Minggu, 07 Juli 2024
Indra Sjafri: Jangan Coba-Coba Sok Bintang Depan Saya
Indra Sjafri: Jangan coba-coba sok bintang depan saya
saya ingat betul, itu seperti malam yang sama dengan enam tahun lalu. Para pemain mengelilingi bendera merah putih, bermunajat dan yakin kalahkan musuh. “Suasananya seperti tamat AFF U-19 2013. Kami percaya diri untuk menang, ” tutur Indra.
Instruksinya di ruang ganti abad itu cukup jelas: menyerang dan berjuang. Alhasil, Indonesia main berapi-api dan trengginas. Timnas muda pun keluar sebagai juara Piala AFF U-22. Sama kayak tahun 2013. Tapi di level usia 19.
Meski sudah dua kali angkat trofi, Indra enggan dilanda besar hati berlebihan. Apalagi, pasukannya segera menghadapi kualifikasi Piala Asia. Indonesia akan bersaing dengan tuan rumah Vietnam, Brunei Darussalam dan Thailand di Grup K--akhir Maret nanti.
“Tak ada waktu euforia. Kami ini sudah mulai latihan,” kata pria berusia 56 ini kepada tim Beritagar.id saat wawancara, Senin (4/3/2019).
Malam itu dia mencengkeram tangan kami dan menawarkan kawasan duduk di salah satu restoran di Hotel Sultan, Jakarta. Kulitnya terlihat cokelat, mirip habis berjemur. Indra memang baru saja beres memimpin latihan.
Tampak juga di sana, masih dengan rambut lembap, Hanif Sjahbandi. Ia hendak meninggalkan restoran usai makan malam. Disusul Witan Sulaeman dan pemain lain. Mereka menganggukkan kepala serta menekuk badan ketika memandang Indra.
Indra pun kemudian menembak kami dengan serentet pertanyaan. Padahal kami baru saja duduk. “Ini berapa usang? Tidak panjang kan? Saya mau rapat,” tanya Indra, yang tampil dengan gaya reseleting jaket dibuka.
Nada bicara Indra begitu tegas. Kadang mengangkat-angkat tangan seperti orator, tapi berakhir dengan senyuman ketika sesi foto.
Selama satu jam dia meladeni pertanyaan kami wacana ambisinya melatih Timnas senior, pesan khusus Presiden Joko Widodo dan potensi Marinus Wanewar. Berikut perbincangannya:
Selamat sebelumnya. Diundang ke Istana dan mampu bonus. Apakah Presiden beri pesan khusus?
Intinya, Presiden peduli dengan pelatih lokal. Beliau minta pelatih lokal itu banyak mencar ilmu dan cari konsultan.
Menurut Presiden, mereka bisa eksis jikalau dikasih kesempatan. Benar itu.
Lihat saja. Di Piala AFF, semua peserta pakai pelatih asing. Hanya kita yang lokal dan juara. Tapi masih saja ada orang yang bilang juara ini alasannya adalah kebetulan.
Anda merasa juara Piala AFF ini pembuktian sekaligus membungkam kritikan seperti itu?
Orang yang paham proses tidak akan bilang begitu (kebetulan). Saya ini melatih dari Timnas U-12, U-16, U-17, U-18, U-19 lalu U-22.
Saya enggak butuh popularitas. Bahkan bila ditawari menangani Timnas senior, saya enggak akan ambil.
Memangnya ada usulan dari PSSI untuk melatih Timnas senior?
Oh ada. Tapi aku ndak ambil. Saya harus bekerja sesuai kesanggupan. Era Evan Dimas dan Egy Maulana ini naik pelan-pelan ke jenjang senior.
Ketika mereka ada di sana, aku tahu persis siapa yang saya bimbing dan itu berhubungan dengan kesanggupan saya tadi.
Artinya Anda mau dan ada ambisi…
Ndak sekarang. Saya ndak mau kalau tanpa proses. Saya ndak mau aji mumpung. Tiga hari booming di koran, tiga hari setelahnya hancur.
Saya ingin berjenjang. Dari ketua RT, ketua RW, kemudian kepala desa, bupati dan seterusnya.
Tapi kan dalam prosesnya Anda dua kali dipecat PSSI, bagaimana?
Saya pikir itu dinamika. Saya ndak tahu parameter dipecat itu apa. Tanya saja ke PSSI. Enggak baik bila dari saya.
Saya hanya minta, ada parameter terang kenapa pelatih itu dipecat. Makara jangan menurut perasaan gitu.
Posisi pelatih Timnas sangat rawan terhadap pemecatan ya?
Seharusnya tidak, bila federasi punya parameter. Misalnya, pelatih dikasih target dan ndak tercapai, ngapain dipertahankan, ya kan?
Pecat saja. Target itu jadi parameter. Tapi kalau enggak ada parameter, akan jadi polemik.
Bagaimana mau bicara parameter jika PSSI-nya dilanda masalah pengaturan skor?
Itu lain permasalahan.
Maksudnya PSSI sedang tidak sehat dalam menjalankan roda organisasinya saat ini…
Pasti ndak (sehat). Pasti terganggu. Tapi jangan berpikir bila ganti ketua umum kita akan jadi juara dunia.
Enggak ada hubungannya antara prestasi dan ketua umum. Yang ada hubungannya yaitu prestasi dan acara training.
Prestasi ini ya imbas dari pekerjaan PSSI. Bohong jika bilang bukan. Proses pelatihan dan kompetisi memang sudah mulai anggun.
Anda merasa lebih gampang untuk mencari pemain muda kini ini?
Oh iya. Dulu, pada 2013, belum ada kompetisi yang memberi kesempatan mereka main di liga. Sekarang kan lebih baik.
Scouting kami, cuma tinggal lihat kompetisi saja. Banyak yang elok. Dari segi skil, fisik, kemampuan taktikal dan mental.
Titik lemah terbesar pemain kita itu mental disiplin ya?
Mental disiplin itu bukan harus tidur jam 9 dan ndak boleh main HP. Bicara mental itu lebih kepada pemain harus malu bila kalah.
Harus ingin jadi yang terbaik dan mau berubah. Kalau jam tidur dan main HP mah kecil banget. Enggak usah diatur.
"Saya minta ke pemain untuk jangan lihat medsos ketika menang. Tetapi dikala kalah. Karena kita akan dapat banyak pelajaran dari sana."
Indra Sjafri
Para pemain Anda justru diberi kebebasan untuk menggunakan handphone?
Bukan kebebasan, tapi kesepakatan. Disiplin itu muncul dari kesadaran. Mereka sudah besar. Tahu kapan main HP dan ndak.
Dan jangan coba-coba sok bintang depan aku. Tim adalah 23 untuk satu dan satu untuk 23.
Apakah pemain muda kita sulit mengendalikan emosi? Yang dalam sorotan itu Marinus Wanewar misalnya?
Ndak ada yang sulit. Itu orang saja bilang ia bermasalah. Nyatanya tidak. Bertemu Presiden saja ia tidak memikirkan pribadi.
Marinus malah bilang bonusnya untuk bikin rumah ibadah. Dia baik dan ada potensi jadi striker mahir. Kalau sisi emosional, semua orang punya sisi itu kan.
Dari awal sepertinya Anda sudah yakin dengan materi pemain di Piala AFF kemarin ya?
Karena banyak pemain yang pernah bekerja dengan aku. Mereka ini berdedikasi dan berkualitas.
Dalam seleksi, banyak juga pemain anggun yang ndak saya pilih. Karena masing-masing instruktur punya style dalam bangun tim.
Anda berani beri keyakinan kepada pemain belia. Seperti Witan Sulaeman yang baru 17 tahun…
Asal cantik, siapa pun ia, aku mainkan. Witan itu beda lima tahun dari batas usia kompetisi. Jauh umurnya. Tapi beliau bisa tunjukkan potensinya dan merepotkan pertahanan lawan.
Di final lawan Thailand, yang merupakan Macan Asia Tenggara, Anda menerapkan seni manajemen khusus?
Kami tidak pernah anggap lawan itu macan. Kami enggak memikirkan lawan berlebihan. Lebih bagus lawan memikirkan kita.
Bagaimana caranya? Bangun tim yang manis. Kalau kita mikirin lawan terus, kapan mikirin tim kita.
Rotasi pemain yaitu bab strategi Anda?
Tergantung siapa lawan. Ada yang kaget dengan rotasi ini. Pemain ini, kemarin main, sekarang kok enggak.
Makanya jangan terpengaruh pengamat. Kadang mereka tidak tahu soal tim, tapi bicara seperti mimpi. Pintar beliau daripada kita. Lihat saja di media umum.
Tapi aku tidak antikritik. Malah, saya minta ke pemain untuk jangan lihat medsos dikala menang. Tetapi ketika kalah. Karena kita akan dapat banyak pelajaran dari sana.
Di bawah Anda, tak ada aturan tertulis untuk pemain ketika memakai media umum?
Saya ndak pernah mengatur itu. Yang saya atur ialah memutuskan regulasi handphone. Saya ingin disiplin dari hati. Bukan mengawasi mirip orang di penjara.
Sebenarnya bagaimana memompa mental pemain biar maksimal dalam pertandingan?
Pertama. Jangan merasa bintang. Saya butuh tim, bukan individu. Kedua, beda antara bermain di klub dan Timnas. Di klub itu profesional.
Yang banyak main, bonusnya lebih besar. Ini bela negara. Mau dikasih penghargaan atau dimaki, terserah. Ini soal kebanggaan dan harga diri.
Saya pernah 17 bulan enggak gajian, tapi aku tetap jalan. Di Timnas, jangan diukur dengan uang.
Menurut Anda, apa penilaian yang harus dilakukan usai Piala AFF ini?
Kalau mau penilaian, kita harus evaluasi sepak bola Indonesia. Bahwa sepak bola butuh skil iya. Tapi untuk bisa juara ndak bisa simsalabim.
Kita ini juara alasannya adalah proses. Beberapa pemain kenal sama saya di U-19 lalu. Sehingga mampu menyesuaikan filosofi saya: menyerang dengan passing game.
Filosofi itu sesuai dengan kurikulum pelatihan sepak bola Indonesia dari PSSI?
Harusnya. Maka itu filosofi itu harus nyambung dari bau kencur hingga senior.
Kalau filosofinya menyerang dengan 4-3-3, ya itu harus ada materi khusus 4-3-3 di kurikulum.
Di kampung-kampung itu, pemain sayap kita cantik-anggun. Enggak usah sok-sok Eropa.
Kalau enggak ada pemain sayap? Indonesia mampu main satu striker saja?
Formasi itu yang menentukan pemain. Kalau pemain sayap banyak, ngapain pemain depan sampai dua.
Kalau saya punya satu striker pembunuh ya saya main 4-5-1. Tergantung komposisi pemain.
Anda tidak fanatik terhadap formasi tertentu?
Ndak lah. Jangan dipaksakan. Sayang pemain seperti Andik kalau tidak dimainkan. Goblok banget.
Oke. Bagaimana Anda melihat perkembangan angkatan Evan Dimas Cs.?
Saya agak kecewa. Beberapa pemain hilang. Tapi 70 persennya eksis. Mereka ini dibongkar, tapi ujung-ujungnya masuk lagi Timnas. Kan buang-buang waktu.
Mereka ini pemain bagus. Tapi sekali lagi. Pemain itu jangan sok bintang. Buat aku, pemain dengan perilaku begitu, ya game over. Hilang dua, tiba delapan.
Bagus tapi jarang dapat akidah instruktur klub untuk bermain, ya percuma…
Ini soal keberanian instruktur. Kalau dikasih kesempatan, anak muda itu potensial. Kalau jarang main, mereka akan terus terdegradasi.
Ditambah lagi banyaknya kehadiran pemain abnormal. Bagaimana Timnas mau jago. Itu pelatihnya saja ndak mau pusing.
Anda oke pemain naturalisasi bisa mendongkrak kekuatan Timnas?
Ndak setuju. Tanya Menpora. Dari dulu aku enggak baiklah. Tegas. Saya ingin buktikan belum dewasa Indonesia bisa bersaing.
Kan pemain yang Anda panggil, yaitu Ezra Walian ialah pemain naturalisasi?
Ezra itu statusnya sudah warga negara Indonesia. Yang aku maksud itu, selagi saya pegang Timnas, aku tidak akan melaksanakan naturalisasi. Tidak akan.
Kaprikornus, berapa lama lagi Anda siap untuk melatih Timnas senior?
Namanya proses kan ndak ada ukuran.
Ini yakni tahun politik. Bagaimana Anda menjaga Timnas semoga enggak terpapar intrik-intrik politik yang sedang hangat?
Ndak usah lah kaitkan politik dengan bola. Pak Jokowi saja tidak bicara politik saat bertemu.
Tapi ada cerita. Ada yang melarang saya ke Istana. Saya galau. Masa Presiden ngundang, aku enggak tiba.
Ndak dapat duit Rp200 juta kan bodoh banget.
Tapi bagaimana Anda memandang mantan instruktur Timnas Nilmaizar maju di pemilihan calon legislatif 2019?
Perlu ada pelaku bola masuk ke sana. Saya dukung beliau. Biar bola jadi perhatian.
sumber : https://beritagar.id
Kamis, 04 Juli 2024
Mu Sudah Putuskan Akan Pecat Mourinho
MU Sudah Putuskan Akan Pecat Mourinho
Manajemen klub Manchester United dikabarkan sudah menciptakan keputusan untuk memecat Jose Mourinho tamat pekan ini terlepas dari hasil apapun yang didapat lawan Newcastle.
Musim ini MU Mengawal start dengan amburadul. Bukannya lebih baik dari trend lalu, Setan Merah malah lebih mendapat hasil yang lebih buruk.
Dari tujuh pertandingan di Premier League, mereka menang tiga kali, imbang sekali dan kalah tiga kali. Mereka juga sudah tersingkir dari ajang EFL Cup karena dikalahkan Derby County.
MU pun mencatatkan start terburuk mereka dalam 29 tahun. Hal ini menciptakan Mourinho berada dalam tekanan sangat besar.
Di Ujung Tanduk
Saat ini Mourinho masih terikat kontrak sampai tahun 2020. Akan tetapi belakangan ini karirnya di Old Trafford disebut berada di ujung tanduk.
Tengah pekan kemarin, MU bermain imbang lawan Valencia di Liga Champions. Setelah itu ada kabar bahwa manajemen Setan Merah akan memperlihatkan kesempatan satu sabung kepadanya untuk menyelamatkan karirnya di United.
Akhir pekan ini, United akan bermain melawan Newcastle. Laga itu akan dihelat di Old Trafford.
MU sejatinya diunggulkan di tubruk ini. Sebab sekarang Newcastle sedang tampil jelek. Mereka belum pernah sekalipun meraih kemenangan.
The End
Akan tetapi berdasarkan laporan dari The Mirror, manajemen MU risikonya mengambil keputusan soal masa depan Mourinho lebih cepat. Mereka tak akan menunggu hasil akhir sabung lawan Newcastle.
Petinggi United dikabarkan sudah kehilangan kepercayaannya pada manajer berusia 55 tahun itu. Mereka pun sudah memutuskan akan mendepak Mourinho, tak peduli meski MU menang atas Newcastle sekalipun.
Media asal Inggris itu menyebut Mourinho sudah mencapai titik di mana beliau tak termaafkan lagi oleh petinggi klub. Pasalnya dia sudah berseteru dengan para pemain, para fans dan juga staf klub.
Selain itu media tersebut juga menyebut Ed Woodward sudah mempunyai calon pengganti Mourinho. Manajer yang diidamkannya yakni manajer Tottenham, Mauricio Pochettino.
sumber : bola.net
Manajemen klub Manchester United dikabarkan sudah menciptakan keputusan untuk memecat Jose Mourinho tamat pekan ini terlepas dari hasil apapun yang didapat lawan Newcastle.
Musim ini MU Mengawal start dengan amburadul. Bukannya lebih baik dari trend lalu, Setan Merah malah lebih mendapat hasil yang lebih buruk.
Dari tujuh pertandingan di Premier League, mereka menang tiga kali, imbang sekali dan kalah tiga kali. Mereka juga sudah tersingkir dari ajang EFL Cup karena dikalahkan Derby County.
MU pun mencatatkan start terburuk mereka dalam 29 tahun. Hal ini menciptakan Mourinho berada dalam tekanan sangat besar.
Di Ujung Tanduk
Saat ini Mourinho masih terikat kontrak sampai tahun 2020. Akan tetapi belakangan ini karirnya di Old Trafford disebut berada di ujung tanduk.
Tengah pekan kemarin, MU bermain imbang lawan Valencia di Liga Champions. Setelah itu ada kabar bahwa manajemen Setan Merah akan memperlihatkan kesempatan satu sabung kepadanya untuk menyelamatkan karirnya di United.
Akhir pekan ini, United akan bermain melawan Newcastle. Laga itu akan dihelat di Old Trafford.
MU sejatinya diunggulkan di tubruk ini. Sebab sekarang Newcastle sedang tampil jelek. Mereka belum pernah sekalipun meraih kemenangan.
The End
Akan tetapi berdasarkan laporan dari The Mirror, manajemen MU risikonya mengambil keputusan soal masa depan Mourinho lebih cepat. Mereka tak akan menunggu hasil akhir sabung lawan Newcastle.
Petinggi United dikabarkan sudah kehilangan kepercayaannya pada manajer berusia 55 tahun itu. Mereka pun sudah memutuskan akan mendepak Mourinho, tak peduli meski MU menang atas Newcastle sekalipun.
Media asal Inggris itu menyebut Mourinho sudah mencapai titik di mana beliau tak termaafkan lagi oleh petinggi klub. Pasalnya dia sudah berseteru dengan para pemain, para fans dan juga staf klub.
Selain itu media tersebut juga menyebut Ed Woodward sudah mempunyai calon pengganti Mourinho. Manajer yang diidamkannya yakni manajer Tottenham, Mauricio Pochettino.
sumber : bola.net
Senin, 01 Juli 2024
Winger Timnas Brasil (Philippe Coutinho) Pindah Ke Bayern Munchen
Munchen - Winger Timnas Brasil,Philippe Coutinho, telah angkat kaki dari klub Barcelona dan bergabung ke Bayern Munchen. Coutinho pun juga mengaku kalau dia mendapat pesan khusus dari sang manajer Liverpool, Jurgen Klopp.
Pemain yang berusia 27 tahun tersebut merupakan satu di antara nama yang sering dicarakan dan bakal dilepas dari klub Barca, pada bursa transfer ekspresi dominan panas tahun ini. Minimnya donasi menjadi sebuah alasan Los Cules ingin menjual Philippe Coutinho ke klub lain.
Sejumlah klub besar Eropa selalu dikaitkan dengan si pemain si pemain tersebut, termasuk Liverpool. Manajemen Setan Merah juga berencana untuk memboyong Coutinho pada awal demam isu ini.
Namun proses transfer tersebut tak tunjung selesai. Liverpool dikabarkan tidak mau mengeluarkan dana besar demi untuk mampu menerima jasa dari Philippe Coutinho.

Hingga pada alhasil, mantan pemain dari klub Inter Milan tersebut jadinya mendapatkan pinangan dari Bayern Munchen. Coutinho akan membela Die Bayern sampai simpulan trend ini dengan status sebagai bantuan, dan opsi untuk permanen mencapai angka 120 juta euro atau setara dengan (1,8 triliun).
"Dia (Jurgen Klopp) mengirimi saya sebuah pesan dan beliau berharap aku beruntung. Dia mengatakan bahwa Bayern Munchen ialah klub besar, dan Bundeslig
Jurgen Klopp Sosok Pelatih Terbaik di Dunia
Philippe Coutinho juga pernah diasuh oleh Jurgen Klopp di Liverpool dari 2015 sampai 2018. Di bawah asuhan Klopp, Coutinho mampu menjadi andalan di lini serang The Reds.
Dia pun sukses mencetak 38 gol dari 99 pertandingannya dikala beliau masih diasuh oleh Jurgen Klopp. Bagi Philippe Coutinho, Jurgen Klopp merupakan satu di antara instruktur terbaik di dunia dan telah membawa imbas nyata dalam kariernya.
"Klopp meruapakan instruktur yang sangat jago, satu di antara yang terbaik di dunia, dia seorang pemimpin sejati. Saya juga banyak mencar ilmu dari beliau, terutama pada level mental," ucap Coutinho.
"Dia selalu menemukan kata-kata yang tepat, baik sebelum dan selama pertandingan, beliau selalu berhasil membuat Anda kembali ke jalur dengan lawan berikutnya."
"Dia mengubah Liverpool dan mampu menciptakan mereka benar-benar kembali berpengaruh. Merupakan suatu kehormatan luar biasa untuk bekerja dengannya," papar Philippe Coutinho.
Sumber: TEAMtalk
Pemain yang berusia 27 tahun tersebut merupakan satu di antara nama yang sering dicarakan dan bakal dilepas dari klub Barca, pada bursa transfer ekspresi dominan panas tahun ini. Minimnya donasi menjadi sebuah alasan Los Cules ingin menjual Philippe Coutinho ke klub lain.
Sejumlah klub besar Eropa selalu dikaitkan dengan si pemain si pemain tersebut, termasuk Liverpool. Manajemen Setan Merah juga berencana untuk memboyong Coutinho pada awal demam isu ini.
Namun proses transfer tersebut tak tunjung selesai. Liverpool dikabarkan tidak mau mengeluarkan dana besar demi untuk mampu menerima jasa dari Philippe Coutinho.

Hingga pada alhasil, mantan pemain dari klub Inter Milan tersebut jadinya mendapatkan pinangan dari Bayern Munchen. Coutinho akan membela Die Bayern sampai simpulan trend ini dengan status sebagai bantuan, dan opsi untuk permanen mencapai angka 120 juta euro atau setara dengan (1,8 triliun).
"Dia (Jurgen Klopp) mengirimi saya sebuah pesan dan beliau berharap aku beruntung. Dia mengatakan bahwa Bayern Munchen ialah klub besar, dan Bundeslig
Jurgen Klopp Sosok Pelatih Terbaik di Dunia
Philippe Coutinho juga pernah diasuh oleh Jurgen Klopp di Liverpool dari 2015 sampai 2018. Di bawah asuhan Klopp, Coutinho mampu menjadi andalan di lini serang The Reds.
Dia pun sukses mencetak 38 gol dari 99 pertandingannya dikala beliau masih diasuh oleh Jurgen Klopp. Bagi Philippe Coutinho, Jurgen Klopp merupakan satu di antara instruktur terbaik di dunia dan telah membawa imbas nyata dalam kariernya.
"Klopp meruapakan instruktur yang sangat jago, satu di antara yang terbaik di dunia, dia seorang pemimpin sejati. Saya juga banyak mencar ilmu dari beliau, terutama pada level mental," ucap Coutinho.
"Dia selalu menemukan kata-kata yang tepat, baik sebelum dan selama pertandingan, beliau selalu berhasil membuat Anda kembali ke jalur dengan lawan berikutnya."
"Dia mengubah Liverpool dan mampu menciptakan mereka benar-benar kembali berpengaruh. Merupakan suatu kehormatan luar biasa untuk bekerja dengannya," papar Philippe Coutinho.
Sumber: TEAMtalk
Minggu, 16 Juni 2024
Dicoret Dari Timnas U-23 Indonesia Oleh Luis Milla, Unggahan Yabes Roni Bikin Terharu
Dicoret dari Timnas U-23 Indonesia oleh Luis Milla, Unggahan Yabes Roni Bikin Terharu
Yabes Roni didepak dari skuat timnas Indonesia U-23 jelang pemusatan latihan yang akan digelar di Jakarta pada Rabu, (30/5/2018).
Pemain sayap Bali United terserbut tidak dapat bergabung dengan 22 nama lainnya dikarenakan masih dalam tahap pemulihan cedera.
Cedera lutut menerpa Yabes Roni saat beliau membela Bali United melawan Mitra Kukar pada 11 Mei kemudian.
Luis Milla mengganti Yabes Roni dengan pemain Persebaya Surabaya yang tengah naik daun, Irfan Jaya.
Kabar dipanggilnya Irfan Jaya disampaikan langsung oleh media officer PSSI, Bandung Saputra, Senin (28/5/2018).
Meski dicoret dari skuat timnas Indonesia U-23, semangat berjuang tetap ditunjukkan oleh pemuda kelahiran Pulau Alor tersebut.
Hal itu terlihat dari unggahan sang pemain pada akun Instagram pribadi.
Pada pada dasarnya Yabes Roni masih meyakini bahwa semua yang terjadi memiliki porsi waktu masing-masing.
Dia juga megungkapkan bahwa ini bukanlah final dari segalanya dan meyakini masih ada hari esok untuk jadi yang terbaik.
sumber : bolasport.com
Yabes Roni didepak dari skuat timnas Indonesia U-23 jelang pemusatan latihan yang akan digelar di Jakarta pada Rabu, (30/5/2018).
Pemain sayap Bali United terserbut tidak dapat bergabung dengan 22 nama lainnya dikarenakan masih dalam tahap pemulihan cedera.
Cedera lutut menerpa Yabes Roni saat beliau membela Bali United melawan Mitra Kukar pada 11 Mei kemudian.
Luis Milla mengganti Yabes Roni dengan pemain Persebaya Surabaya yang tengah naik daun, Irfan Jaya.
Kabar dipanggilnya Irfan Jaya disampaikan langsung oleh media officer PSSI, Bandung Saputra, Senin (28/5/2018).
Meski dicoret dari skuat timnas Indonesia U-23, semangat berjuang tetap ditunjukkan oleh pemuda kelahiran Pulau Alor tersebut.
Hal itu terlihat dari unggahan sang pemain pada akun Instagram pribadi.
Pada pada dasarnya Yabes Roni masih meyakini bahwa semua yang terjadi memiliki porsi waktu masing-masing.
Dia juga megungkapkan bahwa ini bukanlah final dari segalanya dan meyakini masih ada hari esok untuk jadi yang terbaik.
sumber : bolasport.com
Rabu, 29 Mei 2024
Takluk Dari Persija, Instagram Home United Diserbu Netizen Indonesia
Takluk dari Persija, Instagram Home United Diserbu Netizen Indonesia
Media sosial Home United langsung diserbu netizen Indonesia sesudah takluk dari Persija Jakarta. Sebelumnya Home United sempat menebar psywar kepada kubu Persija Jakarta yang sempat ditaklukkan musim kemudian.
Persija Jakarta berhasil menang dengan skor 3-1 saat menghadapi Home United pada kualifikasi Liga Champions Asia di Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa (5/2). Tiga gol Persija Jakarta dicetak oleh Marko Simic, Beto Goncalves, dan gol bunuh diri Ho Wai Loon.
Sedangkan satu-satunya gol Home United dicetak oleh Song Ui-young. Kemenangan tersebut membawa Persija melaju ke putaran kedua babak play-off melawan Newcastle Jets di McDonald Jones Stadium.
Usai langgar, instagram Home United dibanjiri komentar dari netizen Indonesia. Serbuan tersebut tidak lepas dari psywar yang sebelumnya sempat dilakukan oleh Instagram Home United.
Dalam waktu kurang lebih 20 menit, unggahan hasil pertandingan antara Home United melawan Persija sudah dibanjiri 21 ribu komentar. Jumlah tersebut bahkan sudah melewati total followers dari Home United yang berjumlah 14,3 ribu.
Mayoritas komentar yang mendarat di akun Instagram Home United mengejek klub yang sempat melontarkan psywar.
sumber : bolalob
Minggu, 19 Mei 2024
Wales Are 2019 Six Nations Grand Slam Champions!
Wales are celebrating a third Grand Slam in 11 years after they put Ireland to the sword in ruthless fashion to storm to the Six Nations title.
After Hadleigh Parkes' early try, Gareth Anscombe added a conversion and three penalties for a 16-0 half-lead as Ireland's indiscipline cost them dear.
And the fly-half added three more in an equally one-sided second period, Ireland looking nothing like the second-ranked team in world rugby, Jordan Larmour's late try no sort of consolation.
Seldom in this championship have Wales been spectacular in attack but their defence has been remorseless and their fortitude under pressure remarkable, and the celebrations will go long into a sodden Cardiff night.
It means Warren Gatland, in his 50th and selesai Six Nations match in charge, becomes the first coach in Five or Six Nations history to win three Slams, his team's record-breaking winning run now stretching to 14 games.
For Ireland the tournament ended as it began, with a chastening defeat that leaves significant questions hanging over their World Cup ambitions.
In an atmosphere of feverish excitement Wales exploded from the blocks, bundling Jacob Stockdale into touch from the kick-off and setting up a driving maul from the line-out before Anscombe's cute chip was gathered by Parkes for the centre to tumble over the line.
It took a last-ditch tackle in the left-hand corner from Parkes to stop Stockdale striking back immediately after Johnny Sexton's cross-kick, although Wales then lost George North to injury, Anscombe moving to full-back, Dan Biggar coming in at fly-half and Liam Williams switching to the right wing.
Ireland were being starved of possession and territory, shipping too many soft penalties, Anscombe landing one from way out wide for 10-0 with 20 minutes gone.
As the rain swept in Joe Schmidt's men finally built a period of pressure but struggled to convert it into points.
First Sexton kicked a penalty to the corner but the subsequent driving maul was disrupted by formidable Welsh defence, and another prime attacking opportunity was tossed away when CJ Stander tried to take a quick tap and go from a scrum free-kick 10 metres out and instead kicked it straight into a team-mate.
Anscombe drilled over a second penalty of his own from 40 metres and added another with the clock red to make it 16-0 at the interval, the capacity crowd in full cry, the Slam in their sights.
Party starts early as Ireland capitulate
Ireland needed to score first in the second period but Cian Healy entered a ruck from the side and Anscombe made no mistake from the tee, Ireland's woes summed up by Sexton putting the re-start dead.
The penalties kept coming. Stander failed to roll away from a ruck, Anscombe landed his 17th point.
When Ireland did threaten the Welsh line through a series of powerful drives from their forwards, the ball was thrown into touch by Sexton when it finally went wide.
So comfortable and one-sided was it that the victory songs were ringing round the three tiers of the steep-sided stadium with half an hour still to play.
The tension that so many had expected was totally absent, an Ireland team who had beaten world champions New Zealand in the autumn and won a Slam of their own at Twickenham a year ago utterly unrecognisable.
Anscombe's sixth penalty added salt to the wounds as the rain became torrential, the only question whether the visitors would be kept scoreless.
Superlative defence on the Welsh line kept them at bay until replacement Larmour's try deep into the tamat moments, but nothing could dampen the mood as the tamat whistle sounded.
Man of the match - Alun Wyn Jones (Wales)
Wales captain Alun Wyn Jones, speaking to BBC One: "Anything can happen when you work hard and you're a proud nation and we've shown that.
"Warren's the man at the top and we've been under pressure but he's always been unwavering. He's got a bit left on his contract but I'm sure we'll miss him when he's eventually gone.
"At times we've been unconvincing so we like to think there's still potential in us. We're well aware we've just put a big sasaran on our backs before the World Cup."
Wales coach Warren Gatland, speaking to BBC One: "It was a fantastic performance, we didn't look too tired did we?
"We spoke beforehand about the players playing for themselves, their families and the fans and being able to create a bit of history. You can never take that away from them now.
"I said if we won the first game against France we've got a good chance of winning the whole thing. If that creates that bit of belief in the players then maybe something like this can happen."
Ireland captain Rory Best, speaking to BBC One: "Wales had a cracking start. They built into the game. They're a very determined side and hard to beat here.
"We couldn't get a footing in the game. Our set-piece wasn't up to the standard that we expect. They put a lot of pressure on us and we struggled to respond.
"It's been a very competitive Six Nations. We have to go and address why we lost. We've been inconsistent this championship and we'll have to dust ourselves off and finish the calendar year strong.
"We can talk about the aftermath of this later on but you have to give credit to Wales - they're deserved Grand Slam winners."
Wales: L Williams; North, J Davies, Parkes, Adams; Anscombe, G Davies; Evans, Owens, Francis, Beard, Jones (capt), Navidi, Tipuric, Moriarty.
Replacements: Dee for Owens (60), Smith for Evans (53), Lewis for Francis (53), Ball for Beard (70), Wainwright for Moriarty (70), A Davies for G Davies (56), Biggar for North (8), Watkin for Parkes (70).
Ireland: Kearney; Earls, Ringrose, Aki, Stockdale; Sexton, Murray; Healy, Best (capt), Furlong, Beirne, Ryan, O'Mahony, O'Brien, Stander.
Replacements: Scannell for Best (64), Kilcoyne for Healy (58), Porter for Furlong (64), Roux for Beirne (58), Conan for O'Brien (51), Marmion for Murray (70), Carty for Sexton (72), Larmour for Kearney (64).
source : https://www.bbc.com
Jumat, 17 Mei 2024
Nasib Kemudahan Persija Usai Gede Widiade Mundur
Nasib Fasilitas Persija Usai Gede Widiade Mundur
Gede Widiade resmi mengundurkan diri dari Persija Jakarta sehabis menjabat sebagai Direktur Utama semenjak Februari 2017 lalu. Kini sehabis Gede Widiade mengundurkan diri, nasib fasilitas Persija menjadi tanda tanya.
Masuknya Gede memang berdampak pada perkembangan Persija. Macan Kemayoran yang dulu sempat kesulitan menerima lapangan latihan, kini perlahan duduk perkara tersebut teratasi.
Persija saat ini mampu nyaman berlatih di Lapangan PS TNI AU, Halim Perdanakusuma. Lalu juga mess tetap dan juga bus tim menjadi fasilitas yang dinikmati Persija.
Usai Gede mengundurkan diri, kemudahan yang dimiliki Persija pun terancam. Gede sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada jajaran direksi yang baru.
"Secara profesional, aku harus bertanggung jawab. Datang ke Lanud (Halim Perdanakusuma) pinjam lapangan, mess. Mas Rafil (eks COO Persija, red) cari bus. Ini merupakan upaya profesional. Bagaimana menyiapkan sarana dan prasarana kepada pemain," ujar Gede di Kantor Persija, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019).
"Jangan tanya aku, ini tidak mampu kami jawab. Saya bukan lagi penanggung jawab perusahaan. Apakah hilang (fasilitas) tanya direksi yang baru. Itu jika bukan punya PT Persija Jaya Jakarta, bakal diambil oleh pemiliknya," katanya.
"Bus yang bersifat private niscaya kan diambil. Bus dari pihak ketiga," jelas Gede menjelaskan mengenai bus gres Persija.
Selama di Persija, Gede sudah membawa Macan Kemayoran mendapatkan tiga trofi, adalah Super Boost Fix di Malaysia, Piala Presiden 2018, dan gelar juara Liga 1 2018.
sumber : bolalob
Minggu, 05 Mei 2024
Indra Sjafri Masih Bingung? 3 Pemain Timnas U-23 Indonesia Ini Dalam Posisi Ancaman'
Indra Sjafri Masih Galau? 3 Pemain Timnas U-23 Indonesia Ini Dalam Posisi Bahaya'
Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri masih belum mengumumkan secara niscaya wacana satu pemain yang akan dicoretnya.
Timnas U-23 Indonesia kini tengah mempersiapkan diri menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam yang berlangsung pada 22-26 Maret 2019.
Berkompetisi di ajang bergengsi tersebut, instruktur Indra Sjafri menetapkan membawa 24 pemain ke Vietnam.
Namun, ke 24 pemain itu terang tak semuanya bisa bermain.
Secara hukum kompetisi hanya 23 pemain di masing-masing tim negara yang boleh didaftarkan.
Menuruti hukum tersebut, Indra Sjafri tentu harus mencoret satu lagi pemainnya.
Sayangnya, Indra masih belum memberi kepastian siapa yang akan dicoretnya untuk terakhir kali.
Tapi yang terperinci ada 3 pemain dari 24 nama tersebut yang tengah dalam posisi berbahaya.
Karena, satu dari 3 pemain tersebut dipastikan akan dicoret.
Indra Sjafri berangkat dengan membawa 3 kiper 8 bek, 10 gelandang dan 3 penyerang.
Namun, Indra Sjafri dipastikan akan mencoret satu penyerang yang dibawanya dan hanya memasang 2 penyerang saja.
Tentu 3 penyerang yang terdiri dari Marinus Wanewar, Dimsa Drajad dan Ezra Walian tengah dalam posisi berbahaya.
Kemungkinan mereka dicoret sangat besar jikalau dinilai kurang mampu bersaing.
Indra Sjafri akan mengumkan keputusannya tersebut pada saat MCM (Match Coordination Meeting) di Vietnam, Kamis (21/3/2019).
"Saya akan tentukan nama nanti di MCM, jadi saya akan mengurangi 3 (striker) menjadi 2 saat MCM tanggal 21 di Hanoi," ungkapnya menambahkan.
Mari kita tunggu, siapa gerangan yang akan dipilih oleh Indra Sjafri.
Terkait dikala penyerang tersebut, Marinus Wanewar sudah terbukti di Piala AFF U-22 2019 dengan menggondol gelar top scorer.
Sementara Ezra masih dalam pertimbangan namun berhasil mencetak gol pada sabung uji coba terakhit Timnas U-23 Indonesia menghadapi Bali United beberapa waktu kemudian.
Sedangkaan Dimas Drajad merupakan salah satu penyerang klub Indonesia, PS Tira yang pernah bersama Timnas U-19 Indonesia masa 2013.
sumber : bolastylo.bolasport.com
Sepak Bola Internasional Psg Tidak Yakin Apakah Neymar Akan Bermain Sebelum Simpulan Bursa Transfer
Untuk Paris Saint-Germain, mereka tidak yakin apakah Neymar akan tampil untuk klub sebelum simpulan bursa transfer, pertama sebab cedera yang telah dia pulihkan, dan kedua sebab minat publik padanya dari Barcelona dan Real Madrid. .
Juara bertahan Ligue 1 akan menghadapi Toulouse pada hari Minggu ini, dan bila Neymar tidak ambil bagian dalam kesempatan berikutnya untuk melakukannya maka akan diadakan pada 30 Agustus di Metz, meskipun itu hanya tiga hari sebelum jendela transfer di tutup.
Juara bertahan Ligue 1 akan menghadapi Toulouse pada hari Minggu ini, dan bila Neymar tidak ambil bagian dalam kesempatan berikutnya untuk melakukannya maka akan diadakan pada 30 Agustus di Metz, meskipun itu hanya tiga hari sebelum jendela transfer di tutup.
Sampai dikala ini,Pelatih PSG Thomas Tuchel telah membenarkan ketidakhadiran Neymar dengan menawarkan cedera yang beliau alami pada 5 Juni di pertandingan persahabatan bagi Brasil, yang menyebabkan beliau melewatkan kampanye Copa America yang memenangkan Selecao trend panas ini.
Namun, keadaan bisa berubah pada hari Minggu melawan Toulouse di Parc des Princes, ketika Le Parisien menyatakan bahwa beliau bisa memulai permainan itu atau menggantikannya. Memang benar bahwa Neymar belum sehat 100 persen, tetapi dia telah berlatih dengan rekan-rekan setimnya dan, menurut surat kabar itu, beliau siap bermain.
Namun, Le Parisien mengakui bahwa ada dua hambatan yang harus diatasi kalau beliau ingin bermain.
Yang pertama adalah Neymar sendiri. Sang penyerang ingin berangkat ke Barcelona, dan kampnya bernegosiasi dengan orang-orang seperti Real Madrid dan Juventus untuk memaksa Barcelona meningkatkan tawaran mereka.
Namun, keadaan bisa berubah pada hari Minggu melawan Toulouse di Parc des Princes, ketika Le Parisien menyatakan bahwa beliau bisa memulai permainan itu atau menggantikannya. Memang benar bahwa Neymar belum sehat 100 persen, tetapi dia telah berlatih dengan rekan-rekan setimnya dan, menurut surat kabar itu, beliau siap bermain.
Namun, Le Parisien mengakui bahwa ada dua hambatan yang harus diatasi kalau beliau ingin bermain.
Yang pertama adalah Neymar sendiri. Sang penyerang ingin berangkat ke Barcelona, dan kampnya bernegosiasi dengan orang-orang seperti Real Madrid dan Juventus untuk memaksa Barcelona meningkatkan tawaran mereka.
Blaugrana telah menciptakan beberapa proposal untuk Neymar, yang termasuk uang plus pemain dan satu yang merupakan akad pinjaman dengan opsi pembelian wajib pada alhasil, tetapi keduanya ditolak oleh Leonardo, administrator olahraga PSG.
Tawaran terakhir bisa menjadi pilihan yang layak untuk kesepakatan untuk melewati batas, menurut RMC Sport, tetapi hanya bila angka tersebut mencapai 200 juta euro, jumlah yang diminta PSG.
Tawaran terakhir bisa menjadi pilihan yang layak untuk kesepakatan untuk melewati batas, menurut RMC Sport, tetapi hanya bila angka tersebut mencapai 200 juta euro, jumlah yang diminta PSG.
RMC Sport juga menyatakan bahwa Real Madrid, yang memiliki hubungan yang lebih baik dengan PSG daripada Barcelona, bersembunyi di latar belakang dan meskipun diskusi belum maju ke titik ini, hal-hal mampu dipercepat dengan cepat bersama mereka.
Adapun Juventus, mereka memiliki Paulo Dybala yang mampu mereka gunakan dalam potensi uang plus akad pemain, dengan PSG memiliki minat yang kuat pada pemain Argentina.
Namun, keputusan untuk bermain Neymar melawan Toulouse atau Metz mampu menimbulkan perpecahan di dalam basis penggemar PSG. Gambar-gambar yang terlihat pada pembuka Paris melawan Nimes di Parc des Princes, di mana para pendukung secara vokal melepaskan frustrasi mereka terhadap pemain berusia 27 tahun pada menit ke-11, belum dilupakan.
Seandainya Neymar tetap menjadi pemain PSG pasca-2 September, penting bahwa ia dan klub berusaha untuk mencoba dan membangun kembali korelasi pemain dengan para penggemar, yang akan menjadi tugas yang sangat sulit. Tuchel, sementara itu, terus membela Neymar dan menyatakan bahwa ia ialah anggota penting pasukan.
Jika tidak ada klub yang mau membayar angka mendekati 222 juta euro yang diinginkan PSG, pernyataan pelatih mungkin tidak cukup bagi Neymar untuk kembali bergabung ke dalam skuad, setidaknya untuk para penggemar.
Seandainya Neymar tetap menjadi pemain PSG pasca-2 September, penting bahwa ia dan klub berusaha untuk mencoba dan membangun kembali korelasi pemain dengan para penggemar, yang akan menjadi tugas yang sangat sulit. Tuchel, sementara itu, terus membela Neymar dan menyatakan bahwa ia ialah anggota penting pasukan.
Jika tidak ada klub yang mau membayar angka mendekati 222 juta euro yang diinginkan PSG, pernyataan pelatih mungkin tidak cukup bagi Neymar untuk kembali bergabung ke dalam skuad, setidaknya untuk para penggemar.
Bagaimanapun, bila ia tetap di Paris, klub harus menunggu sampai Januari untuk mempertimbangkan untuk memindahkannya. Bagaimanapun, Neymar telah dipanggil untuk pertandingan persahabatan Brasil melawan Kolombia dan Peru pada 7 dan 11 September. Apakah ia akan bermain sebelum itu?
sumber: www.marca.com
sumber: www.marca.com
Kamis, 02 Mei 2024
Top News: Zinedine Zidane Mundur Dari Bangku Pelatih Real Madrid, Iker Casillas: Tabah
Top News: Zinedine Zidane Mundur dari Kursi Pelatih Real Madrid, Iker Casillas: Sabar
Kiper legendaris Real Madrid, Iker Casillas, memberikan komentar terkait keputusan mundur Zinedine Zidane sebagai pelatih El Real.
Zinedine Zidane resmi menanggalkan jabatan instruktur Real Madrid pada Kamis (31/5/2018) waktu setempat, di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol.
Keputusan tersebut menjadi tanda tanya besar bagi publik karena Zidane baru saja memimpin Real Madrid menjuarai Liga Champions, Sabtu (26/5/2018).
Mantan penjaga gawang Madrid, Iker Casillas, menilai semua penggemar harus hening dan sabar meski keputusan undur diri pelatih asal Prancis menjadi suatu kejutan yang tak terduga.
"Sebagai seorang instruktur, Zidane tahu bagaimana untuk memenangkan hati para penggemar," kata Casillas kepada TV Aztecta, seperti dilansir BolaSport.com dari laman AS.
"Kami harus menghormati keputusannya dan berterima kasih untuk semua yang telah dia berikan selama menjadi pelatih," ucap Casillas menambahkan.
Pria berusia 37 tahun tersebut menyadari bahwa segudang prestasi yang ditinggalkan peraih Ballon d'Or 1998 tersebut memang akan sulit untuk dilampaui.
"Akan menjadi sangat berat bagi instruktur baru sepeninggal Zidane. Kini yang Real Madrid butuhkan yakni tenang dan tetap bijaksana," kata kiper FC Porto ini.
"Zidane telah membawa El Real menjadi jawara tiga musim beruntun Liga Champons, pencapaian itu akan sangat sulit disamai oleh siapa pun yang akan menggantikannya," ujar Casillas.
Tiga Bulan Lalu, Sergio Ramos Sudah Ramalkan Zinedine Zidane Akan Tinggalkan Real Madrid
Kapten Real Madrid, Sergio Ramos ternyata telah memprediksi bahwa Zinedine Zidane akan meninggalkan Real Madrid tiga bulan yang lalu.
Sejumlah nama mulai dibicarakan untuk menggantikan entrenador 45 tahun tersebut. Sky Sports mencatat terdapat sembilan nama kandidat untuk mengisi kekosongan dingklik kepelatihan Los Blancos.
Nama-nama mirip; Arsene Wenger, Antonio Conte, Mauricio Pochettino, Guti Hernandez, Joachim Loew, Maurizio Sarri, Massimiliano Allegri, Juergen Klopp, sampai Diego Simeone, menjadi daftar terdepan penghuni singgasana juru taktik klub kolektor 13 trofi Liga Champions.
Sumber : bolasport.com
Kiper legendaris Real Madrid, Iker Casillas, memberikan komentar terkait keputusan mundur Zinedine Zidane sebagai pelatih El Real.
Zinedine Zidane resmi menanggalkan jabatan instruktur Real Madrid pada Kamis (31/5/2018) waktu setempat, di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol.
Keputusan tersebut menjadi tanda tanya besar bagi publik karena Zidane baru saja memimpin Real Madrid menjuarai Liga Champions, Sabtu (26/5/2018).
Mantan penjaga gawang Madrid, Iker Casillas, menilai semua penggemar harus hening dan sabar meski keputusan undur diri pelatih asal Prancis menjadi suatu kejutan yang tak terduga.
"Sebagai seorang instruktur, Zidane tahu bagaimana untuk memenangkan hati para penggemar," kata Casillas kepada TV Aztecta, seperti dilansir BolaSport.com dari laman AS.
"Kami harus menghormati keputusannya dan berterima kasih untuk semua yang telah dia berikan selama menjadi pelatih," ucap Casillas menambahkan.
Pria berusia 37 tahun tersebut menyadari bahwa segudang prestasi yang ditinggalkan peraih Ballon d'Or 1998 tersebut memang akan sulit untuk dilampaui.
"Akan menjadi sangat berat bagi instruktur baru sepeninggal Zidane. Kini yang Real Madrid butuhkan yakni tenang dan tetap bijaksana," kata kiper FC Porto ini.
"Zidane telah membawa El Real menjadi jawara tiga musim beruntun Liga Champons, pencapaian itu akan sangat sulit disamai oleh siapa pun yang akan menggantikannya," ujar Casillas.
Tiga Bulan Lalu, Sergio Ramos Sudah Ramalkan Zinedine Zidane Akan Tinggalkan Real Madrid
Kapten Real Madrid, Sergio Ramos ternyata telah memprediksi bahwa Zinedine Zidane akan meninggalkan Real Madrid tiga bulan yang lalu.
Sejumlah nama mulai dibicarakan untuk menggantikan entrenador 45 tahun tersebut. Sky Sports mencatat terdapat sembilan nama kandidat untuk mengisi kekosongan dingklik kepelatihan Los Blancos.
Nama-nama mirip; Arsene Wenger, Antonio Conte, Mauricio Pochettino, Guti Hernandez, Joachim Loew, Maurizio Sarri, Massimiliano Allegri, Juergen Klopp, sampai Diego Simeone, menjadi daftar terdepan penghuni singgasana juru taktik klub kolektor 13 trofi Liga Champions.
Sumber : bolasport.com
Langganan:
Postingan (Atom)









