Madrid Diklaim Akan Kalahkan Liverpool Dengan Praktis
Jum'at 11 Mei 2018
Presiden Kehormatan Real Madrid Francisco Gento mengklaim Liverpool tak akan punya kesempatan untuk bisa menang lawan Cristiano Ronaldo cs di akhir Liga Champions mendatang.
Musim ini performa pasukan Zinedine Zidane itu di berbagai ajang tak terlalu solid. Alhasil mereka gagal berprestasi di pentas domestik meski mampu bersinar di Eropa.
Namun demikian, Madrid harus berjalan dengan tertatih-tatih untuk bisa melangkah ke babak tamat. Di babak perempatfinal, mereka bahkan sempat kalah melawan Juventus. Di semifinal mereka juga bisa dibilang cukup beruntung alasannya Bayern sempat menciptakan blunder di lini belakangnya dan terhindar dari kekalahan.
Di sisi lain Liverpool tampil solid meski di awal kompetisi sempat tak konsisten. Meski kalah lawan AS Roma di leg kedua semifinal, namun Mohamed Salah cs disebut punya kans juara jika bisa tampil dalam performa terbaiknya.
Gento lantas ditanya apakah ia yakin El Real nanti bisa jadi juara dan memenangkan trofi UCL untuk yang ke-13 kalinya. Ia pun menjawab: "Tanpa perlu diucapkan, pertandingan itu nanti akan berlangsung gampang (bagi Madrid)," klaimnya seperti dilansir Mirror.
Gento menambahkanMadrid tak boleh melewatkan peluang untuk bisa jadi juara di Kiev nanti. Apalagi sebab pentas UCL merupakan satu-satunya kans mereka untuk bisa meraih trofi di musim ini.
“Semua orang merasa senang dengan pertandingan semacam ini - semua orang ingin berada di sana untuk mendukung tim dan menyemangati mereka untuk memenangkan Piala Eropa lainnya - dan melanjutkan rangkaian hasil manis yang kami jalani dan yang selalu kami nikmati [dalam kompetisi ini]," ucap Gento.
"Madrid tidak mampu membiarkan kesempatan ini gagal - final harus dimenangkan, tidak dimainkan dan Real Madrid tahu apa yang dipertaruhkan," tegasnya. (mir/dim)
sumber : bola.net
Sabtu, 14 Maret 2026
Kamis, 12 Maret 2026
Ada Gosip Geng !!! Dalam Skuat Jerman
Ada Isu Geng !!! Dalam Skuat Jerman
Skuat Jerman dikabarkan berada dalam krisis alasannya adalah adanya perseteruan antara geng 'Bling-bling' dan geng Bavaria.
Skuat asuhan Joachim Loew itu memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2018 dengan jelek. Di matchday 1 Grup F kontra Meksiko, mereka menelan kekalahan dengan skor 1-0.
Jerman ketika itu main di bawah standar mereka. Lini belakang tim Panser juga kerap dengan mudah disusupi para pemain laskar El Tri.
Alhasil skuat Panser pun menuai banyak kritikan. Kondisi tim kemudian juga disebut kurang kondusif. Bahkan ada berita perpecahan yang dialami juara dunia 2014 tersebut. (bild/dim)
Bantahan Senior
Kekalahan itu kabarnya menciptakan sejumlah pemain senior Jerman murka. Alhasil sejumlah friksi tercipta di antara pemain imnas Jerman saat ini.
Akan tetapi kabar perpecahan itu pribadi disangkal oleh pemain senior Jerman, Thomas Muller. Dikatakannya gosip itu sama sekali tidak benar.
"Apakah kalian [Media] sudah mengonfirmasi kabar itu? Apakah kalian sudah punya narasumber? Tidak? Oke jika begitu."
Membaik
Tak lama berselang, bek asal Bayern Munchen Mats Hummels angkat bicara soal kondisi timnya. Dikatakannya, situasi di dalam tim Panser sekarang sudah jauh lebih baik.
"Atmosfernya sudah semakin lebih baik, kami kembali ke jalur yang benar," ujar Hummels kepada wartawan, mirip yang dikutip dari Goal.
"Semuanya sudah kembali ke performa terbaiknya. Sempat ada beberapa hari di mana kami sedikit jatuh, tetapi sekarang kami tahu semuanya masih mungkin. Saat kami mencapai potensial, maka kami mampu bermain anggun," lanjutnya.
Masih Pecah
Menurut kabar yang beredar via Sport Bild, perpecahan itu masih eksis. Mereka menyebut ada sejumlah pemain yang tergabung dalam dua geng berbeda.
Dalam geng Bling-bling, ada nama Mesut Ozil, Sami Khedira, Jerome Boateng dan Julian Draxler. Sementara itu geng Bavaria beranggotakan Manuel Neuer, Hummels, Muller dan Toni Kroos.
Media Jerman itu menyebut geng Bling-bling kesal pada geng Bavarian alasannya mereka harusnya bisa bersikap lebih aktif untuk melobi Joachim Loew terkait Leroy Sane. Winger Manchester City itu sebelumnya tak dibawa Loew ke Rusia.
Loew menyebut Sane tak dipanggil karena alasan seni manajemen. Ia disebut lebih menentukan Draxler dan Marco Reus dalam skuatnya sehingga nantinya Sane mampu jadi tak akan mendapat banyak menit bermain di Rusia.
Hasil Positif
Kabar tak sedap itu sendiri muncul sebelum Jerman bermain melawan Swedia. Untungnya kabar itu tidak sampai mempengaruhi semangat juang tim Panser.
Swedia sempat mencetak gol lebih dahulu pada menit 32 melalui Ola Toivonen. Sementara Jerman mampu membalas pada menit 48 melalui Marco Reus.
Skuat Jerman berada dalam kesulitan besar sebab pada menit 82 mereka kehilangan Jerome Boateng yang mendapat kartu merah. Namun mereka mampu mencetak gol pada menit 95 melalui free kick Kroos.
sumber : bola.net
Skuat Jerman dikabarkan berada dalam krisis alasannya adalah adanya perseteruan antara geng 'Bling-bling' dan geng Bavaria.
Skuat asuhan Joachim Loew itu memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2018 dengan jelek. Di matchday 1 Grup F kontra Meksiko, mereka menelan kekalahan dengan skor 1-0.
Jerman ketika itu main di bawah standar mereka. Lini belakang tim Panser juga kerap dengan mudah disusupi para pemain laskar El Tri.
Alhasil skuat Panser pun menuai banyak kritikan. Kondisi tim kemudian juga disebut kurang kondusif. Bahkan ada berita perpecahan yang dialami juara dunia 2014 tersebut. (bild/dim)
Bantahan Senior
Kekalahan itu kabarnya menciptakan sejumlah pemain senior Jerman murka. Alhasil sejumlah friksi tercipta di antara pemain imnas Jerman saat ini.
Akan tetapi kabar perpecahan itu pribadi disangkal oleh pemain senior Jerman, Thomas Muller. Dikatakannya gosip itu sama sekali tidak benar.
"Apakah kalian [Media] sudah mengonfirmasi kabar itu? Apakah kalian sudah punya narasumber? Tidak? Oke jika begitu."
Membaik
Tak lama berselang, bek asal Bayern Munchen Mats Hummels angkat bicara soal kondisi timnya. Dikatakannya, situasi di dalam tim Panser sekarang sudah jauh lebih baik.
"Atmosfernya sudah semakin lebih baik, kami kembali ke jalur yang benar," ujar Hummels kepada wartawan, mirip yang dikutip dari Goal.
"Semuanya sudah kembali ke performa terbaiknya. Sempat ada beberapa hari di mana kami sedikit jatuh, tetapi sekarang kami tahu semuanya masih mungkin. Saat kami mencapai potensial, maka kami mampu bermain anggun," lanjutnya.
Masih Pecah
Menurut kabar yang beredar via Sport Bild, perpecahan itu masih eksis. Mereka menyebut ada sejumlah pemain yang tergabung dalam dua geng berbeda.
Dalam geng Bling-bling, ada nama Mesut Ozil, Sami Khedira, Jerome Boateng dan Julian Draxler. Sementara itu geng Bavaria beranggotakan Manuel Neuer, Hummels, Muller dan Toni Kroos.
Media Jerman itu menyebut geng Bling-bling kesal pada geng Bavarian alasannya mereka harusnya bisa bersikap lebih aktif untuk melobi Joachim Loew terkait Leroy Sane. Winger Manchester City itu sebelumnya tak dibawa Loew ke Rusia.
Loew menyebut Sane tak dipanggil karena alasan seni manajemen. Ia disebut lebih menentukan Draxler dan Marco Reus dalam skuatnya sehingga nantinya Sane mampu jadi tak akan mendapat banyak menit bermain di Rusia.
Hasil Positif
Kabar tak sedap itu sendiri muncul sebelum Jerman bermain melawan Swedia. Untungnya kabar itu tidak sampai mempengaruhi semangat juang tim Panser.
Swedia sempat mencetak gol lebih dahulu pada menit 32 melalui Ola Toivonen. Sementara Jerman mampu membalas pada menit 48 melalui Marco Reus.
Skuat Jerman berada dalam kesulitan besar sebab pada menit 82 mereka kehilangan Jerome Boateng yang mendapat kartu merah. Namun mereka mampu mencetak gol pada menit 95 melalui free kick Kroos.
sumber : bola.net
Selasa, 03 Maret 2026
Instruktur Chinese Taipei Puji Permainan Egy Maulana Vikri Sesudah Dipermalukan
Pelatih Chinese Taipei Puji Permainan Egy Maulana Vikri Setelah Dipermalukan
Pelatih Chinese Taipei U-19, Chen Pho-Yu, memuji Egy Maulana Vikri yang tampil apik ketika membela timnas Indonesia U-19. Timnas Indonesia U-19 membuka partisipasi Piala AFC U-19 2018 dengan menaklukkan Chinese Taipei 3-1 di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Performa apik Egy menjadi satu di antara faktor yang membuat timnas Indonesia U-19 menang 3-1 atas Chinese Taipei. Sang pemain mendulang gol satu gol pada menit ke-50.
Selain mencatatkan nama di papan skor, Egy juga menjadi bintang film utama dalam dua gol yang dicetak Witan Sulaeman (71', 88'). Kinerja impresif tak ayal membuat penggawa Lechia Gdansk itu menuai pujian.
"Kami tahu Egy bermain di Polandia. Kami juga tahu beliau ialah pemain yang elok. Kami pun sudah melihat permainan Egy," kata Chen sehabis pertandingan.
"Namun, bermain satu lawan satu melawan Egy adalah hal yang sulit. Oleh alhasil, saya menugaskan para pemain untuk menekan Egy sepanjang pertandingan. Saya akui Egy memang tampil cantik," tutur Chen Pho-Yu.
Performa apik Egy Maulana Vikri membawa pengaruh konkret bagi timnas Indonesia U-19. Saat ini skuat Indra Sjafri merupakan pemuncak klasemen sementara Grup A dengan torehan tiga poin, unggul selisih gol dari Uni Emirat Arab yang menghuni peringkat kedua.
Sumber : bola.com
Sabtu, 21 Februari 2026
Tatap Leg Kedua, Pelatih Home United Sebut Suporter Persija Fantastis
Tatap Leg Kedua, Pelatih Home United Sebut Suporter Persija Fantastis
11 Mei 2018
Home United membawa bekal berharga masa menyudahi perlawanan Persija Jakarta pada leg pertama semifinal AFC Cup 2018 Zona ASEAN di Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa (8/5/2018).
Persija dipaksa bertekuk lutut oleh Home United dengan skor 2-3.
Pertandingan leg kedua akan bergulir pada 15 Mei 2018 di markas Persija, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Pelatih Home United, Aidil Sharin mewaspadai tekanan pendukung tuan rumah jelang pertemuan kedua.
Aidil menyebut, pemberian suporter Persija, Jakmania, sedikit bakal mempengaruhi jalannya pertandingan.
"Semoga kami mampu menang alasannya tidak mudah menang di Jakarta. Dan setiap mereka main ke sini (Singapura), selalu tidak gampang (dikalahkan). Karena nanti akan banyak Jakmania di SUGBK. Ya, alasannya adalah cukup sulit terutama di semifinal dan akhir. Setiap berkelahi tandang, fans dan semua hal lain harus diantisipasi," ujar Aidil.
Persija menorehkan rekor soal jumlah penonton di AFC Cup.
Partai Persija melawan Johor Darul Ta'zim (JDT) pada matchday kelima Grup H mengundang 60.157 Jakmania di SUGBK.
Jumlah tersebut merupakan rekor penonton terbanyak dalam sebuah pertandingan yang pernah digelar di AFC Cup.
"Apalagi Persija punya fans fantastis di Jakarta, semoga mereka akan menikmati pertandingan," kata Aidil.
Rotasi
Ditanyai kemungkinan melaksanakan perubahan seni manajemen di leg kedua, Aidil enggan membocorkan.
"Kami selalu memiliki plan, kami juga akan melihat kekuatan dan kelemahan Persija di setiap pertandingan," tutur Aidil.
sumber :Liputan 6.com
11 Mei 2018
Home United membawa bekal berharga masa menyudahi perlawanan Persija Jakarta pada leg pertama semifinal AFC Cup 2018 Zona ASEAN di Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa (8/5/2018).
Persija dipaksa bertekuk lutut oleh Home United dengan skor 2-3.
Pertandingan leg kedua akan bergulir pada 15 Mei 2018 di markas Persija, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Pelatih Home United, Aidil Sharin mewaspadai tekanan pendukung tuan rumah jelang pertemuan kedua.
Aidil menyebut, pemberian suporter Persija, Jakmania, sedikit bakal mempengaruhi jalannya pertandingan.
"Semoga kami mampu menang alasannya tidak mudah menang di Jakarta. Dan setiap mereka main ke sini (Singapura), selalu tidak gampang (dikalahkan). Karena nanti akan banyak Jakmania di SUGBK. Ya, alasannya adalah cukup sulit terutama di semifinal dan akhir. Setiap berkelahi tandang, fans dan semua hal lain harus diantisipasi," ujar Aidil.
Persija menorehkan rekor soal jumlah penonton di AFC Cup.
Partai Persija melawan Johor Darul Ta'zim (JDT) pada matchday kelima Grup H mengundang 60.157 Jakmania di SUGBK.
Jumlah tersebut merupakan rekor penonton terbanyak dalam sebuah pertandingan yang pernah digelar di AFC Cup.
"Apalagi Persija punya fans fantastis di Jakarta, semoga mereka akan menikmati pertandingan," kata Aidil.
Rotasi
Ditanyai kemungkinan melaksanakan perubahan seni manajemen di leg kedua, Aidil enggan membocorkan.
"Kami selalu memiliki plan, kami juga akan melihat kekuatan dan kelemahan Persija di setiap pertandingan," tutur Aidil.
sumber :Liputan 6.com
Senin, 19 Januari 2026
Eks Madrid Dan Barca Ini Akan Kembali Bersaing Sebagai Pelatih
Eks Madrid dan Barca Ini Akan Kembali Bersaing Sebagai Pelatih
12 Mei 2018
Eks megabintang Real Madrid, Raul Gonzalez mampu segera menyusul jejak Zinedine Zidane dalam dunia kepelatihan sepak bola. Saat ini Raul sedang bersiap untuk memulai keriernya sebagai pelatih dengan mengikuti kursus lisensi instruktur UEFA.
Mengutip goal, Raul menyebut bahwa dirinya sedang memulai tahun pertama untuk lisensi UEFA A dan B. Dia pun mengakui akan memulai karier dengan melatih usia dini.
"Kami sudah memulai tahun pertama lisensi A dan B. Itu yakni langkah pertama untuk melatih dan setidaknya menjadi instruktur usia muda. Dan dalam setahun kami akan bisa mengambul UEFA Pro, yang membuat kami mampu melatih tim manapun," jelas Raul.
Agaknya Raul mengindikasikan bahwa dia juga ingin memulai karier kepelatihannya di Real Madrid. Entah beliau akan melatih usia muda atau tidak, Raul masih belum mampu memastikan.
"Sekarang yang terpenting ialah untuk segera menerima sertifikat kepelatihan ini dan Juni nanti saya akan berbicara dengan klub (Madrid). Kami harus menganalisis kemungkinannya. Saya melihat sepak bola dari sudut pandang yang berbeda dengan kelas ini."
Sementara itu, setidaknya Raul akan mengenal satu wajah familier pada kursus kepelatihan tersebut. Setidaknya beliau akan bergabung dengan mantan bintang Barcelona, Xavi Hernandez.
"Kami berjumlah 16 dan Xavi akan tiba pada Selasa ini. Banyak dari kami yang sudah pernah menjadi rekan setim atau rival dan aku yakin kursus itu akan sangat menyenangkan dan kami akan mempelajari semua hal yang mungkin," tandasnya. (goal/dre)
sumber : bola.net
12 Mei 2018
Eks megabintang Real Madrid, Raul Gonzalez mampu segera menyusul jejak Zinedine Zidane dalam dunia kepelatihan sepak bola. Saat ini Raul sedang bersiap untuk memulai keriernya sebagai pelatih dengan mengikuti kursus lisensi instruktur UEFA.
Mengutip goal, Raul menyebut bahwa dirinya sedang memulai tahun pertama untuk lisensi UEFA A dan B. Dia pun mengakui akan memulai karier dengan melatih usia dini.
"Kami sudah memulai tahun pertama lisensi A dan B. Itu yakni langkah pertama untuk melatih dan setidaknya menjadi instruktur usia muda. Dan dalam setahun kami akan bisa mengambul UEFA Pro, yang membuat kami mampu melatih tim manapun," jelas Raul.
Agaknya Raul mengindikasikan bahwa dia juga ingin memulai karier kepelatihannya di Real Madrid. Entah beliau akan melatih usia muda atau tidak, Raul masih belum mampu memastikan.
"Sekarang yang terpenting ialah untuk segera menerima sertifikat kepelatihan ini dan Juni nanti saya akan berbicara dengan klub (Madrid). Kami harus menganalisis kemungkinannya. Saya melihat sepak bola dari sudut pandang yang berbeda dengan kelas ini."
Sementara itu, setidaknya Raul akan mengenal satu wajah familier pada kursus kepelatihan tersebut. Setidaknya beliau akan bergabung dengan mantan bintang Barcelona, Xavi Hernandez.
"Kami berjumlah 16 dan Xavi akan tiba pada Selasa ini. Banyak dari kami yang sudah pernah menjadi rekan setim atau rival dan aku yakin kursus itu akan sangat menyenangkan dan kami akan mempelajari semua hal yang mungkin," tandasnya. (goal/dre)
sumber : bola.net
Sabtu, 10 Januari 2026
Arema Fc Taklukkan Kalteng Putra Di Semifinal Piala Presiden 2019
Arema FC Taklukkan Kalteng Putra di Semifinal Piala Presiden 2019
BOLASPORT.COM - Arema FC menang telak 3-0 Kalteng Putra pada leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2019 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (2/4/2019).
Arema FC sukses mengambil keuntungan pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 melawan Kalteng Putra.
Tiga gol kemenangan Arema FC ke gawang Kalteng Putra pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 dicetak oleh Dedik Setiawan (26' dan 66') dan Hanif Sjahbandi (59').
Kemenangan ini bisa menjadi modal berharga bagi Arema FC dikala menjalani leg kedua semifinal Piala Presiden 2019 kontra Kalteng Putra di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (6/4/2019).
Pada babak pertama, Arema FC mampu mendominasi pertandingan di 15 menit awal.
Namun, upaya serangan Singo Edan gres membuahkan hasil pada menit ke-26 melalui Dedik Setiawan.
Dedik sukses meneruskan umpan dari Ricky Kayame yang sebelumnya melakukan akselerasi di kotak penalti Kalteng Putra.
Skor 1-0 untuk keunggulan Arema atas Kalteng Putra menutup jalannya babak pertama.
Pada babak kedua, Kalteng Putra berusaha tampil menyerang untuk menyamakan kedudukan.
Pada menit ke-55, Diogo Campos nyaris menyamakan kedudukan andai sepakannya tak ditepis oleh kiper Arema, Kurniawan Kartika Ajie.
Arema FC justru menjiplak keunggulan menjadi 2-0 melalui gol dari Hanif Sjahbandi pada menit ke-59.
Hanif yang berpindah posisi sebagai bek tengah sukses meneruskan bola liar di kotak penalti Kalteng Putra.
Arema FC kian menegaskan keunggulan menjadi 3-0 melalui gol Dedik Setiawan pada menit ke-66.
Penyerang timnas Indonesia itu sukses meneruskan umpan terobosan dari Makan Konate.
Tak ada gol pemanis sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak kedua.
Skor 3-0 untuk kemenangan Arema FC atas Kalteng Putra pada leg pertama semifinal Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (2/4/2019).
Setelah ini Arema FC akan bertandang ke markas Barito Putera yang dijadikan sangkar oleh Kalteng Putra ialah Stadion 17 Mei, Banjarmasin, pada Jumat (5/4/2019).
Susunan Pemain:
Arema FC (4-3-3): 96-Kurniawan Kartika Ajie; 39-Alfin Tuasalamony, 23-Hamka Hamzah, 6-Ikhfanul Alam (14-Jayus Hariono 37'), 87-Johan Alfarizie; 19-Hanif Sjahbandi, 12-Hendro Siswanto (Muhammad Rafli 88'), 10-Makan Konate; 41-Dendy Santoso, 27-Dedik Setiawan, 21-Ricky Kayame (11-Rivaldi Bawuo 71')
Pelatih: Milomir Seslija
Kalteng Putra (4-4-2): 20-Dimas Galih; 4-OK John, 2-Rafael Bonfim, 3-Wasyiat Hasbullah, 26-Kevin Wopi; 17-Antoni Putro Nugroho, 18-I Gede Sukadana, 12-Rizky Febrianto, 13-Ferinando Pahabol (Maldini Pali 69'); 11-Diogo Campos (Elthon Maran 69'), 10-Patrich Wanggai
Pelatih: Gomes de Oliveira
sumber : bolasport.com
Rabu, 07 Januari 2026
Terkuak! Si Penghancur Timnas U-19 Ini Ternyata Bukan Asli Warga Qatar
Terkuak! Si Penghancur Timnas U-19 Ini Ternyata Bukan Asli Warga Qatar
Laga kedua babak penyisihan grup A ajang Piala Asia U-19 2018 yang mempertemukan antara Timnas Indonesia U-19 vs Qatar U-19 berlangsung sangat menarik.
Hujan gol mewarnai tabrak yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno (21/10/2018. Total ada 11 gol dimana Qatar unggul 6 - 5 atas Indonesia.
Ada dua pemain yang berhasil mencetak hattrick di masing-masing tim, Todd Rivaldo Ferre di Timnas Indonesia U-19 dan Abdulrasheed Umaru pemain Qatar U-19 yang juga menorehkan tiga gol.
Berbicara mengenai Abdulrasheed Umaru, pemain ini benar - benar menghancurkan barisan belakang Indonesia U-19 yang digalang Nurhidayat Haji Haris dan Rachmat Iriyanto. Aksi Abdulrasheed Umaru bak Kylian Mbappe di Timnas Perancis yang sulit dihadang saat membawa bola dan mempunyai ketajaman luar biasa di depan gawang.
Ternyata Abdulrasheed Umaru sendiri bukanlah asli warga negara Qatar melainkan pemain naturalisasi. Ia lahir di Nigeria pada 12 Agustus 1999. Saat ini Abdulrasheed Umaru memperkuat salah satu tim di Liga Belgia namun bukan di kasta teratas.
Seusai laga melawan Timnas Indonesia U-19, Abdulrasheed Umaru mengomentari suasana pertandingan yang berlangsung cukup ketat ditambah gemuruh dari 38.217 suporter Garuda Muda yang turut hadir.
"Pertandingan yang ahli. Saya coba hening dan tak dengarkan gemuruh di sini. Saya cuma coba fokus ke pertandingan," kata Umaru di Mix Zone, Minggu (21/10/2018) malam WIB seperti dikutip dari the-afc.com (22/10/2018).
Ia juga merasa kecewa alasannya adalah beberapa kali gagal mencetak gol padahal memiliki peluang emas.
"Sebenarnya bukan hasil yang aku harapkan. Tapi tak apa-apa, mungkin ini jalan dari Tuhan," sambungnya.
"Saya kecewa sebab melewatkan dua gol itu, saya mengalami beberapa kesalahan. Itu mampu terjadi dalam sepak bola. Anda mampu mencetak gol, Anda mampu mencetak banyak, tetapi Anda juga mampu kehilangan," keluhnya.
Ia juga yakin bahwa Qatar akan lolos ke babak selanjutnya, tak lupa Umaru juga menyinggung Timnas Garuda Muda.
"Kami siap untuk pertandingan berikutnya dan Insya Allah, kami akan lolos. Tetapi saya juga ingin mengucapkan supaya sukses untuk Indonesia," tambahnya.
Menurut kalian apa yang membuat Timnas U-19 bisa 'remuk' oleh Qatar sebelum kesannya bisa berdiri?
sumber : ucnews.com
Laga kedua babak penyisihan grup A ajang Piala Asia U-19 2018 yang mempertemukan antara Timnas Indonesia U-19 vs Qatar U-19 berlangsung sangat menarik.
Hujan gol mewarnai tabrak yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno (21/10/2018. Total ada 11 gol dimana Qatar unggul 6 - 5 atas Indonesia.
Ada dua pemain yang berhasil mencetak hattrick di masing-masing tim, Todd Rivaldo Ferre di Timnas Indonesia U-19 dan Abdulrasheed Umaru pemain Qatar U-19 yang juga menorehkan tiga gol.
Berbicara mengenai Abdulrasheed Umaru, pemain ini benar - benar menghancurkan barisan belakang Indonesia U-19 yang digalang Nurhidayat Haji Haris dan Rachmat Iriyanto. Aksi Abdulrasheed Umaru bak Kylian Mbappe di Timnas Perancis yang sulit dihadang saat membawa bola dan mempunyai ketajaman luar biasa di depan gawang.
Ternyata Abdulrasheed Umaru sendiri bukanlah asli warga negara Qatar melainkan pemain naturalisasi. Ia lahir di Nigeria pada 12 Agustus 1999. Saat ini Abdulrasheed Umaru memperkuat salah satu tim di Liga Belgia namun bukan di kasta teratas.
Seusai laga melawan Timnas Indonesia U-19, Abdulrasheed Umaru mengomentari suasana pertandingan yang berlangsung cukup ketat ditambah gemuruh dari 38.217 suporter Garuda Muda yang turut hadir.
"Pertandingan yang ahli. Saya coba hening dan tak dengarkan gemuruh di sini. Saya cuma coba fokus ke pertandingan," kata Umaru di Mix Zone, Minggu (21/10/2018) malam WIB seperti dikutip dari the-afc.com (22/10/2018).
Ia juga merasa kecewa alasannya adalah beberapa kali gagal mencetak gol padahal memiliki peluang emas.
"Sebenarnya bukan hasil yang aku harapkan. Tapi tak apa-apa, mungkin ini jalan dari Tuhan," sambungnya.
"Saya kecewa sebab melewatkan dua gol itu, saya mengalami beberapa kesalahan. Itu mampu terjadi dalam sepak bola. Anda mampu mencetak gol, Anda mampu mencetak banyak, tetapi Anda juga mampu kehilangan," keluhnya.
Ia juga yakin bahwa Qatar akan lolos ke babak selanjutnya, tak lupa Umaru juga menyinggung Timnas Garuda Muda.
"Kami siap untuk pertandingan berikutnya dan Insya Allah, kami akan lolos. Tetapi saya juga ingin mengucapkan supaya sukses untuk Indonesia," tambahnya.
Menurut kalian apa yang membuat Timnas U-19 bisa 'remuk' oleh Qatar sebelum kesannya bisa berdiri?
sumber : ucnews.com
Langganan:
Komentar (Atom)






