Netizen Indonesia Meradang !! di Akun Resmi AFC Usai Timnas Singapura Taklukan Mongolia, Ini Alasannya
Timnas Singapura gres saja menyelesaikan laga uji coba menghadapi timnas Mongolia di Stadion Bishan pada Jumat (12/10/2018)
Menjamu Mongolia, timnas Singapura berhasil menaklukan sang tamu.
Dalam adu tersebut, timnas Singapura menaklukan Mongolia dengan skor 2-0.
Namun, usai kemenangan timnas Singapura tersebut, netizen Indonesia justru kedapatan meradang di akun resmi federasi sepak bola Asia (AFC).
Netizen Indonesia kedapatan melontarkan banyak komentar bernada pedas di akun tersebut.
Ternyata alasan di balik meradangnya para netizen Indonesia karena AFC mengunggah hasil kemenangan timnas Singapura tapi tidak mengunggah hasil timnas Indonesia pada Rabu (10/10/2018) kemudian.
"Indonesia 3-0 Myanmar tak diunggah, kenapa?" tulis akun @yudhiansyah12.
"Woy min, Indonesia vs Myanmar mana @theafchub," tulis akun @pajarifkymuhammad___.
"Indo gak di infoin?" tulis akun @haniffkhusnaa_.
"Indonesia mana yang lawan myanmar?" tulis akun @iamsyahroni23.
"Kemaren indonesia menang atas mnyanmar kok gak di post," tulis akun @muhamdherry.
"Where is indonesia result dude?" tulis akun @said.iskandar.
"Indonesia 3-0 Myanmar kok kagak di post, adminnya....," tulis akun @doniipratamaaa_.
Kala itu, timnas Indonesia juga melakukan berkelahi uji coba internasional menghadapi timnas Myanmar.
Indonesia berhasil menang 3-0, namun hasil pertandingan itu tak diberitakan oleh AFC di akun resminya.
sumber : bolasport.com
Minggu, 17 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
Takluk Dari Korsel !!! Timnas Indonesia U-23 Tanpa Kemenangan Di 6 Sabung
Takluk dari Korsel !!! Timnas Indonesia U-23 Tanpa Kemenangan di 6 Laga
Cibinong - Timnas Indonesia U-23 kembali menelan hasil buruk pada uji coba menuju Asian Games 2018. Melawan Korea Selatan di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (23/6/2018), Indonesia mengalah 1-2.
Hasil ini melanjutkan tren jelek Timnas Indonesia U-23 dalam berkelahi uji coba. Tercatat, sudah enam laga uji coba yang mereka lewati tanpa kemenangan. Sebelumnya, mereka kalah 0-1 dari Bahrain, 0-0 kontra Korea Utara, 0-0 kontra Uzbekistan, 1-2 dari Thailand, dan 0-0 melawan Thailand.
Sebagai tuan rumah, Indonesia lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Lewat kecepatan para pemain sayap mirip Febri Hariyadi dan Riko Simanjuntak, mereka mencoba menusur pertahanan Korsel.
Septian David Maulana memiliki peluang emas di menit keenam. Menerima umpan terobosan dan lolos jebakan offside, beliau mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti. Sayang, arah tendangannya masih jauh dari target.
Tempo permainan cepat yang diperagakan Garuda Muda hingga menit ke-10 mampu diladeni Korsel. Meski lebih mengandalkan serangan balik, tim Negeri Gingseng itu mampu mengimbangi kecepatan para pemain Indonesia.
Serangan seporadis sempat dilancarkan tuan rumah di menit ke-12. Berawal dari skema serangan balik, Riko Simanjuntak sempat merebut bola dari kaki pemain Korsel. Sayang, serangan tersebut diakhiri dengan tendangan spekulasi Nelson Alom yang tak mengenai target.
Di menit ke-12, Korsel sempat mengancam pertahanan anak latih Luis Milla itu. Lee Keun Ho melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Indonesia kawalan Muhammad Ridho.
Memasuki menit ke-20, Korsel gantian mengambil alih kendali permainan. Tim asuhan Kim Hag Bum itu dengan leluasa memainkan bola dari kaki ke kaki. Setiap serangan yang mereka bangkit, gawang Indonesia selalu terancam.
Hingga memasuki menit ke-30, Alberto Goncalves sebagai penyerang tunggal Indonesia pun masih minim menerima peluang. Tak ada pasokan umpan matang yang tiba dari lini kedua seperti Febri, Riko, dan Septian David.
Di menit ke-35, peluang emas balasannya didapat Beto. Riko mengirimkan umpan silang mendatar yang cukup matang. Sayang, Beto gagal mendapatkan momen yang tepat untuk melakukan sontekan pada bola.
Di menit ke-40, giliran Korsel yang memiliki peluang emas lewat serangan balik. Beruntung, tendangan Lee Jinhyun masih melammbung jauh di atas mistar gawang Muhammad Ridho. Tiga menit lalu, Korsel kesudahannya mencetak gol. Dari situasi sepak pojok, Jeong Taewook mencetak gol lewat tandukan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 tim tamu.
Babak Kedua
Luis Milla melaksanakan beberapa perubahan di babak kedua. Di antaranya adalah memasukkan Osvaldo Haay dan Stefano Lilipaly. Masuknya dua pemain itu menciptakan serangan Indonesia jauh lebih terorganisasi.
Di menit ke-54, Indonesia pun menerima peluang lewat kerja sama apik dengan Beto. Namun, tendangan mendatar yang dilepaskan Febri masih mudah diamankan kiper Korsel, Kang Hyeonmu.
Peluang lebih terbuka didapat Beto di menit ke-57. Mendapat operan dari Putu Gede Juni Antara, penyerang Sriwijaya FC itu gagal menanduk bola ke arah gawang Korsel.
Permainan Indonesia di babak kedua tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan babak pertama. Tempo permainan cepat masih mereka peragakan, tapi sulit bagi Beto dan mitra-mitra untuk memaksimalkan setiap serangan.
Salah satunya yakni peluang yang didapat Osvaldo di menit ke-69. Menerima umpan Beto dari sisi kanan pertahanan Korsel, Osvaldo yang berada di depan gawang gagal mengarahkan bola ke posisi yang sempurna. Sontekannya malah melenceng ke sisi kanan gawang.
Di menit ke-77, giliran Febri yang menerima peluang emas. Mengecoh satu pemain, Febri menggiring bola hingga berhadapan eksklusif dengan kiper Korsel. Namun, tendangannya malah mengenai kaki kiper Korsel dan melenceng dari gawang.
Upaya tuan rumah akibatnya menuai hasil di menit ke-90+3. Serangan bertubi-tubi Indonesia diakhiri dengan sundulan Hansamu Yama Pranata yang gagal diantisipasi kiper Korsel.
Sayang, Indonesia justru sedikit lengah di menit-menit simpulan. Berawal dari situasi bola mati, bola liar tepisan Awan Setho dilanjutkan Han Seunggyu untuk mencetak gol kemenangan Korsel dari luar kotak penalti.
Susunan Pemain
Indonesia: Muhammad Ridho; Putu Gede Juni Antara, Ricky Fajrin, Hansamu Yamaha Pranata, Rezaldi Hehanusa, Muhammad Hargianto, Nelson Alom, Febri Hariyadi, Riko Simanjuntak, Septian David Maulana, Alberto Goncalves
Pelatih: Luis Milla
Korsel: Kang Hyeonmu; Jeong Taewook, Lee Siyoung, Kim Jinya, Hwang Hyunsoo, Kim Geonung, Lee Jinhyun, Kim Hyeonug, Lee Donggyeong, Kim Jungmin, Lee Keun Ho
Pelatih: Kim Hag Bum
sumber : liputan6.com
Cibinong - Timnas Indonesia U-23 kembali menelan hasil buruk pada uji coba menuju Asian Games 2018. Melawan Korea Selatan di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (23/6/2018), Indonesia mengalah 1-2.
Hasil ini melanjutkan tren jelek Timnas Indonesia U-23 dalam berkelahi uji coba. Tercatat, sudah enam laga uji coba yang mereka lewati tanpa kemenangan. Sebelumnya, mereka kalah 0-1 dari Bahrain, 0-0 kontra Korea Utara, 0-0 kontra Uzbekistan, 1-2 dari Thailand, dan 0-0 melawan Thailand.
Sebagai tuan rumah, Indonesia lebih dulu mengambil inisiatif serangan. Lewat kecepatan para pemain sayap mirip Febri Hariyadi dan Riko Simanjuntak, mereka mencoba menusur pertahanan Korsel.
Septian David Maulana memiliki peluang emas di menit keenam. Menerima umpan terobosan dan lolos jebakan offside, beliau mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti. Sayang, arah tendangannya masih jauh dari target.
Tempo permainan cepat yang diperagakan Garuda Muda hingga menit ke-10 mampu diladeni Korsel. Meski lebih mengandalkan serangan balik, tim Negeri Gingseng itu mampu mengimbangi kecepatan para pemain Indonesia.
Serangan seporadis sempat dilancarkan tuan rumah di menit ke-12. Berawal dari skema serangan balik, Riko Simanjuntak sempat merebut bola dari kaki pemain Korsel. Sayang, serangan tersebut diakhiri dengan tendangan spekulasi Nelson Alom yang tak mengenai target.
Di menit ke-12, Korsel sempat mengancam pertahanan anak latih Luis Milla itu. Lee Keun Ho melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Indonesia kawalan Muhammad Ridho.
Memasuki menit ke-20, Korsel gantian mengambil alih kendali permainan. Tim asuhan Kim Hag Bum itu dengan leluasa memainkan bola dari kaki ke kaki. Setiap serangan yang mereka bangkit, gawang Indonesia selalu terancam.
Hingga memasuki menit ke-30, Alberto Goncalves sebagai penyerang tunggal Indonesia pun masih minim menerima peluang. Tak ada pasokan umpan matang yang tiba dari lini kedua seperti Febri, Riko, dan Septian David.
Di menit ke-35, peluang emas balasannya didapat Beto. Riko mengirimkan umpan silang mendatar yang cukup matang. Sayang, Beto gagal mendapatkan momen yang tepat untuk melakukan sontekan pada bola.
Di menit ke-40, giliran Korsel yang memiliki peluang emas lewat serangan balik. Beruntung, tendangan Lee Jinhyun masih melammbung jauh di atas mistar gawang Muhammad Ridho. Tiga menit lalu, Korsel kesudahannya mencetak gol. Dari situasi sepak pojok, Jeong Taewook mencetak gol lewat tandukan. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 tim tamu.
Babak Kedua
Luis Milla melaksanakan beberapa perubahan di babak kedua. Di antaranya adalah memasukkan Osvaldo Haay dan Stefano Lilipaly. Masuknya dua pemain itu menciptakan serangan Indonesia jauh lebih terorganisasi.
Di menit ke-54, Indonesia pun menerima peluang lewat kerja sama apik dengan Beto. Namun, tendangan mendatar yang dilepaskan Febri masih mudah diamankan kiper Korsel, Kang Hyeonmu.
Peluang lebih terbuka didapat Beto di menit ke-57. Mendapat operan dari Putu Gede Juni Antara, penyerang Sriwijaya FC itu gagal menanduk bola ke arah gawang Korsel.
Permainan Indonesia di babak kedua tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan babak pertama. Tempo permainan cepat masih mereka peragakan, tapi sulit bagi Beto dan mitra-mitra untuk memaksimalkan setiap serangan.
Salah satunya yakni peluang yang didapat Osvaldo di menit ke-69. Menerima umpan Beto dari sisi kanan pertahanan Korsel, Osvaldo yang berada di depan gawang gagal mengarahkan bola ke posisi yang sempurna. Sontekannya malah melenceng ke sisi kanan gawang.
Di menit ke-77, giliran Febri yang menerima peluang emas. Mengecoh satu pemain, Febri menggiring bola hingga berhadapan eksklusif dengan kiper Korsel. Namun, tendangannya malah mengenai kaki kiper Korsel dan melenceng dari gawang.
Upaya tuan rumah akibatnya menuai hasil di menit ke-90+3. Serangan bertubi-tubi Indonesia diakhiri dengan sundulan Hansamu Yama Pranata yang gagal diantisipasi kiper Korsel.
Sayang, Indonesia justru sedikit lengah di menit-menit simpulan. Berawal dari situasi bola mati, bola liar tepisan Awan Setho dilanjutkan Han Seunggyu untuk mencetak gol kemenangan Korsel dari luar kotak penalti.
Susunan Pemain
Indonesia: Muhammad Ridho; Putu Gede Juni Antara, Ricky Fajrin, Hansamu Yamaha Pranata, Rezaldi Hehanusa, Muhammad Hargianto, Nelson Alom, Febri Hariyadi, Riko Simanjuntak, Septian David Maulana, Alberto Goncalves
Pelatih: Luis Milla
Korsel: Kang Hyeonmu; Jeong Taewook, Lee Siyoung, Kim Jinya, Hwang Hyunsoo, Kim Geonung, Lee Jinhyun, Kim Hyeonug, Lee Donggyeong, Kim Jungmin, Lee Keun Ho
Pelatih: Kim Hag Bum
sumber : liputan6.com
Minggu, 12 April 2026
Emiliano Sala - A 'South American Warrior'& The ,Local Carlos Tevez'
Emiliano Sala: Profile of 'a South American warrior' & the 'local Carlos Tevez'
At 28, Emiliano Sala had just reached football maturity, and his move to Cardiff was shaping up to be a thrilling adventure.
The transfer marked belated recognition for a player who might be imperfect technically but who is physical, courageous - and endearing.
On the pitch, he is confrontational; off it, he has led a quiet life.
He loves detective novels and would never go to an away game without taking a book. He plays guitar too but took that up quite late, and usually prefers to leave it at home.
A common morning sight in Nantes was Sala, seated at a table outside a cafe with his Labrador Naja curled up at his feet.
Destiny is cruel.
Fans of Nantes football club spent the whole of January hoping - rumour had it that Sala didn't really want to leave for Cardiff. His coach, Vahid Halilhodzic, had rekindled his career last October following a long period of struggle under former manager Miguel Cardoso and refused to discuss the possibility of his striker leaving.
Halilhodzic - himself a former centre-forward at Nantes - had decided his mission was to relaunch the Argentine player, whose role model since childhood had been the legendary striker Gabriel Batistuta.
"He's a sensitive young man; he needs to feel confident, so the priority was to help him believe in himself. Only after that could we talk, striker-to-striker," said Halilhodzic.
Sala confirmed: "The club was ready to sell me to Galatasaray, but I held on tight. I have no regrets, because Vahid and I talk a lot, and I'm steadily improving."
Between July and September, during the Cardoso kala at Nantes, Sala scored four times; between October and December, he scored eight times.
'If he were an English player, he would be Jamie Vardy'
Sala is first and foremost an instinctive striker.
If he were an English player, he would be Jamie Vardy: a player who likes wide spaces and being part of a team that has a strong counter-attacking style; a lively, light player but one who is also resilient and reliable - a real South American warrior.
During his time with French club Niort he was often referred to as "the local Carlos Tevez".
Sala was also a skilled 'fox in the box', thanks particularly to his exceptional finishing ability with his head. He had perfect timing, and he was clinical on set pieces with his great headers. There is no doubt his technique still lacked something, but the Premier League looked like his turf to conquer.
He was initially unsure about joining a club struggling in their own league, but Kita, the president of Nantes, didn't want to miss out on the 17m euro transfer fee.
The player Cardiff wanted was the Sala that Halilhodzic had so successfully polished and relaunched.
In Argentina, Sala trained in San Francisco, Cordoba, at an academy allied to Bordeaux, moving to France to join Bordeaux when he was 20.
Everyone who knew him there agrees - Emiliano was a good guy and a good team-mate.
On Tuesday, Felipe Saad, who played with Sala at Caen, told L'Equipe: "He was a lovable, generous fellow. He always believed that football was a team sport. I am so shaken.
"His move to Cardiff was going to bring him the recognition he deserved, albeit belatedly. He so deserved his talent to be recognised."
It is true that Sala's progress was rather slow: people still referred to him as a "promising talent" when he was 23 and at Bordeaux.
His team-mates even poked fun at him for his unpolished style on the field - so much so that, after a season spent in the Bordeaux reserves in 2011-12, Sala was loaned to Orleans, then a Niveau 3 team. He went on to score 19 goals in 37 matches.
Next came another loan, this time to Niort, in D2. Initially, Sala's then-coach Pascal Gastieu had no real interest in him.
"I considered his technique to only be adequate, though everything else was there," said Gastieu. "He was a generous guy and when he was on the field he never gave up.
"He knew he had room for improvement, especially on a technical level. He'll reach full maturity later than the average player, you'll see."
At the time, Sala agreed: "My headers aren't good enough, even though I'm tall. It's something I'll have to work on."
Sala's next loan move took him to Caen. It wasn't always easy for him, a joint Italian-Argentine national, to be constantly on the move. But he eventually found his feet at Nantes, where he won an initial five-year contract.
It didn't take Sala long to establish himself and soon Wolves, then in the Championship, got in touch with Nantes about him. President Kita, who had signed Sala a year earlier for 1m euros, rejected the 4m euro offer.
Sala had been tempted - "this might be the second division, but that's the English league" - but he knew that, even at 26, he wasn't yet mature enough to go up against the solid defence of English teams.
"I haven't left my mark on Nantes yet. If I was to leave, I would want it to be after I've made it, and I'd want to leave a good memory of me."
Sala could be spotted outside a cafe in Nantes, having breakfast with Naja, as recently as a few days ago.
Afterwards, he went to say goodbye to his Nantes team-mates. Then he boarded a plane to Cardiff.
source : bbc.com
Selasa, 07 April 2026
Unggah Foto Liburan, Baju Roy Kiyoshi Ini Jadi Materi Candaan Netizen, Aduh Bang Roy !
Unggah Foto Liburan, Baju Roy Kiyoshi Ini Makara Bahan Candaan Netizen, Aduh Bang Roy !
Siapa yang tidak mengenal selebriti yang mendadak viral ini, sobat niscaya tahu dan tidak heran jika dia sering dibicarakan karena sebab keunikan yang dimilikinya tersebut.
Teman-sobat pasti tahu kebiasaan atau lebih tepatnya khasnya Roy Kiyoshi dikala tampil di televisi, hmmm saya mencium wangi-bacin sesuatu kayaknya, begitulah kalimat yang pertama kali diucapkan oleh roy sendiri, ditambah lagi dengan kemampuan nya yakni sebagai indigo menciptakan dirinya kini semakin populer di publik.
Roy sendiri sering membagikan kegiatannya melalu instagram, di akun instagramnya @roykiyoshi dia membagikan sebuah postingan dirinya sedang berlibur di Burano, Italia, namun netizen malah mengomentari hal lain tentang Roy yakni pakain nya dan hal tersebut menjadi bahan candaan netizen
Pada foto tersebut Roy menggunakan baju berwarna merah muda yang bangun dalam sebuah lorong kuning.
"Salfok sama baju nya ka, pingki pingki gtu @roykisyoshi" ujar pemilik akun @_wulan.m.
"Aku Kira BlackPink Ter nyata Koko" Sahut akun @davv.n.
"Koko kok kayak di dalam jeruk yah" Ujar pemilik akun @dewi.firni_
"kalau di liat liat baju koko lucu ya pink kayak patrick hahhahahahah" sahut akun @najfhiska.
Sumber : www.tribunnews.com
Selasa, 24 Maret 2026
Ada Insiden Di Kanjuruhan, Arema Ingin Pemain Persib Minta Maaf Kepada Aremania
Ada Insiden di Kanjuruhan, Arema Ingin Pemain Persib Minta Maaf kepada Aremania
Bola.com, Malang - Pertandingan leg kedua 16 besar Piala Indonesia antara Arema FC dengan Persib Bandung menyisakan friksi. Arema menerka pemain Persib melaksanakan ujaran kebencian sepulang dari Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Beredar di media sosial, video pemain Persib dari dalam kendaraan rantis yang ditumpangi melontarkan kalimat rasis untuk Aremania. Mereka melakukan itu sebab merespons beberapa Aremania yang mengacungkan jari tengah ke arah kendaraan Persib saat melintas.
Tapi, tetap saja respons dari pemain Persib yang disesalkan oleh manajemen Arema alasannya di dalam lapangan, kedua tim sepakat untuk menyuarakan perdamaian ditandai dengan membawa kaus bertema perdamaian jelang pertandingan di Bandung dan Malang yang tujuannya meredakan permusuhan suporter Persib dan Arema.
“Kami merasa perlu untuk menawarkan jawaban terkait video yang beredar karena Arema sudah berusaha untuk menjaga dan menciptakan pertandingan kemarin berjalan aman dan lancar. Termasuk Aremania sudah mengubah sikapnya. Tapi kalau sengaja diprovokasi tentu mereka akan bersikap beda,” terang Media Officer Arema, Sudarmaji.
Menurut Sudarmaji, tindakan pemain Persib lewat vidio itu sudah menciptakan kekerabatan suporter Arema dengan Persib kembali mampu memanas. Untuk meredakannya, Arema meminta Persib segera menyampaikan ajakan maaf sekaligus penjelasan.
“Kalau mampu secepatnya meminta maaf secara jantan kepada Aremania dan mengakui tindakannya itu salah. Arema akan bertindak untuk meredakan atau menahan Aremania semoga tidak terprovokasi,” jelasnya.
Sebenarnya teror suporter kepada pemain lawan sudah sering terjadi. Skuat Arema sendiri juga sering menerima perlakukan yang sama dari suporter Persib saat diluar stadion. Tapi tidak ada respon mirip yang sengaja diabadikan lewat vidio mirip tim Persib Bandung.
“Pemain Persib merupakan idola bagi fans mereka. Kaprikornus harusnya memperlihatkan pola yang baik. Tidak larut dalam euforia (lolos ke 8 besar Piala Indonesia) lalu menyampaikan umpatan mulut yang kontraproduktif dengan yang dikampanyekan pemain di lapangan,” sesalnya.
Dalam pertandingan itu, Arema ditahan Persib 2-2. Tim berjuluk Maung Bandung lolos alasannya adalah lebih produktif mencetak gol di sangkar lawan. Mengingat pertemuan pertama di Bandung kedua tim bermain imbang 1-1.
sumber : bola.com
Senin, 23 Maret 2026
Timnas U-19 Vs Taiwan Di Rcti Khusus Pengguna Antena, Pengguna Parabola Nonton Disini Bos!
Timnas U-19 vs Taiwan di RCTI Khusus Pengguna Antena, Pengguna Parabola Nonton Disini Bos!
Timnas U-19 akan memulai berkelahi pertama di Piala Asia U-19 2018 dengan melawan Taiwan pada (18/10/2018) pukul 19.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
RCTI selaku pemegang hak siar akan menayangkannya secara pribadi, namun hanya penguna antena yang bisa menikmatinya. Sementara pengguna parabola harus geleng-geleng kepala sebab siarannya akan diacak.
Lantas bagaimana solusi bagi pengguna parabola untuk menyaksikan sabung tersebut?
Ada dua pilihan, pertama ialah berlangganan televisi satelit berbayar mirip Matrix TV yang akan menyiarkan melalui channel FOX Sports.
Kedua yaitu menyaksikannya melalui channel feed yang gratis tanpa langganan, namun harus mau sedikit bersusah payah memutar parabola atau biasa dikenal dengan tracking.
Biasanya channel feed akan muncul dikala laga berlangsung, dan info channel feed itu akan menyebar di lembaga persatelitan di medsos baik facebook, instagram ataupun twitter.
Mau langganan atau feed, kembali ke pilihan masing-masing. Namun satu hal, jangan doakan Timnas U-19 kalah gara-gara diacak, karena Timnas tak salah yang salah ialah tv-nya.
sumber : ucnews.com
Timnas U-19 akan memulai berkelahi pertama di Piala Asia U-19 2018 dengan melawan Taiwan pada (18/10/2018) pukul 19.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
RCTI selaku pemegang hak siar akan menayangkannya secara pribadi, namun hanya penguna antena yang bisa menikmatinya. Sementara pengguna parabola harus geleng-geleng kepala sebab siarannya akan diacak.
Lantas bagaimana solusi bagi pengguna parabola untuk menyaksikan sabung tersebut?
Ada dua pilihan, pertama ialah berlangganan televisi satelit berbayar mirip Matrix TV yang akan menyiarkan melalui channel FOX Sports.
Kedua yaitu menyaksikannya melalui channel feed yang gratis tanpa langganan, namun harus mau sedikit bersusah payah memutar parabola atau biasa dikenal dengan tracking.
Biasanya channel feed akan muncul dikala laga berlangsung, dan info channel feed itu akan menyebar di lembaga persatelitan di medsos baik facebook, instagram ataupun twitter.
Mau langganan atau feed, kembali ke pilihan masing-masing. Namun satu hal, jangan doakan Timnas U-19 kalah gara-gara diacak, karena Timnas tak salah yang salah ialah tv-nya.
sumber : ucnews.com
Sabtu, 14 Maret 2026
Madrid Diklaim Akan Kalahkan Liverpool Dengan Gampang
Madrid Diklaim Akan Kalahkan Liverpool Dengan Praktis
Jum'at 11 Mei 2018
Presiden Kehormatan Real Madrid Francisco Gento mengklaim Liverpool tak akan punya kesempatan untuk bisa menang lawan Cristiano Ronaldo cs di akhir Liga Champions mendatang.
Musim ini performa pasukan Zinedine Zidane itu di berbagai ajang tak terlalu solid. Alhasil mereka gagal berprestasi di pentas domestik meski mampu bersinar di Eropa.
Namun demikian, Madrid harus berjalan dengan tertatih-tatih untuk bisa melangkah ke babak tamat. Di babak perempatfinal, mereka bahkan sempat kalah melawan Juventus. Di semifinal mereka juga bisa dibilang cukup beruntung alasannya Bayern sempat menciptakan blunder di lini belakangnya dan terhindar dari kekalahan.
Di sisi lain Liverpool tampil solid meski di awal kompetisi sempat tak konsisten. Meski kalah lawan AS Roma di leg kedua semifinal, namun Mohamed Salah cs disebut punya kans juara jika bisa tampil dalam performa terbaiknya.
Gento lantas ditanya apakah ia yakin El Real nanti bisa jadi juara dan memenangkan trofi UCL untuk yang ke-13 kalinya. Ia pun menjawab: "Tanpa perlu diucapkan, pertandingan itu nanti akan berlangsung gampang (bagi Madrid)," klaimnya seperti dilansir Mirror.
Gento menambahkanMadrid tak boleh melewatkan peluang untuk bisa jadi juara di Kiev nanti. Apalagi sebab pentas UCL merupakan satu-satunya kans mereka untuk bisa meraih trofi di musim ini.
“Semua orang merasa senang dengan pertandingan semacam ini - semua orang ingin berada di sana untuk mendukung tim dan menyemangati mereka untuk memenangkan Piala Eropa lainnya - dan melanjutkan rangkaian hasil manis yang kami jalani dan yang selalu kami nikmati [dalam kompetisi ini]," ucap Gento.
"Madrid tidak mampu membiarkan kesempatan ini gagal - final harus dimenangkan, tidak dimainkan dan Real Madrid tahu apa yang dipertaruhkan," tegasnya. (mir/dim)
sumber : bola.net
Jum'at 11 Mei 2018
Presiden Kehormatan Real Madrid Francisco Gento mengklaim Liverpool tak akan punya kesempatan untuk bisa menang lawan Cristiano Ronaldo cs di akhir Liga Champions mendatang.
Musim ini performa pasukan Zinedine Zidane itu di berbagai ajang tak terlalu solid. Alhasil mereka gagal berprestasi di pentas domestik meski mampu bersinar di Eropa.
Namun demikian, Madrid harus berjalan dengan tertatih-tatih untuk bisa melangkah ke babak tamat. Di babak perempatfinal, mereka bahkan sempat kalah melawan Juventus. Di semifinal mereka juga bisa dibilang cukup beruntung alasannya Bayern sempat menciptakan blunder di lini belakangnya dan terhindar dari kekalahan.
Di sisi lain Liverpool tampil solid meski di awal kompetisi sempat tak konsisten. Meski kalah lawan AS Roma di leg kedua semifinal, namun Mohamed Salah cs disebut punya kans juara jika bisa tampil dalam performa terbaiknya.
Gento lantas ditanya apakah ia yakin El Real nanti bisa jadi juara dan memenangkan trofi UCL untuk yang ke-13 kalinya. Ia pun menjawab: "Tanpa perlu diucapkan, pertandingan itu nanti akan berlangsung gampang (bagi Madrid)," klaimnya seperti dilansir Mirror.
Gento menambahkanMadrid tak boleh melewatkan peluang untuk bisa jadi juara di Kiev nanti. Apalagi sebab pentas UCL merupakan satu-satunya kans mereka untuk bisa meraih trofi di musim ini.
“Semua orang merasa senang dengan pertandingan semacam ini - semua orang ingin berada di sana untuk mendukung tim dan menyemangati mereka untuk memenangkan Piala Eropa lainnya - dan melanjutkan rangkaian hasil manis yang kami jalani dan yang selalu kami nikmati [dalam kompetisi ini]," ucap Gento.
"Madrid tidak mampu membiarkan kesempatan ini gagal - final harus dimenangkan, tidak dimainkan dan Real Madrid tahu apa yang dipertaruhkan," tegasnya. (mir/dim)
sumber : bola.net
Kamis, 12 Maret 2026
Ada Gosip Geng !!! Dalam Skuat Jerman
Ada Isu Geng !!! Dalam Skuat Jerman
Skuat Jerman dikabarkan berada dalam krisis alasannya adalah adanya perseteruan antara geng 'Bling-bling' dan geng Bavaria.
Skuat asuhan Joachim Loew itu memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2018 dengan jelek. Di matchday 1 Grup F kontra Meksiko, mereka menelan kekalahan dengan skor 1-0.
Jerman ketika itu main di bawah standar mereka. Lini belakang tim Panser juga kerap dengan mudah disusupi para pemain laskar El Tri.
Alhasil skuat Panser pun menuai banyak kritikan. Kondisi tim kemudian juga disebut kurang kondusif. Bahkan ada berita perpecahan yang dialami juara dunia 2014 tersebut. (bild/dim)
Bantahan Senior
Kekalahan itu kabarnya menciptakan sejumlah pemain senior Jerman murka. Alhasil sejumlah friksi tercipta di antara pemain imnas Jerman saat ini.
Akan tetapi kabar perpecahan itu pribadi disangkal oleh pemain senior Jerman, Thomas Muller. Dikatakannya gosip itu sama sekali tidak benar.
"Apakah kalian [Media] sudah mengonfirmasi kabar itu? Apakah kalian sudah punya narasumber? Tidak? Oke jika begitu."
Membaik
Tak lama berselang, bek asal Bayern Munchen Mats Hummels angkat bicara soal kondisi timnya. Dikatakannya, situasi di dalam tim Panser sekarang sudah jauh lebih baik.
"Atmosfernya sudah semakin lebih baik, kami kembali ke jalur yang benar," ujar Hummels kepada wartawan, mirip yang dikutip dari Goal.
"Semuanya sudah kembali ke performa terbaiknya. Sempat ada beberapa hari di mana kami sedikit jatuh, tetapi sekarang kami tahu semuanya masih mungkin. Saat kami mencapai potensial, maka kami mampu bermain anggun," lanjutnya.
Masih Pecah
Menurut kabar yang beredar via Sport Bild, perpecahan itu masih eksis. Mereka menyebut ada sejumlah pemain yang tergabung dalam dua geng berbeda.
Dalam geng Bling-bling, ada nama Mesut Ozil, Sami Khedira, Jerome Boateng dan Julian Draxler. Sementara itu geng Bavaria beranggotakan Manuel Neuer, Hummels, Muller dan Toni Kroos.
Media Jerman itu menyebut geng Bling-bling kesal pada geng Bavarian alasannya mereka harusnya bisa bersikap lebih aktif untuk melobi Joachim Loew terkait Leroy Sane. Winger Manchester City itu sebelumnya tak dibawa Loew ke Rusia.
Loew menyebut Sane tak dipanggil karena alasan seni manajemen. Ia disebut lebih menentukan Draxler dan Marco Reus dalam skuatnya sehingga nantinya Sane mampu jadi tak akan mendapat banyak menit bermain di Rusia.
Hasil Positif
Kabar tak sedap itu sendiri muncul sebelum Jerman bermain melawan Swedia. Untungnya kabar itu tidak sampai mempengaruhi semangat juang tim Panser.
Swedia sempat mencetak gol lebih dahulu pada menit 32 melalui Ola Toivonen. Sementara Jerman mampu membalas pada menit 48 melalui Marco Reus.
Skuat Jerman berada dalam kesulitan besar sebab pada menit 82 mereka kehilangan Jerome Boateng yang mendapat kartu merah. Namun mereka mampu mencetak gol pada menit 95 melalui free kick Kroos.
sumber : bola.net
Skuat Jerman dikabarkan berada dalam krisis alasannya adalah adanya perseteruan antara geng 'Bling-bling' dan geng Bavaria.
Skuat asuhan Joachim Loew itu memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2018 dengan jelek. Di matchday 1 Grup F kontra Meksiko, mereka menelan kekalahan dengan skor 1-0.
Jerman ketika itu main di bawah standar mereka. Lini belakang tim Panser juga kerap dengan mudah disusupi para pemain laskar El Tri.
Alhasil skuat Panser pun menuai banyak kritikan. Kondisi tim kemudian juga disebut kurang kondusif. Bahkan ada berita perpecahan yang dialami juara dunia 2014 tersebut. (bild/dim)
Bantahan Senior
Kekalahan itu kabarnya menciptakan sejumlah pemain senior Jerman murka. Alhasil sejumlah friksi tercipta di antara pemain imnas Jerman saat ini.
Akan tetapi kabar perpecahan itu pribadi disangkal oleh pemain senior Jerman, Thomas Muller. Dikatakannya gosip itu sama sekali tidak benar.
"Apakah kalian [Media] sudah mengonfirmasi kabar itu? Apakah kalian sudah punya narasumber? Tidak? Oke jika begitu."
Membaik
Tak lama berselang, bek asal Bayern Munchen Mats Hummels angkat bicara soal kondisi timnya. Dikatakannya, situasi di dalam tim Panser sekarang sudah jauh lebih baik.
"Atmosfernya sudah semakin lebih baik, kami kembali ke jalur yang benar," ujar Hummels kepada wartawan, mirip yang dikutip dari Goal.
"Semuanya sudah kembali ke performa terbaiknya. Sempat ada beberapa hari di mana kami sedikit jatuh, tetapi sekarang kami tahu semuanya masih mungkin. Saat kami mencapai potensial, maka kami mampu bermain anggun," lanjutnya.
Masih Pecah
Menurut kabar yang beredar via Sport Bild, perpecahan itu masih eksis. Mereka menyebut ada sejumlah pemain yang tergabung dalam dua geng berbeda.
Dalam geng Bling-bling, ada nama Mesut Ozil, Sami Khedira, Jerome Boateng dan Julian Draxler. Sementara itu geng Bavaria beranggotakan Manuel Neuer, Hummels, Muller dan Toni Kroos.
Media Jerman itu menyebut geng Bling-bling kesal pada geng Bavarian alasannya mereka harusnya bisa bersikap lebih aktif untuk melobi Joachim Loew terkait Leroy Sane. Winger Manchester City itu sebelumnya tak dibawa Loew ke Rusia.
Loew menyebut Sane tak dipanggil karena alasan seni manajemen. Ia disebut lebih menentukan Draxler dan Marco Reus dalam skuatnya sehingga nantinya Sane mampu jadi tak akan mendapat banyak menit bermain di Rusia.
Hasil Positif
Kabar tak sedap itu sendiri muncul sebelum Jerman bermain melawan Swedia. Untungnya kabar itu tidak sampai mempengaruhi semangat juang tim Panser.
Swedia sempat mencetak gol lebih dahulu pada menit 32 melalui Ola Toivonen. Sementara Jerman mampu membalas pada menit 48 melalui Marco Reus.
Skuat Jerman berada dalam kesulitan besar sebab pada menit 82 mereka kehilangan Jerome Boateng yang mendapat kartu merah. Namun mereka mampu mencetak gol pada menit 95 melalui free kick Kroos.
sumber : bola.net
Selasa, 03 Maret 2026
Instruktur Chinese Taipei Puji Permainan Egy Maulana Vikri Sesudah Dipermalukan
Pelatih Chinese Taipei Puji Permainan Egy Maulana Vikri Setelah Dipermalukan
Pelatih Chinese Taipei U-19, Chen Pho-Yu, memuji Egy Maulana Vikri yang tampil apik ketika membela timnas Indonesia U-19. Timnas Indonesia U-19 membuka partisipasi Piala AFC U-19 2018 dengan menaklukkan Chinese Taipei 3-1 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Performa apik Egy menjadi satu di antara faktor yang membuat timnas Indonesia U-19 menang 3-1 atas Chinese Taipei. Sang pemain mendulang gol satu gol pada menit ke-50.
Selain mencatatkan nama di papan skor, Egy juga menjadi bintang film utama dalam dua gol yang dicetak Witan Sulaeman (71', 88'). Kinerja impresif tak ayal membuat penggawa Lechia Gdansk itu menuai pujian.
"Kami tahu Egy bermain di Polandia. Kami juga tahu beliau ialah pemain yang elok. Kami pun sudah melihat permainan Egy," kata Chen sehabis pertandingan.
"Namun, bermain satu lawan satu melawan Egy adalah hal yang sulit. Oleh alhasil, saya menugaskan para pemain untuk menekan Egy sepanjang pertandingan. Saya akui Egy memang tampil cantik," tutur Chen Pho-Yu.
Performa apik Egy Maulana Vikri membawa pengaruh konkret bagi timnas Indonesia U-19. Saat ini skuat Indra Sjafri merupakan pemuncak klasemen sementara Grup A dengan torehan tiga poin, unggul selisih gol dari Uni Emirat Arab yang menghuni peringkat kedua.
Sumber : bola.com
Sabtu, 21 Februari 2026
Tatap Leg Kedua, Pelatih Home United Sebut Suporter Persija Fantastis
Tatap Leg Kedua, Pelatih Home United Sebut Suporter Persija Fantastis
11 Mei 2018
Home United membawa bekal berharga masa menyudahi perlawanan Persija Jakarta pada leg pertama semifinal AFC Cup 2018 Zona ASEAN di Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa (8/5/2018).
Persija dipaksa bertekuk lutut oleh Home United dengan skor 2-3.
Pertandingan leg kedua akan bergulir pada 15 Mei 2018 di markas Persija, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Pelatih Home United, Aidil Sharin mewaspadai tekanan pendukung tuan rumah jelang pertemuan kedua.
Aidil menyebut, pemberian suporter Persija, Jakmania, sedikit bakal mempengaruhi jalannya pertandingan.
"Semoga kami mampu menang alasannya tidak mudah menang di Jakarta. Dan setiap mereka main ke sini (Singapura), selalu tidak gampang (dikalahkan). Karena nanti akan banyak Jakmania di SUGBK. Ya, alasannya adalah cukup sulit terutama di semifinal dan akhir. Setiap berkelahi tandang, fans dan semua hal lain harus diantisipasi," ujar Aidil.
Persija menorehkan rekor soal jumlah penonton di AFC Cup.
Partai Persija melawan Johor Darul Ta'zim (JDT) pada matchday kelima Grup H mengundang 60.157 Jakmania di SUGBK.
Jumlah tersebut merupakan rekor penonton terbanyak dalam sebuah pertandingan yang pernah digelar di AFC Cup.
"Apalagi Persija punya fans fantastis di Jakarta, semoga mereka akan menikmati pertandingan," kata Aidil.
Rotasi
Ditanyai kemungkinan melaksanakan perubahan seni manajemen di leg kedua, Aidil enggan membocorkan.
"Kami selalu memiliki plan, kami juga akan melihat kekuatan dan kelemahan Persija di setiap pertandingan," tutur Aidil.
sumber :Liputan 6.com
11 Mei 2018
Home United membawa bekal berharga masa menyudahi perlawanan Persija Jakarta pada leg pertama semifinal AFC Cup 2018 Zona ASEAN di Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa (8/5/2018).
Persija dipaksa bertekuk lutut oleh Home United dengan skor 2-3.
Pertandingan leg kedua akan bergulir pada 15 Mei 2018 di markas Persija, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Pelatih Home United, Aidil Sharin mewaspadai tekanan pendukung tuan rumah jelang pertemuan kedua.
Aidil menyebut, pemberian suporter Persija, Jakmania, sedikit bakal mempengaruhi jalannya pertandingan.
"Semoga kami mampu menang alasannya tidak mudah menang di Jakarta. Dan setiap mereka main ke sini (Singapura), selalu tidak gampang (dikalahkan). Karena nanti akan banyak Jakmania di SUGBK. Ya, alasannya adalah cukup sulit terutama di semifinal dan akhir. Setiap berkelahi tandang, fans dan semua hal lain harus diantisipasi," ujar Aidil.
Persija menorehkan rekor soal jumlah penonton di AFC Cup.
Partai Persija melawan Johor Darul Ta'zim (JDT) pada matchday kelima Grup H mengundang 60.157 Jakmania di SUGBK.
Jumlah tersebut merupakan rekor penonton terbanyak dalam sebuah pertandingan yang pernah digelar di AFC Cup.
"Apalagi Persija punya fans fantastis di Jakarta, semoga mereka akan menikmati pertandingan," kata Aidil.
Rotasi
Ditanyai kemungkinan melaksanakan perubahan seni manajemen di leg kedua, Aidil enggan membocorkan.
"Kami selalu memiliki plan, kami juga akan melihat kekuatan dan kelemahan Persija di setiap pertandingan," tutur Aidil.
sumber :Liputan 6.com
Senin, 19 Januari 2026
Eks Madrid Dan Barca Ini Akan Kembali Bersaing Sebagai Pelatih
Eks Madrid dan Barca Ini Akan Kembali Bersaing Sebagai Pelatih
12 Mei 2018
Eks megabintang Real Madrid, Raul Gonzalez mampu segera menyusul jejak Zinedine Zidane dalam dunia kepelatihan sepak bola. Saat ini Raul sedang bersiap untuk memulai keriernya sebagai pelatih dengan mengikuti kursus lisensi instruktur UEFA.
Mengutip goal, Raul menyebut bahwa dirinya sedang memulai tahun pertama untuk lisensi UEFA A dan B. Dia pun mengakui akan memulai karier dengan melatih usia dini.
"Kami sudah memulai tahun pertama lisensi A dan B. Itu yakni langkah pertama untuk melatih dan setidaknya menjadi instruktur usia muda. Dan dalam setahun kami akan bisa mengambul UEFA Pro, yang membuat kami mampu melatih tim manapun," jelas Raul.
Agaknya Raul mengindikasikan bahwa dia juga ingin memulai karier kepelatihannya di Real Madrid. Entah beliau akan melatih usia muda atau tidak, Raul masih belum mampu memastikan.
"Sekarang yang terpenting ialah untuk segera menerima sertifikat kepelatihan ini dan Juni nanti saya akan berbicara dengan klub (Madrid). Kami harus menganalisis kemungkinannya. Saya melihat sepak bola dari sudut pandang yang berbeda dengan kelas ini."
Sementara itu, setidaknya Raul akan mengenal satu wajah familier pada kursus kepelatihan tersebut. Setidaknya beliau akan bergabung dengan mantan bintang Barcelona, Xavi Hernandez.
"Kami berjumlah 16 dan Xavi akan tiba pada Selasa ini. Banyak dari kami yang sudah pernah menjadi rekan setim atau rival dan aku yakin kursus itu akan sangat menyenangkan dan kami akan mempelajari semua hal yang mungkin," tandasnya. (goal/dre)
sumber : bola.net
12 Mei 2018
Eks megabintang Real Madrid, Raul Gonzalez mampu segera menyusul jejak Zinedine Zidane dalam dunia kepelatihan sepak bola. Saat ini Raul sedang bersiap untuk memulai keriernya sebagai pelatih dengan mengikuti kursus lisensi instruktur UEFA.
Mengutip goal, Raul menyebut bahwa dirinya sedang memulai tahun pertama untuk lisensi UEFA A dan B. Dia pun mengakui akan memulai karier dengan melatih usia dini.
"Kami sudah memulai tahun pertama lisensi A dan B. Itu yakni langkah pertama untuk melatih dan setidaknya menjadi instruktur usia muda. Dan dalam setahun kami akan bisa mengambul UEFA Pro, yang membuat kami mampu melatih tim manapun," jelas Raul.
Agaknya Raul mengindikasikan bahwa dia juga ingin memulai karier kepelatihannya di Real Madrid. Entah beliau akan melatih usia muda atau tidak, Raul masih belum mampu memastikan.
"Sekarang yang terpenting ialah untuk segera menerima sertifikat kepelatihan ini dan Juni nanti saya akan berbicara dengan klub (Madrid). Kami harus menganalisis kemungkinannya. Saya melihat sepak bola dari sudut pandang yang berbeda dengan kelas ini."
Sementara itu, setidaknya Raul akan mengenal satu wajah familier pada kursus kepelatihan tersebut. Setidaknya beliau akan bergabung dengan mantan bintang Barcelona, Xavi Hernandez.
"Kami berjumlah 16 dan Xavi akan tiba pada Selasa ini. Banyak dari kami yang sudah pernah menjadi rekan setim atau rival dan aku yakin kursus itu akan sangat menyenangkan dan kami akan mempelajari semua hal yang mungkin," tandasnya. (goal/dre)
sumber : bola.net
Sabtu, 10 Januari 2026
Arema Fc Taklukkan Kalteng Putra Di Semifinal Piala Presiden 2019
Arema FC Taklukkan Kalteng Putra di Semifinal Piala Presiden 2019
BOLASPORT.COM - Arema FC menang telak 3-0 Kalteng Putra pada leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2019 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (2/4/2019).
Arema FC sukses mengambil keuntungan pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 melawan Kalteng Putra.
Tiga gol kemenangan Arema FC ke gawang Kalteng Putra pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 dicetak oleh Dedik Setiawan (26' dan 66') dan Hanif Sjahbandi (59').
Kemenangan ini bisa menjadi modal berharga bagi Arema FC dikala menjalani leg kedua semifinal Piala Presiden 2019 kontra Kalteng Putra di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (6/4/2019).
Pada babak pertama, Arema FC mampu mendominasi pertandingan di 15 menit awal.
Namun, upaya serangan Singo Edan gres membuahkan hasil pada menit ke-26 melalui Dedik Setiawan.
Dedik sukses meneruskan umpan dari Ricky Kayame yang sebelumnya melakukan akselerasi di kotak penalti Kalteng Putra.
Skor 1-0 untuk keunggulan Arema atas Kalteng Putra menutup jalannya babak pertama.
Pada babak kedua, Kalteng Putra berusaha tampil menyerang untuk menyamakan kedudukan.
Pada menit ke-55, Diogo Campos nyaris menyamakan kedudukan andai sepakannya tak ditepis oleh kiper Arema, Kurniawan Kartika Ajie.
Arema FC justru menjiplak keunggulan menjadi 2-0 melalui gol dari Hanif Sjahbandi pada menit ke-59.
Hanif yang berpindah posisi sebagai bek tengah sukses meneruskan bola liar di kotak penalti Kalteng Putra.
Arema FC kian menegaskan keunggulan menjadi 3-0 melalui gol Dedik Setiawan pada menit ke-66.
Penyerang timnas Indonesia itu sukses meneruskan umpan terobosan dari Makan Konate.
Tak ada gol pemanis sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak kedua.
Skor 3-0 untuk kemenangan Arema FC atas Kalteng Putra pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (2/4/2019).
Setelah ini Arema FC akan bertandang ke markas Barito Putera yang dijadikan sangkar oleh Kalteng Putra ialah Stadion 17 Mei, Banjarmasin, pada Jumat (5/4/2019).
Susunan Pemain:
Arema FC (4-3-3): 96-Kurniawan Kartika Ajie; 39-Alfin Tuasalamony, 23-Hamka Hamzah, 6-Ikhfanul Alam (14-Jayus Hariono 37'), 87-Johan Alfarizie; 19-Hanif Sjahbandi, 12-Hendro Siswanto (Muhammad Rafli 88'), 10-Makan Konate; 41-Dendy Santoso, 27-Dedik Setiawan, 21-Ricky Kayame (11-Rivaldi Bawuo 71')
Pelatih: Milomir Seslija
Kalteng Putra (4-4-2): 20-Dimas Galih; 4-OK John, 2-Rafael Bonfim, 3-Wasyiat Hasbullah, 26-Kevin Wopi; 17-Antoni Putro Nugroho, 18-I Gede Sukadana, 12-Rizky Febrianto, 13-Ferinando Pahabol (Maldini Pali 69'); 11-Diogo Campos (Elthon Maran 69'), 10-Patrich Wanggai
Pelatih: Gomes de Oliveira
sumber : bolasport.com
Rabu, 07 Januari 2026
Terkuak! Si Penghancur Timnas U-19 Ini Ternyata Bukan Asli Warga Qatar
Terkuak! Si Penghancur Timnas U-19 Ini Ternyata Bukan Asli Warga Qatar
Laga kedua babak penyisihan grup A ajang Piala Asia U-19 2018 yang mempertemukan antara Timnas Indonesia U-19 vs Qatar U-19 berlangsung sangat menarik.
Hujan gol mewarnai tabrak yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno (21/10/2018. Total ada 11 gol dimana Qatar unggul 6 - 5 atas Indonesia.
Ada dua pemain yang berhasil mencetak hattrick di masing-masing tim, Todd Rivaldo Ferre di Timnas Indonesia U-19 dan Abdulrasheed Umaru pemain Qatar U-19 yang juga menorehkan tiga gol.
Berbicara mengenai Abdulrasheed Umaru, pemain ini benar - benar menghancurkan barisan belakang Indonesia U-19 yang digalang Nurhidayat Haji Haris dan Rachmat Iriyanto. Aksi Abdulrasheed Umaru bak Kylian Mbappe di Timnas Perancis yang sulit dihadang saat membawa bola dan mempunyai ketajaman luar biasa di depan gawang.
Ternyata Abdulrasheed Umaru sendiri bukanlah asli warga negara Qatar melainkan pemain naturalisasi. Ia lahir di Nigeria pada 12 Agustus 1999. Saat ini Abdulrasheed Umaru memperkuat salah satu tim di Liga Belgia namun bukan di kasta teratas.
Seusai laga melawan Timnas Indonesia U-19, Abdulrasheed Umaru mengomentari suasana pertandingan yang berlangsung cukup ketat ditambah gemuruh dari 38.217 suporter Garuda Muda yang turut hadir.
"Pertandingan yang ahli. Saya coba hening dan tak dengarkan gemuruh di sini. Saya cuma coba fokus ke pertandingan," kata Umaru di Mix Zone, Minggu (21/10/2018) malam WIB seperti dikutip dari the-afc.com (22/10/2018).
Ia juga merasa kecewa alasannya adalah beberapa kali gagal mencetak gol padahal memiliki peluang emas.
"Sebenarnya bukan hasil yang aku harapkan. Tapi tak apa-apa, mungkin ini jalan dari Tuhan," sambungnya.
"Saya kecewa sebab melewatkan dua gol itu, saya mengalami beberapa kesalahan. Itu mampu terjadi dalam sepak bola. Anda mampu mencetak gol, Anda mampu mencetak banyak, tetapi Anda juga mampu kehilangan," keluhnya.
Ia juga yakin bahwa Qatar akan lolos ke babak selanjutnya, tak lupa Umaru juga menyinggung Timnas Garuda Muda.
"Kami siap untuk pertandingan berikutnya dan Insya Allah, kami akan lolos. Tetapi saya juga ingin mengucapkan supaya sukses untuk Indonesia," tambahnya.
Menurut kalian apa yang membuat Timnas U-19 bisa 'remuk' oleh Qatar sebelum kesannya bisa berdiri?
sumber : ucnews.com
Laga kedua babak penyisihan grup A ajang Piala Asia U-19 2018 yang mempertemukan antara Timnas Indonesia U-19 vs Qatar U-19 berlangsung sangat menarik.
Hujan gol mewarnai tabrak yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno (21/10/2018. Total ada 11 gol dimana Qatar unggul 6 - 5 atas Indonesia.
Ada dua pemain yang berhasil mencetak hattrick di masing-masing tim, Todd Rivaldo Ferre di Timnas Indonesia U-19 dan Abdulrasheed Umaru pemain Qatar U-19 yang juga menorehkan tiga gol.
Berbicara mengenai Abdulrasheed Umaru, pemain ini benar - benar menghancurkan barisan belakang Indonesia U-19 yang digalang Nurhidayat Haji Haris dan Rachmat Iriyanto. Aksi Abdulrasheed Umaru bak Kylian Mbappe di Timnas Perancis yang sulit dihadang saat membawa bola dan mempunyai ketajaman luar biasa di depan gawang.
Ternyata Abdulrasheed Umaru sendiri bukanlah asli warga negara Qatar melainkan pemain naturalisasi. Ia lahir di Nigeria pada 12 Agustus 1999. Saat ini Abdulrasheed Umaru memperkuat salah satu tim di Liga Belgia namun bukan di kasta teratas.
Seusai laga melawan Timnas Indonesia U-19, Abdulrasheed Umaru mengomentari suasana pertandingan yang berlangsung cukup ketat ditambah gemuruh dari 38.217 suporter Garuda Muda yang turut hadir.
"Pertandingan yang ahli. Saya coba hening dan tak dengarkan gemuruh di sini. Saya cuma coba fokus ke pertandingan," kata Umaru di Mix Zone, Minggu (21/10/2018) malam WIB seperti dikutip dari the-afc.com (22/10/2018).
Ia juga merasa kecewa alasannya adalah beberapa kali gagal mencetak gol padahal memiliki peluang emas.
"Sebenarnya bukan hasil yang aku harapkan. Tapi tak apa-apa, mungkin ini jalan dari Tuhan," sambungnya.
"Saya kecewa sebab melewatkan dua gol itu, saya mengalami beberapa kesalahan. Itu mampu terjadi dalam sepak bola. Anda mampu mencetak gol, Anda mampu mencetak banyak, tetapi Anda juga mampu kehilangan," keluhnya.
Ia juga yakin bahwa Qatar akan lolos ke babak selanjutnya, tak lupa Umaru juga menyinggung Timnas Garuda Muda.
"Kami siap untuk pertandingan berikutnya dan Insya Allah, kami akan lolos. Tetapi saya juga ingin mengucapkan supaya sukses untuk Indonesia," tambahnya.
Menurut kalian apa yang membuat Timnas U-19 bisa 'remuk' oleh Qatar sebelum kesannya bisa berdiri?
sumber : ucnews.com
Minggu, 21 Desember 2025
Jersey Klub Indonesia Rasa Motogp, Tengok Elegannya Klub Malaysia
Jersey Klub Indonesia Rasa MotoGP, Tengok Elegannya Klub Malaysia
Demi menjaga finansial merupakan salah satu alasan manajemen mengijinkan jersey klub ditempeli banyak iklan layaknya koran. Selama pergelaran Liga 1, hanya beberapa klub yang mempunyai jersey elegan dengan satu iklan di dada. Di antaranya Bhayangkara FC dan PSM Makassar. Selebihnya memasang iklan keroyokan. Bali United, Persib Bandung, dan Arema FC merupakan klub dengan jersey paling ramai layaknya seragam MotoGP.
Menghadapi kenyataan tersebut kita semestinya merasa malu dengan Malaysia. Klub-klub yang bermain di Liga Super Malaysia memakai jersey elegan layaknya klub-klub elit di liga-liga top Eropa. Akun twitter @mysoccerleague memposting klub Malaysia yang sudah merilis jersey untuk Liga Super Malaysia animo 2019.
Sudah ada 9 dari 12 klub yang memperkenalkan seragam tempur kebanggaan mereka. Tinggal FELDA, Kuala Lumpur dan PKNP FC yang belum launching. Netizen Malaysia mengomentari postingan tersebut dengan menyebut jersey paling elok. Beberapa di antaranya adalah.
Melaka United
Skuad Hang Tuah memilih warna putih sebagai jersi utama. Sedangkan warna hijau digunakan sebagai jersi di tempat lawan, dan jersi kuning sebagai jersi ketiga. Warna putih dipilih sebagai lambang kesucian dan kebenaran dengan moto kerajaan negeri yaitu ‘Pintar, Hijau, Bersih’.
“Warna putih menggambarkan semangat dan impian baharu kita untuk bangunkan bola sepak negeri Melaka. Tidak rugi dalam bola sepak walaupun kita berbelanja besar kerana apa yang kita belanjakan ini ialah untuk perpaduan dan itu yang lebih penting,” kata Presiden Persatuan Bolasepak Melaka United (MUSA), Adly Zahari seperti dikutip utusan.com.my (26/1/2019).
2. Perak FA
Perak FA memperkenalkan jersey kuning dan hitam dalam program peluncuran di Dataran Majlis Bandaraya Ipoh (MBI) (26/1/2019). Kedua jersey tersebut digunakan untuk pertandingan kandang dan tandang. The Bos Gaurus merupakan juara Piala Malaysia 2018.
Presiden Persatuan Bola Sepak Perak (Pafa), Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu, menginginkan Perak FA tidak hanya bisa bersaing di Liga Super Malaysia, namun mampu tampil di kompetisi Asia.
3. Terengganu FC
Jersey Terengganu FC menjadi favorit warganet Malaysia. Jersey tersebut elegan dengan warna dasar putih untuk sangkar, dan hitam sebagai jersey kedua. Pada program launching jersey TFC dihadiri oleh puluhan pendukung.
Mereka pun mengajak penontonnya untuk melakukan Viking Clap. Terlihat dalam postingan di akun @FCTerengganu.
Kredit kepada @LEE__TUCK berjaya membuatkan satu stadium sama-sama Viking Clap semalam. Terbaik @DrAhmadSamsuri pun turut sama sporting join! Apa yang boleh dikatakan 2019 keluarga TFC semakin berkembang!
Melihat fakta tersebut, timbul pertanyaan, kapan klub Indonesia mampu melakukan hal yang sama? Membuang jersey balap yang kurang sedap dipandang. Menggantinya dengan jersey elegan yang lebih memiliki nilai jual. Mari kita bermimpi, kawan!
Sumber: ucnews
Selasa, 02 Desember 2025
Resmi! Rcti Kembali Siarkan Langgar Timnas U-22 Di Kualifikasi Piala Asia U-23. Ini Jadwalnya
Resmi! RCTI Kembali Siarkan Laga Timnas U-22 Di Kualifikasi Piala Asia U-23. Ini Jadwalnya
Salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, RCTI dipastikan akan kembali menyiarkan langgar Timnas U-22 dalam gelaran kualifikasi Piala Asia U-23. Hal ini tak lepas dari masih berlakunya acara kolaborasi antara induk sepakbola Indonesia (PSSI) dengan pihak RCTI yang masih akan memegang hak siar pertandingan hingga tahun depan.
Dilansir dari laman inews.com (05/03/2019), dalam sebuah acara yang berisi penyerahan hadiah motor kepada para pemain, pelatih dan official Timnas U-22 yang berhasil menjadi kampiun Piala AFF U-22, CEO RCTI, Kanti Mirdiati Imansyah menyatakan kebanggaannya mampu menyiarkan pertandingan yang dijalani oleh Timnas Indonesia. Tak hanya itu, Kanti juga mengisyaratkan RCTI akan terus menyiarkan langgar yang dijalani oleh Timnas Indonesia, terdekat di gelaran Kualifikasi Piala Asia U-23 yang akan dimulai pada 22 Maret mendatang.
Indonesia U-22 sendiri akan memulai kampanye mereka memburu satu daerah di putaran akhir Piala Asia U-23 pada tanggal 22 Maret 2019 mendatang dengan melawan Thailand. Kemudian disusul melawan tuan rumah Vietnam pada tanggal 24 Maret 2019, dan diakhiri dengan tubruk melawan Brunei Darussalam pada tanggal 26 Maret 2019 (the-afc.com diakses 06/03/2019). Rencananya, semua langgar Indonesia di gelaran ini akan disiarkan secara langsung oleh RCTI.
sumber : ucnews.com
Jumat, 28 November 2025
Timnas U-19 Indonesia Disebut Sebagai Tim Terkuat Di Piala Aff U-19 2018
Fantastis !! Timnas U-19 Indonesia Disebut sebagai Tim Terkuat di Piala AFF U-19 2018
Timnas U-19 Indonesia semakin memantapkan diri di penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2018 sesudah memetik kemenangan kedua.
Tiga poin diraih dikala skuat Garuda Nusantara berhasil menaklukkan Timnas U-19 Singapura dengan skor telak 4-0 pada tubruk yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (3/7/2018)
Penyerang Timnas U-19 Indonesia, Muhammad Rafli Mursalim, menyumbang dua gol (22' dan 61').
Sedangkan dua gol lain dibukukan oleh Saddil Ramdani pada menit ke-70 dan Todd Rivaldo sepuluh menit jelang bubaran.
Dengan kemenangan ini, skuat asuhan Indra Sjafri merebut posisi puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin hasil dari dua tabrak.
Sementara Timnas U-19 Singapura harus puas berada di dasar klasemen sementara tanpa bisa meraih poin dari sepasang adu.
Sementara itu, tim yang berstatus sebagai juara bertahan Piala AFF U-19, Timnas U-19 Thailand juga sukses menumbangkan Laos dengan skor telak 3-0.
Tiga gol tim Gajah Putih itu masing-masing dicetak oleh Suphanat Mueanta (16’), Matee Sarakum (34’) melalui titik penalti, dan Korawich Tasa (87’).
Sang pelatih, Ithsara Sritharo, mengaku bersyukur dengan hasil yang diraih anak asuhnya.
Kendati bisa menang dengan cukup nyaman, Sritharo tetap berharap anak asuhnya mampu lebih baik lagi. Menurutnya, perjalanan Timnas U-19 Thailand akan lebih berat, termasuk bakal menghadapi Timnas U-19 Indonesia yang disebutnya sebagai tim terkuat di Grup A.
“Namun, kami tidak ingin memikirkan hal tersebut. Kami akan fokus pada tim kami sendiri dan terus berusaha memenangi setiap pertandingan di turnamen ini," ujar Ithsara Sritharo.
"Apa pun akhirnya tetap kami syukuri. Saya ingin belum dewasa fokus menjalani pertandingan demi pertandingan, sebelum berhadapan dengan Indonesia," ucap dia.
Untuk sementara, Thailand harus rela berada di bawah Vietnam di papan klasemen.
Vietnam unggul atas Thailand karena mempunyai keunggulan jumlah produktivitas gol, meski sama-sama mengoleksi empat poin.
"Saya menyadari setiap pertandingan itu sulit, jadi kami fokus saja pada berkelahi berikutnya, fokus per pertandingan saja," kata dia.
sumber : bolasport.com
Timnas U-19 Indonesia semakin memantapkan diri di penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2018 sesudah memetik kemenangan kedua.
Tiga poin diraih dikala skuat Garuda Nusantara berhasil menaklukkan Timnas U-19 Singapura dengan skor telak 4-0 pada tubruk yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (3/7/2018)
Penyerang Timnas U-19 Indonesia, Muhammad Rafli Mursalim, menyumbang dua gol (22' dan 61').
Sedangkan dua gol lain dibukukan oleh Saddil Ramdani pada menit ke-70 dan Todd Rivaldo sepuluh menit jelang bubaran.
Dengan kemenangan ini, skuat asuhan Indra Sjafri merebut posisi puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin hasil dari dua tabrak.
Sementara Timnas U-19 Singapura harus puas berada di dasar klasemen sementara tanpa bisa meraih poin dari sepasang adu.
Sementara itu, tim yang berstatus sebagai juara bertahan Piala AFF U-19, Timnas U-19 Thailand juga sukses menumbangkan Laos dengan skor telak 3-0.
Tiga gol tim Gajah Putih itu masing-masing dicetak oleh Suphanat Mueanta (16’), Matee Sarakum (34’) melalui titik penalti, dan Korawich Tasa (87’).
Sang pelatih, Ithsara Sritharo, mengaku bersyukur dengan hasil yang diraih anak asuhnya.
Kendati bisa menang dengan cukup nyaman, Sritharo tetap berharap anak asuhnya mampu lebih baik lagi. Menurutnya, perjalanan Timnas U-19 Thailand akan lebih berat, termasuk bakal menghadapi Timnas U-19 Indonesia yang disebutnya sebagai tim terkuat di Grup A.
“Namun, kami tidak ingin memikirkan hal tersebut. Kami akan fokus pada tim kami sendiri dan terus berusaha memenangi setiap pertandingan di turnamen ini," ujar Ithsara Sritharo.
"Apa pun akhirnya tetap kami syukuri. Saya ingin belum dewasa fokus menjalani pertandingan demi pertandingan, sebelum berhadapan dengan Indonesia," ucap dia.
Untuk sementara, Thailand harus rela berada di bawah Vietnam di papan klasemen.
Vietnam unggul atas Thailand karena mempunyai keunggulan jumlah produktivitas gol, meski sama-sama mengoleksi empat poin.
"Saya menyadari setiap pertandingan itu sulit, jadi kami fokus saja pada berkelahi berikutnya, fokus per pertandingan saja," kata dia.
sumber : bolasport.com
Kamis, 20 November 2025
Disanksi Dua Tabrak Dan Denda 10 Juta, Winger Persebaya Kecewa
Disanksi Dua Laga dan Denda 10 Juta, Winger Persebaya Kecewa
13 Mei 2018
Winger Persebaya Surabaya, Oktafianus Fernando mendapat sanksi larangan bermain sebanyak dua pertandingan balasan perseteruan dengan pemain Arema FC, Hendro Siswanto. Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 10 juta.
Dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Komisi Disiplin PSSI, Ovan -sapaan akrabnya- dianggap mengangkat kaki terlalu tinggi sehingga mengenai pemain lawan. Kejadian tersebut juga berbuntut kartu merah terhadap Ovan era itu.
Menanggapi hukuman tersebut, Ovan mengaku kecewa, alasannya adalah hukuman yang diberikan dianggap terlalu berat. Apalagi Hendro Siswanto menerima hukuman yang tak jauh berbeda, padahal dia menganggap kesalahan Hendro lebih berat.
"Pastinya kecewa mas karena saya merasa larangan bermainnya terlalu banyak dan melihat peristiwa kemarin saya ada reaksi karena ada aksi dari Hendro," ungkap Ovan kepada Bola.net.
"Saya juga melihat sanksi untuk Hendro sama dengan saya, makanya aku kecewa padahal ia ada aksesori gerakan menginjak," keluh Ovan.
Jebolan klub internal Persebaya ini menambahkan, kemarahan dirinya kepada Hendro memang tidak bisa dibendung alasannya adalah pemain asal Tuban itu sudah melakukan tindakan yang sangat bergairah. Namun memang tidak semua orang mengetahuinya.
"Siapa sih yang gak marah sudah dijatuhkan, kepala dipukul dan ia mencoba untuk menginjak punggung aku, tapi untung gak kena, niscaya semua orang akan bereaksi," jelasnya.
Meski demikian, pemiliki nomor punggung 8 tersebut, berusaha legowo dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI sebagai pelajaran ke depannya. Dan beliau meminta maaf alasannya adalah tindakannya sudah merugikan tim.
"Saya minta maaf alasannya di tiga kali pertandingan ini gak mampu menunjukkan donasi untuk tim," pungkasnya.
sumber : bola.net
13 Mei 2018
Winger Persebaya Surabaya, Oktafianus Fernando mendapat sanksi larangan bermain sebanyak dua pertandingan balasan perseteruan dengan pemain Arema FC, Hendro Siswanto. Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 10 juta.
Dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Komisi Disiplin PSSI, Ovan -sapaan akrabnya- dianggap mengangkat kaki terlalu tinggi sehingga mengenai pemain lawan. Kejadian tersebut juga berbuntut kartu merah terhadap Ovan era itu.
Menanggapi hukuman tersebut, Ovan mengaku kecewa, alasannya adalah hukuman yang diberikan dianggap terlalu berat. Apalagi Hendro Siswanto menerima hukuman yang tak jauh berbeda, padahal dia menganggap kesalahan Hendro lebih berat.
"Pastinya kecewa mas karena saya merasa larangan bermainnya terlalu banyak dan melihat peristiwa kemarin saya ada reaksi karena ada aksi dari Hendro," ungkap Ovan kepada Bola.net.
"Saya juga melihat sanksi untuk Hendro sama dengan saya, makanya aku kecewa padahal ia ada aksesori gerakan menginjak," keluh Ovan.
Jebolan klub internal Persebaya ini menambahkan, kemarahan dirinya kepada Hendro memang tidak bisa dibendung alasannya adalah pemain asal Tuban itu sudah melakukan tindakan yang sangat bergairah. Namun memang tidak semua orang mengetahuinya.
"Siapa sih yang gak marah sudah dijatuhkan, kepala dipukul dan ia mencoba untuk menginjak punggung aku, tapi untung gak kena, niscaya semua orang akan bereaksi," jelasnya.
Meski demikian, pemiliki nomor punggung 8 tersebut, berusaha legowo dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI sebagai pelajaran ke depannya. Dan beliau meminta maaf alasannya adalah tindakannya sudah merugikan tim.
"Saya minta maaf alasannya di tiga kali pertandingan ini gak mampu menunjukkan donasi untuk tim," pungkasnya.
sumber : bola.net
Minggu, 16 November 2025
Kejutan !! Piala Aff U-16 2018 Timnas Siap Gemparkan Sidoarjo Tayang Di Indosiar
Kejutan !! Piala AFF U-16 2018 Timnas siap gemparkan sidoarjo tayang di indosiar
Jakarta - Usai gelaran Piala AFF U-19, Indonesia kembali menggelar ajang bergengsi di kawasan Asian Tenggara. Gresik dan Sidoarjo akan menjadi saksi Timnas Indonesia U-16 berlaga di Piala AFF U-16 pada 29 Juli sampai 11 Agustus mendatang.
Pada Piala AFF U-16, Timnas Indonesia U-16 tergabung di Grup A. Garuda Asia, julukan tim asuhan Fakhri Husaini itu akan menghadapi Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina.
Garuda Asia akan menghadapi Filipina di tubruk perdana Grup A. Pertandingan ini bakal berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo, 29 Juli 2018.
Sejak Piala AFF U-16 digelar pada 2002, Indonesia belum pernah menjadi juara. Alasan ini menciptakan mental Timnas Indonesia U-16 sangat kuat untuk meraih kemenangan.
Aksi-agresi Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 bakal disiarkan secara live dan pribadi di Indosiar.
Jadwal Indonesia di Piala AFF U-16
29 Juli 2018
19.00 WIB: Indonesia Vs Filipina
31 Juli 2018
19.00 WIB: Myanmar Vs Indonesia
2 Agustus 2018
19.00 WIB: Vietnam Vs Indonesia
4 Agustus 2018
19.00 WIB: Indonesia Vs Timor Leste
6 Agustus 2018
19.00 WIB: Kamboja Vs Indonesia.
LIVE di Indosiar
2 dari 3 halaman
27 Pemain Timnas Indonesia U-16 untuk TC Sidoarjo
Kiper
1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng
2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313
3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000
4. Sabda Yoga Buana Putra – Diklat Ragunan
5. Jhuan Rico Geraeldo – Bina Taruna
Belakang
6. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya
7. Muhammad Salman – Diklat Ragunan
8. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat
9. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School
10. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot
11. Surya Nata – SSB Cibinong Raya
12. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah
13. Giovani Renaldi – Chelsea Soccer School
Tengah
14. David Maulana – PPLP Medan
15. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan
16. Muhammad Talaohu – ASAD 313
17. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313
18. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School
19. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta
20. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI
Depan
21. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan
22. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313
23. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga
24. Yadi Mulyadi – ASAD 313
25. Amanar Abdilah – PS Tira U17
26. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School
27. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School
sumber : liputan6
Jakarta - Usai gelaran Piala AFF U-19, Indonesia kembali menggelar ajang bergengsi di kawasan Asian Tenggara. Gresik dan Sidoarjo akan menjadi saksi Timnas Indonesia U-16 berlaga di Piala AFF U-16 pada 29 Juli sampai 11 Agustus mendatang.
Pada Piala AFF U-16, Timnas Indonesia U-16 tergabung di Grup A. Garuda Asia, julukan tim asuhan Fakhri Husaini itu akan menghadapi Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina.
Garuda Asia akan menghadapi Filipina di tubruk perdana Grup A. Pertandingan ini bakal berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo, 29 Juli 2018.
Sejak Piala AFF U-16 digelar pada 2002, Indonesia belum pernah menjadi juara. Alasan ini menciptakan mental Timnas Indonesia U-16 sangat kuat untuk meraih kemenangan.
Aksi-agresi Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 bakal disiarkan secara live dan pribadi di Indosiar.
Jadwal Indonesia di Piala AFF U-16
29 Juli 2018
19.00 WIB: Indonesia Vs Filipina
31 Juli 2018
19.00 WIB: Myanmar Vs Indonesia
2 Agustus 2018
19.00 WIB: Vietnam Vs Indonesia
4 Agustus 2018
19.00 WIB: Indonesia Vs Timor Leste
6 Agustus 2018
19.00 WIB: Kamboja Vs Indonesia.
LIVE di Indosiar
2 dari 3 halaman
27 Pemain Timnas Indonesia U-16 untuk TC Sidoarjo
Kiper
1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng
2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313
3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000
4. Sabda Yoga Buana Putra – Diklat Ragunan
5. Jhuan Rico Geraeldo – Bina Taruna
Belakang
6. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya
7. Muhammad Salman – Diklat Ragunan
8. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat
9. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School
10. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot
11. Surya Nata – SSB Cibinong Raya
12. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah
13. Giovani Renaldi – Chelsea Soccer School
Tengah
14. David Maulana – PPLP Medan
15. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan
16. Muhammad Talaohu – ASAD 313
17. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313
18. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School
19. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta
20. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI
Depan
21. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan
22. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313
23. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga
24. Yadi Mulyadi – ASAD 313
25. Amanar Abdilah – PS Tira U17
26. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School
27. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School
sumber : liputan6
Rabu, 12 November 2025
Mengejutkan !!! Indonesia Tundukkan Denmark 18 Gol Tanpa Balas Di Ajang Gothia Cup
Mengejutkan !!! Indonesia Tundukkan Denmark 18 Gol Tanpa Balas di Ajang Gothia Cup
Tim LKG SKF Indonesia sukses menang telak atas wakil Denmark, Skalborg SK, pada ajang Gothia Cup 2018 di Swedia, Senin (16/7/2018).
Di kompetisi ini, Indonesia yang diwakili oleh tim LKG SKF berada di Grup 4.
Adapun tiga lawan Uchida Sudirman dan kawan-kawan ialah Walddoffer SV (Jeman), Linkoping Kenty DFF (Swedia), dan Skalborg SK (Denmark).
Pada pertandingan pertama, LKG SKF bisa membantai Skalborg SK dengan 18 gol tanpa balas.
Muhammad Afif Fathoni menjadi pencetak gol terbanyak di berkelahi tersebut dengan 5 gol.
Sementara itu, rentetan gol lainnya dicetak oleh Rabbani Tasnim Siddiq (4), Fitra Rafiadin (2), Muhamad Reza Alfariz (2), Jordan Iksan Maulana (2), Rafi Hamdani, Cois Artomoro Raya, Rafli Rafa Zahid.
Kini, skuat asuhan Iskandar menjadi pemuncak klasemen Grup 4 dengan perolehan tiga poin.
Kemudian disusul oleh Walddoffer SV dan Linkoping Kenty DFF di posisi kedua dan ketiga.
Kedua tim yang disebut terakhir hanya bermain imbang tanpa gol di langgar pertama Gothia Cup 2018.
Di partai kedua, tim LKG SKF akan menghadapi Walddoffer SV pada 17 Juli 2018.
Nantinya, hanya ada dua tim yang akan lolos dari 48 Grup untuk ke fase berikutnya.
sumber : bolasport.com
Tim LKG SKF Indonesia sukses menang telak atas wakil Denmark, Skalborg SK, pada ajang Gothia Cup 2018 di Swedia, Senin (16/7/2018).
Di kompetisi ini, Indonesia yang diwakili oleh tim LKG SKF berada di Grup 4.
Adapun tiga lawan Uchida Sudirman dan kawan-kawan ialah Walddoffer SV (Jeman), Linkoping Kenty DFF (Swedia), dan Skalborg SK (Denmark).
Pada pertandingan pertama, LKG SKF bisa membantai Skalborg SK dengan 18 gol tanpa balas.
Muhammad Afif Fathoni menjadi pencetak gol terbanyak di berkelahi tersebut dengan 5 gol.
Sementara itu, rentetan gol lainnya dicetak oleh Rabbani Tasnim Siddiq (4), Fitra Rafiadin (2), Muhamad Reza Alfariz (2), Jordan Iksan Maulana (2), Rafi Hamdani, Cois Artomoro Raya, Rafli Rafa Zahid.
Kini, skuat asuhan Iskandar menjadi pemuncak klasemen Grup 4 dengan perolehan tiga poin.
Kemudian disusul oleh Walddoffer SV dan Linkoping Kenty DFF di posisi kedua dan ketiga.
Kedua tim yang disebut terakhir hanya bermain imbang tanpa gol di langgar pertama Gothia Cup 2018.
Di partai kedua, tim LKG SKF akan menghadapi Walddoffer SV pada 17 Juli 2018.
Nantinya, hanya ada dua tim yang akan lolos dari 48 Grup untuk ke fase berikutnya.
sumber : bolasport.com
Selasa, 11 November 2025
Kalahkan Persipura, Persib Sukses Jaga Dua Rekor Berharga
Kalahkan Persipura, Persib Sukses Jaga Dua Rekor Berharga
13 Mei 2018
Persib Bandung sukses mengalahkan Persipura Jayapura pada pekan kedelapan Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (12/5/2018).
Ya, Persib Bandung sukses menggilas tamunya, Persipura Jayapura dengan dua gol tanpa balas.
Dua gol tim yang bernama Maung Bandung tersebut dicetak dua pemain asingnya ialah Ezechiel Ndouassel dan Jonathan Bauman.
Berkat kemenangan ini, Persib sukses mempertahankan rekor belum pernah kalah dari tim Mutiara Hitam di ajang Liga 1.
Boaz dkk bahkan belum mampu mencetak satu gol pun dari tiga tabrak melawan Persib di gelaran Liga 1.
Pada musim 2017, tepatnya putaran pertama, Persipura harus menerima kekalahan dengan skor tipis 0-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 7 Mei 2017.
Kemudian pada putaran kedua, skuat Mutiara Hitam kembali kewalahan dalam mencetak gol ke gawang Atep Cs.
Hasil imbang 0-0 pada 28 Aguatus 2017 menjadi bukti keperkasaan lini pertahanan Persib terhadap Persipura.
Rekor clean sheet Persib atas Persipura pun masih terjaga hingga saat ini.
Rekor ini harus dipertahankan anak didik Mario Gomez ketika berlaga di sangkar Persipura.
Skuat Maung Bandung akan bermain di hadapan pendukung Persipura di Stadion Mandala, Jayapura pada 6 Oktober 2018.
sumber : bola sport.com
13 Mei 2018
Persib Bandung sukses mengalahkan Persipura Jayapura pada pekan kedelapan Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (12/5/2018).
Ya, Persib Bandung sukses menggilas tamunya, Persipura Jayapura dengan dua gol tanpa balas.
Dua gol tim yang bernama Maung Bandung tersebut dicetak dua pemain asingnya ialah Ezechiel Ndouassel dan Jonathan Bauman.
Berkat kemenangan ini, Persib sukses mempertahankan rekor belum pernah kalah dari tim Mutiara Hitam di ajang Liga 1.
Boaz dkk bahkan belum mampu mencetak satu gol pun dari tiga tabrak melawan Persib di gelaran Liga 1.
Pada musim 2017, tepatnya putaran pertama, Persipura harus menerima kekalahan dengan skor tipis 0-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 7 Mei 2017.
Kemudian pada putaran kedua, skuat Mutiara Hitam kembali kewalahan dalam mencetak gol ke gawang Atep Cs.
Hasil imbang 0-0 pada 28 Aguatus 2017 menjadi bukti keperkasaan lini pertahanan Persib terhadap Persipura.
Rekor clean sheet Persib atas Persipura pun masih terjaga hingga saat ini.
Rekor ini harus dipertahankan anak didik Mario Gomez ketika berlaga di sangkar Persipura.
Skuat Maung Bandung akan bermain di hadapan pendukung Persipura di Stadion Mandala, Jayapura pada 6 Oktober 2018.
sumber : bola sport.com
Langganan:
Postingan (Atom)




















