugas Nuri Sahin dari seorang attacking midfielder menjadi pemain tengah yang berduet dengan Tinga di lini tengah. Sementara itu, di timnas Jerman Loew mulai memasangkan Michael Ballack dan Simon Rolfes di tengah untuk menopang Mesut Oezil sebagai pembagi bola di area sepertiga lapangan tamat.


Kemunculan Bastian Schweinsteiger sebagai salah satu pemain tengah terbaik di dunia pun patutnya diatributkan pada perubahan gugusan ini. Kala itu, Van Gaal menarik Schweini dari sayap dan memasangkannya dengan Van Bommel sebagai double-pivot. Schweini yang memang tidak mempunyai kecepatan untuk bermain di posisi sayap, atau sebagai playmaker di depan, kemudian seakan berubah menjadi jadi pemain baru dengan tugas barunya di tengah.


Menurut salah seorang jurnalis terkemuka asal Jerman, Uli Hesse, tren ini bergotong-royong berpihak pada jenis sepak bola cantik, atau sepak bola menyerang yang beresiko. Ini dikarenakan 4-2-3-1 juga disertai dengan adanya kebutuhan untuk melakukan pressing tinggi di kawasan pertahanan lawan yang secara fisik dan mental akan menghabiskan energi pemain.


Namun, bagi pecinta sepakbola yang sedang menanti partai akhir malam nanti, kedua tim yang mengusung permainan menyerang tentu akan jadi satu hal yang dinanti-nantikan.


Defensive Forward
Selain alasannya formasi 4-2-3-1, benang merah antara Bayern dan Dortmund terletak pada penggunaan seorang ujung tombak yang juga fasih dalam bertahan, atau lebih dikenal dengan defensive forward. Dalam hal ini, Bayern menggunakan Mario Mandzukic sementara Dortmund memiliki Lewandowski.


Selain sebab kemampuan dalam menjebol gawang lawan, keduanya memang acap dipuji alasannya kerja keras mereka dalam membantu bertahan. Ini, misalnya, terlihat dari jarak yang di-cover oleh Lewandowski dan Mandzukic di Liga Champions.


Bermain selama 630 menit, Mandzukic telah "menempuh" jarak sejauh 76,5 km, atau rataan 10,9 km/pertandingan. Sementara Lewandowski lebih unggul dengan rataan 11,1 km/pertandingan, atau total 123,1 km dalam 1.000 menit permainan.


Namun, satu data yang menunjukkan bagaimana baik Lewandowski maupun Mandzukic acap kali membantu dengan defensive action-nya, yakni jumlah pelanggaran yang dilakukan kedua tim. Sejauh ini, Lewandowski telah mencetak 25 kali foul, lebih banyak dari kedua pemain tengah Dortmund, yakni Bender (15 kali foul), dan Guendogan (7). Sementara itu Mandzukic juga telah melaksanakan 25 pelanggaran, padahal Martinez hanya 22 kali dan Schweisnteiger 13 kali.


Selain dengan defensive action, kedua striker yang apik mengontrol bola dengan kondisi membelakangi gawang pun fasih melaksanakan pressing terhadap center-back, atau menarik keluar bek lawan dengan bergerak melebar. Keduanya memang bukan bertipe poacher yang lebih sering menunggu bola di kotak penalti.


Satu hal yang bisa jadi catatan ialah, bila mengembalikan khitah seorang striker untuk mencetak gol, Lewandowski terang lebih unggul dibanding Mandzukic. Sepanjang penyelenggaraan Liga Champion isu terkini ini, beliau telah mencetak 10 gol dan 2 assist. Sementara itu, Mandzukic hanya berkontribusi 2 gol dan 1 assistdalam 9 pertandingan. Empat gol yang dicetak Lewandowski ke gawang Real Madrid juga jadi salah satu penampilan individual paling baik di kompetisi demam isu ini.


Perkiraan susunan pemain:

Borussia Dortmund: Weidenfeller; Schmelzer, Subotic, Hummels, Piszcek; Bender, Gundogan; Grosskreutz, Reus, Blaszczykowski; Lewandowski.

Bayern Muenchen: Neuer; Lahm, Boateng, Dante, Alaba; Schweinsteiger, Martinez; Robben, Muller, Ribery; Mandzukic

Sumber

Minggu, 16 April 2017

Drama Semifinal Liga Champions 2013: Tim Spanyol Vs Tim Jerman

Bolarius – Disadur dari vivanews Empat tim sudah memastikan kawasan di semifinal Liga Champions 2013. Situasi dipastikan akan mulai memanas hari ini dikala drawing babak semifinal dilangsungkan di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat 12 April 2013.

Untuk kali pertama dalam sejarah Liga Champions, ada dua tim asal Spanyol dan dua tim asal Jerman lolos ke babak semifinal. Real Madriddan Barcelona mewakili Spanyol, sedangkan Jerman diwakili Bayern Munich dan Borussia Dortmund.

Madrid meraih kemenangan agregat 5-3 atas Galatasaray, Barcelona lolos dari rintangan Paris Saint-Germain (3-3), Munich secara meyakinkan menyingkirkan jawara Italia Juventus (4-0), sedangkan Dortmund lolos dramatis sehabis mengalahkan Malaga (3-2).

Fakta-fakta Penting Bagi Barcelona, ini yakni keberhasilan Azulgrana lolos ke semifinal Liga Champions untuk enam kali beruntun. Catatan itu yang terpanjang dalam sejarah Liga Champions. Barcelonajuga lolos ke semifinal kompetisi Eropa untuk kali ke-29, menyamai rekor Madrid.

Untuk kali pertama dalam sejarah Liga Champions, ada dua tim asal Jerman yang melangkah ke semifinal secara bersamaan. Sementara itu, Dortmund menjadi tim ketiga yang bisa mencetak dua gol di fase knock-out pada menit ke-90 atau injury time. Sebelumnya adaManchester United (final 1999) dan Munich (perempat tamat 2005).
 
Sukses Madrid melangkah ke semifinal menjadi rekor tersendiri bagi Jose Mourinho. The Special One menyamai rekor manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, yang mampu melangkah ke semifinal Liga Champions sebanyak tujuh kali.

Madrid juga untuk kali pertama memasang 10 pemain aneh di starting 11 pada sabung Liga Champions. Kiper Diego Lopez menjadi satu-satunya pemain asal Spanyol yang menjadi starter Madrid saat melawan Galatasaray di Istanbul. Rekor sebelumnya ialah 8 pemain abnormal.

Aturan Main Drawing
Berbeda dengan di babak perempat selesai, tim dari satu negara mampu saling bertemu di babak semifinal. Dengan demikian, El Clasico antara Madrid melawan Barcelona, serta Munich melawan Dortmund bisa terjadi di babak semifinal.

Semifinal leg 1 akan berlangsung 23-24 April 2013, sedangkan leg 2 pada 30 April dan 1 Mei 2013. Pada drawing hari ini juga ditentukan siapa yang akan menjadi tim tuan rumah pada akhir di Stadion Wembley, London, 25 Mei 2013.

Mantan bomber Manchester United dan Real Madrid, Ruud van Nistelrooy, akan mendapat kehormatan untuk melaksanakan drawing. Van Nistelrooy akan didampingi Sekjen UEFA, Gianni Infantino, serta Direktur Kompetisi UEFA, Giorgio Marchetti.

Kapten Munich, Philipp Lahm, menyebabkan Barcelona sebagai lawan yang paling dihindari Die Roten di semifinal. "Tim-tim yang hingga ke semifinal merupakan tim papan atas. Meskipun saya mampu bilang Barcelona yakni favorit. Tapi, tim-tim lain juga tak jauh berbeda dengan mereka," ujar Lahm.

Sementara itu, bek Barcelona, Gerard Pique, menegaskan timnya tidak gentar menghadapi siapapun di babak empat besar. Baik Madrid, Munich dan Dortmund, memiliki kekuatan yang sama di mata Pique.
"Saya tidak peduli siapa yang menjadi lawan kami selanjutnya, yang paling penting ialah ambil bab di babak itu. Tim Jerman sangat kuat, dan Madrid merupakan salah satu tim terbaik dalam sejarah," tegas Pique.

Rekor Pertemuan
Keempat tim di semifinal sudah pernah saling bertemu di pentas Liga Champions sebelumnya. Berdasarkan situs resmi UEFA, Barcelona sudah enam kali bertemu melawan Munich di kompetisi Eropa. Rekor Blaugrana melawan Munich tidaklah cantik, dengan menelan tiga kekalahan dan hanya satu kali menang.
Madrid akan menjadi lawan yang paling dihindari Barcelona. Pasalnya, Azulgrana memiliki rekor yang kurang elok jika melawan Los Blancos di pentas Eropa. Dari delapan pertemuan,Barcelona hanya meraih dua kemenangan dan menelan tiga kekalahan.

Sedangkan Madrid, mempunyai rekor jelek jikalau melawan Munich. Dari 20 pertemuan melawan wakil asal Jerman itu, El Real menelan 11 kekalahan dan hanya bisa menang tujuh kali.

Berikut ini rekor pertemuan antara empat tim di semifinal:

Barcelona Vs Bayern: Menang 1, Imbang 2, Kalah 3, Memasukkan 9 gol, Kemasukan 8 gol
Vs Dortmund: Menang 1, Imbang 1, Kalah 0, Memasukkan 3 gol, Kemasukan 1 gol
Vs Real Madrid: Menang 2,  Imbang 3, Kalah 3, Memasukkan 10 gol, Kemasukan 13 gol
 
Borussia Dortmund Vs Barcelona Menang 0, Imbang 1, Kalah 1, Memasukkan 1 gol, Kemasukan 3 gol
Vs Bayern Menang 1, Imbang 1, Kalah 0, Memasukkan 1 gol, Kemasukan 0 gol
Vs Real Madrid Menang 1, Imbang 3, Kalah 2, Memasukkan 6 gol, Kemasukan 8 gol

Bayern Munich

Vs Barcelona Menang 3, Imbang 2, Kalah 1, Memasukkan 8 gol, Kemasukan 9 gol
Vs Dortmund Menang 0, Imbang 1, Kalah 1, Memasukkan 0 gol, Kemasukan 1 gol
Vs Real Madrid Menang 11, Imbang 2, Kalah 7, Memasukkan 33 gol, Kemasukan 26 gol

Real Madrid Vs Barcelona Menang 3, Imbang 3, Kalah 2, Memasukkan 13 gol, Kemasukan 10 gol
Vs Bayern Menang 7, Imbang 2, Kalah 11, Memasukkan 26 gol, Kemasukan 33 gol
Vs Dortmund Menang 2, Imbang 3, Kalah 1, Memasukkan 8 gol, Kemasukan 6 gol (one)

Bagaimana menurut anda sahabat?Tim mana yang menjadi andalan sobat?

Sumber