Minggu, 25 Agustus 2024

Aksi Kekecewaan Bobotoh Usai Persib Tumbang, Gaungkan #Radovicout Sampai Pukul Sang Instruktur


Aksi Kekecewaan Bobotoh Usai Persib Tumbang, Gaungkan #RadovicOut sampai Pukul Sang Pelatih

BOLASPORT.COM - Bobotoh mengutarakan agresi kekecewaan usai Persib Bandung tumbang 2-3 dari Persebaya Surabaya pada matchday kedua Grup A Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (7/3/2019).

Persebaya Surabaya memperlihatkan penampilan mengesankan dikala melawan Persib Bandung di fase grup Piala Presiden 2019.

Sempat tertinggal, Persebaya Surabaya akibatnya berhasil mengalahkan Persib Bandung dengan skor 3-2.

Tiga gol Persebaya Surabaya dicetak oleh Manuchekhr Dzhalilov (37' dan 51') dan Irfan Jaya (76').

Sedangkan gol Persib diciptakan Erwin Ramdani (31') dan Frets Butuan (85').

Dengan kekalahan ini, Persib Bandung dipastikan tersingkir di Piala Presiden 2019 karena masih belum menerima poin dari dua tabrak.

Bobotoh Persib Bandung turut menyuarakan kekecewaan atas kekelahan Persib Bandung.

Sasaran kekecewaan bobotoh adalah sang instruktur, adalah Miljan Radovic.


Di sepanjang laga terdapat nyanyian 'Ganti Radovic' yang menggema di tribune.

Aksi masuk ke lapangan juga dilakukan salah satu oknum suporter yang kecewa.

Bahkan ia terlihat menyerang Miljan Radovic saat sang instruktur dikawal keluar stadion.

Tak hanya itu, suporter di dunia maya pun juga turut menyuarakan kekecewaan.

Tagar #RadovicOut turut menggema dan menjadi trending topic di twitter Indonesia.

Usai tabrak, Radovic mengaku kecewa dengan ulah bobotoh.

"Tapi aku mau bicara satu lagi, jikalau aku main disini tadi, saya punya bobotoh di sini, mereka selalu support pemain dan instruktur, kalau kita menang kita support, kalah kita support. Sekarang situasi berbeda, kita menang kita support tapi kalah jangan pukul pemain dan jangan pukul pelatih saya ingin melindungi mereka dan itu tidak ingin terluka," ujar Miljan Radovic dilansir BolaSport.com dari Tribun Jabar.

Sementara di tabrak lain, Tira-Persikabo bisa memenangi tabrak kontra Perseru Serui juga dengan skor 3-2.

Tim yang lolos ke perempat final yaitu juara grup bersama tiga peringkat kedua terbaik.

Persib Bandung sudah tidak mungkin melaju lantaran peringkat satu dan dua grup A telah dikunci Persebaya dan Tira-Persikabo.



sumber : www.bolasport.com

Selasa, 20 Agustus 2024

Gisel Batalkan Gugatan Cerai Ke Gading Gara-Gara Donna Agnesia


Gisel Batalkan Gugatan Cerai Ke Gading Gara-Gara Donna Agnesia
Gading Marten dan Gisella Anastasia tepat tanggal 5 Desember mendatang akan menggelar sidang perceraian. Keputusan untuk berpisah tersebut berawal dari impian Gisel. Dan kemudian gugatan cerai itu disetujui oleh Gading.
Namun siapa sangka ternyata Gisel masih ada perasaan ragu untuk menggugat cerai Gading. Hal itu dituturkannya lewat wawancara baru-gres ini. Secara gamblang Gisel mengaku bahwa dirinya akan mencabut gugatan cerai untuk Gading.
Bukan tanpa alasan hal itu ingin dilakukannya. Pasalnya Gisel sempat merasa baper atau terbawa perasaan dikala melihat keharmonisan rumah tangga Donna Agnesia dan suaminya yang terjalin selama 12 tahun.
“Saya 5 menit pengin cerai, 5 menit lagi enggak jadi, begitu saja terus. Apalagi lihat Instagramnya Donna Agnesia dan Darius Sinathrya mampu sampai 12 tahun bikin aku, ‘Aduh enggak jadi deh (cerai)’,” Tutur sang istri Gading Marten itu.
Meskipun sempat terpikir untuk tidak jadi bercerai dengan suami, tapi nyatanya keputusan Gisel telah lingkaran. Bahwa dirinya ingin tetap bercerai dengan Gading.
“Aku coba tahan lagi tapi alhasil nggak mampu. Pokoknya munyer-munyer. Kalau kalian bisa tahu sih, tapi ya enggak mungkin juga, alasannya adalah proses yang aku lalui hanya aku yang tahu. Proses yang mas (Gading) dan saya lalui itu sangatlah panjang dan nggak bisa aku rangkumkan untuk kalian,” Sambung penuturan sang sinden anggun itu.


Minggu, 11 Agustus 2024

Raheem Sterling Was Unstoppable As Man City Sealed Another Three Points


Raheem Sterling's quick-fire second-half hat-trick sent Manchester City four points clear at the top of the Premier League, but there was controversy over the opener that broke down a stubborn Watford side.

With the game goalless at the start of the second half, Sterling was challenged by Daryl Janmaat as he ran on to Sergio Aguero's flick and the ball cannoned off him and into the net.

Sterling was clearly offside when Aguero chested the ball into his path and the lineman's flag went up. But, after a long discussion with his fellow official, referee Paul Tierney overruled his decision, to the disbelief of the Hornets players.

There was no disputing the legality of Sterling's second goal, which came only four minutes later when he tapped in Riyad Mahrez's cross at the far post after a flowing City move.

And, just before the hour mark, the 24-year-old England forward made it 3-0, running on to a David Silva pass and cutting past two defenders before slotting home his 18th goal of the season.

Watford, who had made seven changes ahead of their FA Cup quarter-simpulan with Crystal Palace next weekend, belatedly threw on Troy Deeney and Gerard Deulofeu - two of those to be left out.

The pair combined seconds later to pull a goal back with their first touches when Deeney flicked on a long ball for Deulofeu to fire home with his side's first shot, after 66 minutes.

It proved to be only a consolation rather than the start of an unlikely comeback, with City comfortably holding on to clinch their sixth successive league win.

Their four-point lead is their biggest advantage at the top since 4 December, although Liverpool can cut the gap when they host Burnley on Sunday.

City keep focused and keep winning
It has been a difficult week for the defending champions, with Uefa and the Premier League joining Fifa and the Football Association in launching separate investigations into their financial affairs and academy recruitment.

But if those issues, along with seemingly outlandish claims from Italy that Pep Guardiola has agreed to take charge of Juventus next season, are distracting the Blues players as they chase an unprecedented quadruple, then they did not show it here.

For the third successive game, they faced a side hell-bent on stopping them scoring rather than showing any ambition themselves, but City kept at their task and eventually made the breakthrough.

Like West Ham and Bournemouth before them, Watford camped in their own half and their proximity, physicality and sheer numbers frustrated City for long spells of the first half.

Sergio Aguero should have scored when he found a rare bit of space in the box to meet Bernardo Silva's cross, but the Argentina striker sent his header bouncing wide and Watford went in happy at half-time.

Sterling, with the assistance of referee Tierney's interpretation of the offside rule, quickly changed that - and City did not look back.

The whole atmosphere at the Etihad Stadium was lifted, and City's evening went from a grind to a stroll in the space of 13 minutes as Sterling added two more goals.

Watford's top-six struggles continue
Watford manager Javi Gracia's team selection suggested his focus was on next week's FA Cup tie with Crystal Palace. But if it was, the message did not reach his players.

They defended brilliantly in the first half, although it was at the expense of any meaningful advances into the City half.

That situation only changed when Deeney and Deulofeu appeared off the bench but, although they made an instant impact, City keeper Ederson had little else to do after picking the ball out of his net.

As well as the FA Cup, seventh place remains an achievable target for what has been an impressive season for the Hornets.

But their bid to finish above Wolves and potentially qualify for Europe for the first time since 1983 is being undermined by their form against the top six.

Their home win over Tottenham at the start of September is their only success, and indeed the only time they have taken any points against City, Liverpool, Spurs, Arsenal, Manchester United or Chelsea in nine attempts in 2018-19.

On the road, things are even worse - you have to go back to January 2017 for their last away win against any of those sides - and despite their initial resilience at a wet and windy Etihad Stadium, they showed few signs of improving on that record by taking three points here.

Man of the match - Raheem Sterling (Manchester City)

'Today is not luck' - what the managers said
Manchester City manager Pep Guardiola: "It is the end part of the season so every game is important. For three months we wait to be top of the league and now we have to try and win our games.

"I am sorry if [the first goal] is offside but we deserve to win. Against Liverpool, [Watford] tried to press but here they have 11 players in the box. There was no space, but we found it and we created a lot.

"Today is not luck. Here there are many people working to make last season's level. If they can do that it will be down to hard work and not luck.

Watford head coach Javi Gracia: "In the first half we had a very good performance. We were better defensively because we were well organised, we didn't concede many chances.

"In the second half, the game changed. After conceding the first goal, there were some moments when we weren't so focused and then conceded two goals. Then it was impossible to have the option to get any points."

On Sterling's opener: "I think everybody could see what happened. But this season I didn't criticise the referees and I am not going to do that today. In my opinion it is clear."

'Sterling is Man City's main man' - MOTD analysis
Former Arsenal striker Ian Wright:

"Raheem Sterling has been Manchester City's main man this season and he was again here.

"Watford were very resolute in the first half but Sterling kept going, making those runs in behind defences that City like.

"He has got to be up there as one of the favourites to win player of the season along with Virgil van Dijk."

Former Tottenham midfielder Jermaine Jenas:

"There's a bigger discussion to have with Raheem Sterling.

"The numbers - 18 league goals last season, 15 already this season. He's their go-to man. Pep brought him off after 60 minutes for a reason.

"You see Leroy Sane get rested. You see Bernardo Silva get rested. Raheem - never. He's a main man within that team."




source : https://www.bbc.com

Jumat, 09 Agustus 2024

Inilah 6 Klub Yang Berpeluang Juara Liga 1 2018, Nomor 5 Apakah Mampu Juara ?

Inilah 6 Klub yang Berpeluang Juara Liga 1 2018, Nomor 5 Apakah Bisa Juara ?
19 Mei 2018
Liga 1 2018 telah berjalan sampai pekan ke-6, ke-18 tim kontestan telah menunjukkan sekilas gambaran mereka, sehingga kami sudah cukup melihat, siapa kira-kira klub yang memiliki peluang menjuarai Liga 1 2018.


Memang, trend masih sangat teramat panjang. Namun, dikala ini citra siapa yang akan menjadi juara sudah mulai terlihat.

Tidak bermaksud memandang sebelah mata juara bertahan, Bhayangkara FC, klub asuhan Simon McMenemy tidak memiliki peluang besar menjuarai Liga 1 2018 seperti demam isu lalu.

Pasalnya, tiga pemain kunci mereka telah pergi, mirip Evan Dimas Sudarmono, Ilham Udin Armaiyn, dan Ilija Spasojevic.

BhayangkaraFC cenderung terlalu mengandalkan Paulo Sergio untuk meraih kemenangan.

Kaprikornus, akan cukup sulit bagi ‘The Guardian’ kembali mempertahankan gelar juara Liga 1 demam isu lalu.

Lalu, klub mana sajakah yang berpeluang menjadi juara Liga 1 2018 ? Berikut ini 6 klub yang memiliki peluang juara Liga 1 2018 :

1. Persija Jakarta

Tahun 2001 menjadi tahun terakhir Macan Kemayoran meraih juara di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. 17 tahun berlalu, Persija Jakarta memiliki peluang meraih kembali gelar juara ekspresi dominan ini.

Tim ibu Kota mempunyai kompoisi skuat yang berimbang dari setiap lini, mirip belakang, tengah, dan depan.

Jika Persija Jakarta bisa konsisten menjaga performa sampai final animo, dinaungi keberuntungan dIjauhi dari angin puting-beliung cidera, klub yang mempunyai julukan ‘Macan Kemayoran’ bisa menjadi juara Liga 1 isu terkini ini.

2. Persipura Jayapura


Jangan pernah mencoret klub bernama ‘Mutiara Hitam’ sebagai kandidat juara Liga 1. Persipura selalu mempunyai mental juara yang tidak lekang oleh waktu.

Mereka juga masih diperkuat dua sosok legendaris, yaitu Boaz Salossa dan Ricardo Salampessy.

Kedua pemain tersebut ditemani oleh pemain berbakat lainnya mirip Hilton Moreira, Marcel Sacramento, Lan Louis Kabes, dan Abdoulaye Maiga.

Pelatih persipura, Peter Butler, belum berpengalaman melatih di Indonesia. Namun, hal tersebut mampu saja menghadirkan faktor kejutan di Liga 1 2018.

Walaupun Persipura Jayapura dikala ini hanya menempati posisi keempat klasemen sementara Liga 1 2018. sang mutiara hitam masih memiliki kesempatan untuk bisa kembali bertengger di puncak klasemen sementara Liga 1 2018.

3. Madura United

Klub asuhan Milomir Seslija, memiliki peluang menjadi juara Liga 1 2018, alasannya adalah mereka ketika ini bertengger di posisi 3 klasemen sementara Liga 1 2018.

Madura United juga mempunyai keseimbangan yang besar lengan berkuasa dari belakang sampai ke depan. Terlebih, mereka mempunyai pemain berpengalaman mirip Fabiano Beltrame, Fachrudin Aryanto, Greg Nwokolo, Benny Wahyudi.

Dengan kombinasi pemain yang berpengalaman, anyar, dan pemain muda berbakat, Madura United merupakan favorit juara musim ini.

4. PSM Makassar

Memiliki pelatih sudah cukup menyebabkan PSM Makassar favorit juara Liga 1 demam isu ini. Pasalnya, pelatih asal belanda itu pernah membawa Arema juara di isu terkini 209/2010.

Sang pelatih, Rene Alberts piawai meracik seni manajemen yag dapat memaksimalkan potensi pemain dalam skuat.

PSM Makassar juga masih diperkuat muka-muka lama mirip Wijan Pluim, Marc Klok, Steven Paulle, yang dikombinasikan dengan talenta lokal seperti Rizky Pellu, Zulkifli Syukur, Ferdinand Sinaga, Ardan Aras, Zulham Zamrun.

Melihat bahan skuat PSM Makassar, tidak salah bila mereka memiliki peluang menjadi juara Liga 1 animo ini.

5. Sriwijaya FC

Seperti Persipura Jayapura, Sriwijaya memiliki mental juara yang kuat sebab pernah tiga kali menjuarai Liga Indonesia.

Meski dalam beberapa trend terakhir klub bernama ‘Laskar Wong Kito’ melempem. Kekuatan tersembunyi mereka kemungkinan bangun kembali musim ini.

Pasalnya, Sriwijaya FC dilatih oleh salah satu pelatih terbaik Indonesia, Rahmad Darmawan, dan mempunyai Makan Konate yang pernah sukses bersama Persib Bandung.

Namun, melihat saat ini Sriwijaya FC berada di posisi 12 klasemen sementara Liga 1 2018, apakah Sriwijaya FC mempunyai peluang menjadi juara Liga 1 trend ini ? Kita lihat nanti dikala ekspresi dominan ini berakhir.

6. Bali United

Klub berjulukan ‘Serdadu Tridatu’ tidak mengalami perubahan yang signifikan dibanding animo kemudian.

Bali United masih ditangani Widodo C. Putro dan diperkuat muka-muka lama mirip Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Nick van der Velden. Mereka juga bertambah kuat seiring kedatangan Ilija Spasojevic dan Demerson.

Jika isu terkini lalu Bali United nyaris menjuarai Liga 1, maka demam isu ini seharusnya mereka mampu merebut gelar juara dari Bhayangkara FC.

Hal yang mungkin mengganggu konsistensi bermain mereka yaitu partisipasi di Piala AFC Cup 2018, serta kemungkinan banyaknya pemain yang dipanggil masuk Timnas Indonesia.

Kunci kekuatan Bali United ada pada pinjaman fans yang memadati Stadion I Wayan Dipta, serta kolektivitas bermain yang dibarengi kemampuan individu.

Itulah 6 klub yang mempunyai peluang menjadi Juara Liga 1 2018. Selain keenam klub di atas, ada kandidat juara lainnya seperti Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Barito Putera, Persela Lamongan.

Sumber Referensi : ftb90.com



Rabu, 31 Juli 2024

Ballon D'or: Luka Modric Ends Dominance Of Lionel Messi And Cristiano Ronaldo



Ballon d'Or: Luka Modric ends dominance of Lionel Messi and Cristiano Ronaldo

Real Madrid and Croatia midfielder Luka Modric won the 2018 Ballon d'Or, becoming the first player other than Lionel Messi or Cristiano Ronaldo to claim the award in more than a decade.

Modric, 33, won his third successive Champions League in May before helping Croatia to a first World Cup selesai.

Former Brazil and AC Milan forward Kaka, in 2007, was the last player other than Messi or Ronaldo to win it.

Ronaldo, who joined Juventus from Real Madrid in the summer, came second.

Barcelona forward Messi finished fifth, with Atletico Madrid frontman Antoine Griezmann and PSG attacker Kylian Mbappe - both of whom won the World Cup with France - third and fourth respectively.

Victory caps a stellar year for Modric, who also was named the world's top male player at the Best Fifa Football Awards and received the Golden Ball award for the best player at the World Cup.

Speaking to BBC Sport, Modric dedicated the award to all of the other players who have missed out in the 10 years dominated by Messi and Ronaldo.

"Maybe in the past there are some players who could have won the Ballon d'Or like Xavi, Andres Iniesta or [Wesley] Sneijder but people finally now are looking at someone else," he said.

"This award is for all the players who probably deserved to win it and didn't. It was a really special year for me.

"It is difficult to express my emotion and how I feel in words. It is something unique for me. It was very special."

Modric described Ronaldo and Messi as "phenomenal players", adding: "To win means I did something really special on the pitch this year, that's why 2017-18 was the year for me."

Modric was one of eight Real Madrid players in the top 30, including Wales international Gareth Bale in 17th.

Lyon and Norway striker Ada Hegerberg, 23, won the inaugural Women's Ballon d'Or while Mbappe, 19, became the first winner of the Kopa Trophy - awarded to the best under-21 player and selected by former Ballon d'Or winners.

The top 10
1. Luka Modric (Real Madrid and Croatia)

2. Cristiano Ronaldo (Juventus and Portugal)

3. Antoine Griezmann (Atletico Madrid and France)

4. Kylian Mbappe (Paris St-Germain and France)

5. Lionel Messi (Barcelona and Argentina)

6. Mohamed Salah (Liverpool and Egypt)

7. Raphael Varane (Real Madrid and France)

8. Eden Hazard (Chelsea and Belgium)

9. Kevin de Bruyne (Manchester City and Belgium)

10. Harry Kane (Tottenham and England)

How did Premier League players do?
Liverpool forward Mohamed Salah, who set a record for the most goals in a 38-game English top-flight campaign last season, was the highest-placed Premier League player in sixth.

Chelsea forward Eden Hazard was eighth, followed by Belgium team-mate Kevin de Bruyne, of Manchester City, in ninth.

Tottenham striker Harry Kane, who captained England to the World Cup semi-finals and won the Golden Boot, finished 10th as the only Englishman on the shortlist.

Chelsea and France midfielder N'Golo Kante was 11th, with World Cup-winning team-mate Paul Pogba, of Manchester United, finishing 15th.

Sergio Aguero, a Premier League winner with Manchester City last season, was 16th, while Liverpool's Champions League finalists Roberto Firmino and Sadio Mane were 19th and 22nd respectively.

Brazil goalkeeper Alisson, who joined Liverpool from Roma in the summer, was 25th, with Tottenham and France captain Hugo Lloris 29th.

What is the Ballon d'Or?
The Ballon d'Or has been awarded by France Football every year since 1956, with England's Stanley Matthews the first winner.

It was only for European players until 1995, when it expanded to become open for any player at a European club. From 2007 it opened up to the rest of the world.

The 30-man list of nominees is compiled by the editorial staff of the French magazine, with the winner voted for by journalists from around the world, with one representative per nation.

From 2010 to 2015 it merged with Fifa's awards, but they split and the world governing body set up its own awards again in 2016.



SOURCE

Minggu, 28 Juli 2024

Panpel Dituding Tidak Siap, Persib Bandung Dinilai Pantas Kalah Wo


Panpel Dituding Tidak Siap, Persib Bandung Dinilai Pantas Kalah WO

BOLASPORT.COM - Laga Persib Bandung kontra Persiwa Wamena di Piala Indonesia resmi ditunda oleh PSSI. Peneliti aturan olahraga, Eko Noer Kristiyanto, menyampaikan Maung Bandung layak untuk kalah walk out (WO).

Panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Persib Bandung untuk menghadapi Persiwa Wamena pada leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia dinilai tidak siap.

Eko menjelaskan, memang pihak kepolisian yang mengeluarkan ajaran bahwa Stadion Gelora Bandung Lautan Api tak layak untuk digunakan.

Stadion GBLA yang direncanakan sebagai venue pertandingan tersebut mengalami penurunan permukaan tanah dan berpotensi membahayakan para penonton.

Namun, di sini pihak kepolisian tidak bisa disalahkan.

Sebab, pihak kepolisian telah melaksanakan hal-hal yang benar.

"Yang dimaksud polisi tidak aman itu yakni bangunan fisik Stadion GBLA-nya, berarti Dispora juga harusnya tidak menganjurkan," ujar Eko, kutip BolaSport.com dari Tribun Jabar.

Menurut Eko, bila kemudian panitia pelaksana mengajukan pengunduran alasannya adalah tidak ada opsi stadion lain untuk menggelar pertandingan, maka yang harus disalahkan yakni panitia pelaksana.

"Kesalahan Panpel di sini, mereka tidak menyediakan alternatif, tidak siap dengan plan B, karena mungkin selama ini selalu bisa, selalu mudah (perizinan)," tuturnya, menambahkan.

Kini, status pertandingan tersebut telah ditetapkan PSSI untuk ditunda.

Surat penundaan yang ditandatangani pribadi oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, tersebut sudah dikirimkan PSSI kepada masing-masing pihak.

"Kalau misalkan pertandingan tidak digelar Senin berarti sudah Persib kalah WO, tapi kalau masih bisa mundur itu asing, tidak wajar saja," ujar Eko.

Adapun dikala ini, Persiwa Wamena telah melayangkan surat keberatan kepada PSSI lantaran merasa dirugikan.

Bahkan, jikalau PSSI tidak mengakomodasi surat keberatan Persiwa tersebut, mereka siap mengundurkan diri dari Piala Indonesia.



sumber : bolasport.com

Minggu, 21 Juli 2024

Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Masuk Piala Dunia


Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Masuk Piala Dunia

Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto, mengungkapkan jikalau dirinya bertekad membawa timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia. Bahkan, kalau nantinya terpilih jadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo akan melihat langsung setiap skuat Garuda latihan.

Prestasi timnas Indonesia yang tak kunjung sampai sampai level dunia, ternyata menerima sorotan dari Capres Prabowo Subianto. Prabowo sangat prihatin atas peringkat sepakbola Indonesia yang masih kalah dari negara-negara di Asia tenggara.

"Sepakbola peringkat kita 160 dari 211 di bawah Fillipina dan Thailand. Masih agak di atas Singapura dan Malaysia. Tapi harus hati-hati," kata Prabowo dilansir dari Detik.com


Prabowo berjanji menargetkan Indonesia mampu berlaga pada ajang Piala Dunia. Bahkan, ia siap untuk memantau langsung latihan dari punggawa Garuda dikala berlatih, apabila nantinya dia terpilih jadi Presiden Republik Indonesia.

"Tekad saya Indonesia harus masuk piala dunia. Nanti jika aku terima mandat (Presiden), saya akan awasi langsung tim nasional sepakbola. Kalau perlu aku akan tungguin latihan mereka. Masa dari 267 juta rakyat, nggak punya 30 pemain sepakbola," kata Prabowo.

Demi targetnya tersebut, Capres nomor urut 02 itu juga akan merekrut pemain luar negeri berbakat keturunan Indonesia untuk bisa memperkuat Merah Putih.

"Kalau dulu cari pemain-pemain andal keturunan Indonesia. Yang seperti-seperti Indonesia kita rekrut, yang penting merah putih berkibar. Yakin kita bisa atau tidak?," kata Prabowo melanjutkan sambil bertanya pada hadirin yang tiba.

"Bisa," teriak massa yang memenuhi aula kampus UKRI.




sumber : bolalob.com

Minggu, 14 Juli 2024

Persija Permalukan Tuan Rumah Shan United 3-1


Persija Permalukan Tuan Rumah Shan United 3-1

Persija berhasil membawa buah tangan tiga poin dari Myanmar usai megalahkan tuan rumah Shan United di Stadion Thuwunna, Yangon, Selasa (12/3/2019). Dalam berkelahi Grup G Piala AFC 2019 itu, Persija menang dengan skor 3-1.

Persija bermain menekan semenjak menit pertama. Pada menit ke-4, tusukan Dany Saputra membuka peluang tim tamu. Sayang umpannya masih bisa dihalau bek Shan United.

Pada menit 8, Persija menerima peluang lagi. Bola sodoran Riko Simanjutak diteruskan Silvio Escobar. Bola yang mengarah ke Heri Susanto tak mampu dimanfaatkan dengan baik. Persija kembali gagal cetak gol.

Macan Kemayoran kecolongan pada menit 14. Kesalahan antisipasi Steven Paulle membuat Reo Nakamura berhasil membobol gawang Shahar Ginanjar. 0-1 Persija tertinggal.

Menit 26, Bruno Matos mempunyai peluang mencetak gol. Sayang tendangannya melebar dari gawang Shan United. Menit 42 Matos kembali dapat peluang dan dia pun kembali gagal memanfaatkan menjadi gol.

Hingga selesai babak pertama, kedua tim saling menekan. Namun, tak ada gol tercipta hingga babak pertama final.

Di babak kedua, Persija yang tak mau kehilangan poin, terus membombardir gawang Shan United. Menit 59, Persija yang mendapat tendangan bebas di dalam kotak penalti gagal menyamakan kedudukan.

Sepakan Silvio Escobar masih melebar di atas mistar gawang Shan United. Persija simpel mendominasi permainan, namun belum bisa mencetak satu gol pun ke gawang Shan.

Persija hasilnya mampu menyamakan kedudukan pada menit 65. Bruno Matos yang lepas dari kawalan bek Shan, dengan kencang melepas tendangan di depan congor kiper Shan. 1-1 kedudukan imbang.

Si Merah-Putih berbalik unggul. Pada menit 76 berawal dari sepakan pojok, Steven Paulle bisa menyepak hasil umpan tersebut di lisan gawang Shan. Gol pertama Paulle di Persija sekaligus membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk tim tamu.

Bruno Matos menjadi bintang film kemenangan Persija. Golnya pada meni 83 menciptakan Persija unggul 3-1. Kembali, pemain asal Brasil itu lepas dari pengawalan bek Shan United. Berhadapan dengan kiper, mudah bagi Bruno Matos menceploskan bola ke gawang tim tuan rumah.

Gol Bruno Matos menutup kemenangan Persija di Myanmar. Ivan Kolev Boys meraup 4 poin dan sementara berada di puncak klasemen Grup G. Pasalnya tabrak Becamex Binh Duong kontra Ceres Negros baru dilangsungkan nanti malam.

Susunan pemain

Persija Jakarta (4-3-3): 88-Shahar Ginanjar; 14-Ismed Sofyan, 6-Maman Abdurrahman, 86-Steven Paulle, 3-Dany Saputra; 32-Rohit Chand, 10-Bruno Matos, 7-Ramdani Lestaluhu; 25-Riko Simanjuntak, 94-Heri Susanto, 21-Silvio Escobar.

Shan United (4-3-3): 13-Myo Min Latt; 15-Ye Min Thu, 3-Htike Htike Aung, 4-David Htan, 5-Hein Thiha Zaw; 14-Reo Nakamura, 26-Set Phyo Wai, 11-Yan Naing Oo; 70-Hedipo Gustavo, 8-Zan Min Tun, 10-Maycon Rogerio Calijuri.



sumber : bolalob.com

Senin, 08 Juli 2024

Egy Masuk Tim Utama, Instruktur Lechia: Aku Tak Akan Izinkan Egy Tc Timnas U19!

Egy Masuk Tim Utama, Pelatih Lechia: Saya Tak Akan Izinkan Egy TC Timnas U19!


Bermain apik di Lechia Gdansk II Egy Maulana Vikry ditarik ke tim utama Lechia. Akan tetapi, Egy terancam tidak mampu mengikuti pemusatan latihan timnas U19 di Yogyakarta selama dua bulan.

Hal tersebut dikarenakan instruktur Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec tak memperlihatkan izin kepada Egy Maulana Vikry melakukan pemusatan latihan yang berlangsung selama dua bulan itu.


"Egy Maulana Vikry akan menjalani TC Tim Nasional Indonesia U-19 selama dua bulan. Tapi aku ingin memilikinya di sini pada saat itu, jadi kami tidak benar-benar oke." Ungkap Piotr Stokowiec, seperti dilansir dari Bola.com(27/08/2018).

Namun, instruktur Lechia ingin mempertahankan Egy karena Egy memiliki peningkatan peforma dan sudah mengerti sketsa yang diterapkan pelatih Lechia Gdansk. Keputusan yang diambil instruktur Lechia juga memiliki maksud tertentu, karena Lechia memiliki pertandingan penting di Liga Polandia.


"Saya ingin beliau pergi ke pemusatan latihan pada bulan Oktober, sempurna sebelum pertandingan kualifikasi." Jelas Piotr Stokowiec.


Referensi pihak ketiga
Menilik dari pernyataan instruktur Lenchia, Piotr Stokowiec kemungkinan besar Egy akan dipromosikan ke tim utama Lenchia Gdansk di Liga Polandia. Lantas, bagaimana balasan kalian guys, monggo berikan komentar terbaik kalian, terima kasih.



sumber : ucnews.com

Minggu, 07 Juli 2024

Indra Sjafri: Jangan Coba-Coba Sok Bintang Depan Saya


Indra Sjafri: Jangan coba-coba sok bintang depan saya

saya ingat betul, itu seperti malam yang sama dengan enam tahun lalu. Para pemain mengelilingi bendera merah putih, bermunajat dan yakin kalahkan musuh. “Suasananya seperti tamat AFF U-19 2013. Kami percaya diri untuk menang, ” tutur Indra.

Instruksinya di ruang ganti abad itu cukup jelas: menyerang dan berjuang. Alhasil, Indonesia main berapi-api dan trengginas. Timnas muda pun keluar sebagai juara Piala AFF U-22. Sama kayak tahun 2013. Tapi di level usia 19.

Meski sudah dua kali angkat trofi, Indra enggan dilanda besar hati berlebihan. Apalagi, pasukannya segera menghadapi kualifikasi Piala Asia. Indonesia akan bersaing dengan tuan rumah Vietnam, Brunei Darussalam dan Thailand di Grup K--akhir Maret nanti.

“Tak ada waktu euforia. Kami ini sudah mulai latihan,” kata pria berusia 56 ini kepada tim Beritagar.id saat wawancara, Senin (4/3/2019).

Malam itu dia mencengkeram tangan kami dan menawarkan kawasan duduk di salah satu restoran di Hotel Sultan, Jakarta. Kulitnya terlihat cokelat, mirip habis berjemur. Indra memang baru saja beres memimpin latihan.

Tampak juga di sana, masih dengan rambut lembap, Hanif Sjahbandi. Ia hendak meninggalkan restoran usai makan malam. Disusul Witan Sulaeman dan pemain lain. Mereka menganggukkan kepala serta menekuk badan ketika memandang Indra.

Indra pun kemudian menembak kami dengan serentet pertanyaan. Padahal kami baru saja duduk. “Ini berapa usang? Tidak panjang kan? Saya mau rapat,” tanya Indra, yang tampil dengan gaya reseleting jaket dibuka.

Nada bicara Indra begitu tegas. Kadang mengangkat-angkat tangan seperti orator, tapi berakhir dengan senyuman ketika sesi foto.

Selama satu jam dia meladeni pertanyaan kami wacana ambisinya melatih Timnas senior, pesan khusus Presiden Joko Widodo dan potensi Marinus Wanewar. Berikut perbincangannya:

Selamat sebelumnya. Diundang ke Istana dan mampu bonus. Apakah Presiden beri pesan khusus?
Intinya, Presiden peduli dengan pelatih lokal. Beliau minta pelatih lokal itu banyak mencar ilmu dan cari konsultan.

Menurut Presiden, mereka bisa eksis jikalau dikasih kesempatan. Benar itu.

Lihat saja. Di Piala AFF, semua peserta pakai pelatih asing. Hanya kita yang lokal dan juara. Tapi masih saja ada orang yang bilang juara ini alasannya adalah kebetulan.

Anda merasa juara Piala AFF ini pembuktian sekaligus membungkam kritikan seperti itu?
Orang yang paham proses tidak akan bilang begitu (kebetulan). Saya ini melatih dari Timnas U-12, U-16, U-17, U-18, U-19 lalu U-22.

Saya enggak butuh popularitas. Bahkan bila ditawari menangani Timnas senior, saya enggak akan ambil.

Memangnya ada usulan dari PSSI untuk melatih Timnas senior?
Oh ada. Tapi aku ndak ambil. Saya harus bekerja sesuai kesanggupan. Era Evan Dimas dan Egy Maulana ini naik pelan-pelan ke jenjang senior.

Ketika mereka ada di sana, aku tahu persis siapa yang saya bimbing dan itu berhubungan dengan kesanggupan saya tadi.

Artinya Anda mau dan ada ambisi…
Ndak sekarang. Saya ndak mau kalau tanpa proses. Saya ndak mau aji mumpung. Tiga hari booming di koran, tiga hari setelahnya hancur.

Saya ingin berjenjang. Dari ketua RT, ketua RW, kemudian kepala desa, bupati dan seterusnya.

Tapi kan dalam prosesnya Anda dua kali dipecat PSSI, bagaimana?
Saya pikir itu dinamika. Saya ndak tahu parameter dipecat itu apa. Tanya saja ke PSSI. Enggak baik bila dari saya.

Saya hanya minta, ada parameter terang kenapa pelatih itu dipecat. Makara jangan menurut perasaan gitu.

Posisi pelatih Timnas sangat rawan terhadap pemecatan ya?
Seharusnya tidak, bila federasi punya parameter. Misalnya, pelatih dikasih target dan ndak tercapai, ngapain dipertahankan, ya kan?

Pecat saja. Target itu jadi parameter. Tapi kalau enggak ada parameter, akan jadi polemik.

Bagaimana mau bicara parameter jika PSSI-nya dilanda masalah pengaturan skor?
Itu lain permasalahan.

Maksudnya PSSI sedang tidak sehat dalam menjalankan roda organisasinya saat ini…
Pasti ndak (sehat). Pasti terganggu. Tapi jangan berpikir bila ganti ketua umum kita akan jadi juara dunia.

Enggak ada hubungannya antara prestasi dan ketua umum. Yang ada hubungannya yaitu prestasi dan acara training.

Prestasi ini ya imbas dari pekerjaan PSSI. Bohong jika bilang bukan. Proses pelatihan dan kompetisi memang sudah mulai anggun.

Anda merasa lebih gampang untuk mencari pemain muda kini ini?
Oh iya. Dulu, pada 2013, belum ada kompetisi yang memberi kesempatan mereka main di liga. Sekarang kan lebih baik.

Scouting kami, cuma tinggal lihat kompetisi saja. Banyak yang elok. Dari segi skil, fisik, kemampuan taktikal dan mental.

Titik lemah terbesar pemain kita itu mental disiplin ya?
Mental disiplin itu bukan harus tidur jam 9 dan ndak boleh main HP. Bicara mental itu lebih kepada pemain harus malu bila kalah.

Harus ingin jadi yang terbaik dan mau berubah. Kalau jam tidur dan main HP mah kecil banget. Enggak usah diatur.

"Saya minta ke pemain untuk jangan lihat medsos ketika menang. Tetapi dikala kalah. Karena kita akan dapat banyak pelajaran dari sana."

Indra Sjafri
Para pemain Anda justru diberi kebebasan untuk menggunakan handphone?
Bukan kebebasan, tapi kesepakatan. Disiplin itu muncul dari kesadaran. Mereka sudah besar. Tahu kapan main HP dan ndak.

Dan jangan coba-coba sok bintang depan aku. Tim adalah 23 untuk satu dan satu untuk 23.

Apakah pemain muda kita sulit mengendalikan emosi? Yang dalam sorotan itu Marinus Wanewar misalnya?
Ndak ada yang sulit. Itu orang saja bilang ia bermasalah. Nyatanya tidak. Bertemu Presiden saja ia tidak memikirkan pribadi.

Marinus malah bilang bonusnya untuk bikin rumah ibadah. Dia baik dan ada potensi jadi striker mahir. Kalau sisi emosional, semua orang punya sisi itu kan.

Dari awal sepertinya Anda sudah yakin dengan materi pemain di Piala AFF kemarin ya?
Karena banyak pemain yang pernah bekerja dengan aku. Mereka ini berdedikasi dan berkualitas.

Dalam seleksi, banyak juga pemain anggun yang ndak saya pilih. Karena masing-masing instruktur punya style dalam bangun tim.

Anda berani beri keyakinan kepada pemain belia. Seperti Witan Sulaeman yang baru 17 tahun…
Asal cantik, siapa pun ia, aku mainkan. Witan itu beda lima tahun dari batas usia kompetisi. Jauh umurnya. Tapi beliau bisa tunjukkan potensinya dan merepotkan pertahanan lawan.

Di final lawan Thailand, yang merupakan Macan Asia Tenggara, Anda menerapkan seni manajemen khusus?
Kami tidak pernah anggap lawan itu macan. Kami enggak memikirkan lawan berlebihan. Lebih bagus lawan memikirkan kita.

Bagaimana caranya? Bangun tim yang manis. Kalau kita mikirin lawan terus, kapan mikirin tim kita.

Rotasi pemain yaitu bab strategi Anda?
Tergantung siapa lawan. Ada yang kaget dengan rotasi ini. Pemain ini, kemarin main, sekarang kok enggak.

Makanya jangan terpengaruh pengamat. Kadang mereka tidak tahu soal tim, tapi bicara seperti mimpi. Pintar beliau daripada kita. Lihat saja di media umum.

Tapi aku tidak antikritik. Malah, saya minta ke pemain untuk jangan lihat medsos dikala menang. Tetapi ketika kalah. Karena kita akan dapat banyak pelajaran dari sana.

Di bawah Anda, tak ada aturan tertulis untuk pemain ketika memakai media umum?
Saya ndak pernah mengatur itu. Yang saya atur ialah memutuskan regulasi handphone. Saya ingin disiplin dari hati. Bukan mengawasi mirip orang di penjara.

Sebenarnya bagaimana memompa mental pemain biar maksimal dalam pertandingan?
Pertama. Jangan merasa bintang. Saya butuh tim, bukan individu. Kedua, beda antara bermain di klub dan Timnas. Di klub itu profesional.

Yang banyak main, bonusnya lebih besar. Ini bela negara. Mau dikasih penghargaan atau dimaki, terserah. Ini soal kebanggaan dan harga diri.

Saya pernah 17 bulan enggak gajian, tapi aku tetap jalan. Di Timnas, jangan diukur dengan uang.

Menurut Anda, apa penilaian yang harus dilakukan usai Piala AFF ini?
Kalau mau penilaian, kita harus evaluasi sepak bola Indonesia. Bahwa sepak bola butuh skil iya. Tapi untuk bisa juara ndak bisa simsalabim.

Kita ini juara alasannya adalah proses. Beberapa pemain kenal sama saya di U-19 lalu. Sehingga mampu menyesuaikan filosofi saya: menyerang dengan passing game.

Filosofi itu sesuai dengan kurikulum pelatihan sepak bola Indonesia dari PSSI?
Harusnya. Maka itu filosofi itu harus nyambung dari bau kencur hingga senior.

Kalau filosofinya menyerang dengan 4-3-3, ya itu harus ada materi khusus 4-3-3 di kurikulum.

Di kampung-kampung itu, pemain sayap kita cantik-anggun. Enggak usah sok-sok Eropa.

Kalau enggak ada pemain sayap? Indonesia mampu main satu striker saja?
Formasi itu yang menentukan pemain. Kalau pemain sayap banyak, ngapain pemain depan sampai dua.

Kalau saya punya satu striker pembunuh ya saya main 4-5-1. Tergantung komposisi pemain.

Anda tidak fanatik terhadap formasi tertentu?
Ndak lah. Jangan dipaksakan. Sayang pemain seperti Andik kalau tidak dimainkan. Goblok banget.

Oke. Bagaimana Anda melihat perkembangan angkatan Evan Dimas Cs.?
Saya agak kecewa. Beberapa pemain hilang. Tapi 70 persennya eksis. Mereka ini dibongkar, tapi ujung-ujungnya masuk lagi Timnas. Kan buang-buang waktu.

Mereka ini pemain bagus. Tapi sekali lagi. Pemain itu jangan sok bintang. Buat aku, pemain dengan perilaku begitu, ya game over. Hilang dua, tiba delapan.

Bagus tapi jarang dapat akidah instruktur klub untuk bermain, ya percuma…
Ini soal keberanian instruktur. Kalau dikasih kesempatan, anak muda itu potensial. Kalau jarang main, mereka akan terus terdegradasi.

Ditambah lagi banyaknya kehadiran pemain abnormal. Bagaimana Timnas mau jago. Itu pelatihnya saja ndak mau pusing.

Anda oke pemain naturalisasi bisa mendongkrak kekuatan Timnas?
Ndak setuju. Tanya Menpora. Dari dulu aku enggak baiklah. Tegas. Saya ingin buktikan belum dewasa Indonesia bisa bersaing.

Kan pemain yang Anda panggil, yaitu Ezra Walian ialah pemain naturalisasi?
Ezra itu statusnya sudah warga negara Indonesia. Yang aku maksud itu, selagi saya pegang Timnas, aku tidak akan melaksanakan naturalisasi. Tidak akan.

Kaprikornus, berapa lama lagi Anda siap untuk melatih Timnas senior?
Namanya proses kan ndak ada ukuran.

Ini yakni tahun politik. Bagaimana Anda menjaga Timnas semoga enggak terpapar intrik-intrik politik yang sedang hangat?
Ndak usah lah kaitkan politik dengan bola. Pak Jokowi saja tidak bicara politik saat bertemu.

Tapi ada cerita. Ada yang melarang saya ke Istana. Saya galau. Masa Presiden ngundang, aku enggak tiba.

Ndak dapat duit Rp200 juta kan bodoh banget.

Tapi bagaimana Anda memandang mantan instruktur Timnas Nilmaizar maju di pemilihan calon legislatif 2019?
Perlu ada pelaku bola masuk ke sana. Saya dukung beliau. Biar bola jadi perhatian.


sumber : https://beritagar.id