Rabu, 25 Desember 2024

Ancaman,Persib Siaga Satu!

Bahaya,Persib Siaga Satu!
17 Mei 2018
Seperti dilansir Mochammad Syaban Rinaldi/simamaung.com (10/04/2018) Persib Bandung mewaspadai amukan armada Singo Edan dikala kedua tim bertemu pada minggu keempat Liga 1 2018. Arema memang sedang dalam kondisi terluka usai gagal meraih kemenangan atau kalah di tiga tabrak awal mereka musim ini. Skuat dengan kode Joko Susilo itu bahkan gres ditaklukkan Borneo FC 2-1 padahal sempat memimpin lebih dulu.


Mario Gomez pun mengatakan dirinya sudah menonton penampilan Arema saat bertamu ke markas Pesut malam. Hasil minor yang diterima Balsa Bolzovic dan kolega pun menurutnya tak bisa jadi teladan Persib akan mudah mencuri kemenangan. Justru ledakan amarah Arema yang bisa bawa Persib dalam duduk perkara.

“Kami menyaksikan tadi malam, Arema gres saja kalah dengan skor 2-1 dan di Minggu nanti pastinya akan jadi pertandingan yang sulit bagi kami,” ujar Gomez saat ditemui di Stadion SPORT Jawa barat Arcamanik, Selasa (10/4).

Pria asal Argentina itu pun memprediksi bentrokan kedua klub di Kanjuruhan selesai pekan ini akan sulit. Sebab Arema niscaya tampil mati-matian untuk memutus puasa kemenangan mereka. Sedangkan di sisi lain, Persib juga ingin melanjutkan rentetan hasil aktual usai mengakhiri paceklik pekan kemudian ketika menumpas Mitra Kukar.

“Pertandingan ini akan sulit bagi kami dan juga mereka (Arema). Karena mereka ingin menang dan kita juga sama-sama ingin menang pada tubruk tandang,” ujar mantan ajudan instruktur Inter Milan ini.

sumber : ucnews.com

Kamis, 19 Desember 2024

Liga 1 Indonesia 2018 Dibekukan Kembali?

Liga 1 Indonesia 2018 Dibekukan Kembali?
17 Mei 2018

Masih segar diingatan kita semua saat PSSI dibekukan oleh Pemerintah melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga selama setahun. Langkah tersebut diambil pemerintah adalah buntut dari carut marutnya sepak bola di Indonesia. Imbasnya, timnas Indonesia yang dinaungi oleh PSSI terkena hukuman juga dari FIFA, sehingga berdampak ke timnas Indonesia alasannya tidak mampu tampil diajang internasional. Apesnya, Indonesia tidak bisa ikut berlaga diajang piala Asia.


Dan bukan hanya pada level timnas saja, di level klub juga banyak yang meradang balasan hukuman tersebut. Seperti klub Persipura yang tidak mampu tampil diajang liga champions Asia. Seturut dengan pembekuan tersebut, banyak pemain-pemain bola Indonesia yang terjebak pada situasi yang mengkhawatirkan alasannya adalah tidak adanya pemasukan.

Seperti dikutip dari kompas.com, Pertandingan antara Arema FC versus Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, dalam pekan 4 Liga 1, Minggu 15 April 2018, berakhir ricuh. Di injury time, saat wasit Handri Kristanto belum meniupkan peluit panjang, suporter Arema masuk ke lapangan.

Suporter Aremania turun dari tribun dan memenuhi lapangan sesaat sebelum berakhirnya pertandingan. Mereka melampiaskan kekecewaannya dengan melempari lorong menuju ruang ganti pemain. Ratusan korban berjatuhan dan dievakuasi menuju ke rumah sakit. Kebanyakan korban yaitu suporter wanita.

Aksi suporter Arema eksklusif direspons pihak keamanan. Namun, alasannya kalah jumlah, personel keamanan tak mampu berbuat apa-apa. Lemparan botol dan benda-benda keras lainnya tak terhindarkan. Akibat insiden ini, wasit Handri menetapkan untuk menghentikan pertandingan.

Saat itu, tubruk baru memasuki menit 92. Padahal, injury time yang diberikan yakni tiga menit. Artinya, masih ada satu menit tersisa dari pertandingan ini. Di situs resmi Liga 1, disebutkan bahwa status adu belum diketahui, apakah ditangguhkan atau simpulan dengan hasil imbang 2-2.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji menyampaikan, kericuhan dipicu oleh kekecewaan suporter kepada wasit Handri Kristanto selaku pemimpin jalannya pertandingan.

"Kronologi dalam konteks manajemen tadi sudah berdiskusi bahwa gerakan penonton itu banyak bereaksi alasannya keputusan wasit," katanya.

Dikatakannya, para Aremania mulai merasa kecewa ketika gol kedua Persib Bandung tercipta pada menit ke-77. Ketika itu, pemain tengah Arema FC, Ahmet Atayev dijatuhkan lawan di tengah lapangan. Namun, wasit tidak menghentikan pertandingan dan jadinya Ezechiel Ndouasel mampu memanfaatkan kelengahan pemain belakang Arema FC dengan mencetak gol keduanya untuk Persib Bandung.

"Yang pertama saat pelanggaran Atayev (Ahmet Atayev). Kemudian jadinya tidak diberikan keputusan oleh wasit. Itu sudah tanda-tanda bahwa penonton sudah melaksanakan gerakan," terang Sudarmaji.

Pada menit ke-86, Arema FC mampu mengejar ketertinggalan melalui gol Balsa Bozovic. Saat itu, kedudukan imbang 2-2 alasannya adalah di babak pertama kedudukan imbang 1-1.

Tidak usang setelah itu, pada ke-88 Dedik Setiawan diganjar kartu merah alasannya menyikut pemain belakang Persib Bandung, Ardi Idrus. Kondisi itu disebutnya menambah kekecewaan suporter terhadap wasit asal Jawa Tengah itu.

"Kemudian ada keputusan yang tidak kita tahu secepat itu, kartu merah terhadap Dedik. Itu penonton sudah melakukan upaya mereaksi keputusan wasit. Terus kemudian setelah itu terjadi (tendangan) corner dan penonton sudah mulai turun. Itu di versi kita," terangnya.

Kericuhan suporter berawal dari tribun ekonomi bagian timur. Mereka mengamuk berlarian masuk ke tengah lapangan. Kemudian, suporter yang duduk di tribun bab selatan dan utara juga ikut turun memenuhi lapangan.

Sudarmaji menyampaikan, pihaknya akan mengirim informasi kronologi kericuhan itu ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi Liga 1, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

"Malam ini kita juga akan mengirim kronologi apa yang terjadi di lapangan. Karena sesuai regulasi kita diberikan kesempatan untuk melaporkan secara obyektif alasannya sudah ada formnya. Terutama yang berkaitan ihwal keputusan-keputusan wasit," jelasnya.

Akibat kericuhan itu, pertandingan terpaksa dilarang tanpa pluit panjang wasit. Kedudukan tetap imbang, 2-2. Gol untuk Arema FC dicetak oleh Thiago Furtuoso Dos Santos di menit ke-18 dan Balsa Bozovic di menit ke-86. Sementara gol untuk Persib Bandung dicetak oleh Ezechiel Ndouasel pada menit ke-19 dan ke-77.

Hmmm. Ada-ada saja yah guys. Semoga insiden-kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan kinerja wasit juga semakin dimantapkan. Maju liga nya otomatis jaya timnasnya. Dan juga dengan insiden ini, apakah PSSI dan Liga 1 akan dibekukan kembali oleh pemerintah? Semoga tidak yah guys.

Dan juga, agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua unsur yang terlibat didalam sepakbola. Karena hal-hal sedemikian tidak ada gunanya selain merugikan tim, diri sendiri dan lain sebagainya. Marilah tetap menjaga sportifitas olahraga itu sendiri.

Berikan komentar kalian dikolom komentar yang tersedia.

Jangan lupa like, follow dan share ya guys.


sumber : ucnes.com

Selasa, 03 Desember 2024

Manis Kahfi Tampak Pamer 'Skill' Doang, Kata Fakhri Husaini: Itu Karena Supriyadi!

Bagus Kahfi Tampak Pamer 'Skill' Doang, Kata Fakhri Husaini: Itu Karena Supriyadi!

Timnas Indonesia u-16 gagal meraih poin penuh ketika bertemu dengan Vietnam di matchday kedua grup C Piala Asia U-16. Serangan Garuda Asia tampak tak berkembang sama sekali tak seperti lawan Iran kemari. Alhasil Indonesia harus rela berbagi angka 1-1 oleh Vietnam. Bagus Kahfi yang dielu-elukan tampak sedang tidak on-fire kali ini.


Ia tampak bermain individu mengandalkan skill-skill yang beliau punya tanpa menawarkan umpan ke temannya. Hal itu pun diakui oleh Fakhri Husaini, ia menyampaikan ""Vietnam bermain sangat disiplin, kurangnya serangan dari sayap di babak pertama membuat Bagus mengambil keputusan untuk menerobos sendiri. Bagus pada beberapa momen mampu melewati lawan, namun beberapa kali juga gagal, Andre dan David juga sering terlambat membantu Bagus,".


Menilik dari perkataan Fakhri tentu kita mampu mengerti siapa sayap yang ia maksudkan, tentu M.Supriyadi yang tampak tengah cidera ringan nasib tidak bsia diturunkan mejadi line-up. Dan untuk hasil yang didapatkan ini sepertinya Indoensia harus berjuang keras masa melawan India pada kamis nanti.



Sumber: indosport.com

Minggu, 01 Desember 2024

Chelsea Are Off To Wembley After A Night Of High Drama At Stamford Bridge


Chelsea won a penalty shootout on a night of high drama at Stamford Bridge, overcoming Tottenham to secure a Carabao Cup tamat meeting with Manchester City.

After an enthralling 90 minutes which saw the tie end 2-2 on aggregate, the tie was settled when David Luiz scored the winning kick after Kepa Arrizabalaga's fine save from Lucas Moura.

Chelsea, who have now reached 15 finals in 16 years in all competitions, will face Pep Guardiola's City at Wembley on 24 February.

Blues boss Maurizio Sarri, who said after losing to Arsenal at the weekend that his players are "extremely difficult to motivate", celebrated with his team at the end.

Trailing 1-0 from the semi-tamat first leg at Wembley, Chelsea were level on aggregate when the unmarked N'Golo Kante drilled in a first-time shot from 20 yards through three pairs of legs after a corner.

Eden Hazard, who Blues boss Sarri said on the eve of the tie "has to do more", fired Chelsea into a 2-1 aggregate lead with an arrowed finish after being picked out by captain Cesar Azpilicueta.

Tottenham were without injured duo Harry Kane and Dele Alli as well as Son Heung-min, who is away with South Korea at the Asian Cup.

They failed to produce a shot on sasaran in the first half but forced penalties when Fernando Llorente converted Danny Rose's cross.

Players respond to Sarri criticism
On Saturday, Sarri was critical of his players after a 2-0 defeat at Arsenal left his side 13 points behind Premier League leaders Liverpool with 15 games to go.

The Italian can now look forward to a Wembley selesai in his first season in charge after his team responded with a much improved performance to overturn Tottenham's lead.

It was apt that Hazard should score such a vital goal.

On the eve of this game, Sarri said the Belgium forward "has to do more" adding: "I prefer him when he speaks with his feet."

Hazard responded by starting and finishing a slick move which made it 2-0 and put Chelsea ahead in the tie for the first time.

Earlier, Kante had given the hosts the perfect start with a lovely finish as Tottenham found themselves on the back foot before responding with a much better second half display to send the tie to penalties.

Chelsea scored all four of their spot kicks - Willian, Azpilicueta, Jorginho and Luiz all keeping their composure.

In contrast, Tottenham missed two of their four kicks - Eric Dier, a World Cup penalty shootout pendekar for England in Russia, firing over the bar before Moura was denied by Arrizabalaga.

Three semi-final defeats in three seasons for Spurs
Kane, Alli and Son would almost certainly have been involved in the penalty shootout for Tottenham had they been available.

In fairness, Spurs looked menacing in the second half after being distinctly second best for large parts of the opening 45 minutes.

Substitute Rose was lively and provided the ammunition for Llorente to haul his side back on level terms on aggregate.

In the end it came down to fine margins with Dier and Moura's missed penalties proving costly for a club hunting a first major trophy since 2008.

Nine points behind Liverpool in the league and out of the EFL Cup, Tottenham's most realistic hopes of a trophy this season rest with the FA Cup, although they are still in the Champions League and have a last-16 tie with Bundesliga leaders Borussia Dortmund.

Spurs reached the EFL Cup simpulan in Mauricio Pochettino's first season in charge.

However, they have now lost a domestic cup semi-simpulan for the third successive campaign having been beaten at this stage in the FA Cup both last season and the season before.

The Argentine, who celebrates his fifth anniversary at Spurs in May, now has the tricky task of lifting his players after this disappointment.

Man of the match - Eden Hazard (Chelsea)

'We deserve to be in final' - how the managers reacted
Chelsea manager Maurizio Sarri: "We reacted very well. The players had a very good level of determination so I was very happy with the level of performance.

"I think that in 180 minutes in the two matches we deserved to go to the selesai. We deserved to win 3-1 or 4-1 tonight but the opponents were able to put us in trouble at the beginning of the second half.

"But we played very well and were very dangerous and had a lot of opportunities."

Tottenham manager Mauricio Pochettino: "I'd prefer to lose on penalties [than in the game]. We'll keep going in the FA Cup game against Crystal Palace.

"In the second half we played so well and dominated and had chances. In the first half before we conceded the first goal, we played well and had control.

"That's football. When you have Hazard, Pedro, Giroud, Kante, they can score."


source : bbc.com

Senin, 25 November 2024

Bukan Persija, Ini Lawan Terpanas Yang Akan Dihadapi Persib, Psywar Pun Sudah Bertebaran!

Bukan Persija, Ini Lawan Terpanas yang akan Dihadapi Persib, Psywar Pun Sudah Bertebaran!
17 Mei 2018
Persija Jakarta bisa dikatakan menjadi salah satu lawan terpanas Persib Bandung dalam kompetisi sepak bola di tanah air. Drama menarik selalu terjadi dalam duel bertajuk el classiconya Indonesia tersebut. Namun kini, dalam waktu bersahabat ini bukan Persija yang bakal menjadi lawan panas bagi pasukan Mario Gomez.

Melainkan lawan terpanas yang akan dihadapai Persib yaitu PSKC Cimahi. Dimana seperti yang kita ketahui bersama, klub kebangaan Bobotoh tersebut bakal bersua PSKC dalam pertandingan perdana zona 6 Piala Indonesia 2018.

Persib sendiri pada babak pertama turnamen Piala Indonesia 2018 tegabung di zona 6 bersama klub Liga 2 Persibat Batang. Sedangkan enam klub sisanya dari Liga 3 ialah Maung Anom FC, PSKC Cimahi, PSGC Ciamis, PSCS Cilacap, Persibas Banyumas, dan Persibangga Purbalingga, mirip dilansir dari pikiran-rakyat.com(03/05/2018).

Laga antara Persib dan PSKC ini mampu dikatakan panas karena hal ini merupakan pertandingan derby. Selain itu bisa dipastikan banyak warga Cimahi yang merupakan pendukung Persib, namun kali ini mereka justru menghadapi kenyataan bahwa Maung Bandung harus bersua PSKC Cimahi. Hal ini tentu menjadi masalah bagi mereka, apakah harus mendukung Persib atau PSKC?

Aroma panas pertandingan antara Persib kontra PSKC ini sudah tercium dipelbagai media sosial mirip instagram dan twitter. Bahkan psywar mengenai tubruk tersebut sudah bertebaran dimana-mana. Pensaran bagaimana psywar yang muncul jelang laga tersebut? Berikut penulis berikan khusus untuk para pembaca setia.

1.Waduh, Cimahi is not Bandung katanya.

2.Hmm seakan menyepelekan PSKC yah.

3. Kekalahan 1-2 Persib dari Madura United menjadi materi buat menebar psywar nih.

4. Waduh, Ciamahi mau digoyang katanya.

Nah itulah beliau psywar yang bertebaran jelang derby antara Persib vs PSKC di pertandingan perdana zona 6 Piala Indonesia 2018. Menurut para pembaca setia Bola Liar. Mampukah tim Pangeran Biru mengalahkan PSKC di markasnya? Berikan pendapat kalian mengenai hal ini pada kolom komentar di bawah ini, terima kasih.

Catatan: agenda pertandingan antara PSKC vs Persib untuk ketika ini belum dirilis, jadi sabar aja yah.

sumber : ucnews.com

Rabu, 13 November 2024

Is Juan Mata About To Say Goodbye To Manchesternunited?


The Spain international is also interesting Juventus and Paris Saint-Germain as his contract continues to run down at Old Trafford
Barcelona have made contact with the representatives of Manchester United midfielder Juan Mata as they weigh up a move for the Spain international.

Goal understands Barca are interested in bringing Mata to Camp Nou this summer, with the 30-year-old available on a free transfer at the end of the season as his contract at Old Trafford runs down.

Juventus and Paris Saint-Germain have also shown an interest in the former Chelsea star, meaning there is likely to be a battle for his signature should he fail to sign a new deal with the Red Devils.

It is understood that Man Utd remain in discussions with Mata relating to a new deal but there has yet to be a positive conclusion reached, though they remain hopeful they can persuade the Spaniard to remain at Old Trafford beyond this summer

The club triggered a one-year option in his current deal to keep him until July 2019, but interest from elsewhere could see his head turned.

Mata's current contract sees him earn £140,000-a-week, but the fact that his signing would involve no transfer fee means Barca see him as a bargain among an ever inflated market.

The Blaugrana have already secured the services of one midfielder for next season after completing the €75 million (£65m/$85m) capture of Ajax's Frenkie de Jong on Wednesday.

They continue to be linked with PSG's Adrien Rabiot, who is also set to be available on a free this summer, with Ernesto Valverde keen to bolster his options in the middle of the park.

Having joined Man Utd in January 2014, Mata has made 208 appearances for the 20-time champions of English football, scoring 44 goals and contributing 35 assists.

He has struggled to hold down a regular starting berth under any of his three permanent managers at the club, with just nine of his 15 league appearances this season coming from the start.

Since Ole Gunnar Solskjaer took the reins following Jose Mourinho's sacking Mata has found himself on the bench more often than not, with the Norwegian coach prefering a front three of Jesse Lingard, Anthony Martial and Marcus Rashford.

As such it is difficult to see him having a medium to long-term future with the club, and a move away might be in his best interests.

Mata did come through the Real Madrid youth system before moving to Valencia at the age of 19, and a potential move to Catalunya would mark his first return to Spain since leaving Mestalla for Chelsea in 2011.


source : goal.com

Senin, 04 November 2024

Timnas U-16 Tergabung Di Grup Ringan, Inilah Hasil Lengkap Drawing Piala Afc U-16 2018

Timnas U-16 Tergabung di Grup Ringan, Inilah Hasil Lengkap Drawing Piala AFC U-16 2018
18 Mei 2018
Kuala Lumpur - Asian Football Confederation (AFC) jadinya resmi mengumumkan hasil drawing atau undian Piala AFC U-16 tahun 2018. Digelar di markas besar AFC di Kuala Lumpur, sebanyak 16 negara menjadi peserta pesta sepakbola Asia level junior tersebut.


Dilansir dari laman the-afc.com, hasil undian relatif merata dimana tidak ada grup yang paling mencolok kekuatannya satu sama lain. Ke-16 negara tersebut dibagi menjadi empat pot, dimanan pot 1 atau pot unggulan ditempati Malaysia sebagai tuan rumah, Korea Utara, iran dan Irak.

Pot 2 berisikan Jepang, Oman, wakil Asia Tenggara Vietnam, dan juga kandidat juara Korea Selatan. Pot 3 diisi oleh Thailand, Yaman, India, serta Australia. Di pot 4 atau tim terlemah diisi oleh Tajikistan, Yordania, Indonesia, dan Afghanistan.

Malaysia sebagai tuan rumah tergabung di grup A bersama peraih dua kali gelar juara Jepang, sesama tim Asia Tenggara yang juga juara tahun 1998, serta Tajikistan.

Di grup B, Korea Utara menjadi satu-satunya wakil Asia Timur dan diapit oleh tiga negara kekuatan sepakbola Asia Barat, yaitu Oman, Yaman, dan Yordania.

Di grup C mampu dikatakan sebagai grup paling ringan pada undian ini dimana ada negara besar lengan berkuasa Republik Islam Iran, kuda hitam Aia Tenggara Vietnam, wakil Asia Selatan India, dan Indonesia.

Dan grup D dapat dikatakan sebagai grup neraka dimana dihuni oleh negara-negara seperti Iraq, Korea Selatan, Australia, dan Afghanistan.

Itulah hasil drawing atau pembagian grup Piala Asia (AFC) U-16 yang digelar di Kuala Lumpur, Kamis (26/4) sore. Turnamen akan digelar mulai 20 September hingga 7 Oktober 2018 mendatang di Malaysia.

sumber : UC News

Minggu, 03 November 2024

Gara-Gara Foto Ini, Ummi Pipik Diminta Desak Egy Maulana Vikri Segera Nikahi Adiba Khanza?

Gara-Gara Foto Ini, Ummi Pipik Diminta Desak Egy Maulana Vikri Segera Nikahi Adiba Khanza?




BolaStylo.com - Kedekatan Egy Maulana Vikri dengan Adiba Khanza, putri almarhum ustaz Jefri Al Buchori dan Pipik Dian Indrawati, kembali mencuri perhatian publik.

Kabar kedekatan Egy Maulana Vikri dan Adiba Khanza memang santer dikabarkan sejak usang.

Egy Maulana Vikri juga juga kerap kali menawarkan keakrabannya dengan Adiba Khanza di media sosial.

Bahkan pesepak bola yang sekarang memperkuat di Lechia Gdansk itu terlihat sudah dekat dengan keluarga Adiba Khanza.

Hal itu dibuktikan dengan unggahan terbaru Egy Maulana Vikri yang menjadi perbincangan publik baru-gres ini.

Pemain timnas U-19 Indonesia itu baru saja mengunggah foto dirinya dengan keluarga Adiba Khanza lewat Instagram.

Dalam unggahannya, Egy memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada sang ibunda Adiba, Pipi DIan Indrawati.

Wanita yang kerap disapa Ummi Pipik itu diketahui gres saja berulang tahun yang ke-41 pada Senin (26/11/2018).

"Happy birthday @_ummi_pipik_ doanya yang terbaik (emoji) family (emoji hati) #mamakayahkupunyaig," tulis Egy dalam unggahannya.

Ucapan Egy itu pun pribadi menerima respons dari Ummi Pipik dalam kolom komentar Instagramnya.



"Aamiin makasih ya @egymaulanavikri," balas Ummi Pipik.

Tak disangka, kedekatan antara Egy Maulana dan Ummi Pipik di Instagram eksklusif menjadi sorotan netizen.

Bahkan seorang netizen dengan akun @gito_sudana mendesak Ummi Pipik untuk meminta Egy segera menikahi Adiba Khanza.

"Selamat ulang tahun Ummi, doa yang terbaik buat Ummi. Tanyain Egy kapan halalin Adiba-nya gitu, jangan kelamaan gitu mi, jemuran aja kalo kelamaan didiemin diambil orang apalagi Adiba," tulis pengguna akun @gito_sudana.

Terlepas dari kabar tersebut, Adiba Khanza mulai dikenal publik alasannya adalah eksistensinya di media umum Instagram.

Gadis kelahiran 7 Juni 2000 itu kerap kali membagikan potret ya di akun Instagram langsung.


Baca Sumber



Gagal Juara Aff U-22, Instruktur Thailand Akan Buat Kejutan Untuk Indonesia Di Kualifikasi Piala Asia U-23 2019


Gagal Juara AFF U-22, Pelatih Thailand Akan Buat Kejutan untuk Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2019


BOLASPORT.COM - Pelatih timnas U-22 Thailand, Alexandre Gama memiliki citra untuk Piala Asia U-23 2019 dan akan menciptakan kejutan di turnamen se-Asia itu.

Alexandre Gama sebelumnya memimpin timnas U-22 Thailand pada turnamen Piala AFF U-22 2019, di mana pasukan Gajah Perang Muda itu menjadi runner-up.

"Pada awalnya saya benar-benar sepenuh hati di turnamen (Piala AFF U-22), berharap menjadi juara. Tapi kami tidak menekan pemain. Pada jadinya kami hampir mencapai juara, tetapi kami gagal," ujar Alexandre Gama, dikutip BolaSport.com dari SiamSport.

"Namun program berikutnya niscaya akan membuat saya lebih baik. Dari struktur yang ada dari pemain ini dan memanggil pemain baru adalah hal yang baik bahwa belum dewasa ini telah menang. Memiliki kehausan bahwa kalau kesempatan tiba lain kali, jangan sampai terlewatkan lagi," ujarnya.

Pelatih asal Brasil itu yakin dengan kemampuan pemainnya yang di antaranya tidak pernah bermain untuk tim nasional.

"Tetapi kemudian mampu membantu ukuran ini, Berpikir bahwa jikalau semua orang berkumpul, saya pikir itu niscaya akan baik," ujar Gama.

Gama pun menyebutkan acara selanjutnya di Piala Asia U-23 2019.

"Akan melaksanakan yang terbaik di kualifikasi Piala Asia U-23 2019, meskipun tidak ada finalis dengan kami tapi kami akan bertindak untuk melakukan yang terbaik," ujar Gama.

"Karena program-acara sebelumnya, kami melihat Vietnam. Dan Indonesia berat dan berpikir akan bersaing di Vietnam. Kami mungkin mengejutkan mereka. Karena mereka tidak melihat kami secara penuh," ujarnya.

Kualifikasi Piala Asia U-23 2019, Thailand akan bergabung di Grup K bersama Vietnam, Indonesia, dan Brunei Darussalam.

Vietnam akan menjadi tuan rumah Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2019.

Laga pertama Thailand akan melawan Indonesia di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi pada 22 Maret 2019.


sumber : bolasport.com

Selasa, 29 Oktober 2024

Kompetisi Liga 1 2018 Membawa Berkah, Dua Wonderkid Sukses Mencuri Hati Indra Sjafri

Kompetisi Liga 1 2018 Membawa Berkah, Dua Wonderkid Sukses Mencuri Hati Indra Sjafri
18 Mei 2018
Pelatih timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri telah memilih 28 nama untuk mengikuti pemusatan latihan di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta pada 19-27 Mei 2018.


Pemusatan latihan ini bertujuan untuk persiapan jelang turnamen Piala AFF U-19 pada 1-14 Juli 2018 dan Piala AFC U-19 pada 18 Oktober hingga 4 November 2018.

Dari 28 pemain yang dipanggil, terdapat lima wajah baru.

Kelima nama tersebut belum pernah berseragam timnas U-19.

Mereka yakni, M Iqbal B (Ragunan), Al Risqy Dwi (Bogor FC), M Firli (Bogor FC), M Rafi Syarahil (Barito Putera), dan Gunansar Mandowen (Persipura).

Terkhusus untuk dua nama terakhir, adalah Rafi Syarahil dan Gunansar yakni sosok yang patut menerima sorotan.

Pasalnya, kedua sosok tersebut sukses bersinar dikala bersama timnya di ajang kompetisi Liga 1 musim ini.

Rafi sukses menjadi andalan Barito Putera di pos sentral sejauh tujuh dari delapan pertandingan.

Bahkan beliau sukses menyingkirkan nama gelandang ternama, seperti Paulo Sitanggang.

Sementara Gunansar sudah menjalani lima partai bersama Persipura Jayapura.

Ia sering dipasang instruktur Peter Butler untuk memperkuat lini tengah kesebelasan.

Tak heran, berkat penampilan impresifnya di lini tengah klub membuat Indra Sjafri kesannya kepincut.

Kini mereka akan bersaing untuk berebut pos utama lini tengah timnas dengan nama-nama andalan, mirip M Iqbal, Asnawi Mangkualam, dan Luthfi Kamal.


sumber : bolasport.com

Rabu, 16 Oktober 2024

Mantap Jiwa! Di Indonesia Dicaci, Pemain Timnas U-16 Ini Malah Masuk 8 Pemain Terbaik Asia

Mantap Jiwa! Di Indonesia Dicaci, Pemain Timnas U-16 Ini Malah Masuk 8 Pemain Terbaik Asia

 Timnas U-16 Indonesia memang gagal di Piala AFC 2018 setelah dikandaskan Australia pada putaran perempat tamat beberapa waktu kemudian. Salah satu korban hujatan dan caci maki netizen yakni Bagus Kahfi.

Dilansir dari bolalob.com (01/10/2018), pemain timnas U-16 tersebut dianggap memiliki performa yang menurun, termasuk dalam hal insting mencetak gol. Bagus Kahfi juga dihujat alasannya dinilai egois dan tampil lebih individual ketimbang mengedepankan kerja sama tim.


Namun demikian, walaupun di negeri sendiri mendapatkan cacian, dilansir dari konfrontasi.com (04/10/2018), yang melansir dari Fox Sports Asia, Bagus Kahfi melah menerima apresiasi dan dinobatkan sebagai salah satu dari 8 pemain U-16 tingkat Asia yang berpotensi menjadi pemain kurun depan di Asia.

Bagus Kahfi dianggap memiliki kelebihan di segi kecepatan dan penyelesaian selesai yang ciamik dan dianggap sebagai penerus nama besar Boaz Solossa.

Selain Bagus Kahfi, timnas U-16 juga menyumbangkan satu pemain lainnya dari 8 nama yang dianggap pemain berprestasi tersebut dan ia yaitu Andre Oktaviansyah.


Selebihnya ke-8 pemain tersebut ialah.

Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri (Indonesia)
Andre Oktaviansyah (Indonesia)
Khuat Van Khang (Vietnam)
Nguyen Van Tu (Vietnam)
Suphanat Mueanta (Thailand)
Thanarin Thumsen (Thailand)
Alif Mutalib (Malaysia)
Luqman Hakim (Malaysia).
Tuh kan, medialuar saja menunjukkan apresiasi, kurun kita sebagai warga negera Indonesia mencaci pemain timnas kita sendiri? Bagaimana berdasarkan sahabat Ucers?





sumber : ucnews.com

Senin, 14 Oktober 2024

Mantap! Dipanggil Luis Milla, Pemain Ganas Ini Siap Berkostum Timnas

Mantap! Dipanggil Luis Milla, Pemain Ganas Ini Siap Berkostum Timnas
18 Mei 2018
Tumpulnya lini depan timnas pada turnamen Anniversary Cup 2018 membuat instruktur timnas U-23 Luis Milla harus mencari lagi striker yang lebih tajam jelang event Asian Games. Beberapa nama memang sudah dikantongi instruktur asal Spanyol tersebut.


Salah satunya yaitu bomber Sriwijaya FC Beto Goncalves. Pemain asal Brazil yang sudah usang menetap 12 tahun di Indonesia sekarang sudah resmi menjadi WNI. Selain Beto nama lainnya yang muncul ke permukaan ialah striker Madura United Greg Nwokolo dan Boaz Salossa (Persipura).

Penyerang berusia 37 tahun milik Sriwijaya FC Alberto 'Beto' Goncalves menegaskan bahwa dirinya selalu siap kalau timnas menginginkan dirinya untuk memperkuat tim Merah Putih untuk ajang Asian Games maupun Piala AFF 2018. Menurutnya, mampu berseragam timnas akan menjadi hadiah bagi dirinya.

“Dia sempat telepon aku, dan kami berbicara dalam bahasa Spanyol. Dia bilang kepada saya mungkin ada kesempatan untuk masuk ke timnas. Saya selalu siap, alasannya adalah saya sudah bekerja dengan maksimal di klub,” ujar Beto.

“Saya sudah menjadi warga negara Indonesia, dan aku akan senang jika dipanggil ke timnas. Keluarga di Brasil juga ikut mendukung. Karir tertinggi pesepakbola yaitu timnas. Ini akan menjadi hadiah untuk aku sehabis 12 tahun berada di sini.” tambah Beto, mirip dilansir dari laman bola.com (04/05/2018).

sumber : ucnews

Sabtu, 12 Oktober 2024

Resmi Inter Milan Tebus Romelu Lukaku Dari Manchester United

Milan - Inter Milan menyelesaikan transfer Romelu Lukaku dari Manchester United, Kamis (8/8/2019). Seperti dilansir Sky Sports, Inter harus mengeluarkan dana sampai 80 juta euro (Rp 1,2 triliun) untuk mendapatkan Lukaku.

Image By sport.detik.com
Mantan pemain Chelsea itu yaitu salah satu nama beberapa klub Eropa, termasuk duo Serie A, Inter Milan, dan Juventus. Setelah tarik ulur, Il Biscione hasilnya memenangkan perburuan untuk Romelu Lukaku.

Striker tim nasional Belgia tiba di kota Milan dan menjalani investigasi medis pada Kamis. Setelah lulus tes medis, Lukaku secara resmi diumumkan sebagai rekrutmen baru Inter Milan.

Bersama Nerazzurri, pemain berusia 26 tahun itu telah menandatangani kontrak lima musim. Dia akan menerima pembayaran 9 juta euro (Rp 143 miliar) per animo dari Inter.

"Inter bukan untuk semua orang, itu sebabnya saya ada di sini," kata Lukaku dalam video yang diunggah di akun Twitter resmi Inter Milan.

Dengan kehadiran Romelu Lukaku, Inter telah mendatangkan sembilan pemain gres isu terkini panas ini. Sebelumnya, I Nerazzurri mengaitkan Stefano Sensi (Sassuolo), Diego Godin (Atletico Madrid), Gabriel Brazao (Parma), Eddie Salcedo (Genoa), Nicola Barella (Cagliari), Ionut Radu (Genoa), Matteo Politano (Sassuolo), dan Valentino Lazaro (Hertha Berlin.

Bersama Lukaku, lini serangan Inter Milan semakin bertambah. Selain Romelu Lukaku, Inter juga mempunyai Mauro Icardi, Lautaro Martinez, Facundo Colidio, Eddie Salcedo, dan Samuele Longo untuk menduduki posisi sebagai striker. 

Selasa, 08 Oktober 2024

Juventus Resmi Meminjam Striker Dari Korea Utara Han Kwang-Song

Juventus kini telah resmi meminjam striker asal dari negara Korea Utara, Han Kwang-song. Dia didatangkan dengan status sebagai pemberian dan opsi untuk membeli permanen.

Juventus kini telah resmi meminjam striker asal dari negara Korea Utara   Juventus Resmi Meminjam Striker dari Korea Utara Han Kwang-song
Juventus secara resmi mengumumkan kedatangan Han ke Juventus lewat akun media sosialnya. Han nantinya tak akan main untuk tim utama Juventus, melainkan Han bakal memperkuat Juventus U-23 yang sedang bermain di Serie C.

Han Kwang-song yakni incaran Juventus sejak 2018. Pemain berusia 20 tahun itu bergabung dengan Cagliari pada tahun 2015 dan dua tahun lalu beliau menjadi orang Korea Utara yang pertama yang pernah bermain main di Serie A.
Juventus kini telah resmi meminjam striker asal dari negara Korea Utara   Juventus Resmi Meminjam Striker dari Korea Utara Han Kwang-song

Secara total Han sudah main di Serie A untuk Cagliari sebanyak 12 kali. Ada satu gol yang beliau jebolkan ke gawang Torino Ia pun menjadi orang Korea Utara pertama yang sukses mencetak gol di Serie A pada 9 April 2017.

Sementara itu, Han juga telah menghabiskan dua ekspresi dominan terakhirnya dengan status pemberian di klub Seri B, Perugia. Dia telah mencetak 11 gol dalam 39 penampilan.

Kamis, 26 September 2024

Neymar Merapat Ke Real Madrid Messi Pribadi Turun Tangan

Barcelona - Lionel Messi dikabarkan menghubungi Neymar secara pribadi. Itu terkait kabar yang beredar luas kalau Real Madrid segera menyadari transfer bintang Brasil itu.


Masalah memindahkan Neymar dari Paris Saint Germain ke Real Madrid semakin keras. Presiden El Real Florentino Perez telah mengatakan bahawa beliau ingin membawa pemain Brasil itu ke Santiago Bernabeu.

Perez diberitahu bahwa telah menghubungi Neymar secara eksklusif dan memintanya untuk menerima ajuan Madrid. Pemain 27 tahun itu menjadi incaran El Real sesudah transfer Paul Pogba ke Santiago Bernabeu gagal mencapai akad.


Rumor transfer mantan pemain Barcelona ke Madrid juga mendapat perhatian dari Lionel Messi. Menurut media Spanyol, Marca, Argentina dilaporkan menghubungi Neymar secara pribadi untuk menolak proposal dari Real Madrid.


Tidak hanya itu, bintang Barcelona juga merayu Neymar untuk menentukan kembali ke Camp Nou. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Messi ingin bermain lagi dengan mantan tandemnya, dan membangun kembali trisula ajal La Blaugrana bersama Luis Suarez.

Intervensi Messi dalam transfer Neymar dan Real Madrid dikabarkan mampu memengaruhi pilihan striker PSG. Kedua pemain telah menjadi teman dekat sejak Neymar bergabung dengan Barcelona pada 2013.


Kepergian Neymar dari PSG diyakini hanya problem waktu saja. Penggemar PSG tidak lagi menginginkan pemain termahal. Mereka bahkan mencaci-maki sang striker ketika PSG memainkan pertandingan pertama Ligue 1 2019 pada Minggu (11/8/2019).

Jumat, 20 September 2024

Man City Have Suffred A Huge Upset In The Premier League


Manchester City's title hopes suffered a huge blow as Newcastle came from a goal down to record a remarkable victory over the defending champions at St James' Park.

Two defensive lapses cost Pep Guardiola's side the chance to cut Liverpool's lead at the top of the Premier League to one point. The Reds face Leicester at home on Wednesday.

City could not have got off to a better start when Sergio Aguero's hooked home after only 24 seconds.

The Argentine also had a goal disallowed soon after when referee Paul Tierney adjudged Kevin De Bruyne had delivered a free-kick before he gave him the signal. The Belgian was booked as a consequence.

Guardiola's side rarely troubled Magpies keeper Martin Dubravka thereafter, and Rafael Benitez's men grew in belief.

The home support erupted in the 66th minute when Salomon Rondon instinctively fired in after connecting with Isaac Hayden's header from 12 yards out.

And the match turned on its head in the 78th minute when the Magpies were awarded a penalty after Fernandinho - overplaying at the back - fouled Sean Longstaff in the area after being robbed of possession.

Matt Ritchie waited more than two minutes as City keeper Ederson received treatment, before firing his spot-kick beyond the reach of the Brazilian.

Many will be looking at this scoreline in disbelief.

City had not lost to Newcastle in 22 league games, with the North East club having only collected three points from a possible 66 against their opponents.

Guardiola's side came to St James' Park on the back on a 5-0 thrashing of Burnley in the FA Cup, and having put three goals past Huddersfield and Wolves in their previous two league encounters.

Nothing less than three points seemed likely and when Aguero fired City into the lead inside a minute, following a cross from Raheem Sterling, that became an apparent certainty.

But then City eased off the pedal.

They continued to dominate possession but Newcastle sat deep and only allowed City's widemen to get in behind them on a handful of occasions.

Sterling should have made the most of those rare crosses that got through into the six-yard area, but he failed to attack Leroy Sane's delivery - much to the frustration of his manager.

And Magpies keeper Dubravka only made one save of note - a block to keep out David Silva's effort in the 58th minute, which was City's akhir effort on sasaran.

This defeat could be the moment City look back on as pivotal in the title race.

Are dark clouds starting to shift over Tyneside?

Two efforts on goal and two on target: Newcastle's forays forward might have been few but, unlike City, they made the most of them.

When Newcastle wanted relief from City's persistent attacks they sought Rondon whose hold-up play was impeccable once again.

The Venezuelan also remains the Magpies' biggest weapon in the opposition area and, with his first attempt on goal, he hooked a shot past the reach of Ederson.

Benitez no doubt would have been happy with a point, but his side were then given a golden opportunity to take all three.

The usually focused Fernandinho lost his bearings 12 minutes from time when his attempt to play a backpass to his keeper was pounced upon by Longstaff.

The midfielder had his legs clipped by the Brazilian midfielder and Tierney signalled a spot-kick.

Ederson needed treatment on the pitch which kept the home crowd and penalty-taker Ritchie waiting, but the Scot kept his nerves in control and fired low to the left of the City keeper once play resumed.

With new signing Miguel Almiron on his way and another potentially arriving, it seems that some of dark clouds hanging over Tyneside are starting to shift.


source : bbc.com

Selebrasi Kacamata Sergio Ramos Menciptakan Wasit Gagal Paham

Bukares - Sergio Ramos menjelaskan tetang soal selebrasi kacamata yang beliau lakukan ketika usai beliau mencetak gol ke gawang Rumania. Namnu ada kesalah pahaman dengan selebrasi tersebut sehingga membuat wasit memberinya kartu kuning.

 Sergio Ramos menjelaskan tetang soal selebrasi kacamata yang dia lakukan saat usai ia men Selebrasi Kacamata Sergio Ramos Membuat Wasit Gagal Paham

Sergio Ramos mencetak satu gol ke gawang Rumania pada dikala Spanyol menang 2-1 atas Rumania di Arena Nationala, Bukares, dalam tabrak lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020 Jumat (6/9/2019) dini hari WIB. Kapten Spanyol tersebut mencetak gol lewat hukuman penalti di menit ke-28.

Usai dia mencetak gol, Ramos langsung melakukan selebrasi dengan meletakkan kedua tangannya di depan mata mirip seolah-olah menggunakan kacamata. Ia melakukannya di depan kamera TV.

Tak usang lalu Ramos menerima kartu kuning dari Wasit alasannya adalah aksinya tersebut. Wasit Deniz Aytekin menilai selebrasi tersebut sebagai upaya untuk memprovokasi antara publik tuan rumah.

Kemudian Ramos pun menjelaskan jika selebrasi yang ia lakukan bukan ditujukan untuk pendukung tuan rumah.Namun semata-mata beliau melakukannya untuk keponakannya yang menggunakan kacamata.

 Sergio Ramos menjelaskan tetang soal selebrasi kacamata yang dia lakukan saat usai ia men Selebrasi Kacamata Sergio Ramos Membuat Wasit Gagal Paham

"Saat jeda saya menjelaskan kepada (wasit) Aytekin selebrasi kacamata itu saya lakukan hanya untuk keponakan saya, dia harus memakainya sama mirip saya," ujar Ramos mirip dilansir AS.

"Saya selebrasi tersebut hanya untuk menyemangatinya, mendedikasikan gol ini untuknya. Tapi wasit tidak melihat mirip itu dan malah memberikan saya kartu kuning," katanya.

Ramos menyatakan bahwa wasit Aytekin telah meminta maaf kepadanya atas kesalah fahaman sesudah dapat klarifikasi darinya.

Minggu, 25 Agustus 2024

Aksi Kekecewaan Bobotoh Usai Persib Tumbang, Gaungkan #Radovicout Sampai Pukul Sang Instruktur


Aksi Kekecewaan Bobotoh Usai Persib Tumbang, Gaungkan #RadovicOut sampai Pukul Sang Pelatih

BOLASPORT.COM - Bobotoh mengutarakan agresi kekecewaan usai Persib Bandung tumbang 2-3 dari Persebaya Surabaya pada matchday kedua Grup A Piala Presiden 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Kamis (7/3/2019).

Persebaya Surabaya memperlihatkan penampilan mengesankan dikala melawan Persib Bandung di fase grup Piala Presiden 2019.

Sempat tertinggal, Persebaya Surabaya akibatnya berhasil mengalahkan Persib Bandung dengan skor 3-2.

Tiga gol Persebaya Surabaya dicetak oleh Manuchekhr Dzhalilov (37' dan 51') dan Irfan Jaya (76').

Sedangkan gol Persib diciptakan Erwin Ramdani (31') dan Frets Butuan (85').

Dengan kekalahan ini, Persib Bandung dipastikan tersingkir di Piala Presiden 2019 karena masih belum menerima poin dari dua tabrak.

Bobotoh Persib Bandung turut menyuarakan kekecewaan atas kekelahan Persib Bandung.

Sasaran kekecewaan bobotoh adalah sang instruktur, adalah Miljan Radovic.


Di sepanjang laga terdapat nyanyian 'Ganti Radovic' yang menggema di tribune.

Aksi masuk ke lapangan juga dilakukan salah satu oknum suporter yang kecewa.

Bahkan ia terlihat menyerang Miljan Radovic saat sang instruktur dikawal keluar stadion.

Tak hanya itu, suporter di dunia maya pun juga turut menyuarakan kekecewaan.

Tagar #RadovicOut turut menggema dan menjadi trending topic di twitter Indonesia.

Usai tabrak, Radovic mengaku kecewa dengan ulah bobotoh.

"Tapi aku mau bicara satu lagi, jikalau aku main disini tadi, saya punya bobotoh di sini, mereka selalu support pemain dan instruktur, kalau kita menang kita support, kalah kita support. Sekarang situasi berbeda, kita menang kita support tapi kalah jangan pukul pemain dan jangan pukul pelatih saya ingin melindungi mereka dan itu tidak ingin terluka," ujar Miljan Radovic dilansir BolaSport.com dari Tribun Jabar.

Sementara di tabrak lain, Tira-Persikabo bisa memenangi tabrak kontra Perseru Serui juga dengan skor 3-2.

Tim yang lolos ke perempat final yaitu juara grup bersama tiga peringkat kedua terbaik.

Persib Bandung sudah tidak mungkin melaju lantaran peringkat satu dan dua grup A telah dikunci Persebaya dan Tira-Persikabo.



sumber : www.bolasport.com

Selasa, 20 Agustus 2024

Gisel Batalkan Gugatan Cerai Ke Gading Gara-Gara Donna Agnesia


Gisel Batalkan Gugatan Cerai Ke Gading Gara-Gara Donna Agnesia
Gading Marten dan Gisella Anastasia tepat tanggal 5 Desember mendatang akan menggelar sidang perceraian. Keputusan untuk berpisah tersebut berawal dari impian Gisel. Dan kemudian gugatan cerai itu disetujui oleh Gading.
Namun siapa sangka ternyata Gisel masih ada perasaan ragu untuk menggugat cerai Gading. Hal itu dituturkannya lewat wawancara baru-gres ini. Secara gamblang Gisel mengaku bahwa dirinya akan mencabut gugatan cerai untuk Gading.
Bukan tanpa alasan hal itu ingin dilakukannya. Pasalnya Gisel sempat merasa baper atau terbawa perasaan dikala melihat keharmonisan rumah tangga Donna Agnesia dan suaminya yang terjalin selama 12 tahun.
“Saya 5 menit pengin cerai, 5 menit lagi enggak jadi, begitu saja terus. Apalagi lihat Instagramnya Donna Agnesia dan Darius Sinathrya mampu sampai 12 tahun bikin aku, ‘Aduh enggak jadi deh (cerai)’,” Tutur sang istri Gading Marten itu.
Meskipun sempat terpikir untuk tidak jadi bercerai dengan suami, tapi nyatanya keputusan Gisel telah lingkaran. Bahwa dirinya ingin tetap bercerai dengan Gading.
“Aku coba tahan lagi tapi alhasil nggak mampu. Pokoknya munyer-munyer. Kalau kalian bisa tahu sih, tapi ya enggak mungkin juga, alasannya adalah proses yang aku lalui hanya aku yang tahu. Proses yang mas (Gading) dan saya lalui itu sangatlah panjang dan nggak bisa aku rangkumkan untuk kalian,” Sambung penuturan sang sinden anggun itu.


Minggu, 11 Agustus 2024

Raheem Sterling Was Unstoppable As Man City Sealed Another Three Points


Raheem Sterling's quick-fire second-half hat-trick sent Manchester City four points clear at the top of the Premier League, but there was controversy over the opener that broke down a stubborn Watford side.

With the game goalless at the start of the second half, Sterling was challenged by Daryl Janmaat as he ran on to Sergio Aguero's flick and the ball cannoned off him and into the net.

Sterling was clearly offside when Aguero chested the ball into his path and the lineman's flag went up. But, after a long discussion with his fellow official, referee Paul Tierney overruled his decision, to the disbelief of the Hornets players.

There was no disputing the legality of Sterling's second goal, which came only four minutes later when he tapped in Riyad Mahrez's cross at the far post after a flowing City move.

And, just before the hour mark, the 24-year-old England forward made it 3-0, running on to a David Silva pass and cutting past two defenders before slotting home his 18th goal of the season.

Watford, who had made seven changes ahead of their FA Cup quarter-simpulan with Crystal Palace next weekend, belatedly threw on Troy Deeney and Gerard Deulofeu - two of those to be left out.

The pair combined seconds later to pull a goal back with their first touches when Deeney flicked on a long ball for Deulofeu to fire home with his side's first shot, after 66 minutes.

It proved to be only a consolation rather than the start of an unlikely comeback, with City comfortably holding on to clinch their sixth successive league win.

Their four-point lead is their biggest advantage at the top since 4 December, although Liverpool can cut the gap when they host Burnley on Sunday.

City keep focused and keep winning
It has been a difficult week for the defending champions, with Uefa and the Premier League joining Fifa and the Football Association in launching separate investigations into their financial affairs and academy recruitment.

But if those issues, along with seemingly outlandish claims from Italy that Pep Guardiola has agreed to take charge of Juventus next season, are distracting the Blues players as they chase an unprecedented quadruple, then they did not show it here.

For the third successive game, they faced a side hell-bent on stopping them scoring rather than showing any ambition themselves, but City kept at their task and eventually made the breakthrough.

Like West Ham and Bournemouth before them, Watford camped in their own half and their proximity, physicality and sheer numbers frustrated City for long spells of the first half.

Sergio Aguero should have scored when he found a rare bit of space in the box to meet Bernardo Silva's cross, but the Argentina striker sent his header bouncing wide and Watford went in happy at half-time.

Sterling, with the assistance of referee Tierney's interpretation of the offside rule, quickly changed that - and City did not look back.

The whole atmosphere at the Etihad Stadium was lifted, and City's evening went from a grind to a stroll in the space of 13 minutes as Sterling added two more goals.

Watford's top-six struggles continue
Watford manager Javi Gracia's team selection suggested his focus was on next week's FA Cup tie with Crystal Palace. But if it was, the message did not reach his players.

They defended brilliantly in the first half, although it was at the expense of any meaningful advances into the City half.

That situation only changed when Deeney and Deulofeu appeared off the bench but, although they made an instant impact, City keeper Ederson had little else to do after picking the ball out of his net.

As well as the FA Cup, seventh place remains an achievable target for what has been an impressive season for the Hornets.

But their bid to finish above Wolves and potentially qualify for Europe for the first time since 1983 is being undermined by their form against the top six.

Their home win over Tottenham at the start of September is their only success, and indeed the only time they have taken any points against City, Liverpool, Spurs, Arsenal, Manchester United or Chelsea in nine attempts in 2018-19.

On the road, things are even worse - you have to go back to January 2017 for their last away win against any of those sides - and despite their initial resilience at a wet and windy Etihad Stadium, they showed few signs of improving on that record by taking three points here.

Man of the match - Raheem Sterling (Manchester City)

'Today is not luck' - what the managers said
Manchester City manager Pep Guardiola: "It is the end part of the season so every game is important. For three months we wait to be top of the league and now we have to try and win our games.

"I am sorry if [the first goal] is offside but we deserve to win. Against Liverpool, [Watford] tried to press but here they have 11 players in the box. There was no space, but we found it and we created a lot.

"Today is not luck. Here there are many people working to make last season's level. If they can do that it will be down to hard work and not luck.

Watford head coach Javi Gracia: "In the first half we had a very good performance. We were better defensively because we were well organised, we didn't concede many chances.

"In the second half, the game changed. After conceding the first goal, there were some moments when we weren't so focused and then conceded two goals. Then it was impossible to have the option to get any points."

On Sterling's opener: "I think everybody could see what happened. But this season I didn't criticise the referees and I am not going to do that today. In my opinion it is clear."

'Sterling is Man City's main man' - MOTD analysis
Former Arsenal striker Ian Wright:

"Raheem Sterling has been Manchester City's main man this season and he was again here.

"Watford were very resolute in the first half but Sterling kept going, making those runs in behind defences that City like.

"He has got to be up there as one of the favourites to win player of the season along with Virgil van Dijk."

Former Tottenham midfielder Jermaine Jenas:

"There's a bigger discussion to have with Raheem Sterling.

"The numbers - 18 league goals last season, 15 already this season. He's their go-to man. Pep brought him off after 60 minutes for a reason.

"You see Leroy Sane get rested. You see Bernardo Silva get rested. Raheem - never. He's a main man within that team."




source : https://www.bbc.com

Jumat, 09 Agustus 2024

Inilah 6 Klub Yang Berpeluang Juara Liga 1 2018, Nomor 5 Apakah Mampu Juara ?

Inilah 6 Klub yang Berpeluang Juara Liga 1 2018, Nomor 5 Apakah Bisa Juara ?
19 Mei 2018
Liga 1 2018 telah berjalan sampai pekan ke-6, ke-18 tim kontestan telah menunjukkan sekilas gambaran mereka, sehingga kami sudah cukup melihat, siapa kira-kira klub yang memiliki peluang menjuarai Liga 1 2018.


Memang, trend masih sangat teramat panjang. Namun, dikala ini citra siapa yang akan menjadi juara sudah mulai terlihat.

Tidak bermaksud memandang sebelah mata juara bertahan, Bhayangkara FC, klub asuhan Simon McMenemy tidak memiliki peluang besar menjuarai Liga 1 2018 seperti demam isu lalu.

Pasalnya, tiga pemain kunci mereka telah pergi, mirip Evan Dimas Sudarmono, Ilham Udin Armaiyn, dan Ilija Spasojevic.

BhayangkaraFC cenderung terlalu mengandalkan Paulo Sergio untuk meraih kemenangan.

Kaprikornus, akan cukup sulit bagi ‘The Guardian’ kembali mempertahankan gelar juara Liga 1 demam isu lalu.

Lalu, klub mana sajakah yang berpeluang menjadi juara Liga 1 2018 ? Berikut ini 6 klub yang memiliki peluang juara Liga 1 2018 :

1. Persija Jakarta

Tahun 2001 menjadi tahun terakhir Macan Kemayoran meraih juara di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. 17 tahun berlalu, Persija Jakarta memiliki peluang meraih kembali gelar juara ekspresi dominan ini.

Tim ibu Kota mempunyai kompoisi skuat yang berimbang dari setiap lini, mirip belakang, tengah, dan depan.

Jika Persija Jakarta bisa konsisten menjaga performa sampai final animo, dinaungi keberuntungan dIjauhi dari angin puting-beliung cidera, klub yang mempunyai julukan ‘Macan Kemayoran’ bisa menjadi juara Liga 1 isu terkini ini.

2. Persipura Jayapura


Jangan pernah mencoret klub bernama ‘Mutiara Hitam’ sebagai kandidat juara Liga 1. Persipura selalu mempunyai mental juara yang tidak lekang oleh waktu.

Mereka juga masih diperkuat dua sosok legendaris, yaitu Boaz Salossa dan Ricardo Salampessy.

Kedua pemain tersebut ditemani oleh pemain berbakat lainnya mirip Hilton Moreira, Marcel Sacramento, Lan Louis Kabes, dan Abdoulaye Maiga.

Pelatih persipura, Peter Butler, belum berpengalaman melatih di Indonesia. Namun, hal tersebut mampu saja menghadirkan faktor kejutan di Liga 1 2018.

Walaupun Persipura Jayapura dikala ini hanya menempati posisi keempat klasemen sementara Liga 1 2018. sang mutiara hitam masih memiliki kesempatan untuk bisa kembali bertengger di puncak klasemen sementara Liga 1 2018.

3. Madura United

Klub asuhan Milomir Seslija, memiliki peluang menjadi juara Liga 1 2018, alasannya adalah mereka ketika ini bertengger di posisi 3 klasemen sementara Liga 1 2018.

Madura United juga mempunyai keseimbangan yang besar lengan berkuasa dari belakang sampai ke depan. Terlebih, mereka mempunyai pemain berpengalaman mirip Fabiano Beltrame, Fachrudin Aryanto, Greg Nwokolo, Benny Wahyudi.

Dengan kombinasi pemain yang berpengalaman, anyar, dan pemain muda berbakat, Madura United merupakan favorit juara musim ini.

4. PSM Makassar

Memiliki pelatih sudah cukup menyebabkan PSM Makassar favorit juara Liga 1 demam isu ini. Pasalnya, pelatih asal belanda itu pernah membawa Arema juara di isu terkini 209/2010.

Sang pelatih, Rene Alberts piawai meracik seni manajemen yag dapat memaksimalkan potensi pemain dalam skuat.

PSM Makassar juga masih diperkuat muka-muka lama mirip Wijan Pluim, Marc Klok, Steven Paulle, yang dikombinasikan dengan talenta lokal seperti Rizky Pellu, Zulkifli Syukur, Ferdinand Sinaga, Ardan Aras, Zulham Zamrun.

Melihat bahan skuat PSM Makassar, tidak salah bila mereka memiliki peluang menjadi juara Liga 1 animo ini.

5. Sriwijaya FC

Seperti Persipura Jayapura, Sriwijaya memiliki mental juara yang kuat sebab pernah tiga kali menjuarai Liga Indonesia.

Meski dalam beberapa trend terakhir klub bernama ‘Laskar Wong Kito’ melempem. Kekuatan tersembunyi mereka kemungkinan bangun kembali musim ini.

Pasalnya, Sriwijaya FC dilatih oleh salah satu pelatih terbaik Indonesia, Rahmad Darmawan, dan mempunyai Makan Konate yang pernah sukses bersama Persib Bandung.

Namun, melihat saat ini Sriwijaya FC berada di posisi 12 klasemen sementara Liga 1 2018, apakah Sriwijaya FC mempunyai peluang menjadi juara Liga 1 trend ini ? Kita lihat nanti dikala ekspresi dominan ini berakhir.

6. Bali United

Klub berjulukan ‘Serdadu Tridatu’ tidak mengalami perubahan yang signifikan dibanding animo kemudian.

Bali United masih ditangani Widodo C. Putro dan diperkuat muka-muka lama mirip Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Nick van der Velden. Mereka juga bertambah kuat seiring kedatangan Ilija Spasojevic dan Demerson.

Jika isu terkini lalu Bali United nyaris menjuarai Liga 1, maka demam isu ini seharusnya mereka mampu merebut gelar juara dari Bhayangkara FC.

Hal yang mungkin mengganggu konsistensi bermain mereka yaitu partisipasi di Piala AFC Cup 2018, serta kemungkinan banyaknya pemain yang dipanggil masuk Timnas Indonesia.

Kunci kekuatan Bali United ada pada pinjaman fans yang memadati Stadion I Wayan Dipta, serta kolektivitas bermain yang dibarengi kemampuan individu.

Itulah 6 klub yang mempunyai peluang menjadi Juara Liga 1 2018. Selain keenam klub di atas, ada kandidat juara lainnya seperti Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Barito Putera, Persela Lamongan.

Sumber Referensi : ftb90.com



Rabu, 31 Juli 2024

Ballon D'or: Luka Modric Ends Dominance Of Lionel Messi And Cristiano Ronaldo



Ballon d'Or: Luka Modric ends dominance of Lionel Messi and Cristiano Ronaldo

Real Madrid and Croatia midfielder Luka Modric won the 2018 Ballon d'Or, becoming the first player other than Lionel Messi or Cristiano Ronaldo to claim the award in more than a decade.

Modric, 33, won his third successive Champions League in May before helping Croatia to a first World Cup selesai.

Former Brazil and AC Milan forward Kaka, in 2007, was the last player other than Messi or Ronaldo to win it.

Ronaldo, who joined Juventus from Real Madrid in the summer, came second.

Barcelona forward Messi finished fifth, with Atletico Madrid frontman Antoine Griezmann and PSG attacker Kylian Mbappe - both of whom won the World Cup with France - third and fourth respectively.

Victory caps a stellar year for Modric, who also was named the world's top male player at the Best Fifa Football Awards and received the Golden Ball award for the best player at the World Cup.

Speaking to BBC Sport, Modric dedicated the award to all of the other players who have missed out in the 10 years dominated by Messi and Ronaldo.

"Maybe in the past there are some players who could have won the Ballon d'Or like Xavi, Andres Iniesta or [Wesley] Sneijder but people finally now are looking at someone else," he said.

"This award is for all the players who probably deserved to win it and didn't. It was a really special year for me.

"It is difficult to express my emotion and how I feel in words. It is something unique for me. It was very special."

Modric described Ronaldo and Messi as "phenomenal players", adding: "To win means I did something really special on the pitch this year, that's why 2017-18 was the year for me."

Modric was one of eight Real Madrid players in the top 30, including Wales international Gareth Bale in 17th.

Lyon and Norway striker Ada Hegerberg, 23, won the inaugural Women's Ballon d'Or while Mbappe, 19, became the first winner of the Kopa Trophy - awarded to the best under-21 player and selected by former Ballon d'Or winners.

The top 10
1. Luka Modric (Real Madrid and Croatia)

2. Cristiano Ronaldo (Juventus and Portugal)

3. Antoine Griezmann (Atletico Madrid and France)

4. Kylian Mbappe (Paris St-Germain and France)

5. Lionel Messi (Barcelona and Argentina)

6. Mohamed Salah (Liverpool and Egypt)

7. Raphael Varane (Real Madrid and France)

8. Eden Hazard (Chelsea and Belgium)

9. Kevin de Bruyne (Manchester City and Belgium)

10. Harry Kane (Tottenham and England)

How did Premier League players do?
Liverpool forward Mohamed Salah, who set a record for the most goals in a 38-game English top-flight campaign last season, was the highest-placed Premier League player in sixth.

Chelsea forward Eden Hazard was eighth, followed by Belgium team-mate Kevin de Bruyne, of Manchester City, in ninth.

Tottenham striker Harry Kane, who captained England to the World Cup semi-finals and won the Golden Boot, finished 10th as the only Englishman on the shortlist.

Chelsea and France midfielder N'Golo Kante was 11th, with World Cup-winning team-mate Paul Pogba, of Manchester United, finishing 15th.

Sergio Aguero, a Premier League winner with Manchester City last season, was 16th, while Liverpool's Champions League finalists Roberto Firmino and Sadio Mane were 19th and 22nd respectively.

Brazil goalkeeper Alisson, who joined Liverpool from Roma in the summer, was 25th, with Tottenham and France captain Hugo Lloris 29th.

What is the Ballon d'Or?
The Ballon d'Or has been awarded by France Football every year since 1956, with England's Stanley Matthews the first winner.

It was only for European players until 1995, when it expanded to become open for any player at a European club. From 2007 it opened up to the rest of the world.

The 30-man list of nominees is compiled by the editorial staff of the French magazine, with the winner voted for by journalists from around the world, with one representative per nation.

From 2010 to 2015 it merged with Fifa's awards, but they split and the world governing body set up its own awards again in 2016.



SOURCE

Minggu, 28 Juli 2024

Panpel Dituding Tidak Siap, Persib Bandung Dinilai Pantas Kalah Wo


Panpel Dituding Tidak Siap, Persib Bandung Dinilai Pantas Kalah WO

BOLASPORT.COM - Laga Persib Bandung kontra Persiwa Wamena di Piala Indonesia resmi ditunda oleh PSSI. Peneliti aturan olahraga, Eko Noer Kristiyanto, menyampaikan Maung Bandung layak untuk kalah walk out (WO).

Panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Persib Bandung untuk menghadapi Persiwa Wamena pada leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia dinilai tidak siap.

Eko menjelaskan, memang pihak kepolisian yang mengeluarkan ajaran bahwa Stadion Gelora Bandung Lautan Api tak layak untuk digunakan.

Stadion GBLA yang direncanakan sebagai venue pertandingan tersebut mengalami penurunan permukaan tanah dan berpotensi membahayakan para penonton.

Namun, di sini pihak kepolisian tidak bisa disalahkan.

Sebab, pihak kepolisian telah melaksanakan hal-hal yang benar.

"Yang dimaksud polisi tidak aman itu yakni bangunan fisik Stadion GBLA-nya, berarti Dispora juga harusnya tidak menganjurkan," ujar Eko, kutip BolaSport.com dari Tribun Jabar.

Menurut Eko, bila kemudian panitia pelaksana mengajukan pengunduran alasannya adalah tidak ada opsi stadion lain untuk menggelar pertandingan, maka yang harus disalahkan yakni panitia pelaksana.

"Kesalahan Panpel di sini, mereka tidak menyediakan alternatif, tidak siap dengan plan B, karena mungkin selama ini selalu bisa, selalu mudah (perizinan)," tuturnya, menambahkan.

Kini, status pertandingan tersebut telah ditetapkan PSSI untuk ditunda.

Surat penundaan yang ditandatangani pribadi oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, tersebut sudah dikirimkan PSSI kepada masing-masing pihak.

"Kalau misalkan pertandingan tidak digelar Senin berarti sudah Persib kalah WO, tapi kalau masih bisa mundur itu asing, tidak wajar saja," ujar Eko.

Adapun dikala ini, Persiwa Wamena telah melayangkan surat keberatan kepada PSSI lantaran merasa dirugikan.

Bahkan, jikalau PSSI tidak mengakomodasi surat keberatan Persiwa tersebut, mereka siap mengundurkan diri dari Piala Indonesia.



sumber : bolasport.com

Minggu, 21 Juli 2024

Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Masuk Piala Dunia


Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Masuk Piala Dunia

Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto, mengungkapkan jikalau dirinya bertekad membawa timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia. Bahkan, kalau nantinya terpilih jadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo akan melihat langsung setiap skuat Garuda latihan.

Prestasi timnas Indonesia yang tak kunjung sampai sampai level dunia, ternyata menerima sorotan dari Capres Prabowo Subianto. Prabowo sangat prihatin atas peringkat sepakbola Indonesia yang masih kalah dari negara-negara di Asia tenggara.

"Sepakbola peringkat kita 160 dari 211 di bawah Fillipina dan Thailand. Masih agak di atas Singapura dan Malaysia. Tapi harus hati-hati," kata Prabowo dilansir dari Detik.com


Prabowo berjanji menargetkan Indonesia mampu berlaga pada ajang Piala Dunia. Bahkan, ia siap untuk memantau langsung latihan dari punggawa Garuda dikala berlatih, apabila nantinya dia terpilih jadi Presiden Republik Indonesia.

"Tekad saya Indonesia harus masuk piala dunia. Nanti jika aku terima mandat (Presiden), saya akan awasi langsung tim nasional sepakbola. Kalau perlu aku akan tungguin latihan mereka. Masa dari 267 juta rakyat, nggak punya 30 pemain sepakbola," kata Prabowo.

Demi targetnya tersebut, Capres nomor urut 02 itu juga akan merekrut pemain luar negeri berbakat keturunan Indonesia untuk bisa memperkuat Merah Putih.

"Kalau dulu cari pemain-pemain andal keturunan Indonesia. Yang seperti-seperti Indonesia kita rekrut, yang penting merah putih berkibar. Yakin kita bisa atau tidak?," kata Prabowo melanjutkan sambil bertanya pada hadirin yang tiba.

"Bisa," teriak massa yang memenuhi aula kampus UKRI.




sumber : bolalob.com

Minggu, 14 Juli 2024

Persija Permalukan Tuan Rumah Shan United 3-1


Persija Permalukan Tuan Rumah Shan United 3-1

Persija berhasil membawa buah tangan tiga poin dari Myanmar usai megalahkan tuan rumah Shan United di Stadion Thuwunna, Yangon, Selasa (12/3/2019). Dalam berkelahi Grup G Piala AFC 2019 itu, Persija menang dengan skor 3-1.

Persija bermain menekan semenjak menit pertama. Pada menit ke-4, tusukan Dany Saputra membuka peluang tim tamu. Sayang umpannya masih bisa dihalau bek Shan United.

Pada menit 8, Persija menerima peluang lagi. Bola sodoran Riko Simanjutak diteruskan Silvio Escobar. Bola yang mengarah ke Heri Susanto tak mampu dimanfaatkan dengan baik. Persija kembali gagal cetak gol.

Macan Kemayoran kecolongan pada menit 14. Kesalahan antisipasi Steven Paulle membuat Reo Nakamura berhasil membobol gawang Shahar Ginanjar. 0-1 Persija tertinggal.

Menit 26, Bruno Matos mempunyai peluang mencetak gol. Sayang tendangannya melebar dari gawang Shan United. Menit 42 Matos kembali dapat peluang dan dia pun kembali gagal memanfaatkan menjadi gol.

Hingga selesai babak pertama, kedua tim saling menekan. Namun, tak ada gol tercipta hingga babak pertama final.

Di babak kedua, Persija yang tak mau kehilangan poin, terus membombardir gawang Shan United. Menit 59, Persija yang mendapat tendangan bebas di dalam kotak penalti gagal menyamakan kedudukan.

Sepakan Silvio Escobar masih melebar di atas mistar gawang Shan United. Persija simpel mendominasi permainan, namun belum bisa mencetak satu gol pun ke gawang Shan.

Persija hasilnya mampu menyamakan kedudukan pada menit 65. Bruno Matos yang lepas dari kawalan bek Shan, dengan kencang melepas tendangan di depan congor kiper Shan. 1-1 kedudukan imbang.

Si Merah-Putih berbalik unggul. Pada menit 76 berawal dari sepakan pojok, Steven Paulle bisa menyepak hasil umpan tersebut di lisan gawang Shan. Gol pertama Paulle di Persija sekaligus membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk tim tamu.

Bruno Matos menjadi bintang film kemenangan Persija. Golnya pada meni 83 menciptakan Persija unggul 3-1. Kembali, pemain asal Brasil itu lepas dari pengawalan bek Shan United. Berhadapan dengan kiper, mudah bagi Bruno Matos menceploskan bola ke gawang tim tuan rumah.

Gol Bruno Matos menutup kemenangan Persija di Myanmar. Ivan Kolev Boys meraup 4 poin dan sementara berada di puncak klasemen Grup G. Pasalnya tabrak Becamex Binh Duong kontra Ceres Negros baru dilangsungkan nanti malam.

Susunan pemain

Persija Jakarta (4-3-3): 88-Shahar Ginanjar; 14-Ismed Sofyan, 6-Maman Abdurrahman, 86-Steven Paulle, 3-Dany Saputra; 32-Rohit Chand, 10-Bruno Matos, 7-Ramdani Lestaluhu; 25-Riko Simanjuntak, 94-Heri Susanto, 21-Silvio Escobar.

Shan United (4-3-3): 13-Myo Min Latt; 15-Ye Min Thu, 3-Htike Htike Aung, 4-David Htan, 5-Hein Thiha Zaw; 14-Reo Nakamura, 26-Set Phyo Wai, 11-Yan Naing Oo; 70-Hedipo Gustavo, 8-Zan Min Tun, 10-Maycon Rogerio Calijuri.



sumber : bolalob.com

Senin, 08 Juli 2024

Egy Masuk Tim Utama, Instruktur Lechia: Aku Tak Akan Izinkan Egy Tc Timnas U19!

Egy Masuk Tim Utama, Pelatih Lechia: Saya Tak Akan Izinkan Egy TC Timnas U19!


Bermain apik di Lechia Gdansk II Egy Maulana Vikry ditarik ke tim utama Lechia. Akan tetapi, Egy terancam tidak mampu mengikuti pemusatan latihan timnas U19 di Yogyakarta selama dua bulan.

Hal tersebut dikarenakan instruktur Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec tak memperlihatkan izin kepada Egy Maulana Vikry melakukan pemusatan latihan yang berlangsung selama dua bulan itu.


"Egy Maulana Vikry akan menjalani TC Tim Nasional Indonesia U-19 selama dua bulan. Tapi aku ingin memilikinya di sini pada saat itu, jadi kami tidak benar-benar oke." Ungkap Piotr Stokowiec, seperti dilansir dari Bola.com(27/08/2018).

Namun, instruktur Lechia ingin mempertahankan Egy karena Egy memiliki peningkatan peforma dan sudah mengerti sketsa yang diterapkan pelatih Lechia Gdansk. Keputusan yang diambil instruktur Lechia juga memiliki maksud tertentu, karena Lechia memiliki pertandingan penting di Liga Polandia.


"Saya ingin beliau pergi ke pemusatan latihan pada bulan Oktober, sempurna sebelum pertandingan kualifikasi." Jelas Piotr Stokowiec.


Referensi pihak ketiga
Menilik dari pernyataan instruktur Lenchia, Piotr Stokowiec kemungkinan besar Egy akan dipromosikan ke tim utama Lenchia Gdansk di Liga Polandia. Lantas, bagaimana balasan kalian guys, monggo berikan komentar terbaik kalian, terima kasih.



sumber : ucnews.com

Minggu, 07 Juli 2024

Indra Sjafri: Jangan Coba-Coba Sok Bintang Depan Saya


Indra Sjafri: Jangan coba-coba sok bintang depan saya

saya ingat betul, itu seperti malam yang sama dengan enam tahun lalu. Para pemain mengelilingi bendera merah putih, bermunajat dan yakin kalahkan musuh. “Suasananya seperti tamat AFF U-19 2013. Kami percaya diri untuk menang, ” tutur Indra.

Instruksinya di ruang ganti abad itu cukup jelas: menyerang dan berjuang. Alhasil, Indonesia main berapi-api dan trengginas. Timnas muda pun keluar sebagai juara Piala AFF U-22. Sama kayak tahun 2013. Tapi di level usia 19.

Meski sudah dua kali angkat trofi, Indra enggan dilanda besar hati berlebihan. Apalagi, pasukannya segera menghadapi kualifikasi Piala Asia. Indonesia akan bersaing dengan tuan rumah Vietnam, Brunei Darussalam dan Thailand di Grup K--akhir Maret nanti.

“Tak ada waktu euforia. Kami ini sudah mulai latihan,” kata pria berusia 56 ini kepada tim Beritagar.id saat wawancara, Senin (4/3/2019).

Malam itu dia mencengkeram tangan kami dan menawarkan kawasan duduk di salah satu restoran di Hotel Sultan, Jakarta. Kulitnya terlihat cokelat, mirip habis berjemur. Indra memang baru saja beres memimpin latihan.

Tampak juga di sana, masih dengan rambut lembap, Hanif Sjahbandi. Ia hendak meninggalkan restoran usai makan malam. Disusul Witan Sulaeman dan pemain lain. Mereka menganggukkan kepala serta menekuk badan ketika memandang Indra.

Indra pun kemudian menembak kami dengan serentet pertanyaan. Padahal kami baru saja duduk. “Ini berapa usang? Tidak panjang kan? Saya mau rapat,” tanya Indra, yang tampil dengan gaya reseleting jaket dibuka.

Nada bicara Indra begitu tegas. Kadang mengangkat-angkat tangan seperti orator, tapi berakhir dengan senyuman ketika sesi foto.

Selama satu jam dia meladeni pertanyaan kami wacana ambisinya melatih Timnas senior, pesan khusus Presiden Joko Widodo dan potensi Marinus Wanewar. Berikut perbincangannya:

Selamat sebelumnya. Diundang ke Istana dan mampu bonus. Apakah Presiden beri pesan khusus?
Intinya, Presiden peduli dengan pelatih lokal. Beliau minta pelatih lokal itu banyak mencar ilmu dan cari konsultan.

Menurut Presiden, mereka bisa eksis jikalau dikasih kesempatan. Benar itu.

Lihat saja. Di Piala AFF, semua peserta pakai pelatih asing. Hanya kita yang lokal dan juara. Tapi masih saja ada orang yang bilang juara ini alasannya adalah kebetulan.

Anda merasa juara Piala AFF ini pembuktian sekaligus membungkam kritikan seperti itu?
Orang yang paham proses tidak akan bilang begitu (kebetulan). Saya ini melatih dari Timnas U-12, U-16, U-17, U-18, U-19 lalu U-22.

Saya enggak butuh popularitas. Bahkan bila ditawari menangani Timnas senior, saya enggak akan ambil.

Memangnya ada usulan dari PSSI untuk melatih Timnas senior?
Oh ada. Tapi aku ndak ambil. Saya harus bekerja sesuai kesanggupan. Era Evan Dimas dan Egy Maulana ini naik pelan-pelan ke jenjang senior.

Ketika mereka ada di sana, aku tahu persis siapa yang saya bimbing dan itu berhubungan dengan kesanggupan saya tadi.

Artinya Anda mau dan ada ambisi…
Ndak sekarang. Saya ndak mau kalau tanpa proses. Saya ndak mau aji mumpung. Tiga hari booming di koran, tiga hari setelahnya hancur.

Saya ingin berjenjang. Dari ketua RT, ketua RW, kemudian kepala desa, bupati dan seterusnya.

Tapi kan dalam prosesnya Anda dua kali dipecat PSSI, bagaimana?
Saya pikir itu dinamika. Saya ndak tahu parameter dipecat itu apa. Tanya saja ke PSSI. Enggak baik bila dari saya.

Saya hanya minta, ada parameter terang kenapa pelatih itu dipecat. Makara jangan menurut perasaan gitu.

Posisi pelatih Timnas sangat rawan terhadap pemecatan ya?
Seharusnya tidak, bila federasi punya parameter. Misalnya, pelatih dikasih target dan ndak tercapai, ngapain dipertahankan, ya kan?

Pecat saja. Target itu jadi parameter. Tapi kalau enggak ada parameter, akan jadi polemik.

Bagaimana mau bicara parameter jika PSSI-nya dilanda masalah pengaturan skor?
Itu lain permasalahan.

Maksudnya PSSI sedang tidak sehat dalam menjalankan roda organisasinya saat ini…
Pasti ndak (sehat). Pasti terganggu. Tapi jangan berpikir bila ganti ketua umum kita akan jadi juara dunia.

Enggak ada hubungannya antara prestasi dan ketua umum. Yang ada hubungannya yaitu prestasi dan acara training.

Prestasi ini ya imbas dari pekerjaan PSSI. Bohong jika bilang bukan. Proses pelatihan dan kompetisi memang sudah mulai anggun.

Anda merasa lebih gampang untuk mencari pemain muda kini ini?
Oh iya. Dulu, pada 2013, belum ada kompetisi yang memberi kesempatan mereka main di liga. Sekarang kan lebih baik.

Scouting kami, cuma tinggal lihat kompetisi saja. Banyak yang elok. Dari segi skil, fisik, kemampuan taktikal dan mental.

Titik lemah terbesar pemain kita itu mental disiplin ya?
Mental disiplin itu bukan harus tidur jam 9 dan ndak boleh main HP. Bicara mental itu lebih kepada pemain harus malu bila kalah.

Harus ingin jadi yang terbaik dan mau berubah. Kalau jam tidur dan main HP mah kecil banget. Enggak usah diatur.

"Saya minta ke pemain untuk jangan lihat medsos ketika menang. Tetapi dikala kalah. Karena kita akan dapat banyak pelajaran dari sana."

Indra Sjafri
Para pemain Anda justru diberi kebebasan untuk menggunakan handphone?
Bukan kebebasan, tapi kesepakatan. Disiplin itu muncul dari kesadaran. Mereka sudah besar. Tahu kapan main HP dan ndak.

Dan jangan coba-coba sok bintang depan aku. Tim adalah 23 untuk satu dan satu untuk 23.

Apakah pemain muda kita sulit mengendalikan emosi? Yang dalam sorotan itu Marinus Wanewar misalnya?
Ndak ada yang sulit. Itu orang saja bilang ia bermasalah. Nyatanya tidak. Bertemu Presiden saja ia tidak memikirkan pribadi.

Marinus malah bilang bonusnya untuk bikin rumah ibadah. Dia baik dan ada potensi jadi striker mahir. Kalau sisi emosional, semua orang punya sisi itu kan.

Dari awal sepertinya Anda sudah yakin dengan materi pemain di Piala AFF kemarin ya?
Karena banyak pemain yang pernah bekerja dengan aku. Mereka ini berdedikasi dan berkualitas.

Dalam seleksi, banyak juga pemain anggun yang ndak saya pilih. Karena masing-masing instruktur punya style dalam bangun tim.

Anda berani beri keyakinan kepada pemain belia. Seperti Witan Sulaeman yang baru 17 tahun…
Asal cantik, siapa pun ia, aku mainkan. Witan itu beda lima tahun dari batas usia kompetisi. Jauh umurnya. Tapi beliau bisa tunjukkan potensinya dan merepotkan pertahanan lawan.

Di final lawan Thailand, yang merupakan Macan Asia Tenggara, Anda menerapkan seni manajemen khusus?
Kami tidak pernah anggap lawan itu macan. Kami enggak memikirkan lawan berlebihan. Lebih bagus lawan memikirkan kita.

Bagaimana caranya? Bangun tim yang manis. Kalau kita mikirin lawan terus, kapan mikirin tim kita.

Rotasi pemain yaitu bab strategi Anda?
Tergantung siapa lawan. Ada yang kaget dengan rotasi ini. Pemain ini, kemarin main, sekarang kok enggak.

Makanya jangan terpengaruh pengamat. Kadang mereka tidak tahu soal tim, tapi bicara seperti mimpi. Pintar beliau daripada kita. Lihat saja di media umum.

Tapi aku tidak antikritik. Malah, saya minta ke pemain untuk jangan lihat medsos dikala menang. Tetapi ketika kalah. Karena kita akan dapat banyak pelajaran dari sana.

Di bawah Anda, tak ada aturan tertulis untuk pemain ketika memakai media umum?
Saya ndak pernah mengatur itu. Yang saya atur ialah memutuskan regulasi handphone. Saya ingin disiplin dari hati. Bukan mengawasi mirip orang di penjara.

Sebenarnya bagaimana memompa mental pemain biar maksimal dalam pertandingan?
Pertama. Jangan merasa bintang. Saya butuh tim, bukan individu. Kedua, beda antara bermain di klub dan Timnas. Di klub itu profesional.

Yang banyak main, bonusnya lebih besar. Ini bela negara. Mau dikasih penghargaan atau dimaki, terserah. Ini soal kebanggaan dan harga diri.

Saya pernah 17 bulan enggak gajian, tapi aku tetap jalan. Di Timnas, jangan diukur dengan uang.

Menurut Anda, apa penilaian yang harus dilakukan usai Piala AFF ini?
Kalau mau penilaian, kita harus evaluasi sepak bola Indonesia. Bahwa sepak bola butuh skil iya. Tapi untuk bisa juara ndak bisa simsalabim.

Kita ini juara alasannya adalah proses. Beberapa pemain kenal sama saya di U-19 lalu. Sehingga mampu menyesuaikan filosofi saya: menyerang dengan passing game.

Filosofi itu sesuai dengan kurikulum pelatihan sepak bola Indonesia dari PSSI?
Harusnya. Maka itu filosofi itu harus nyambung dari bau kencur hingga senior.

Kalau filosofinya menyerang dengan 4-3-3, ya itu harus ada materi khusus 4-3-3 di kurikulum.

Di kampung-kampung itu, pemain sayap kita cantik-anggun. Enggak usah sok-sok Eropa.

Kalau enggak ada pemain sayap? Indonesia mampu main satu striker saja?
Formasi itu yang menentukan pemain. Kalau pemain sayap banyak, ngapain pemain depan sampai dua.

Kalau saya punya satu striker pembunuh ya saya main 4-5-1. Tergantung komposisi pemain.

Anda tidak fanatik terhadap formasi tertentu?
Ndak lah. Jangan dipaksakan. Sayang pemain seperti Andik kalau tidak dimainkan. Goblok banget.

Oke. Bagaimana Anda melihat perkembangan angkatan Evan Dimas Cs.?
Saya agak kecewa. Beberapa pemain hilang. Tapi 70 persennya eksis. Mereka ini dibongkar, tapi ujung-ujungnya masuk lagi Timnas. Kan buang-buang waktu.

Mereka ini pemain bagus. Tapi sekali lagi. Pemain itu jangan sok bintang. Buat aku, pemain dengan perilaku begitu, ya game over. Hilang dua, tiba delapan.

Bagus tapi jarang dapat akidah instruktur klub untuk bermain, ya percuma…
Ini soal keberanian instruktur. Kalau dikasih kesempatan, anak muda itu potensial. Kalau jarang main, mereka akan terus terdegradasi.

Ditambah lagi banyaknya kehadiran pemain abnormal. Bagaimana Timnas mau jago. Itu pelatihnya saja ndak mau pusing.

Anda oke pemain naturalisasi bisa mendongkrak kekuatan Timnas?
Ndak setuju. Tanya Menpora. Dari dulu aku enggak baiklah. Tegas. Saya ingin buktikan belum dewasa Indonesia bisa bersaing.

Kan pemain yang Anda panggil, yaitu Ezra Walian ialah pemain naturalisasi?
Ezra itu statusnya sudah warga negara Indonesia. Yang aku maksud itu, selagi saya pegang Timnas, aku tidak akan melaksanakan naturalisasi. Tidak akan.

Kaprikornus, berapa lama lagi Anda siap untuk melatih Timnas senior?
Namanya proses kan ndak ada ukuran.

Ini yakni tahun politik. Bagaimana Anda menjaga Timnas semoga enggak terpapar intrik-intrik politik yang sedang hangat?
Ndak usah lah kaitkan politik dengan bola. Pak Jokowi saja tidak bicara politik saat bertemu.

Tapi ada cerita. Ada yang melarang saya ke Istana. Saya galau. Masa Presiden ngundang, aku enggak tiba.

Ndak dapat duit Rp200 juta kan bodoh banget.

Tapi bagaimana Anda memandang mantan instruktur Timnas Nilmaizar maju di pemilihan calon legislatif 2019?
Perlu ada pelaku bola masuk ke sana. Saya dukung beliau. Biar bola jadi perhatian.


sumber : https://beritagar.id