Minggu, 21 Desember 2025
Jersey Klub Indonesia Rasa Motogp, Tengok Elegannya Klub Malaysia
Jersey Klub Indonesia Rasa MotoGP, Tengok Elegannya Klub Malaysia
Demi menjaga finansial merupakan salah satu alasan manajemen mengijinkan jersey klub ditempeli banyak iklan layaknya koran. Selama pergelaran Liga 1, hanya beberapa klub yang mempunyai jersey elegan dengan satu iklan di dada. Di antaranya Bhayangkara FC dan PSM Makassar. Selebihnya memasang iklan keroyokan. Bali United, Persib Bandung, dan Arema FC merupakan klub dengan jersey paling ramai layaknya seragam MotoGP.
Menghadapi kenyataan tersebut kita semestinya merasa malu dengan Malaysia. Klub-klub yang bermain di Liga Super Malaysia memakai jersey elegan layaknya klub-klub elit di liga-liga top Eropa. Akun twitter @mysoccerleague memposting klub Malaysia yang sudah merilis jersey untuk Liga Super Malaysia animo 2019.
Sudah ada 9 dari 12 klub yang memperkenalkan seragam tempur kebanggaan mereka. Tinggal FELDA, Kuala Lumpur dan PKNP FC yang belum launching. Netizen Malaysia mengomentari postingan tersebut dengan menyebut jersey paling elok. Beberapa di antaranya adalah.
Melaka United
Skuad Hang Tuah memilih warna putih sebagai jersi utama. Sedangkan warna hijau digunakan sebagai jersi di tempat lawan, dan jersi kuning sebagai jersi ketiga. Warna putih dipilih sebagai lambang kesucian dan kebenaran dengan moto kerajaan negeri yaitu ‘Pintar, Hijau, Bersih’.
“Warna putih menggambarkan semangat dan impian baharu kita untuk bangunkan bola sepak negeri Melaka. Tidak rugi dalam bola sepak walaupun kita berbelanja besar kerana apa yang kita belanjakan ini ialah untuk perpaduan dan itu yang lebih penting,” kata Presiden Persatuan Bolasepak Melaka United (MUSA), Adly Zahari seperti dikutip utusan.com.my (26/1/2019).
2. Perak FA
Perak FA memperkenalkan jersey kuning dan hitam dalam program peluncuran di Dataran Majlis Bandaraya Ipoh (MBI) (26/1/2019). Kedua jersey tersebut digunakan untuk pertandingan kandang dan tandang. The Bos Gaurus merupakan juara Piala Malaysia 2018.
Presiden Persatuan Bola Sepak Perak (Pafa), Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu, menginginkan Perak FA tidak hanya bisa bersaing di Liga Super Malaysia, namun mampu tampil di kompetisi Asia.
3. Terengganu FC
Jersey Terengganu FC menjadi favorit warganet Malaysia. Jersey tersebut elegan dengan warna dasar putih untuk sangkar, dan hitam sebagai jersey kedua. Pada program launching jersey TFC dihadiri oleh puluhan pendukung.
Mereka pun mengajak penontonnya untuk melakukan Viking Clap. Terlihat dalam postingan di akun @FCTerengganu.
Kredit kepada @LEE__TUCK berjaya membuatkan satu stadium sama-sama Viking Clap semalam. Terbaik @DrAhmadSamsuri pun turut sama sporting join! Apa yang boleh dikatakan 2019 keluarga TFC semakin berkembang!
Melihat fakta tersebut, timbul pertanyaan, kapan klub Indonesia mampu melakukan hal yang sama? Membuang jersey balap yang kurang sedap dipandang. Menggantinya dengan jersey elegan yang lebih memiliki nilai jual. Mari kita bermimpi, kawan!
Sumber: ucnews
Selasa, 02 Desember 2025
Resmi! Rcti Kembali Siarkan Langgar Timnas U-22 Di Kualifikasi Piala Asia U-23. Ini Jadwalnya
Resmi! RCTI Kembali Siarkan Laga Timnas U-22 Di Kualifikasi Piala Asia U-23. Ini Jadwalnya
Salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia, RCTI dipastikan akan kembali menyiarkan langgar Timnas U-22 dalam gelaran kualifikasi Piala Asia U-23. Hal ini tak lepas dari masih berlakunya acara kolaborasi antara induk sepakbola Indonesia (PSSI) dengan pihak RCTI yang masih akan memegang hak siar pertandingan hingga tahun depan.
Dilansir dari laman inews.com (05/03/2019), dalam sebuah acara yang berisi penyerahan hadiah motor kepada para pemain, pelatih dan official Timnas U-22 yang berhasil menjadi kampiun Piala AFF U-22, CEO RCTI, Kanti Mirdiati Imansyah menyatakan kebanggaannya mampu menyiarkan pertandingan yang dijalani oleh Timnas Indonesia. Tak hanya itu, Kanti juga mengisyaratkan RCTI akan terus menyiarkan langgar yang dijalani oleh Timnas Indonesia, terdekat di gelaran Kualifikasi Piala Asia U-23 yang akan dimulai pada 22 Maret mendatang.
Indonesia U-22 sendiri akan memulai kampanye mereka memburu satu daerah di putaran akhir Piala Asia U-23 pada tanggal 22 Maret 2019 mendatang dengan melawan Thailand. Kemudian disusul melawan tuan rumah Vietnam pada tanggal 24 Maret 2019, dan diakhiri dengan tubruk melawan Brunei Darussalam pada tanggal 26 Maret 2019 (the-afc.com diakses 06/03/2019). Rencananya, semua langgar Indonesia di gelaran ini akan disiarkan secara langsung oleh RCTI.
sumber : ucnews.com
Jumat, 28 November 2025
Timnas U-19 Indonesia Disebut Sebagai Tim Terkuat Di Piala Aff U-19 2018
Fantastis !! Timnas U-19 Indonesia Disebut sebagai Tim Terkuat di Piala AFF U-19 2018
Timnas U-19 Indonesia semakin memantapkan diri di penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2018 sesudah memetik kemenangan kedua.
Tiga poin diraih dikala skuat Garuda Nusantara berhasil menaklukkan Timnas U-19 Singapura dengan skor telak 4-0 pada tubruk yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (3/7/2018)
Penyerang Timnas U-19 Indonesia, Muhammad Rafli Mursalim, menyumbang dua gol (22' dan 61').
Sedangkan dua gol lain dibukukan oleh Saddil Ramdani pada menit ke-70 dan Todd Rivaldo sepuluh menit jelang bubaran.
Dengan kemenangan ini, skuat asuhan Indra Sjafri merebut posisi puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin hasil dari dua tabrak.
Sementara Timnas U-19 Singapura harus puas berada di dasar klasemen sementara tanpa bisa meraih poin dari sepasang adu.
Sementara itu, tim yang berstatus sebagai juara bertahan Piala AFF U-19, Timnas U-19 Thailand juga sukses menumbangkan Laos dengan skor telak 3-0.
Tiga gol tim Gajah Putih itu masing-masing dicetak oleh Suphanat Mueanta (16’), Matee Sarakum (34’) melalui titik penalti, dan Korawich Tasa (87’).
Sang pelatih, Ithsara Sritharo, mengaku bersyukur dengan hasil yang diraih anak asuhnya.
Kendati bisa menang dengan cukup nyaman, Sritharo tetap berharap anak asuhnya mampu lebih baik lagi. Menurutnya, perjalanan Timnas U-19 Thailand akan lebih berat, termasuk bakal menghadapi Timnas U-19 Indonesia yang disebutnya sebagai tim terkuat di Grup A.
“Namun, kami tidak ingin memikirkan hal tersebut. Kami akan fokus pada tim kami sendiri dan terus berusaha memenangi setiap pertandingan di turnamen ini," ujar Ithsara Sritharo.
"Apa pun akhirnya tetap kami syukuri. Saya ingin belum dewasa fokus menjalani pertandingan demi pertandingan, sebelum berhadapan dengan Indonesia," ucap dia.
Untuk sementara, Thailand harus rela berada di bawah Vietnam di papan klasemen.
Vietnam unggul atas Thailand karena mempunyai keunggulan jumlah produktivitas gol, meski sama-sama mengoleksi empat poin.
"Saya menyadari setiap pertandingan itu sulit, jadi kami fokus saja pada berkelahi berikutnya, fokus per pertandingan saja," kata dia.
sumber : bolasport.com
Timnas U-19 Indonesia semakin memantapkan diri di penyisihan Grup A Piala AFF U-19 2018 sesudah memetik kemenangan kedua.
Tiga poin diraih dikala skuat Garuda Nusantara berhasil menaklukkan Timnas U-19 Singapura dengan skor telak 4-0 pada tubruk yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (3/7/2018)
Penyerang Timnas U-19 Indonesia, Muhammad Rafli Mursalim, menyumbang dua gol (22' dan 61').
Sedangkan dua gol lain dibukukan oleh Saddil Ramdani pada menit ke-70 dan Todd Rivaldo sepuluh menit jelang bubaran.
Dengan kemenangan ini, skuat asuhan Indra Sjafri merebut posisi puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi enam poin hasil dari dua tabrak.
Sementara Timnas U-19 Singapura harus puas berada di dasar klasemen sementara tanpa bisa meraih poin dari sepasang adu.
Sementara itu, tim yang berstatus sebagai juara bertahan Piala AFF U-19, Timnas U-19 Thailand juga sukses menumbangkan Laos dengan skor telak 3-0.
Tiga gol tim Gajah Putih itu masing-masing dicetak oleh Suphanat Mueanta (16’), Matee Sarakum (34’) melalui titik penalti, dan Korawich Tasa (87’).
Sang pelatih, Ithsara Sritharo, mengaku bersyukur dengan hasil yang diraih anak asuhnya.
Kendati bisa menang dengan cukup nyaman, Sritharo tetap berharap anak asuhnya mampu lebih baik lagi. Menurutnya, perjalanan Timnas U-19 Thailand akan lebih berat, termasuk bakal menghadapi Timnas U-19 Indonesia yang disebutnya sebagai tim terkuat di Grup A.
“Namun, kami tidak ingin memikirkan hal tersebut. Kami akan fokus pada tim kami sendiri dan terus berusaha memenangi setiap pertandingan di turnamen ini," ujar Ithsara Sritharo.
"Apa pun akhirnya tetap kami syukuri. Saya ingin belum dewasa fokus menjalani pertandingan demi pertandingan, sebelum berhadapan dengan Indonesia," ucap dia.
Untuk sementara, Thailand harus rela berada di bawah Vietnam di papan klasemen.
Vietnam unggul atas Thailand karena mempunyai keunggulan jumlah produktivitas gol, meski sama-sama mengoleksi empat poin.
"Saya menyadari setiap pertandingan itu sulit, jadi kami fokus saja pada berkelahi berikutnya, fokus per pertandingan saja," kata dia.
sumber : bolasport.com
Kamis, 20 November 2025
Disanksi Dua Tabrak Dan Denda 10 Juta, Winger Persebaya Kecewa
Disanksi Dua Laga dan Denda 10 Juta, Winger Persebaya Kecewa
13 Mei 2018
Winger Persebaya Surabaya, Oktafianus Fernando mendapat sanksi larangan bermain sebanyak dua pertandingan balasan perseteruan dengan pemain Arema FC, Hendro Siswanto. Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 10 juta.
Dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Komisi Disiplin PSSI, Ovan -sapaan akrabnya- dianggap mengangkat kaki terlalu tinggi sehingga mengenai pemain lawan. Kejadian tersebut juga berbuntut kartu merah terhadap Ovan era itu.
Menanggapi hukuman tersebut, Ovan mengaku kecewa, alasannya adalah hukuman yang diberikan dianggap terlalu berat. Apalagi Hendro Siswanto menerima hukuman yang tak jauh berbeda, padahal dia menganggap kesalahan Hendro lebih berat.
"Pastinya kecewa mas karena saya merasa larangan bermainnya terlalu banyak dan melihat peristiwa kemarin saya ada reaksi karena ada aksi dari Hendro," ungkap Ovan kepada Bola.net.
"Saya juga melihat sanksi untuk Hendro sama dengan saya, makanya aku kecewa padahal ia ada aksesori gerakan menginjak," keluh Ovan.
Jebolan klub internal Persebaya ini menambahkan, kemarahan dirinya kepada Hendro memang tidak bisa dibendung alasannya adalah pemain asal Tuban itu sudah melakukan tindakan yang sangat bergairah. Namun memang tidak semua orang mengetahuinya.
"Siapa sih yang gak marah sudah dijatuhkan, kepala dipukul dan ia mencoba untuk menginjak punggung aku, tapi untung gak kena, niscaya semua orang akan bereaksi," jelasnya.
Meski demikian, pemiliki nomor punggung 8 tersebut, berusaha legowo dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI sebagai pelajaran ke depannya. Dan beliau meminta maaf alasannya adalah tindakannya sudah merugikan tim.
"Saya minta maaf alasannya di tiga kali pertandingan ini gak mampu menunjukkan donasi untuk tim," pungkasnya.
sumber : bola.net
13 Mei 2018
Winger Persebaya Surabaya, Oktafianus Fernando mendapat sanksi larangan bermain sebanyak dua pertandingan balasan perseteruan dengan pemain Arema FC, Hendro Siswanto. Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 10 juta.
Dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Komisi Disiplin PSSI, Ovan -sapaan akrabnya- dianggap mengangkat kaki terlalu tinggi sehingga mengenai pemain lawan. Kejadian tersebut juga berbuntut kartu merah terhadap Ovan era itu.
Menanggapi hukuman tersebut, Ovan mengaku kecewa, alasannya adalah hukuman yang diberikan dianggap terlalu berat. Apalagi Hendro Siswanto menerima hukuman yang tak jauh berbeda, padahal dia menganggap kesalahan Hendro lebih berat.
"Pastinya kecewa mas karena saya merasa larangan bermainnya terlalu banyak dan melihat peristiwa kemarin saya ada reaksi karena ada aksi dari Hendro," ungkap Ovan kepada Bola.net.
"Saya juga melihat sanksi untuk Hendro sama dengan saya, makanya aku kecewa padahal ia ada aksesori gerakan menginjak," keluh Ovan.
Jebolan klub internal Persebaya ini menambahkan, kemarahan dirinya kepada Hendro memang tidak bisa dibendung alasannya adalah pemain asal Tuban itu sudah melakukan tindakan yang sangat bergairah. Namun memang tidak semua orang mengetahuinya.
"Siapa sih yang gak marah sudah dijatuhkan, kepala dipukul dan ia mencoba untuk menginjak punggung aku, tapi untung gak kena, niscaya semua orang akan bereaksi," jelasnya.
Meski demikian, pemiliki nomor punggung 8 tersebut, berusaha legowo dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Komdis PSSI sebagai pelajaran ke depannya. Dan beliau meminta maaf alasannya adalah tindakannya sudah merugikan tim.
"Saya minta maaf alasannya di tiga kali pertandingan ini gak mampu menunjukkan donasi untuk tim," pungkasnya.
sumber : bola.net
Minggu, 16 November 2025
Kejutan !! Piala Aff U-16 2018 Timnas Siap Gemparkan Sidoarjo Tayang Di Indosiar
Kejutan !! Piala AFF U-16 2018 Timnas siap gemparkan sidoarjo tayang di indosiar
Jakarta - Usai gelaran Piala AFF U-19, Indonesia kembali menggelar ajang bergengsi di kawasan Asian Tenggara. Gresik dan Sidoarjo akan menjadi saksi Timnas Indonesia U-16 berlaga di Piala AFF U-16 pada 29 Juli sampai 11 Agustus mendatang.
Pada Piala AFF U-16, Timnas Indonesia U-16 tergabung di Grup A. Garuda Asia, julukan tim asuhan Fakhri Husaini itu akan menghadapi Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina.
Garuda Asia akan menghadapi Filipina di tubruk perdana Grup A. Pertandingan ini bakal berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo, 29 Juli 2018.
Sejak Piala AFF U-16 digelar pada 2002, Indonesia belum pernah menjadi juara. Alasan ini menciptakan mental Timnas Indonesia U-16 sangat kuat untuk meraih kemenangan.
Aksi-agresi Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 bakal disiarkan secara live dan pribadi di Indosiar.
Jadwal Indonesia di Piala AFF U-16
29 Juli 2018
19.00 WIB: Indonesia Vs Filipina
31 Juli 2018
19.00 WIB: Myanmar Vs Indonesia
2 Agustus 2018
19.00 WIB: Vietnam Vs Indonesia
4 Agustus 2018
19.00 WIB: Indonesia Vs Timor Leste
6 Agustus 2018
19.00 WIB: Kamboja Vs Indonesia.
LIVE di Indosiar
2 dari 3 halaman
27 Pemain Timnas Indonesia U-16 untuk TC Sidoarjo
Kiper
1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng
2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313
3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000
4. Sabda Yoga Buana Putra – Diklat Ragunan
5. Jhuan Rico Geraeldo – Bina Taruna
Belakang
6. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya
7. Muhammad Salman – Diklat Ragunan
8. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat
9. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School
10. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot
11. Surya Nata – SSB Cibinong Raya
12. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah
13. Giovani Renaldi – Chelsea Soccer School
Tengah
14. David Maulana – PPLP Medan
15. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan
16. Muhammad Talaohu – ASAD 313
17. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313
18. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School
19. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta
20. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI
Depan
21. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan
22. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313
23. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga
24. Yadi Mulyadi – ASAD 313
25. Amanar Abdilah – PS Tira U17
26. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School
27. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School
sumber : liputan6
Jakarta - Usai gelaran Piala AFF U-19, Indonesia kembali menggelar ajang bergengsi di kawasan Asian Tenggara. Gresik dan Sidoarjo akan menjadi saksi Timnas Indonesia U-16 berlaga di Piala AFF U-16 pada 29 Juli sampai 11 Agustus mendatang.
Pada Piala AFF U-16, Timnas Indonesia U-16 tergabung di Grup A. Garuda Asia, julukan tim asuhan Fakhri Husaini itu akan menghadapi Vietnam, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, dan Filipina.
Garuda Asia akan menghadapi Filipina di tubruk perdana Grup A. Pertandingan ini bakal berlangsung di Gelora Delta Sidoarjo, 29 Juli 2018.
Sejak Piala AFF U-16 digelar pada 2002, Indonesia belum pernah menjadi juara. Alasan ini menciptakan mental Timnas Indonesia U-16 sangat kuat untuk meraih kemenangan.
Aksi-agresi Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 bakal disiarkan secara live dan pribadi di Indosiar.
Jadwal Indonesia di Piala AFF U-16
29 Juli 2018
19.00 WIB: Indonesia Vs Filipina
31 Juli 2018
19.00 WIB: Myanmar Vs Indonesia
2 Agustus 2018
19.00 WIB: Vietnam Vs Indonesia
4 Agustus 2018
19.00 WIB: Indonesia Vs Timor Leste
6 Agustus 2018
19.00 WIB: Kamboja Vs Indonesia.
LIVE di Indosiar
2 dari 3 halaman
27 Pemain Timnas Indonesia U-16 untuk TC Sidoarjo
Kiper
1. Ernando Ari Sutaryadi – PPLP Jateng
2. Ahludz Dzikri Fikri – ASAD 313
3. Muhammad Risky Sudirman – SSB Villa 2000
4. Sabda Yoga Buana Putra – Diklat Ragunan
5. Jhuan Rico Geraeldo – Bina Taruna
Belakang
6. Mochamad Yudha Febrian – SSB Cibinong Raya
7. Muhammad Salman – Diklat Ragunan
8. Fadillah Nur Rahman – PPLP Sumatera Barat
9. Amiruddin Bagas Kaffa – Chelsea Soccer School
10. Muhammad Reza Fauzan – FC Patriot
11. Surya Nata – SSB Cibinong Raya
12. Kartika Vedhayanto – PPLP Jawa Tengah
13. Giovani Renaldi – Chelsea Soccer School
Tengah
14. David Maulana – PPLP Medan
15. Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan
16. Muhammad Talaohu – ASAD 313
17. Hamsa Lestaluhu – ASAD 313
18. Andre Oktaviansyah – SSB Pelita Jaya Soccer School
19. Brylian Aldama – SSB Gelora Putra Delta
20. Rendy Juliansyah – SSB ASIOP APAC INTI
Depan
21. Mochammad Supriadi – Diklat Ragunan
22. Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313
23. Zidane Pramudya – SSB Candrabaga
24. Yadi Mulyadi – ASAD 313
25. Amanar Abdilah – PS Tira U17
26. Amiruddin Bagus Kahfi – Chelsea Soccer School
27. Sutan Diego Armando Ondriano Zico – Chelsea Soccer School
sumber : liputan6
Rabu, 12 November 2025
Mengejutkan !!! Indonesia Tundukkan Denmark 18 Gol Tanpa Balas Di Ajang Gothia Cup
Mengejutkan !!! Indonesia Tundukkan Denmark 18 Gol Tanpa Balas di Ajang Gothia Cup
Tim LKG SKF Indonesia sukses menang telak atas wakil Denmark, Skalborg SK, pada ajang Gothia Cup 2018 di Swedia, Senin (16/7/2018).
Di kompetisi ini, Indonesia yang diwakili oleh tim LKG SKF berada di Grup 4.
Adapun tiga lawan Uchida Sudirman dan kawan-kawan ialah Walddoffer SV (Jeman), Linkoping Kenty DFF (Swedia), dan Skalborg SK (Denmark).
Pada pertandingan pertama, LKG SKF bisa membantai Skalborg SK dengan 18 gol tanpa balas.
Muhammad Afif Fathoni menjadi pencetak gol terbanyak di berkelahi tersebut dengan 5 gol.
Sementara itu, rentetan gol lainnya dicetak oleh Rabbani Tasnim Siddiq (4), Fitra Rafiadin (2), Muhamad Reza Alfariz (2), Jordan Iksan Maulana (2), Rafi Hamdani, Cois Artomoro Raya, Rafli Rafa Zahid.
Kini, skuat asuhan Iskandar menjadi pemuncak klasemen Grup 4 dengan perolehan tiga poin.
Kemudian disusul oleh Walddoffer SV dan Linkoping Kenty DFF di posisi kedua dan ketiga.
Kedua tim yang disebut terakhir hanya bermain imbang tanpa gol di langgar pertama Gothia Cup 2018.
Di partai kedua, tim LKG SKF akan menghadapi Walddoffer SV pada 17 Juli 2018.
Nantinya, hanya ada dua tim yang akan lolos dari 48 Grup untuk ke fase berikutnya.
sumber : bolasport.com
Tim LKG SKF Indonesia sukses menang telak atas wakil Denmark, Skalborg SK, pada ajang Gothia Cup 2018 di Swedia, Senin (16/7/2018).
Di kompetisi ini, Indonesia yang diwakili oleh tim LKG SKF berada di Grup 4.
Adapun tiga lawan Uchida Sudirman dan kawan-kawan ialah Walddoffer SV (Jeman), Linkoping Kenty DFF (Swedia), dan Skalborg SK (Denmark).
Pada pertandingan pertama, LKG SKF bisa membantai Skalborg SK dengan 18 gol tanpa balas.
Muhammad Afif Fathoni menjadi pencetak gol terbanyak di berkelahi tersebut dengan 5 gol.
Sementara itu, rentetan gol lainnya dicetak oleh Rabbani Tasnim Siddiq (4), Fitra Rafiadin (2), Muhamad Reza Alfariz (2), Jordan Iksan Maulana (2), Rafi Hamdani, Cois Artomoro Raya, Rafli Rafa Zahid.
Kini, skuat asuhan Iskandar menjadi pemuncak klasemen Grup 4 dengan perolehan tiga poin.
Kemudian disusul oleh Walddoffer SV dan Linkoping Kenty DFF di posisi kedua dan ketiga.
Kedua tim yang disebut terakhir hanya bermain imbang tanpa gol di langgar pertama Gothia Cup 2018.
Di partai kedua, tim LKG SKF akan menghadapi Walddoffer SV pada 17 Juli 2018.
Nantinya, hanya ada dua tim yang akan lolos dari 48 Grup untuk ke fase berikutnya.
sumber : bolasport.com
Selasa, 11 November 2025
Kalahkan Persipura, Persib Sukses Jaga Dua Rekor Berharga
Kalahkan Persipura, Persib Sukses Jaga Dua Rekor Berharga
13 Mei 2018
Persib Bandung sukses mengalahkan Persipura Jayapura pada pekan kedelapan Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (12/5/2018).
Ya, Persib Bandung sukses menggilas tamunya, Persipura Jayapura dengan dua gol tanpa balas.
Dua gol tim yang bernama Maung Bandung tersebut dicetak dua pemain asingnya ialah Ezechiel Ndouassel dan Jonathan Bauman.
Berkat kemenangan ini, Persib sukses mempertahankan rekor belum pernah kalah dari tim Mutiara Hitam di ajang Liga 1.
Boaz dkk bahkan belum mampu mencetak satu gol pun dari tiga tabrak melawan Persib di gelaran Liga 1.
Pada musim 2017, tepatnya putaran pertama, Persipura harus menerima kekalahan dengan skor tipis 0-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 7 Mei 2017.
Kemudian pada putaran kedua, skuat Mutiara Hitam kembali kewalahan dalam mencetak gol ke gawang Atep Cs.
Hasil imbang 0-0 pada 28 Aguatus 2017 menjadi bukti keperkasaan lini pertahanan Persib terhadap Persipura.
Rekor clean sheet Persib atas Persipura pun masih terjaga hingga saat ini.
Rekor ini harus dipertahankan anak didik Mario Gomez ketika berlaga di sangkar Persipura.
Skuat Maung Bandung akan bermain di hadapan pendukung Persipura di Stadion Mandala, Jayapura pada 6 Oktober 2018.
sumber : bola sport.com
13 Mei 2018
Persib Bandung sukses mengalahkan Persipura Jayapura pada pekan kedelapan Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (12/5/2018).
Ya, Persib Bandung sukses menggilas tamunya, Persipura Jayapura dengan dua gol tanpa balas.
Dua gol tim yang bernama Maung Bandung tersebut dicetak dua pemain asingnya ialah Ezechiel Ndouassel dan Jonathan Bauman.
Berkat kemenangan ini, Persib sukses mempertahankan rekor belum pernah kalah dari tim Mutiara Hitam di ajang Liga 1.
Boaz dkk bahkan belum mampu mencetak satu gol pun dari tiga tabrak melawan Persib di gelaran Liga 1.
Pada musim 2017, tepatnya putaran pertama, Persipura harus menerima kekalahan dengan skor tipis 0-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 7 Mei 2017.
Kemudian pada putaran kedua, skuat Mutiara Hitam kembali kewalahan dalam mencetak gol ke gawang Atep Cs.
Hasil imbang 0-0 pada 28 Aguatus 2017 menjadi bukti keperkasaan lini pertahanan Persib terhadap Persipura.
Rekor clean sheet Persib atas Persipura pun masih terjaga hingga saat ini.
Rekor ini harus dipertahankan anak didik Mario Gomez ketika berlaga di sangkar Persipura.
Skuat Maung Bandung akan bermain di hadapan pendukung Persipura di Stadion Mandala, Jayapura pada 6 Oktober 2018.
sumber : bola sport.com
Sabtu, 08 November 2025
Diganjar Kartu Merah, Nurhidayat Tetap Dianggap Pahlawan !!
Diganjar Kartu Merah, Nurhidayat Tetap Dianggap Pahlawan !!
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri menilai Nurhidayat Haji Haris tetap pahlawan meski diganjar kartu merah pada tubruk melawan Uni Emirat Arab di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (24/10). Nurhidayat dianggap telah berjuang maksimal untuk Timnas U-19 meski harus menerima kartu merah.
Nurhidayat harus diusir keluar oleh wasit pada menit ke-50 sehabis mendapat dua kartu kuning. Bermain dengan 10 pemain, Timnas U-19 berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga akhir adu.
Indra Sjafri membela pemainnya meski harus menerima kartu merah pada berkelahi melawan UEA. Nurhidayat bahkan dianggap sebagai hero alasannya membela Timnas Indonesia.
halaman 2 dari 2
"Tidak ada satupun pemain saya yang salah. Mereka telah berjuang, apakah itu ada kesalahan yang terjadi nanti akan kita perbaiki. Evaluasi tetap akan kita lakukan," ujar Indra.
"Nurhidayat untuk aku pendekar. Kartu merah memperjuangkan Tim Nasional," kata Indra.
Kemenangan Timnas U-19 atas UEA membawa skuad berjuluk Garuda Nusantara melaju ke babak perempat final Piala Asia U-19 2018. Pada babak perempat selesai, Timnas U-19 akan menghadapi Jepang yang lolos sebagai juara Grup B.
sumber : bolalob
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri menilai Nurhidayat Haji Haris tetap pahlawan meski diganjar kartu merah pada tubruk melawan Uni Emirat Arab di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (24/10). Nurhidayat dianggap telah berjuang maksimal untuk Timnas U-19 meski harus menerima kartu merah.
Nurhidayat harus diusir keluar oleh wasit pada menit ke-50 sehabis mendapat dua kartu kuning. Bermain dengan 10 pemain, Timnas U-19 berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga akhir adu.
Indra Sjafri membela pemainnya meski harus menerima kartu merah pada berkelahi melawan UEA. Nurhidayat bahkan dianggap sebagai hero alasannya membela Timnas Indonesia.
halaman 2 dari 2
"Tidak ada satupun pemain saya yang salah. Mereka telah berjuang, apakah itu ada kesalahan yang terjadi nanti akan kita perbaiki. Evaluasi tetap akan kita lakukan," ujar Indra.
"Nurhidayat untuk aku pendekar. Kartu merah memperjuangkan Tim Nasional," kata Indra.
Kemenangan Timnas U-19 atas UEA membawa skuad berjuluk Garuda Nusantara melaju ke babak perempat final Piala Asia U-19 2018. Pada babak perempat selesai, Timnas U-19 akan menghadapi Jepang yang lolos sebagai juara Grup B.
sumber : bolalob
Senin, 27 Oktober 2025
Indra Sjafri Ungkap Persiapan Timnas U-19 Jelang Piala Aff
Indra Sjafri Ungkap Persiapan Timnas U-19 Jelang Piala AFF
13 Mei 2018
Indra Sjafri tak mau membuang waktu dalam menyiapkan skuatnya jelang mengikuti ajang Piala AFF U-18 2019. Pelatih Timnas U-19 mengungkap langkah-langkah yang bakal diambil untuk menyiapkan timnya jelang ajang tersebut.
Menurut Indra, beliau telah berdiskusi dengan pihak federasi dalam hal ini yaitu PSSI. Dalam pertemuan tersebut, menurut instruktur berusia 55 tahun, telah terjalin janji tentang acara-program yang akan dilakukan.
"Dalam waktu akrab, aku akan mulai pemusatan latihan (TC). Insya Allah, pada 19 Mei, saya akan mulai TC di Jakarta," ujar Indra Sjafri, pada Bola.net.
Indra menyebut ada perbedaan konsep TC kali ini dengan yang biasa dihelat sebelumnya. Menurut pelatih yang pernah membawa Timnas U-19 juara Piala AFF 2013 tersebut, mereka tak akan menghelat TC jangka panjang.
"Saat ini kan sebagian besar pemain-pemain Timnas U-19 sudah bergabung dengan klub. Akan ada TC yang mengakomodir kepentingan klub dan tim nasional," tuturnya.
Timnas U-19 sendiri sudah diadang ujian pertama mereka. Skuat Garuda Jaya akan mengikuti Piala AFF U-18 pada 02-14 Juli mendatang. Dari hasil undian yang telah dilakukan, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Thailand, Vietnam, Singapura, Laos, dan Filipina.
Bukan hanya TC yang bakal menjadi bentuk persiapan Timnas U-19 jelang bertarung pada ajang ini. Mereka juga merencanakan akan menggelar sejumlah uji coba. Namun, Indra memastikan, uji coba tersebut tak akan sebanyak yang mereka lakukan pada 2013 kemudian.
"Persiapan kami cuma sebentar. Paling nanti cuma ada dua uji coba internasional dan beberapa uji coba lokal," tutup Indra. (den/asa)
sumber : bola.net
13 Mei 2018
Indra Sjafri tak mau membuang waktu dalam menyiapkan skuatnya jelang mengikuti ajang Piala AFF U-18 2019. Pelatih Timnas U-19 mengungkap langkah-langkah yang bakal diambil untuk menyiapkan timnya jelang ajang tersebut.
Menurut Indra, beliau telah berdiskusi dengan pihak federasi dalam hal ini yaitu PSSI. Dalam pertemuan tersebut, menurut instruktur berusia 55 tahun, telah terjalin janji tentang acara-program yang akan dilakukan.
"Dalam waktu akrab, aku akan mulai pemusatan latihan (TC). Insya Allah, pada 19 Mei, saya akan mulai TC di Jakarta," ujar Indra Sjafri, pada Bola.net.
Indra menyebut ada perbedaan konsep TC kali ini dengan yang biasa dihelat sebelumnya. Menurut pelatih yang pernah membawa Timnas U-19 juara Piala AFF 2013 tersebut, mereka tak akan menghelat TC jangka panjang.
"Saat ini kan sebagian besar pemain-pemain Timnas U-19 sudah bergabung dengan klub. Akan ada TC yang mengakomodir kepentingan klub dan tim nasional," tuturnya.
Timnas U-19 sendiri sudah diadang ujian pertama mereka. Skuat Garuda Jaya akan mengikuti Piala AFF U-18 pada 02-14 Juli mendatang. Dari hasil undian yang telah dilakukan, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Thailand, Vietnam, Singapura, Laos, dan Filipina.
Bukan hanya TC yang bakal menjadi bentuk persiapan Timnas U-19 jelang bertarung pada ajang ini. Mereka juga merencanakan akan menggelar sejumlah uji coba. Namun, Indra memastikan, uji coba tersebut tak akan sebanyak yang mereka lakukan pada 2013 kemudian.
"Persiapan kami cuma sebentar. Paling nanti cuma ada dua uji coba internasional dan beberapa uji coba lokal," tutup Indra. (den/asa)
sumber : bola.net
Peter Schmeichel: Ex-Man Utd Keeper Considering Applying For Director Role
Peter Schmeichel: Ex-Man Utd keeper considering applying for director role
Manchester United great Peter Schmeichel says the club should appoint a director of football and believes he would make a good candidate.
United sacked Jose Mourinho as manager on Tuesday and have named ex-player Ole Gunnar Solskjaer as caretaker boss, with the side thrashing Cardiff 5-1 in his first game in charge on Saturday.
They do not have a director of football but are expected to recruit one.
"I'm actually thinking about putting my name in there," Schmeichel said.
Former Tottenham and Southampton head of recruitment Paul Mitchell, who is at German top-flight side RB Leipzig, has been linked with the position.
Speaking to BBC Radio 5 live's Sportsweek, former Denmark goalkeeper Schmeichel added: "It's a tough thing to find out about yourself. Everyone looks at you, the scrutiny, and I'm not afraid of that. It's also a really big change in what I've done.
"I really want to get involved in football again at some point. I know I'm getting older, but my life has just turned out a different way after I retired from football."
The 55-year-old, who was capped 129 times by Denmark, spent eight years at Manchester United as a player, winning five Premier League titles, three FA Cups and the Champions League under manager Sir Alex Ferguson.
On the Red Devils recruiting a director of football, Schmeichel - who also played in England for Aston Villa and Manchester City - said: "I think it is a good idea.
"What's really important is to get the Manchester United culture back and the identity back.
"I would like to see someone who has played there and can bring some of that Sir Alex mentality back to the whole of the football club.
"I'm considering: 'Do I have the qualities?' And if I come up with an answer to that question, then I will put my name in the hat.
"I'll have a good think about this over Christmas and New Year and make a decision."
'Molde didn't see United coming'
Mourinho was sacked after two and a half years in charge with United sixth in the Premier League, 19 points behind leaders Liverpool, who had beaten them 3-1 two days before his dismissal.
After Saturday's victory at Cardiff, they are eight points behind fourth-placed Chelsea after the Blues lost 1-0 at home to Leicester.
Solskjaer, who signed a new deal as manager of Norwegian club Molde earlier this month, was appointed interim boss until the end of the season on Wednesday.
Molde managing director Oystein Neerland said they were called by United executive vice-chairman Ed Woodward on Tuesday and both he and Solskjaer "didn't see it coming."
"I think it is double sided," Neerland told Sportsweek on Sunday.
"On one hand, Molde lose their manager for the next months who had just agreed a new three-year contract. On the other hand, Molde will not get in the way of such an opportunity.
"When the biggest club in the world call and ask to borrow your manager from a club the size of Molde, you have to say yes.
"Solskjaer has been dreaming about this. It is no longer a dream."
Solskjaer has said he would love to remain manager but has not discussed taking the job on a permanent basis. He has also vowed to "get the players enjoying football" again.
Asked if the 45-year-old could stay on at Old Trafford, Neerland said: "The deal is until the end of the [Premier League] season. We think he will come back in May and are preparing for his return."
Solskjaer relationship with Pogba 'important'
Schmeichel played alongside Solskjaer for three years, winning the Treble - Premier League, Champions League and FA Cup - in 1999.
"Ole will not take any rubbish from anyone. He knows exactly what the club is supposed to be," said the Dane.
"He has not only played with Sir Alex Ferguson as a manager, but he was a coach under Sir Alex Ferguson - so he knows it as well anybody else.
"I think that is something he can inject in the next coming months."
Schmeichel thinks Solskjaer will bring the best out of record signing Paul Pogba, who was reported to have had a problematic relationship with Mourinho.
Pogba was a youth player when Solskjaer was the reserve team coach at Old Trafford.
"To appoint a manager who has worked with him before and made him play football before, I think that's a very important point," added Schmeichel.
"I want to see Pogba being a Manchester United player and being as good as everything else he does in life. He's absolutely brilliant on social media and he's projecting himself to be this incredibly modern player.
"We have seen that when he was at Juventus, we have seen that with France, but we haven't seen that with Manchester United.
"This is like Pogba has won the war and that cannot happen for Manchester United. I think it is really important that the club now deals with the situation. Pogba, or any other player, should not be bigger than the club.
"Ole has to now make someone like Pogba play to the potential that he already knows he has got."
Source
Jumat, 24 Oktober 2025
Inilah Bukti Bahwa Tim Big Six Sangat Diistimewakan Di Liga Inggris
Inilah Bukti bahwa Tim Big Six Sangat Diistimewakan di Liga Inggris
13 Mei 2018
Tim big six Liga Inggris mendapat perlakuan khusus terkait duduk perkara hak siar televisi pada animo ini.
Tim big six Liga Inggris yakni Manchester City, Manchester United, Tottenham Hotspur, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal, mendapat aneka macam keistimewaan animo ini.
Dilansir BolaSport.com dari Telegraph, salah satu keistimewaan itu ada pada acara pertandingan yang telah diatur sedemikian rupa.
Berdasarkan kesepakatan dengan pemegang hak siar televisi, tim big six Liga Inggris dihentikan bertemu dalam tiga kesempatan ini.
Yang pertama, tim-tim besar tersebut tak boleh bertemu pada pekan perdana Liga Inggris.
Kedua, mereka juga tak boleh saling berhadapan pada pekan terakhir.
Adapun yang ketiga, tim-tim itu tak boleh bersua pada pekan-pekan semifinal Piala FA.
Alasan di balik peraturan tersebut yaitu terkait hak siar Liga Inggris di televisi.
Liga Inggris tak ingin penonton berkurang pada abad krusial sebab masyarakat lebih tertarik menonton partai besar di televisi.
Keenam tim elite Inggris itu merasakan hal tersebut mulai demam isu ini sampai 2022.
Sementara penentuan tim big six akan didasarkan pada rata-rata posisi finis mereka selama tiga demam isu terakhir.
sumber : bola.net
13 Mei 2018
Tim big six Liga Inggris mendapat perlakuan khusus terkait duduk perkara hak siar televisi pada animo ini.
Tim big six Liga Inggris yakni Manchester City, Manchester United, Tottenham Hotspur, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal, mendapat aneka macam keistimewaan animo ini.
Dilansir BolaSport.com dari Telegraph, salah satu keistimewaan itu ada pada acara pertandingan yang telah diatur sedemikian rupa.
Berdasarkan kesepakatan dengan pemegang hak siar televisi, tim big six Liga Inggris dihentikan bertemu dalam tiga kesempatan ini.
Yang pertama, tim-tim besar tersebut tak boleh bertemu pada pekan perdana Liga Inggris.
Kedua, mereka juga tak boleh saling berhadapan pada pekan terakhir.
Adapun yang ketiga, tim-tim itu tak boleh bersua pada pekan-pekan semifinal Piala FA.
Alasan di balik peraturan tersebut yaitu terkait hak siar Liga Inggris di televisi.
Liga Inggris tak ingin penonton berkurang pada abad krusial sebab masyarakat lebih tertarik menonton partai besar di televisi.
Keenam tim elite Inggris itu merasakan hal tersebut mulai demam isu ini sampai 2022.
Sementara penentuan tim big six akan didasarkan pada rata-rata posisi finis mereka selama tiga demam isu terakhir.
sumber : bola.net
Minggu, 12 Oktober 2025
Manchester City Resmi Mendaratkan Joao Cancelo Dari Juventus
London - Manchester City secara resmi menuntaskan proses transfer bek kanan Juventus, Joao Cancelo. Transfer Mahar dari pemain Portugal menembus 60 juta pound.
Perjanjian tersebut berjalan seiring dengan kepindahan ke bek Manchester City, Danilo, dengan banderol 34,1 juta pound.
Image By www.blackwhitereadallover.com
Cancelo telah menandatangani kontrak sampai isu terkini panas 2025. Ia menjadi pemain ketiga yang mendarat oleh City di isu terkini panas, setelah Angelino dan Rodri.
"City yakni klub yang fantastis, dengan manajer yang brilian dan aku bahagia berada di sini," kata Cancelo."Segala sesuatu ihwal mereka menciptakan saya sangat terkesan, dari kemudahan hingga ke gaya permainan mereka.
"Saya selalu mencari untuk membuatkan permainan aku dan memenangkan trofi dan saya percaya saya bisa melakukannya di sini, jadi kini saya benar-benar menantikan trend gres dan menguji diri di Liga Premier."
Cancelo, yang dikenal sebagai bek sayap yang sngat bergairah ketika menyerang dan juga bisa bermain di sektor kiri, bergabung dengan Juventus dari Valencia dengan bayaran 35 juta pound pada tahun 2018 setelah satu trend dipinjamkan ke Inter Milan.
Dia ialah bagian dari skuad tim nasional Portugal yang memenangkan Liga Bangsa-Bangsa UEFA pada bulan Juni, meskipun ia tidak bermain. Pemain berusia 25 tahun itu diyakini Pep Guardiola mampu memperkaya opsi di kedua sisi pertahanan Manchester City.
Pimpinan tertinggi Club Sepak Bola Manchester City Txiki Begiristain mengonfirmasi "Joao adalah seorang pemain yang anggun dan bek sayap yang luar biasa yang akan memberi kami ancaman aktual di sisi kanan.
"Kami sangat terkesan dengan kemajuannya dan tidak ragu ia dapat terus bersinar di sini di Manchester."Dia cocok dengan profil pemain yang kita inginkan di Manchester City. Tahun-tahun terbaiknya ada di depannya, dia secara teknis kompeten dan memiliki atribut fisik yang kita inginkan."
Manchester City mengontrak Danilo dari Real Madrid dengan nilai 26,5 juta pound pada 2017. Pemain Brasil, yang telah menyetujui kontrak lima tahun di Juve, telah terlibat dalam kemenangan gelar Liga Premier berturut-turut di bawah manajer Pep Guardiola tetapi jarang menjadi pilihan pertama di klub .
Sumber: BBC
Minggu, 05 Oktober 2025
Indosiar Tayangkan Duel Timnas Indonesia U-22 Vs Arema Fc
Indosiar Tayangkan Duel Timnas Indonesia U-22 vs Arema FC
Jakarta - Timnas Indonesia U-22 menjalani laga uji coba lokal melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (10/2/2019) pukul 15.30 WIB. Laga seru ini bakal disiarkan live dan pribadi di Indosiar.
Laga melawan Arema FC merupakan pertandingan uji coba kedua Timnas Indonesia U-22 di bawah asuhan Indra Sjafri. Sebelum menghadapi Singo Edan, Garuda Muda akan menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, 6 Februari 2019.
"Kami akan menghadapi Bhayangkara FC dan Arema FC, mereka merupakan tim kuat dan pas menjadi lawan Timnas U-22. Persebaya batal alasannya adalah mereka harus bermain di Piala Indonesia," kata instruktur Timnas U-22, Indra Sjafri.
Uji coba melawan Bhayangkara dan Arema FC merupakan persiapan Timnas Indonesia U-22 sebelum tampil di Piala AFF U-22 2019 pada 17 sampai 26 Februari mendatang. Di ajang ini, Garuda Muda berada di Grup B bersama Myanmar, Malaysia, dan Kamboja.
Saat melawan Arema FC, Hanif Sjahbandi menjalani adu emosional. Sebab, dia akan turun bersama Timnas Indonesia U-22 yang akan menghadapi klubnya. Namun, Hanif mencoba profesional, beliau mengedepankan Garuda Muda.
"Saya banyak mengenal pemain mereka. Apalagi saya juga menjadi bagian dari Arema, pasti tahu mirip apa sifat individu setiap pemain juga," kata pilar Timnas Indonesia U-22 di Asian Games itu.
Sumber: Liputan6.com
Jumat, 03 Oktober 2025
7 Suporter Ini Paling Disegani Di Indonesia, Nomor Bontot! Gak Ada Yang Berani Ngelawan
7 Suporter Ini Paling Disegani di Indonesia, Nomor Bontot! Gak Ada Yang Berani Ngelawan
13 Mei 2018
Dalam pertandingan sepak bola niscaya akan selalu ramai yang menonton. Karena, permainan bola sepak ini sudah sangat membumi, baik muda, tua, Pria atau pun para wanita juga sudah sangat Familiar dengan Olah raga satu ini.
Namun, diantara sekian banyak para penonton yang memadati Stadion untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, ada sekelompok orang yang memiliki loyalitas kepada klub kebanggaannya. atau juga sering di sebut suporter.
Kelompok tersebut tak mengenal kata lelah untuk mendukung klub kebanggaanya bertanding. Sifat Loyalitas, Fanatisme dan kreativitas menyatu dalam diri mereka.
Begitu pun di indonesia, ada beberapa kelompok suporter yang sangat fanatik dalam mendukung klub kesayangannya. Apa saja Mereka? berikut rangkumannya.
1.The Jakmania (Persija Jakarta)
The Jakmania lahir pada 19 Desember 1997. Ide pembentukan dari sosok Diza Rasyid Ali yang kebetulan pada ketika itu menjabat Manajer Persija. Bersama tokoh - tokoh pendukung Persija mirip Ferry Indra Syarif, pembentukan The Jakmania menerima restu dari Gubernur DKI ketika itu, Sutiyoso yang bertindak sebagai Dewan Pembina Persija.
2. Viking (Persib Bandung)
Viking di dirikan pada tanggal 17 Juli 1993, atas wangsit dari (Alm) Ayi Beutik, Heru Joko, Dodi "Pesa" Rokhdian, Hendra Bule dan Aris Primat. Nama Viking seendiri di ambil dari suku bangsa yang mendiami kawasan Skandinavia di Eropa Utara.
Suku bangsa tersebut di kenal dengan sifat yang keras, berani, gigih, solid, patriotisme, berjiwa penakluk, pantang menyerah dan senang menjelajah. Karakter inilah yang di adopsi dari penamaan Viking.
"Saat itu, ada almarhum Ayi Beutik, Heru Joko dll. Kami pertama kali sebagai suporter fanatik yang ikut Persib main tandang pada tahun 1996. Ketika itu, Persib berhadapan dengan PSIM Yogyakarta," ujar Yana Umar, salah seorang yang ikut dalam negosiasi mendirikan Viking. indosport.com 23 April 2017.
3. Bonek (Persebaya Surabaya)
Bonek berasal dari singkatan bahasa Jawa, Bondo Nekat atau Modal Nekat, lahir pada tahun 1988.
Bonek memiliki kepengurusan yang di pimpin oleh ketua umum dan mempunyai hampir 50 ribu lebih basis pendukung di seluruh Indonesia. Selain di kenal Fanatisme Bonek juga terkenal dalam berkreativitas, Khususnya dalam dunia bisnis.
4. Aremania (Arema FC)
Lahir atas dasar simpatisan pendukung Arema pada tahun 1997, nama Aremania di nilai bisa mempersatukan para pendukung Arema. Secara psikologis persamaan dasar antara Arema dan Aremania-lah yang menciptakan para suporter bersatu.
Berbeda dengan yang lain. Karena Aremania terbentuk bukan sebagai Organisasi tapi sebagai kelompok suporter yang mencintai klubnya, sehinga, Aremania tidak memiliki ketua umum.
5. Pasoepati (Persis Solo)
Kelahiran Pasoepati tidak terlepas dari klub Pelita Jaya yang bermarkas di Stadion Manahan Solo pada tahun 2000.
Pasoepati lahir dari kependekan Pasukan Soeporter Sejati Pelita. Saat Pelita berpindah markas, Pasoepati mendukung klub Persijatim Solo FC. Namun tak usang lalu, karena Persijatim Solo FC pindah dan berganti nama Sriwijaya FC, Pasoepati mendukung Persis Solo. Sekretariat Pasoepati terletak di Stadion Manahan Solo.
6. The Macz Man (PSM Makasar)
The Macz Man lahair pada tahun 2000, yang tak terlepas dari keadaan PSM Makasar yang lesu ketika menghadapi Arema FC di Liga Indonesia pada dikala itu.
Oleh alasannya itu, para pemain PSM meminta para suporter untuk berlatih meneriakkan yel-yel penyemangat untuk langgar selanjutnya.
Tiga orang suporter Juku Eja mengabulkan ajakan itu, adalah, Amrullah Pase, Iriantosyah Kasim, Ocha Alim. Lantas ketiga orang tersebut mengajak para suporter lain berlatih meneriakkan Yel-yel dan terbentuklah The Macz Man atau abreviasi dari Macazzart yang di pimpin oleh seorang ketua umum.
7. Suporter PS Tentara Nasional Indonesia
Untuk mendukung para pemain sepak bola PS TNI di lapangan, seluruh suporternya berasal dari kalangan Tentara Nasional Indonesia. Jika suporter lain mempunyai tradisi dan berkembang dengan cara berbeda, demikian pula dengan suporter PS Tentara Nasional Indonesia. Mereka juga memiliki tradisi berpengaruh dalam mendukung tim kesayangannya. dengan kedisiplinan ala militer, ratusan Tentara bersorak meneriakkan yel-yel untuk mendukung para Pemain PS Tentara Nasional Indonesia yang berjuang di lapangan.
Tak heran jikan selama 90 menit pertandingan mereka tetap konsisten dengan nyanyian dan yel-yel. Bahkan mereka melakukan koreografi layaknya suporter profesional.
Gimana guy,s? kau masuk di nomor berapa?
sumber : ucnews.com
13 Mei 2018
Dalam pertandingan sepak bola niscaya akan selalu ramai yang menonton. Karena, permainan bola sepak ini sudah sangat membumi, baik muda, tua, Pria atau pun para wanita juga sudah sangat Familiar dengan Olah raga satu ini.
Namun, diantara sekian banyak para penonton yang memadati Stadion untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, ada sekelompok orang yang memiliki loyalitas kepada klub kebanggaannya. atau juga sering di sebut suporter.
Kelompok tersebut tak mengenal kata lelah untuk mendukung klub kebanggaanya bertanding. Sifat Loyalitas, Fanatisme dan kreativitas menyatu dalam diri mereka.
Begitu pun di indonesia, ada beberapa kelompok suporter yang sangat fanatik dalam mendukung klub kesayangannya. Apa saja Mereka? berikut rangkumannya.
1.The Jakmania (Persija Jakarta)
The Jakmania lahir pada 19 Desember 1997. Ide pembentukan dari sosok Diza Rasyid Ali yang kebetulan pada ketika itu menjabat Manajer Persija. Bersama tokoh - tokoh pendukung Persija mirip Ferry Indra Syarif, pembentukan The Jakmania menerima restu dari Gubernur DKI ketika itu, Sutiyoso yang bertindak sebagai Dewan Pembina Persija.
2. Viking (Persib Bandung)
Viking di dirikan pada tanggal 17 Juli 1993, atas wangsit dari (Alm) Ayi Beutik, Heru Joko, Dodi "Pesa" Rokhdian, Hendra Bule dan Aris Primat. Nama Viking seendiri di ambil dari suku bangsa yang mendiami kawasan Skandinavia di Eropa Utara.
Suku bangsa tersebut di kenal dengan sifat yang keras, berani, gigih, solid, patriotisme, berjiwa penakluk, pantang menyerah dan senang menjelajah. Karakter inilah yang di adopsi dari penamaan Viking.
"Saat itu, ada almarhum Ayi Beutik, Heru Joko dll. Kami pertama kali sebagai suporter fanatik yang ikut Persib main tandang pada tahun 1996. Ketika itu, Persib berhadapan dengan PSIM Yogyakarta," ujar Yana Umar, salah seorang yang ikut dalam negosiasi mendirikan Viking. indosport.com 23 April 2017.
3. Bonek (Persebaya Surabaya)
Bonek berasal dari singkatan bahasa Jawa, Bondo Nekat atau Modal Nekat, lahir pada tahun 1988.
Bonek memiliki kepengurusan yang di pimpin oleh ketua umum dan mempunyai hampir 50 ribu lebih basis pendukung di seluruh Indonesia. Selain di kenal Fanatisme Bonek juga terkenal dalam berkreativitas, Khususnya dalam dunia bisnis.
4. Aremania (Arema FC)
Lahir atas dasar simpatisan pendukung Arema pada tahun 1997, nama Aremania di nilai bisa mempersatukan para pendukung Arema. Secara psikologis persamaan dasar antara Arema dan Aremania-lah yang menciptakan para suporter bersatu.
Berbeda dengan yang lain. Karena Aremania terbentuk bukan sebagai Organisasi tapi sebagai kelompok suporter yang mencintai klubnya, sehinga, Aremania tidak memiliki ketua umum.
5. Pasoepati (Persis Solo)
Kelahiran Pasoepati tidak terlepas dari klub Pelita Jaya yang bermarkas di Stadion Manahan Solo pada tahun 2000.
Pasoepati lahir dari kependekan Pasukan Soeporter Sejati Pelita. Saat Pelita berpindah markas, Pasoepati mendukung klub Persijatim Solo FC. Namun tak usang lalu, karena Persijatim Solo FC pindah dan berganti nama Sriwijaya FC, Pasoepati mendukung Persis Solo. Sekretariat Pasoepati terletak di Stadion Manahan Solo.
6. The Macz Man (PSM Makasar)
The Macz Man lahair pada tahun 2000, yang tak terlepas dari keadaan PSM Makasar yang lesu ketika menghadapi Arema FC di Liga Indonesia pada dikala itu.
Oleh alasannya itu, para pemain PSM meminta para suporter untuk berlatih meneriakkan yel-yel penyemangat untuk langgar selanjutnya.
Tiga orang suporter Juku Eja mengabulkan ajakan itu, adalah, Amrullah Pase, Iriantosyah Kasim, Ocha Alim. Lantas ketiga orang tersebut mengajak para suporter lain berlatih meneriakkan Yel-yel dan terbentuklah The Macz Man atau abreviasi dari Macazzart yang di pimpin oleh seorang ketua umum.
7. Suporter PS Tentara Nasional Indonesia
Untuk mendukung para pemain sepak bola PS TNI di lapangan, seluruh suporternya berasal dari kalangan Tentara Nasional Indonesia. Jika suporter lain mempunyai tradisi dan berkembang dengan cara berbeda, demikian pula dengan suporter PS Tentara Nasional Indonesia. Mereka juga memiliki tradisi berpengaruh dalam mendukung tim kesayangannya. dengan kedisiplinan ala militer, ratusan Tentara bersorak meneriakkan yel-yel untuk mendukung para Pemain PS Tentara Nasional Indonesia yang berjuang di lapangan.
Tak heran jikan selama 90 menit pertandingan mereka tetap konsisten dengan nyanyian dan yel-yel. Bahkan mereka melakukan koreografi layaknya suporter profesional.
Gimana guy,s? kau masuk di nomor berapa?
sumber : ucnews.com
Gadis Belia Ini Balasannya Mengakui Hubungannya Dengan Sule
Gadis Belia ini Akhirnya Mengakui Hubungannya dengan Sule
Tak usang berselang foto mesra dengan sinden elok bernama Rita Tila, gres-gres ini potret Sule dengan seorang perempuan kembali beredar.
Berbeda dengan fotonya dengan Rita, kali ini potret Sule dengan perempuan bernama Ai Nurhayati terlihat lebih mesra.
Dikutip dari Tribunnews.com (10/11/2018), Akhir-simpulan ini, nama komedian Entis Sutisna atau yang lebih dikenal dengan nama Sule, sedang menjadi sentra perhatian.
Foto mesra komedian Sule bersama seorang perempuan tersebar di media sosial. Wanita yang berfoto dengan Sule itu diketahui bernama Nurhayanti.
Nurhayati pun mengaku bila hubungannya tak lebih dari relasi kerja, beliau mendapatan kesempatan untuk bekerja sama dengan mantan suami Lina dalam pembuatan sebuah lagu dangdut.
"Itu lagi ngebahas perihal lagu, iseng aja foto sama artis.
Dibikinin lagu dangdut, diproduserin sama A Sule," terang Nurhayati.
Saat dikonfirmasi kabar kedekatannya dengan Nurhayati, Sule tak membantahnya dan membenarkan kalau ia sedang ada kerja sama dalam hal pekerjaan.
"Ya bila dibilang erat, ya mirip yang kalian lihat saja. Hubungan kerjaan saja, beliau minta dibuatin lagu sama aku, ya udah jikalau saya mampu, ya saya bantu," ujar Sule.
Baca Sumber
Rabu, 24 September 2025
Instruktur Jepang: Saya Curiga Hujan Turun Untuk Kalahkan Tim Kami
Pelatih Jepang: Saya Curiga Hujan Turun untuk Kalahkan Tim Kami
Guyuran hujan menjadi saksi kekalahan Timnas Indonesia U-19 dari Jepang U-19 pada babak delapan besar Piala Asia U-19 2018. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/2), Witan Sulaeman dkk takluk 0-2.
Kekalahan ini otomatis memupus cita-cita Timnas Indonesia U-19 untuk lolos ke semifinal Piala Asia U-19 dan melaju ke putaran selesai Piala Dunia U-20 pada tahun depan. Adapun, Jepang U-19 memastikan diri berkiprah di Piala Dunia U-20 2019 di Polandia.
Saat hujan mulai turun, instruktur Jepang U-19, Masenaga Kageyama mulai curiga. Dia tidak menyangka cuaca mampu mirip ini.
"Kami merasakan tekanan dari penonton, tapi pemain sangat hening. Di babak kedua, Timnas Indonesia U-19 bergairah, tapi pemain kami tetap hening," ujar Kageyama.
"Selain itu, datang-datang hujan deras, dan petir. Saya curiga ada yang berdoa untuk menurunkan hujan guna mengalahkan Jepang U-19," katanya menambahkan.
Di sisi lain, Kageyama besar hati dengan pencapaian Jepang U-19. Takefusa Kubo dkk sekarang membidik trofi Piala Asia U-19.
"Saya sangat gembira dengan tim saya. Di pertandingan sangat memilih, gembira dengan staff, yang berhasil mengatur stamina di setiap pertandingan. Telah mencapai sasaran minimal kami dan ingin melaju ke tamat," imbuh Kageyama.
sumber : bola.net
Guyuran hujan menjadi saksi kekalahan Timnas Indonesia U-19 dari Jepang U-19 pada babak delapan besar Piala Asia U-19 2018. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/2), Witan Sulaeman dkk takluk 0-2.
Kekalahan ini otomatis memupus cita-cita Timnas Indonesia U-19 untuk lolos ke semifinal Piala Asia U-19 dan melaju ke putaran selesai Piala Dunia U-20 pada tahun depan. Adapun, Jepang U-19 memastikan diri berkiprah di Piala Dunia U-20 2019 di Polandia.
Saat hujan mulai turun, instruktur Jepang U-19, Masenaga Kageyama mulai curiga. Dia tidak menyangka cuaca mampu mirip ini.
"Kami merasakan tekanan dari penonton, tapi pemain sangat hening. Di babak kedua, Timnas Indonesia U-19 bergairah, tapi pemain kami tetap hening," ujar Kageyama.
"Selain itu, datang-datang hujan deras, dan petir. Saya curiga ada yang berdoa untuk menurunkan hujan guna mengalahkan Jepang U-19," katanya menambahkan.
Di sisi lain, Kageyama besar hati dengan pencapaian Jepang U-19. Takefusa Kubo dkk sekarang membidik trofi Piala Asia U-19.
"Saya sangat gembira dengan tim saya. Di pertandingan sangat memilih, gembira dengan staff, yang berhasil mengatur stamina di setiap pertandingan. Telah mencapai sasaran minimal kami dan ingin melaju ke tamat," imbuh Kageyama.
sumber : bola.net
Minggu, 21 September 2025
Ingin Menikah, Luna Maya Punya 28 Kriteria Pria Idaman
Ingin Menikah, Luna Maya Punya 28 Kriteria Pria Idaman
Liputan6.com, Jakarta - Kisah cinta Luna Maya dan Reino Barack harus berakhir karena terhalang restu orangtua. Padahal, mereka sudah merajut jalinan asmara selama lima tahun lamanya.
Meski begitu, Luna Maya tak berlarut dalam kesedihan. Ia percaya bahwa jodohnya akan datang di waktu yang tepat. Ia bahkan masih menyimpan banyak kriteria ihwal pasangan hidupnya kelak.
"Di list hand phone saya sudah ada 28 kriteria yang harus aku baca setiap hari. Mudah-mudahan tercapai," imbuh Luna Maya dalam program yang dipandu Oki Lukman, OK Show, belum lama ini.
Sayangnya, dia tak mau memberi tahu kepada publik mengenai kriteria tersebut. Ia memilih untuk menyimpannya sendiri. Apa alasannya adalah?
"Tapi aku enggak akan omongin. Kalau saya omongin entar enggak tercapai. Itu seperti doa kan," ucap pemeran sekaligus model tersebut.
Mendengar tanggapan Luna Maya, Oki Lukman pun melempar candaan. Dahulu, beliau juga memiliki banyak sekali kriteria soal lelaki harapan, namun usang kelamaan kriteria itu semakin berkurang.
"Di usia ku sekarang aku juga punya kriteria list panjang sekali. Lama kelamaan tinggal segini. Serius," kata Oki Lukman yang disambut tawa Luna Maya.
Sementara itu, di usianya yang telah matang, Luna Maya juga ingin segera membina rumah tangga. Ia bahkan sampai baper saat menghadiri akad nikah sahabatnya, Edric Tjandra, beberapa waktu lalu.
"Iya pernikahan ini bikin gue mellow. Gue aja enggak kuat tadi pas diputer video nyokapnya Edric ngomong, bikin sedih. Makanya gue keluar aja," kata Luna Maya periode itu.
sumber : liputan6.com
Jumat, 12 September 2025
Nama Messi Dilarang Sebut Dalam Rumah Ronaldo
Nama Messi dilarang sebut dalam rumah Ronaldo
Ahad 13 Mei 2018
HUBUNGAN panas di antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi bukan sahaja diperkatakan di padang, sebaliknya hingga ke rumah.
Mereka tidak bergaduh antara satu sama lain, tetapi dua pemain terbaik dunia ini bukanlah rakan baik yang menghabiskan era bersama di luar padang.
Menurut kakak bintang Real Madrid itu, Katia mendedahkan nama Messi tidak dibenarkan disebut di dalam rumah Ronaldo.
"Kami tidak berbincang atau menyebut nama Messi di dalam rumah.
"Cristiano tahu masalah di luar rumah, dan apabila masuk sahaja rumah dia melindunginya.
"Itulah caranya beliau 'mengecas semula' baterinya."
sumber : mstar.com
Ahad 13 Mei 2018
HUBUNGAN panas di antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi bukan sahaja diperkatakan di padang, sebaliknya hingga ke rumah.
Mereka tidak bergaduh antara satu sama lain, tetapi dua pemain terbaik dunia ini bukanlah rakan baik yang menghabiskan era bersama di luar padang.
Menurut kakak bintang Real Madrid itu, Katia mendedahkan nama Messi tidak dibenarkan disebut di dalam rumah Ronaldo.
"Kami tidak berbincang atau menyebut nama Messi di dalam rumah.
"Cristiano tahu masalah di luar rumah, dan apabila masuk sahaja rumah dia melindunginya.
"Itulah caranya beliau 'mengecas semula' baterinya."
sumber : mstar.com
Minggu, 31 Agustus 2025
Champions Manchester City Have Moved Top Of The Premier League
Pep Guardiola says Manchester City have learned "to never give up" after returning to the top of the table for the first time since 16 December with a win at Everton.
A week ago City were five points adrift of Liverpool but took full advantage after Jurgen Klopp's side could only manage back-to-back draws, moving ahead of the Reds on goal difference albeit having played one game more.
"A few days ago we could have been seven points behind. Now we are top of the league. That is the best advice, the lesson is never give up," said Guardiola.
"That is a lesson for all athletes. Try to win the games, because life can change immediately."
Defender Aymeric Laporte met David Silva's free-kick to head home his fourth goal of the season, putting City in front just before half-time.
Sergio Aguero and Raheem Sterling both spurned decent opportunities to extend City's lead after the break before Gabriel Jesus sealed victory in stoppage time.
It was far from a vintage display by City, who instead had to show their battling qualities to secure the points and regain the initiative in the title race.
Attention will now switch back to Liverpool, who can return to the summit with victory against Bournemouth on Saturday, 24 hours before City host Chelsea at Etihad Stadium.
Everton stay ninth after suffering a fourth defeat in five Premier League games at Goodison Park, though they should take some encouragement from a resilient display that was a notable improvement on their performances in recent weeks.
Advantage City as title race takes latest twist
Just seven days ago, Manchester City faced the prospect of falling seven points behind leaders Liverpool after slipping to a fourth Premier League defeat of the season against Newcastle the previous evening.
Klopp's side missed that opportunity after drawing with Leicester, and a further draw at West Ham on Monday opened the door for City to return to the top for the first time in almost seven weeks.
Guardiola's side appeared determined to make an impression at Goodison Park, creating three good chances in the opening 20 minutes, with Leroy Sane and Laporte going close before Ilkay Gundogan hit the kafe.
City faded after that bright opening but made the breakthrough as half-time approached. David Silva's free-kick from the left-hand side of the penalty area was headed in by the unmarked Laporte for his first Premier League goal since August.
Aguero and Sterling missed further chances after the break to ensure a nervy finish, though Everton, despite all their effort, failed to truly test Ederson in the Manchester City goal.
Victory was sealed seconds from full-time - Jesus heading home at the second attempt after Jordan Pickford had done well to block his initial shot.
The result puts further pressure on Liverpool who, after a near-flawless campaign so far, have started to show signs of fallibility in recent weeks as they chase a first league title for 29 years.
Three successive league victories have also pushed Tottenham back in contention. Mauricio Pochettino's side are just five points behind the top two and still have to visit Anfield and Etihad Stadium before the end of the season.
Tonight's win means City have the initiative, but the dramatic change in fortunes over the past week suggests this is just the latest twist in an increasingly unpredictable title race.
Everton restore pride - but familiar failings let them down
Everton fans will have been aware that a win at Goodison Park would have been a huge favour to neighbours Liverpool.
But there were no signs of divided loyalties at kick-off with the home crowd fully behind their side, and they are likely to be encouraged by a hard-working performance, even if it ultimately resulted in another defeat.
Manager Marco Silva sprang a surprise by making five changes to his team as he looked for a response to Saturday's defeat by Wolves.
These included dropping top scorers Richarlison and Gylfi Sigurdsson to the bench and switching to a 4-3-3 formation.
He was rewarded with a more spirited display, with the returning Idrissa Gueye bringing some much needed energy back into the Everton midfield.
However, familiar failings cost the Toffees before the break.
Everton had conceded 18 goals from set-pieces in all competitions this season, more than any other Premier League side. And that soon became 19 when Laporte was left completely unmarked to meet David Silva's free-kick and nod the champions in front on the stroke of half-time.
Silva brought on Richarlison, Sigurdsson and Cenk Tosun in an attempt to get back into the game, but their only shot on sasaran was a long-range effort from Gueye that was comfortably held by Ederson.
The result means a tally of nine defeats in 15 games in all competitions for Silva's side - an alarming slump in form after starting December in the top six.
Since their defeat at Liverpool on 2 December, the Toffees have collected just 11 points - only the Premier League's bottom two, Huddersfield Town and Fulham, have earned fewer.
There were signs of improvement against the champions, but Silva knows he needs to turn performances into points quickly if Everton's season is not to peter out completely before the clocks go forward.
Man of the Match - Aymeric Laporte (Manchester City)
'The players have shown incredible desire' - what the managers said
Manchester City manager Pep Guardiola: "We come from champions and we are in a situation where we could have given up but it didn't happen.
"We gave an incredible game against Liverpool. These players have shown incredible desire and performances for the last two years. How could I question them?
"We have played one more game. but it's the best we can do. The reality is one month ago we could have been 10 points behind when we played Liverpool."
Everton manager Marco Silva: "There are positives but again we didn't take the points we want and we are working to achieve. At the moment bad things come too easy, we concede after 47 and 97 minutes. Just working like we did tonight, things will change for us, I am really positive. The team showed what we must do.
"The fans are so good, at the end of the match what they did for our players, I don't have doubts. We are all together and we will give them what they want and what they deserve.
"Everything was different compared to Wolves, I have to be honest. This has to be our image as a team. We must be consistent, it is an obligation for us. A desire to win, an aggression - it is what we have to do every time against every team.
"You have to respect every team. Be aggressive at set-pieces. We were in the zone we must be in, we moved a little bit, it was a good delivery and header but we have to challenge. I have to speak with my players about this, it is not normal.
"I cannot understand why we must play tonight, it is very tough for us."
source : bbc.com
Sabtu, 30 Agustus 2025
Bukan Riyandi, Inilah Biang Kerok Kekalahan Timnas U19 Atas Jepang Yang Bikin Terkejut!
Bukan Riyandi, Inilah "Biang Kerok" Kekalahan Timnas U19 Atas Jepang yang Bikin Terkejut!
Dilansir dari BolaSport.com (28/10/2018) Timnas Jepang u19 benar-benar memang levelnya sudah sedikit diatas Timnas Indonesia u19. Ya. Timnas Indonesia u19 kalah atas Timnas Jepang u19 dengan skor 2-0 tanpa balas.
Ya, dengan kekalahan ini menciptakan Timnas Indonesia u19 ingin masuk ke piala dunia u30 tahun depan di Polandia harus pupus. Nah, beberapa pihak menilai bahwa kekalahan ini sedikit banyak balasan kualitas kiper kurang baik, namun pendapat admin berbeda.
Benar, ini bukan kesalahan M. Riyandi, akan tetapi ini murni kesalahan dari coach Indra Sjafri dalam memilih strategi dengan tak memainkan Todd Ferre dan Egy MV sejak menit awal dan karenanya Timnas u19 pun kesulitan untuk menembus pertahanan Jepang u19.
Lantas, bagaimana balasan kalian mengenai biang kerok kekalahan Timnas Indonesia u19 atas Jepang u19 ialah strategi Indra Sjafri di babak pertama guys? Monggo komentarnya, terima kasih.
sumber : Ucnews
Dilansir dari BolaSport.com (28/10/2018) Timnas Jepang u19 benar-benar memang levelnya sudah sedikit diatas Timnas Indonesia u19. Ya. Timnas Indonesia u19 kalah atas Timnas Jepang u19 dengan skor 2-0 tanpa balas.
Ya, dengan kekalahan ini menciptakan Timnas Indonesia u19 ingin masuk ke piala dunia u30 tahun depan di Polandia harus pupus. Nah, beberapa pihak menilai bahwa kekalahan ini sedikit banyak balasan kualitas kiper kurang baik, namun pendapat admin berbeda.
Benar, ini bukan kesalahan M. Riyandi, akan tetapi ini murni kesalahan dari coach Indra Sjafri dalam memilih strategi dengan tak memainkan Todd Ferre dan Egy MV sejak menit awal dan karenanya Timnas u19 pun kesulitan untuk menembus pertahanan Jepang u19.
Lantas, bagaimana balasan kalian mengenai biang kerok kekalahan Timnas Indonesia u19 atas Jepang u19 ialah strategi Indra Sjafri di babak pertama guys? Monggo komentarnya, terima kasih.
sumber : Ucnews
Jumat, 22 Agustus 2025
12 Tahun Hilang Kontak Dan Sudah Dikira Meninggal, Pmi Indramayu Ditemukan Oleh Kbri. Begini Kondisinya...
12 Tahun Hilang Kontak dan Sudah Dikira Meninggal, PMI Indramayu Ditemukan oleh KBRI. Begini Kondisinya...
Ramini binti Warji, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Asal Indramayu, Jawa Barat, oleh keluarganya sudah dinyatakan meninggal dunia, alasannya adalah selama 12 tahun hilang kontak dan tidak diketahui keberadaannya dikala bekerja di Yordania.
Hal tersebut disampaikan, ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih kepada LiputanBMI, pada Kamis 26 Desember 2018.
"Sebelum aku menginformasikan bahwa Ramini sudah ditemukan oleh pihak KBRI Yordania, awalnya keluarga menganggap bahwa PMI tersebut sudah meninggal dunia sebab 12 tahun tidak diketahui keberadaannya," ucap Juwarih.
Juwarih menyampaikan Ramini merupakan PMI warga Blok Plumbon, RT 006/001, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang bekerja di Yordania sejak tahun 2006.
Kata Juwarih, ketika menemui keluarganya Ramini di Sukagumiwang, Indramayu, awalnya keluarga menganggap yang bersangkutan sudah meninggal dunia.
"Kata Kusnadi, adik kandung PMI menceritakan bahwa ibunya sebelum meninggal pernah bermimpi bertemu dengan kakaknya, sehingga keluarga beranggapan jika Ramini sudah meninggal dunia," kata ketua SBMI Indramayu.
Terpisah, Atase Ketenagakerjaan KBRI Yordania, Suseno Hadi, dikala dikonfirmasi LiputanBMI mengatakan, pada 17 Desember 2018 majikan Ramini tiba ke kedutaan untuk mengurus perpanjangan dokumennya PMI.
Namun oleh pihak KBRI menyampaikan ke majikan, semoga Ramini dipulangkan cuti terlebih dahulu mengingat yang bersangkutan sudah usang tidak pulang.
"Majikannya yang tiba ke KBRI, kami menyampaikan agar Ramini cuti dulu, karena yang bersangkutan
sudah tiga kali ganti majikan, dan alhamdulillah majikannya koperatif," terang Suseno.
Sementara itu, Kusnadi dan saudara yang lainnya merasa senang sehabis dapat kabar dari ketua SBMI Indramayu yang menginformasikan bahwa kakanya telah ditemukan dan sekarang sedang berada di Shelter KBRI Yordania untuk menunggu proses kepulangannya ke kampung halaman.
"Alhamdulillah ternyata abang aku masih hidup, aku senang sekali mampu kabar ini," ujar Kusnadi.
Dalam kesempatan ini pula, Kusnadi mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menemukan dan menginformasikan wacana eksistensi kakaknya saat ini.
"Kami ucapkan terima kasih kepada pihak KBRI Yordania yang sudah membantu menemukan dan memproses kepulangan abang aku," ucap Kusnadi.
Selain mengucapkan terima kasih kepada pihak KBRI Yordania, Kusnadi pun memberi ucapan terima kasih kepada Ono Surono, Anggota dewan perwakilan rakyat RI Komisi IV dari Dapil VIII Jabar yang sudah meluangkan waktunya untuk bertemu secara langsung dengan Ramini dan beberapa PMI bermasalah di Shelter KBRI di Amman, saat kunjungan kerja Tim Badan Kerja Sama Antar Parlemen ke Yordania pada 18 Desember 2018 yang lalu.
Sumber: liputan bmi
Selasa, 05 Agustus 2025
Raheem Sterling Is No Longer Scared - Man City Boss Pep Guardiola
Raheem Sterling is no longer scared - Man City boss Pep Guardiola
Pep Guardiola says Raheem Sterling is a more mature and less "scared" player than the one he inherited when he first took over as Manchester City boss.
Sterling scored two goals and made two more in Sunday's 6-1 win over Southampton - a result that returned City to the top of the Premier League.
He has scored six times in nine games in 2018-19, having scored 10 in his first season under Guardiola (2016-17).
Asked what had changed in the England forward, Guardiola replied: "His head."
The Spaniard added: "The first season, he was scared. He was looking, who is the guy I am going to pass the ball to?
"We spoke about that and said: 'Try to score goals. Now you have the feeling, where is the goal and go over there.'
"I have the feeling he is now enjoying scoring goals and making assists. He is becoming a winning player. He is stable and is focused on what he has to do to become a better player.
"He is more mature now than he was when we first met at the club. He belieGuardiola was asked if Sterling can now be considered amongst the world's best players, but replied that the England international still has work to do to be ranked as such.
Guardiola was asked if Sterling can now be considered amongst the world's best players, but replied that the England international still has work to do to be ranked as such.
"He is a top player but still is so young to be considered the world's best," said the City boss.
"He is in incredible form, he is sharp, fast, clever, fighting, decisive, he can play both sides and can play in the middle and receive the ball between the lines and commit the centre-backs with a lot of aggressiveness.
"It was an incredible performance but still with the young guys like him and Leroy [Sane] I would feel he can improve.
"Still he loses simple balls, like the Tottenham game, when he made an amazing assist in the first few minutes but then lost a lot of balls."
'We won't win the Champions League defending like that'
Three goals in the opening 18 minutes of Sunday's game - a Wesley Hoedt own goal and finishes from Sergio Aguero and David Silva - put City in complete control before Danny Ings' penalty gave Southampton a lifeline.
However, Sterling's first goal just before half-time set the hosts up for a comfortable second half in which they scored two more - another from Sterling and a Leroy Sane strike.
The win means they hold a two-point lead at the top of the table on 29 points, with Liverpool and Chelsea, who beat Crystal Palace on Sunday, both on 27.
Guardiola was pleased with his side's attacking display but critical of their defensive work - an aspect he feels they need to improve for when they face better opposition.
"We were lucky to score the fourth goal at the last minute of the first half because I had the feeling the game was not over," added Guardiola.
"We played with the ball so good but not without the ball.
"The teams showed me some signals that in some positions we are not stable enough.
"We can improve and that is good. I like to have that feeling that we won 6-1 and are top, but at the same time we have to improve in many situations to be a more stable team.
"When you concede those situations in the next stage of Champions League you are out because the level is higher."
City's next game is in the Champions League, at home to Shakhtar Donetsk on Wednesday, before they host local rivals United in the Manchester derby.
SOURCE
Pep Guardiola says Raheem Sterling is a more mature and less "scared" player than the one he inherited when he first took over as Manchester City boss.
Sterling scored two goals and made two more in Sunday's 6-1 win over Southampton - a result that returned City to the top of the Premier League.
He has scored six times in nine games in 2018-19, having scored 10 in his first season under Guardiola (2016-17).
Asked what had changed in the England forward, Guardiola replied: "His head."
The Spaniard added: "The first season, he was scared. He was looking, who is the guy I am going to pass the ball to?
"We spoke about that and said: 'Try to score goals. Now you have the feeling, where is the goal and go over there.'
"I have the feeling he is now enjoying scoring goals and making assists. He is becoming a winning player. He is stable and is focused on what he has to do to become a better player.
"He is more mature now than he was when we first met at the club. He belieGuardiola was asked if Sterling can now be considered amongst the world's best players, but replied that the England international still has work to do to be ranked as such.
Guardiola was asked if Sterling can now be considered amongst the world's best players, but replied that the England international still has work to do to be ranked as such.
"He is a top player but still is so young to be considered the world's best," said the City boss.
"He is in incredible form, he is sharp, fast, clever, fighting, decisive, he can play both sides and can play in the middle and receive the ball between the lines and commit the centre-backs with a lot of aggressiveness.
"It was an incredible performance but still with the young guys like him and Leroy [Sane] I would feel he can improve.
"Still he loses simple balls, like the Tottenham game, when he made an amazing assist in the first few minutes but then lost a lot of balls."
'We won't win the Champions League defending like that'
Three goals in the opening 18 minutes of Sunday's game - a Wesley Hoedt own goal and finishes from Sergio Aguero and David Silva - put City in complete control before Danny Ings' penalty gave Southampton a lifeline.
However, Sterling's first goal just before half-time set the hosts up for a comfortable second half in which they scored two more - another from Sterling and a Leroy Sane strike.
The win means they hold a two-point lead at the top of the table on 29 points, with Liverpool and Chelsea, who beat Crystal Palace on Sunday, both on 27.
Guardiola was pleased with his side's attacking display but critical of their defensive work - an aspect he feels they need to improve for when they face better opposition.
"We were lucky to score the fourth goal at the last minute of the first half because I had the feeling the game was not over," added Guardiola.
"We played with the ball so good but not without the ball.
"The teams showed me some signals that in some positions we are not stable enough.
"We can improve and that is good. I like to have that feeling that we won 6-1 and are top, but at the same time we have to improve in many situations to be a more stable team.
"When you concede those situations in the next stage of Champions League you are out because the level is higher."
City's next game is in the Champions League, at home to Shakhtar Donetsk on Wednesday, before they host local rivals United in the Manchester derby.
SOURCE
Jumat, 01 Agustus 2025
5 Fakta Menarik Pekan Terakhir Liga Inggris 2017-2018
5 Fakta Menarik Pekan Terakhir Liga Inggris 2017-2018
14 Mei 2018
Liga Inggris 2017-2018 telah menyentuh garis finis. Beberapa catatan menarik pun tercipta.
Kompetisi teratas sepak bola Inggris edisi ke-26 berakhir dengan Manchester City keluar sebagai juara.
Adapun seluruh adu pekan ke-38 atau pamungkas dilaksanakan serentak pada Minggu (13/5/2018).
Tim-tim raksasa macam Manchester United, Liverpool FC, dan Arsenal sukses menuai kemenangan.
Khusus The Gunners, adu kali ini yaitu kali terakhir mereka didampingi Arsene Wenger sebagai manajer.
Sang nakhoda bakal meninggalkan Emirates Stadium sesudah demam isu rampung.
Dari 10 partai yang telah diselenggarakan pada pekan penutupan, terdapat lima fakta menarik.
Apa sajakah itu?
1. PERPISAHAN MICHAEL CARRICK
Gelandang Manchester United, Michael Carrick, mengukir penampilan ke-481 sekaligus yang terakhir di Liga Inggris ketika melawan Watford.
Gelandang gaek berusia 36 tahun itu menetapkan pensiun sehabis trend selesai.
2. ARSENE WENGER JUGA PAMIT
Bukan cuma Carrick, Wenger juga ikut berpamitan.
Matchday pamungkas kontra Huddersfield Town menjadi penampilan sang nakoda yang ke-1.235 sebagai peracik seni manajemen Arsenal.
3. ANFIELD PERAWAN
Berkat kemenangan 4-0 atas Brighton & Hove Albion di Anfield, Liverpool menjadi satu-satunya tim Liga Inggris yang tak tersentuh kekalahan dalam adu sangkar ekspresi dominan ini.
Skuat asuhan Juergen Klopp mengukir 12 kemenangan dan tujuh hasil seri dari 19 kali bermain di rumah sendiri.
4. PEMAIN TERMUDA STOKE CITY
Lasse Sorensen mengukir rekor sebagai pemain termuda yang tampil untuk Stoke City.
Remaja asal Denmark itu berumur 18 tahun dan 204 hari dikala turun dalam langgar pamungkas kontra Swansea City di Liberty Stadium.
5. SENTUH 1.000 GOL
Gol ke-1.000 Liga Inggris demam isu ini tercipta dalam partai Stoke versus Swansea.
Torehan tersebut lahir pada menit ke-41 melalui sundulan striker Stoke, Peter Crouch.
sumber : bolasport.com
14 Mei 2018
Liga Inggris 2017-2018 telah menyentuh garis finis. Beberapa catatan menarik pun tercipta.
Kompetisi teratas sepak bola Inggris edisi ke-26 berakhir dengan Manchester City keluar sebagai juara.
Adapun seluruh adu pekan ke-38 atau pamungkas dilaksanakan serentak pada Minggu (13/5/2018).
Tim-tim raksasa macam Manchester United, Liverpool FC, dan Arsenal sukses menuai kemenangan.
Khusus The Gunners, adu kali ini yaitu kali terakhir mereka didampingi Arsene Wenger sebagai manajer.
Sang nakhoda bakal meninggalkan Emirates Stadium sesudah demam isu rampung.
Dari 10 partai yang telah diselenggarakan pada pekan penutupan, terdapat lima fakta menarik.
Apa sajakah itu?
1. PERPISAHAN MICHAEL CARRICK
Gelandang Manchester United, Michael Carrick, mengukir penampilan ke-481 sekaligus yang terakhir di Liga Inggris ketika melawan Watford.
Gelandang gaek berusia 36 tahun itu menetapkan pensiun sehabis trend selesai.
2. ARSENE WENGER JUGA PAMIT
Bukan cuma Carrick, Wenger juga ikut berpamitan.
Matchday pamungkas kontra Huddersfield Town menjadi penampilan sang nakoda yang ke-1.235 sebagai peracik seni manajemen Arsenal.
3. ANFIELD PERAWAN
Berkat kemenangan 4-0 atas Brighton & Hove Albion di Anfield, Liverpool menjadi satu-satunya tim Liga Inggris yang tak tersentuh kekalahan dalam adu sangkar ekspresi dominan ini.
Skuat asuhan Juergen Klopp mengukir 12 kemenangan dan tujuh hasil seri dari 19 kali bermain di rumah sendiri.
4. PEMAIN TERMUDA STOKE CITY
Lasse Sorensen mengukir rekor sebagai pemain termuda yang tampil untuk Stoke City.
Remaja asal Denmark itu berumur 18 tahun dan 204 hari dikala turun dalam langgar pamungkas kontra Swansea City di Liberty Stadium.
5. SENTUH 1.000 GOL
Gol ke-1.000 Liga Inggris demam isu ini tercipta dalam partai Stoke versus Swansea.
Torehan tersebut lahir pada menit ke-41 melalui sundulan striker Stoke, Peter Crouch.
sumber : bolasport.com
Kamis, 31 Juli 2025
Ryan Giggs: Hanya Satu Alasan Ronaldo Pindah Ke Juventus, Alasannya Terobsesi Mengalahkan Messi!
Ryan Giggs: Hanya Satu Alasan Ronaldo Pindah Ke Juventus, Karena Terobsesi Mengalahkan Messi!
Belum habis juga komentar – komentar yang mengiringi pindahnya Cristiano Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus, hingga – sampai Ryan Giggs pun tidak mau ketinggalan ikut menunjukkan komentarnya ihwal hal ini.
Pemain yang juga sama – sama pernah menjalani waktu bermain di Manchester United bersama Cristiano Ronaldo ini mengatakan pendapat yang cukup panas wacana keputusan mantan sobat satu timnya.
Menurut Giggs, tidak ada alasan lain yang mengakibatkan Ronaldo hijrah ke Juventus dari klub sebaik Real Madrid kecuali hanya satu alasan yakni mengungguli Lionel Messi. Bagi Giggs, meskipun Ronaldo mengakui bahwa tidak pernah ada persaingan dengan Messi sama sekali tapi, beliau memandang bahwa bekerjsama cara ini dipakai Ronaldo untuk menunjukan bahwa beliau lebih baik dari pemain Argentina tersebut.
Giggs menebak bahwa dalam pikirannya Ronaldo pasti memikirkan bahwa ia sudah berhasil di Inggris, di Spanyol dan lalu beliau pasti juga akan berhasil di Italia. Semangat persaingannya dengan Messi bagi Giggs sekarang sudah masuk kedalam tahap obsesi dimana menurtnya Ronaldo terus menerus ingin pertanda bahwa yakni yang terbaik.
Sumber : ucnews.com
Minggu, 20 Juli 2025
Duel Timnas U-22 Indonesia Vs Arema Fc Hasilkan 2 Gol
Dua Gol Dicetak Pemain Arema FC, Timnas U-22 Indonesia Seri di Malang
BOLASPORT.COM - Timnas U-22 Indonesia bermain imbang 1-1 kontra tuan rumah Arema FC pada berkelahi uji coba yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (10/2/2019).
Satu gol timnas U-22 Indonesia dicetak oleh Hanif Sjahbandi, yang juga pemain Arema FC, pada menit ke-73.
Kemudian, Arema FC membalas melalui striker Robert 'Gladiator' Lima Guimaraes (85').
Arema FC mampu menguasai jalannya pertandingan babak pertama melawan timnas U-22 Indonesia.
Namun, serangkaian peluang yang dimiliki Arema masih belum mampu mengoyak jala timnas U-22 Indonesia.
Begitu pula dengan upaya serangan dari timnas U-22 Indonesia yang acap kali terhenti di lini tengah.
Skor 0-0 pun menutup jalannya pertandingan pada babak pertama.
Pada babak kedua, instruktur timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, melakukan perombakan dengan memasukkan empat nama sekaligus.
Para pemain itu yaitu Hanif Sjahbandi, kiper Nadeo Argawinata, Rifal Lastori, dan Dimas Drajad.
Sedangkan Arema memasukkan Sunarto dan kiper Kartika Ajie untuk menggantikan Nasir serta Utam Rusdiana.
Tak kunjung mendapatkan peluang matang, Indra Sjafri kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Firza Andika, Muhammad Rafli, dan Todd Rivaldo Ferre.
Arema sebetulnya mampu menceploskan bola ke gawang timnas U-22 Indonesia pada menit ke-69.
Sayang, gol sundulan Hamka Hamzah dianulir oleh wasit karena sebelumnya terjadi pelanggaran.
Andy Setyo Nugroho yang terlibat benturan pada duel udara tersebut harus diganti oleh Rachmat Irianto pada menit ke-71.
Timnas U-22 Indonesia akhirnya unggul 1-0 melalui gol Hanif Sjahbandi pada menit ke-73.
Bomber gila Arema itu sukses memanfaatkan bola rebound alasannya adalah kesalahan Nadeo dalam menepis bola.
Skor 1-1 menjadi hasil tamat uji coba kedua timnas U-22 Indonesia melawan Arema FC.
Setelah ini, timnas U-22 Indonesia masih mempunyai satu berkelahi uji coba melawan Madura United pada 12 Februari 2019.
Susunan Pemain:
Timnas U-22 Indonesia (4-5-1): Satria Tama (Nadeo Argawinata 46'); Samuel Christianson (Firza Andika 63'), Andy Setyo Nugroho (Nurhidayat Haji Haris 71'), Dandi Maulana, Asnawi Mangkualam Bahar; Kadek Agung (M Luthfi Kamal 23'), Gian Zola (Muhammad Rafli 61'), Sani Rizki Fauzi (Hanif Sjahbandi 46'), Witan Sulaiman (Rifal Lastori 57'), Billy Keraf (Todd Rivaldo Ferre 64'); Marinus Wanewar (Dimas Drajad 57')
Pelatih: Indra Sjafri
Arema FC (4-3-3): Utam Rusdiana (Kartika Ajie 65'); Ricky Ohorella (Agil Munawar), Hamka Hamzah (C), Arthur Cunha, Johan Ahmad Alfarizi; Hendro Siswanto, Jayus Hariono (Rivaldi Bawuo 65'), Makan Konate; Nasir, Robert Lima Guimaraes, Dedik Setiawan
sumber : Bolasport.com
Kamis, 17 Juli 2025
It's Four From Four For Ole Gunnar Solskjaer
Substitute Romelu Lukaku scored with his first touch as Manchester United beat Newcastle United with Ole Gunnar Solskjaer becoming the second manager in the club's history to win his first four league games in charge.
The Norwegian emulates the feat of Sir Matt Busby in 1946.
Lukaku, who had only been on the pitch 38 seconds, pounced on an error by Martin Dubravka with the Slovakia keeper spilling a free-kick by Marcus Rashford.
Rashford doubled the lead after a sweeping move involving Lukaku and Alexis Sanchez as Newcastle lost for the eighth time at home in the league this season.
Newcastle's best chance fell to Ayoze Perez when the Spanish forward got behind the visitors' defence but Luke Shaw made a last-ditch challenge.
The hosts were fortunate to finish the game with 11 players after substitute Jonjo Shelvey's reckless challenge from behind on Paul Pogba, which went unpunished.
Man Utd go from strength to strength under Solskjaer
After convincing wins over Cardiff, Huddersfield and Bournemouth, this was Manchester United's sternest test under Solskjaer.
They lost the corresponding fixture last season 1-0 but came through this examination while keeping a first clean sheet in eight top-flight matches.
This was another high-octane, attacking performance from a team that has come alive under the caretaker manager.
Although he failed to find the net after scoring four in his previous two games, Pogba was once again influential and typified the new-found belief surging through the team.
Seven of United's previous 12 goals under Solskjaer's reign had been scored in the first half yet they had to wait until the 64th minute to find the breakthrough.
Lukaku made it two goals in as many games after Dubravka failed to hold Rashford's free-kick.
There was little the Newcastle keeper could do about the second goal, Rashford rounding off a delicious move to notch his third goal in four games under Solskjaer.
More blanks for Newcastle
Newcastle played their part in an entertaining game and had chances to score, yet failed to do so for the ninth league game this season.
That his side have only managed 15 top-flight goals will be a huge concern for boss Rafael Benitez, particularly after peppering Manchester United's goal with 14 shots only to draw another blank.
Christian Atsu caused the opposition defence untold problems in the first half but was let down by his finishing.
Atsu also drew one the biggest cheers of the night when he nutmegged Pogba on the edge of his own box.
Shelvey's foul on Pogba was a big talking point but referee Andre Marriner took no action against the midfielder who needlessly clattered into the back of his opponent at speed.
Newcastle worked hard and were organised - but were also limited.
Benitez's side are two points above the relegation zone, with three of their next four league games away to Chelsea on 12 January, home to Manchester City on 29 January and away at Tottenham on 2 February.
"Newcastle could be in a relegation battle come the end of the season and if they can finish fourth from bottom, I'll be delighted with that," said former Newcastle striker Alan Shearer, who was at the game for BBC Radio 5 live.
Newcastle manager Rafael Benitez: "We made a mistake for the first goal and then conceded on the counter-attack which happens when you play good players. They punish you.
"We had chances in the first half, you lose 2-0 but we deserved more. If you analyse how we concede it's not clear chances. It's mistakes.
"The selesai third is the key and that's where you pay big money for players who can make the difference."
Manchester United caretaker manager Ole Gunnar Solskjaer: "You'd be happy with four wins from four - we haven't conceded from open play yet either.
"We were slow in the first half but we controlled the game well, we concentrated and overall it was a very professional performance.
"In a five-minute spell we gave them two or three chances but then we settled down again.
"Marcus Rashford has the Cristiano hit, it swerves everywhere, but I liked his goal today. He calmed himself down, just passed it in. Well done.
"He is only 21, you have to remember that. You need to rattle Paul Pogba at times to get him going, he has been immense for us."
Source
Minggu, 13 Juli 2025
Why Italian Giantss Juventus Won The Battle To Sign Aaron Ramsey
Aaron Ramsey: Was Arsenal midfielder undervalued & why Juventus?
Aaron Ramsey is a footballer who divides opinion like few others.
Revered by Wales fans but regarded as an unfulfilled talent by some Arsenal supporters, with Ramsey the truth usually sits somewhere in between the polarising views.
A number of Europe's leading clubs appear to share the Welsh outlook, as Real Madrid, Bayern Munich, Paris St-Germain and Inter Milan had all shown an interest in the midfielder, whose contract at Emirates Stadium expires in the summer.
But it is Italian giants Juventus who have won the battle to sign the 28-year-old - with the help of a contract worth £400,000 a week - and Ramsey now stands on the cusp of his career's defining moment.
So why would Arsenal allow such a coveted player to leave for free?
And why has Ramsey, who has been in and out of the Gunners' side this season, attracted interest from some of the biggest clubs in the world?
By most players' standards, Ramsey has enjoyed an excellent career at Arsenal since joining from Cardiff City as a 17-year-old in 2008.
Yet despite scoring 61 goals in 359 games - including the winners in the 2014 and 2017 FA Cup finals - there is a sense that the Welshman has never truly won over certain factions of the Arsenal support.
That may be borne out of frustration, a feeling that Ramsey has not consistently scaled the heights which saw him named in the Euro 2016 team of the tournament after playing a stellar role in Wales' run to the semi-finals.
So, has he been fully appreciated at Arsenal?
"Maybe not," former Arsenal striker Ian Wright told BBC Radio 5 live.
"He's one of those players who no matter how poorly Arsenal were playing he never hid, always showed for the ball.
"He got loads of stick but continually tried to play and in the way he wants to play football. We are losing a great player and it's a shame."
Ramsey has not been at his sparkling best this season, though that is largely due to a lack of game-time caused by his contract dispute with Arsenal and subsequent inability to secure a regular starting place in the team.
Even before this season's doubts about his future, however, Ramsey has been criticised by Arsenal fans at matches and on social media.
"They've never fully taken to Rambo - there's always been a section of fans," says Ramsey's former Wales team-mate Danny Gabbidon.
Gabbidon's view is representative of many in Wales, who have taken umbrage at the criticism Ramsey has faced at Arsenal, be that from fan websites or celebrity supporters.
His detractors may point to a lack of consistency - he is as likely to dominate and transform a game as he is to pass through 90 minutes almost unnoticed.
There are times when he has been anonymous for Wales but his supporters there hold a more sympathetic view, that a fluctuation in form is a hazard of the job for a playmaker.
Another former Wales international, Iwan Roberts, believes that to be the case - and that Arsenal will come to regret their treatment of Ramsey.
"They haven't appreciated him from the first day he walked through the door," he said.
"We [in Wales] would rather see him go to Juventus. He could do with a fresh start."
Is Juventus the right move?
Juventus will make Ramsey the highest paid British player of all time with a basic salary of just over £400,000 a week and, like Gabbidon, Roberts thinks the midfielder will suit the more patient playing style of Serie A.
The man who gave Ramsey his Wales debut back in 2008, John Toshack, also believes Ramsey could be revitalised by the change of scenery.
Toshack has managed several foreign clubs - including two spells in charge of Real Madrid - and the former Liverpool striker hopes Ramsey will embrace all aspects of his move to Italy.
"There's a great deal to be gained by going abroad and seeing how other people live, not just the football, the culture side of it, everything," he told BBC Sport Wales.
"It makes you a better person overall and Ramsey now is at an age where he should be ready to cope with these things.
"Juventus is a big club, they're expected to win things, Champions League, and everything.
"He should really have a fantastic three, four maybe five years ahead of him, and, hopefully, the Welsh national team will benefit by that as well and it won't be easy adapting."
If it can seem that the Welsh footballing community is protective of Ramsey, then it may well be because it is.
He is a treasured rarity in Wales, a country which has seldom produced a player of such creativity and guile during its history.
Why are Juve and Europe's top clubs so keen?
The breakdown in negotiations between Ramsey and Arsenal soon caught the attention of Europe's leading clubs.
It meant he could join any club for free at the end of this season, and he could sign a pre-contract agreement with a foreign side from January onwards.
Financially, adding Ramsey to that list makes perfect sense for Juve, who spent the majority of their transfer budget on the statement signing of Cristiano Ronaldo last summer.
And according to those who have followed Ramsey's career, the playmaker would be an ideal fit for them in a footballing sense as well.
"If you look at Juventus and the make-up of their midfield, he will bring something that they don't have," says Gabbidon.
"They have Emre Can, Sami Khedira, Miralem Pjanic, Blaise Matuidi - none of those are players who get in the box and have that goalscoring threat, so I'm sure that's why Juve have identified him.
"Juve are dominant so if he goes there he's going to be winning league titles, but Serie A is becoming more competitive with Napoli and Inter Milan competing again."
source : bbc.com
Jumat, 11 Juli 2025
David De Gea Ingin Pergi Sebab Mu Miskin Prestasi
David De Gea Ingin Pergi Karena MU Miskin Prestasi
Mantan pelatih Timnas Skotlandia, Gordon Strachan menunjukkan komentar seputar spekulasi kala depan David De Gea. Strachan menilai wajar jika De Gea ingin pergi dari United sehabis setan merah minim prestasi beberapa ekspresi dominan terakhir.
Sosok De Gea sendiri mampu dikatakan tidak tergantikan di Manchester United. Kiper Timnas Spanyol itu sudah melaksanakan banyak evakuasi spektakuler sehingga setan merah mampu meraih sejumlah trofi bergengsi.
De Gea sendiri kembali menciptakan setan merah was-was setelah beliau enggan memperpanjang kontraknya di MU yang habis ekspresi dominan depan. Jose Mourinho sendiri membenarkan rumor ini dan menyebut dia cukup khawatir dengan situasi kontrak De Gea.
Strachan menilai bila De Gea pergi dari Old Trafford, maka hal itu masuk akal alasannya adalah setan merah tidak bisa memenuhi ambisinya untuk meraih banyak trofi. "Saya pikir ia [De Gea] sudah berada dalam sebuah fase di mana uang bukan hal utama dalam karirnya," buka Strachan kepada Sky Sports.
Baca komentar lengkap Strachan mengenai status transfer De Gea selengkapnya di bawah ini.
Tidak Puas
Menurut pandangan Strachan, De Gea sendiri membutuhkan trofi untuk menegaskan statusnya sebagai kiper terbaik di dunia, dan dia tidak mampu menerima itu di United.
"Saya pikir apa yang beliau butuhkan ketika ini yakni kepuasan dalam bekerja dan sebagai seorang penjaga gawang, dia masih memiliki sekitar 10 tahun lagi dalam karirnya."
"Saya pikir ia sangat ingin pergi ke klub-klub top yang memenangkan banyak gelar. Ia ingin memenangkan Liga Champions, ingin memenangkan trofi domestik dan Liga dan saya rasa itulah yang dia incar."
Kering Prestasi
Strachan percaya jikalau United tidak kunjung memenangkan gelar juara, maka De Gea sudah semakin bersahabat dengan pintu keluar Old Trafford.
"Saya pikir mengapa De Gea ingin pergi dari United karena klub ini sudah tidak berada di jajaran atas klub-klub top Eropa ketika ini."
"Mereka memang salah satu klub top, namun mereka tidak termasuk dalam tim-tim berbaik ketika ini. Ketika ia kembali ke Timnas Spanyol, rekan-rekannya di Real Madrid memenangkan akhir Liga Champions, sementara sobat-temannya di Barcelona memenangkan Liga, dan ia sendiri tidak memenangkan liga lagi." tandasnya.
Opsi Darurat
Manchester United sendiri masih memiliki opsi perpanjangan kontrak otomatis selama satu tahun yang akan menahan De Gea di Old Trafford hignga tahun 2020.
sumber : bola.net
Mantan pelatih Timnas Skotlandia, Gordon Strachan menunjukkan komentar seputar spekulasi kala depan David De Gea. Strachan menilai wajar jika De Gea ingin pergi dari United sehabis setan merah minim prestasi beberapa ekspresi dominan terakhir.
Sosok De Gea sendiri mampu dikatakan tidak tergantikan di Manchester United. Kiper Timnas Spanyol itu sudah melaksanakan banyak evakuasi spektakuler sehingga setan merah mampu meraih sejumlah trofi bergengsi.
De Gea sendiri kembali menciptakan setan merah was-was setelah beliau enggan memperpanjang kontraknya di MU yang habis ekspresi dominan depan. Jose Mourinho sendiri membenarkan rumor ini dan menyebut dia cukup khawatir dengan situasi kontrak De Gea.
Strachan menilai bila De Gea pergi dari Old Trafford, maka hal itu masuk akal alasannya adalah setan merah tidak bisa memenuhi ambisinya untuk meraih banyak trofi. "Saya pikir ia [De Gea] sudah berada dalam sebuah fase di mana uang bukan hal utama dalam karirnya," buka Strachan kepada Sky Sports.
Baca komentar lengkap Strachan mengenai status transfer De Gea selengkapnya di bawah ini.
Tidak Puas
Menurut pandangan Strachan, De Gea sendiri membutuhkan trofi untuk menegaskan statusnya sebagai kiper terbaik di dunia, dan dia tidak mampu menerima itu di United.
"Saya pikir apa yang beliau butuhkan ketika ini yakni kepuasan dalam bekerja dan sebagai seorang penjaga gawang, dia masih memiliki sekitar 10 tahun lagi dalam karirnya."
"Saya pikir ia sangat ingin pergi ke klub-klub top yang memenangkan banyak gelar. Ia ingin memenangkan Liga Champions, ingin memenangkan trofi domestik dan Liga dan saya rasa itulah yang dia incar."
Kering Prestasi
Strachan percaya jikalau United tidak kunjung memenangkan gelar juara, maka De Gea sudah semakin bersahabat dengan pintu keluar Old Trafford.
"Saya pikir mengapa De Gea ingin pergi dari United karena klub ini sudah tidak berada di jajaran atas klub-klub top Eropa ketika ini."
"Mereka memang salah satu klub top, namun mereka tidak termasuk dalam tim-tim berbaik ketika ini. Ketika ia kembali ke Timnas Spanyol, rekan-rekannya di Real Madrid memenangkan akhir Liga Champions, sementara sobat-temannya di Barcelona memenangkan Liga, dan ia sendiri tidak memenangkan liga lagi." tandasnya.
Opsi Darurat
Manchester United sendiri masih memiliki opsi perpanjangan kontrak otomatis selama satu tahun yang akan menahan De Gea di Old Trafford hignga tahun 2020.
sumber : bola.net
Your Man City-Liverpool Combined Xi Revealed
Manchester City v Liverpool: Mohamed Salah and Sergio Aguero make your combined XI
Raheem Sterling or Sadio Mane? Vincent Kompany or Virgil van Dijk? Sergio Aguero or Roberto Firmino?
Thousands of you have been making difficult managerial decisions to pick a combined Manchester City and Liverpool XI - and now the results are in.
See below to find out who made it, plus some of the details on who missed out.
Your Man City-Liverpool combined XI
You have overwhelmingly selected Alisson as your goalkeeper. The Liverpool player was selected by 75.48% of you to beat off competition from City's Ederson and Claudio Bravo and team-mate Simon Mignolet.
Your most popular formation was a 4-3-3 and three Liverpool players and one from City make up the four-man defence.
At right-back Trent Alexander-Arnold narrowly edges out Kyle Walker, the centre-back partnership is made up of Virgil van Dijk and City's Aymeric Laporte and the Reds' Andrew Robertson takes the left-back position.
Van Dijk was the most popular defender - 93.64% of you had him in your team. After the Dutchman and Laporte, Vincent Kompany was the next most popular central defender but he was only picked by 21.30%, compared to the 37.41% who selected his City team-mate.
Your midfield is dominated by City with all three positions taken by players from Pep Guardiola's side.
Kevin de Bruyne was the most popular midfielder after being selected in 74.44% of your teams and he is joined by team-mates David Silva and Fernandinho.
Georgino Wijnaldum was picked by 19.77% of you, making him the most popular Liverpool midfielder, but that was not enough to make it into the combined XI.
The award for the most-selected player unsurprisingly goes to Mohamed Salah. The Liverpool forward was picked in a remarkable 95.05% of teams.
Most of those picks came on the right side of a front three, so he takes that position with Sergio Aguero selected as the central striker and Sadio Mane on the left flank.
Aguero was picked by 62.81% of you with Roberto Firmino the next most popular central striker on 34.19%.
Raheem Sterling was selected in 21.91% of your teams but that was not enough to keep out Sadio Mane who was more popular after being selected by 42.66%.
My Man City-Liverpool XI
What the fans think...
We also asked one Manchester City fan and one Liverpool supporter to pick their combined XI. They both came up with pretty evenly split line-ups that contained nine of the same players.
The only differences were at right-back, where both supporters picked the opposite team's player, and in goal, where they each selected their own club's Brazilian.
"There is a toss-up at goalkeeper but I've gone with Ederson over Alisson," Rothband said. "He's a brilliant shot stopper, his distribution is outstanding and he plays as an additional defender.
"Robertson is an easy choice, he's probably the best left-back in the Premier League and it's an area City might have to strengthen in the transfer window.
"With Kyle Walker's drop in form over the past couple of weeks I've gone with the less experienced but hugely promising Trent Alexander-Arnold.
"I wouldn't use any Liverpool players in midfield as you can't get much better than the three I've chosen. While it's difficult to leave out Raheem Sterling I've gone for Mohamed Salah, who is an outstanding talent and Sadio Mane gets in just ahead of Leroy Sane."
And Liverpool fan Josh Sexton, of The Anfield Wrap, picked this team...
"Picking the defence was fairly straightforward," said Sexton. "The Brazil national team's coach has a decision to make between Alisson and Ederson and has mostly opted for the former, but Alisson has also been a revelation since he signed for Liverpool.
"Kyle Walker, I believe, is one of England's most well-rounded footballers. Andy Robertson has been a much more consistent option than anything City have had at left-back since Guardiola took over.
"The midfield was trickier, particularly looking at it from a Liverpool angle. The Reds have a pool of supremely talented midfielders. However, it would have been impossible to overlook the strength City have in the same department. Fernandinho is almost the perfect holding midfielder, Kevin de Bruyne is absolutely world-class, and David Silva will go down as one of the best No.10s the Premier League has seen.
"The attack is the most difficult to choose. City fans will probably scoff and point towards their superiority in the 'goals for' column, but Mo Salah and Sadio Mane are absolutely crucial for Liverpool. While it was tough to overlook Roberto Firmino, Sergio Aguero is City's all-time leading goalscorer and one of the most well-rounded strikers the Premier League has seen."
And here's what the 5 live team came up with...
Commentator Ali Bruce-Ball: Allison, Robertson, Van Dijk, Laporte, Alexander-Arnold, Fernandinho, De Bruyne, Silva, Salah, Firmino, Aguero.
Commentator Guy Mowbray: Allison, Robertson, Van Dijk, Laporte, Alexander-Arnold, Fernandinho, De Bruyne, Silva, Salah, Sterling, Aguero.
Changing times?
When the teams met in January, only three Liverpool players made your starting XI, with eight Manchester City players included.
Forwards Mohamed Salah and Sadio Mane were included, along with then new signing Virgil van Dijk.
The £75m defender retained his place in October's combined XI alongside City captain Vincent Kompany - but another two Liverpool players were added, including left-back Andrew Robertson.
Brazilian goalkeeper Alisson also replaced City's Ederson, while Benjamin Mendy lost his place to Robertson.
Defensive midfielder Fernandinho came in for City team-mate Raheem Sterling in the most recent XI but David Silva, Kevin de Bruyne, Kyle Walker and Sergio Aguero kept their places.
SOURCE
Langganan:
Komentar (Atom)




























