Rabu, 25 Desember 2024

Ancaman,Persib Siaga Satu!

Bahaya,Persib Siaga Satu!
17 Mei 2018
Seperti dilansir Mochammad Syaban Rinaldi/simamaung.com (10/04/2018) Persib Bandung mewaspadai amukan armada Singo Edan dikala kedua tim bertemu pada minggu keempat Liga 1 2018. Arema memang sedang dalam kondisi terluka usai gagal meraih kemenangan atau kalah di tiga tabrak awal mereka musim ini. Skuat dengan kode Joko Susilo itu bahkan gres ditaklukkan Borneo FC 2-1 padahal sempat memimpin lebih dulu.


Mario Gomez pun mengatakan dirinya sudah menonton penampilan Arema saat bertamu ke markas Pesut malam. Hasil minor yang diterima Balsa Bolzovic dan kolega pun menurutnya tak bisa jadi teladan Persib akan mudah mencuri kemenangan. Justru ledakan amarah Arema yang bisa bawa Persib dalam duduk perkara.

“Kami menyaksikan tadi malam, Arema gres saja kalah dengan skor 2-1 dan di Minggu nanti pastinya akan jadi pertandingan yang sulit bagi kami,” ujar Gomez saat ditemui di Stadion SPORT Jawa barat Arcamanik, Selasa (10/4).

Pria asal Argentina itu pun memprediksi bentrokan kedua klub di Kanjuruhan selesai pekan ini akan sulit. Sebab Arema niscaya tampil mati-matian untuk memutus puasa kemenangan mereka. Sedangkan di sisi lain, Persib juga ingin melanjutkan rentetan hasil aktual usai mengakhiri paceklik pekan kemudian ketika menumpas Mitra Kukar.

“Pertandingan ini akan sulit bagi kami dan juga mereka (Arema). Karena mereka ingin menang dan kita juga sama-sama ingin menang pada tubruk tandang,” ujar mantan ajudan instruktur Inter Milan ini.

sumber : ucnews.com

Kamis, 19 Desember 2024

Liga 1 Indonesia 2018 Dibekukan Kembali?

Liga 1 Indonesia 2018 Dibekukan Kembali?
17 Mei 2018

Masih segar diingatan kita semua saat PSSI dibekukan oleh Pemerintah melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga selama setahun. Langkah tersebut diambil pemerintah adalah buntut dari carut marutnya sepak bola di Indonesia. Imbasnya, timnas Indonesia yang dinaungi oleh PSSI terkena hukuman juga dari FIFA, sehingga berdampak ke timnas Indonesia alasannya tidak mampu tampil diajang internasional. Apesnya, Indonesia tidak bisa ikut berlaga diajang piala Asia.


Dan bukan hanya pada level timnas saja, di level klub juga banyak yang meradang balasan hukuman tersebut. Seperti klub Persipura yang tidak mampu tampil diajang liga champions Asia. Seturut dengan pembekuan tersebut, banyak pemain-pemain bola Indonesia yang terjebak pada situasi yang mengkhawatirkan alasannya adalah tidak adanya pemasukan.

Seperti dikutip dari kompas.com, Pertandingan antara Arema FC versus Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, dalam pekan 4 Liga 1, Minggu 15 April 2018, berakhir ricuh. Di injury time, saat wasit Handri Kristanto belum meniupkan peluit panjang, suporter Arema masuk ke lapangan.

Suporter Aremania turun dari tribun dan memenuhi lapangan sesaat sebelum berakhirnya pertandingan. Mereka melampiaskan kekecewaannya dengan melempari lorong menuju ruang ganti pemain. Ratusan korban berjatuhan dan dievakuasi menuju ke rumah sakit. Kebanyakan korban yaitu suporter wanita.

Aksi suporter Arema eksklusif direspons pihak keamanan. Namun, alasannya kalah jumlah, personel keamanan tak mampu berbuat apa-apa. Lemparan botol dan benda-benda keras lainnya tak terhindarkan. Akibat insiden ini, wasit Handri menetapkan untuk menghentikan pertandingan.

Saat itu, tubruk baru memasuki menit 92. Padahal, injury time yang diberikan yakni tiga menit. Artinya, masih ada satu menit tersisa dari pertandingan ini. Di situs resmi Liga 1, disebutkan bahwa status adu belum diketahui, apakah ditangguhkan atau simpulan dengan hasil imbang 2-2.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji menyampaikan, kericuhan dipicu oleh kekecewaan suporter kepada wasit Handri Kristanto selaku pemimpin jalannya pertandingan.

"Kronologi dalam konteks manajemen tadi sudah berdiskusi bahwa gerakan penonton itu banyak bereaksi alasannya keputusan wasit," katanya.

Dikatakannya, para Aremania mulai merasa kecewa ketika gol kedua Persib Bandung tercipta pada menit ke-77. Ketika itu, pemain tengah Arema FC, Ahmet Atayev dijatuhkan lawan di tengah lapangan. Namun, wasit tidak menghentikan pertandingan dan jadinya Ezechiel Ndouasel mampu memanfaatkan kelengahan pemain belakang Arema FC dengan mencetak gol keduanya untuk Persib Bandung.

"Yang pertama saat pelanggaran Atayev (Ahmet Atayev). Kemudian jadinya tidak diberikan keputusan oleh wasit. Itu sudah tanda-tanda bahwa penonton sudah melaksanakan gerakan," terang Sudarmaji.

Pada menit ke-86, Arema FC mampu mengejar ketertinggalan melalui gol Balsa Bozovic. Saat itu, kedudukan imbang 2-2 alasannya adalah di babak pertama kedudukan imbang 1-1.

Tidak usang setelah itu, pada ke-88 Dedik Setiawan diganjar kartu merah alasannya menyikut pemain belakang Persib Bandung, Ardi Idrus. Kondisi itu disebutnya menambah kekecewaan suporter terhadap wasit asal Jawa Tengah itu.

"Kemudian ada keputusan yang tidak kita tahu secepat itu, kartu merah terhadap Dedik. Itu penonton sudah melakukan upaya mereaksi keputusan wasit. Terus kemudian setelah itu terjadi (tendangan) corner dan penonton sudah mulai turun. Itu di versi kita," terangnya.

Kericuhan suporter berawal dari tribun ekonomi bagian timur. Mereka mengamuk berlarian masuk ke tengah lapangan. Kemudian, suporter yang duduk di tribun bab selatan dan utara juga ikut turun memenuhi lapangan.

Sudarmaji menyampaikan, pihaknya akan mengirim informasi kronologi kericuhan itu ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi Liga 1, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

"Malam ini kita juga akan mengirim kronologi apa yang terjadi di lapangan. Karena sesuai regulasi kita diberikan kesempatan untuk melaporkan secara obyektif alasannya sudah ada formnya. Terutama yang berkaitan ihwal keputusan-keputusan wasit," jelasnya.

Akibat kericuhan itu, pertandingan terpaksa dilarang tanpa pluit panjang wasit. Kedudukan tetap imbang, 2-2. Gol untuk Arema FC dicetak oleh Thiago Furtuoso Dos Santos di menit ke-18 dan Balsa Bozovic di menit ke-86. Sementara gol untuk Persib Bandung dicetak oleh Ezechiel Ndouasel pada menit ke-19 dan ke-77.

Hmmm. Ada-ada saja yah guys. Semoga insiden-kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan kinerja wasit juga semakin dimantapkan. Maju liga nya otomatis jaya timnasnya. Dan juga dengan insiden ini, apakah PSSI dan Liga 1 akan dibekukan kembali oleh pemerintah? Semoga tidak yah guys.

Dan juga, agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua unsur yang terlibat didalam sepakbola. Karena hal-hal sedemikian tidak ada gunanya selain merugikan tim, diri sendiri dan lain sebagainya. Marilah tetap menjaga sportifitas olahraga itu sendiri.

Berikan komentar kalian dikolom komentar yang tersedia.

Jangan lupa like, follow dan share ya guys.


sumber : ucnes.com

Selasa, 03 Desember 2024

Manis Kahfi Tampak Pamer 'Skill' Doang, Kata Fakhri Husaini: Itu Karena Supriyadi!

Bagus Kahfi Tampak Pamer 'Skill' Doang, Kata Fakhri Husaini: Itu Karena Supriyadi!

Timnas Indonesia u-16 gagal meraih poin penuh ketika bertemu dengan Vietnam di matchday kedua grup C Piala Asia U-16. Serangan Garuda Asia tampak tak berkembang sama sekali tak seperti lawan Iran kemari. Alhasil Indonesia harus rela berbagi angka 1-1 oleh Vietnam. Bagus Kahfi yang dielu-elukan tampak sedang tidak on-fire kali ini.


Ia tampak bermain individu mengandalkan skill-skill yang beliau punya tanpa menawarkan umpan ke temannya. Hal itu pun diakui oleh Fakhri Husaini, ia menyampaikan ""Vietnam bermain sangat disiplin, kurangnya serangan dari sayap di babak pertama membuat Bagus mengambil keputusan untuk menerobos sendiri. Bagus pada beberapa momen mampu melewati lawan, namun beberapa kali juga gagal, Andre dan David juga sering terlambat membantu Bagus,".


Menilik dari perkataan Fakhri tentu kita mampu mengerti siapa sayap yang ia maksudkan, tentu M.Supriyadi yang tampak tengah cidera ringan nasib tidak bsia diturunkan mejadi line-up. Dan untuk hasil yang didapatkan ini sepertinya Indoensia harus berjuang keras masa melawan India pada kamis nanti.



Sumber: indosport.com

Minggu, 01 Desember 2024

Chelsea Are Off To Wembley After A Night Of High Drama At Stamford Bridge


Chelsea won a penalty shootout on a night of high drama at Stamford Bridge, overcoming Tottenham to secure a Carabao Cup tamat meeting with Manchester City.

After an enthralling 90 minutes which saw the tie end 2-2 on aggregate, the tie was settled when David Luiz scored the winning kick after Kepa Arrizabalaga's fine save from Lucas Moura.

Chelsea, who have now reached 15 finals in 16 years in all competitions, will face Pep Guardiola's City at Wembley on 24 February.

Blues boss Maurizio Sarri, who said after losing to Arsenal at the weekend that his players are "extremely difficult to motivate", celebrated with his team at the end.

Trailing 1-0 from the semi-tamat first leg at Wembley, Chelsea were level on aggregate when the unmarked N'Golo Kante drilled in a first-time shot from 20 yards through three pairs of legs after a corner.

Eden Hazard, who Blues boss Sarri said on the eve of the tie "has to do more", fired Chelsea into a 2-1 aggregate lead with an arrowed finish after being picked out by captain Cesar Azpilicueta.

Tottenham were without injured duo Harry Kane and Dele Alli as well as Son Heung-min, who is away with South Korea at the Asian Cup.

They failed to produce a shot on sasaran in the first half but forced penalties when Fernando Llorente converted Danny Rose's cross.

Players respond to Sarri criticism
On Saturday, Sarri was critical of his players after a 2-0 defeat at Arsenal left his side 13 points behind Premier League leaders Liverpool with 15 games to go.

The Italian can now look forward to a Wembley selesai in his first season in charge after his team responded with a much improved performance to overturn Tottenham's lead.

It was apt that Hazard should score such a vital goal.

On the eve of this game, Sarri said the Belgium forward "has to do more" adding: "I prefer him when he speaks with his feet."

Hazard responded by starting and finishing a slick move which made it 2-0 and put Chelsea ahead in the tie for the first time.

Earlier, Kante had given the hosts the perfect start with a lovely finish as Tottenham found themselves on the back foot before responding with a much better second half display to send the tie to penalties.

Chelsea scored all four of their spot kicks - Willian, Azpilicueta, Jorginho and Luiz all keeping their composure.

In contrast, Tottenham missed two of their four kicks - Eric Dier, a World Cup penalty shootout pendekar for England in Russia, firing over the bar before Moura was denied by Arrizabalaga.

Three semi-final defeats in three seasons for Spurs
Kane, Alli and Son would almost certainly have been involved in the penalty shootout for Tottenham had they been available.

In fairness, Spurs looked menacing in the second half after being distinctly second best for large parts of the opening 45 minutes.

Substitute Rose was lively and provided the ammunition for Llorente to haul his side back on level terms on aggregate.

In the end it came down to fine margins with Dier and Moura's missed penalties proving costly for a club hunting a first major trophy since 2008.

Nine points behind Liverpool in the league and out of the EFL Cup, Tottenham's most realistic hopes of a trophy this season rest with the FA Cup, although they are still in the Champions League and have a last-16 tie with Bundesliga leaders Borussia Dortmund.

Spurs reached the EFL Cup simpulan in Mauricio Pochettino's first season in charge.

However, they have now lost a domestic cup semi-simpulan for the third successive campaign having been beaten at this stage in the FA Cup both last season and the season before.

The Argentine, who celebrates his fifth anniversary at Spurs in May, now has the tricky task of lifting his players after this disappointment.

Man of the match - Eden Hazard (Chelsea)

'We deserve to be in final' - how the managers reacted
Chelsea manager Maurizio Sarri: "We reacted very well. The players had a very good level of determination so I was very happy with the level of performance.

"I think that in 180 minutes in the two matches we deserved to go to the selesai. We deserved to win 3-1 or 4-1 tonight but the opponents were able to put us in trouble at the beginning of the second half.

"But we played very well and were very dangerous and had a lot of opportunities."

Tottenham manager Mauricio Pochettino: "I'd prefer to lose on penalties [than in the game]. We'll keep going in the FA Cup game against Crystal Palace.

"In the second half we played so well and dominated and had chances. In the first half before we conceded the first goal, we played well and had control.

"That's football. When you have Hazard, Pedro, Giroud, Kante, they can score."


source : bbc.com